Thursday, March 22, 2012

Akhi Ukhti Kalian Sedang Jatuh Cinta?

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Assalamu'alaikum saudara muslimku, pada tulisan kali ini  saya ingin membahas tentang CINTA. Cinta seorang anak manusia atau cinta yang tumbuh dari lawan jenis kepada kita begitu juga sebaliknya saat kita jatuh cinta kepada si dia (akhwat madsudnya :D).

Bagi seorang muslim-muslimah, dari pengalaman yang saya temui ada sedikit dilema dengan apa yang namanya 'Jatuh Cinta'. Kenapa saya katakan dilema? Kalau dilihat dari urut-urutannya cinta pertama yaitu cinta kita kepada Allah, kedua cinta kita kepada Rasulullah dan seterusya. Dimana dilemanya? Sebelum saya bahas, saya tidak ingin munafik dalam menulis (alias merasa sok suci) dengan kata-kata yang seolah-olah "saya sudah berhasil menempatkan cinta kepada Allah sebagai cinta pertama". Karena memang belum bisa menghadirkan sepenuhnya rasa itu.

Cinta adalah sesuatu yang sangat sakral menurut saya. Dalam mendefinisikan Cinta (jatuh cinta kepada lawan jenis) "Akan ku berikan hati ku untukmu ketika sudah tak ku temui lagi alasan, kenapa aku mencintaimu...". Sakral bukan? karena didalamnya kita kita akan menemukan sebuah rasa yang kita sendiri tidak tahu akan alasannya, tapi cukup indah jika dirasa. 

Tiap kali kita menemukan satu alasan, seperti karena kesalihannya, parasnya yang tampan, kecantikannya yang menawan, dan lain sebagainya. Suatu saat kalau satu alasan itu sudah tidak kita temui lagi dengan sendirinya perasaan yang pernah kita katakan 'cinta' akan pudar dengan sendirinya.

Nah, disini letak dilemanya seperti yang saya katakan diatas. Kita hidup dizaman terburuk dari umat Rasulullah, dimana pergaulan dan gaya hidup seolah sudah menjadi trend tersendiri supaya kita mengesampingkan nilai-nilai ke-islaman misalnya saja 'pacaran'.

Saat kita mencintai seseorang (baca: Aku Jatuh Cinta), kemungkinan besar itu bisa menjadi salah satu hal yang bisa merubah tatanan ahlak. Kita cenderung lebih menuruti apa-apa yang diinginkan oleh sang pujaan hati, entah itu baik atau buruk seolah menjadi nomor yang kesekian untuk dipertimbangkan.

Hingga biasanya, seorang muslim ataupun muslimah akan menemui perasaan yang sangat dilematis, antara membagi kecintaannya kepada Tuhannya. Tidak bisa dipungkiri secara tidak langsung kita sudah mengesampingkan cinta kita kepada Allah, saat persaan (jadi budak cinta kepada mahluk) mulai mengganggu kenyamanan saat tidur, menghilangkan nikmat kelezatan makanan, terbuai rasa rindu yang tak terbendung.

Ahirnya, yang biasanya kita begitu rajin bangun malam untuk qiyamullail kita ganti menjadi hayalan-hayalan tentang si dia. Yang biasanya kita begitu antusias menantikan waktu shalat, berubah menjadi antusias menunggu sms ataupun email dari si dia. Begitu seterusnya.....

Kalau jatuh cinta itu adalah sesuatu yang sangat fitrah dan alami, apa ada yang salah saat kita jatuh cinta?. Tentu saja tidak, tak ada yang salah dengan perasaan cinta namun yang salah adalah jika rasa cinta itu membuat kita mengalihkan perhatian dari cinta pertama kita kepada Allah menjadi cinta pertama kita kepada mahluk Allah.

Kemudian baiknya bagaimana?

Biarkan rasa cinta itu tumbuh dan berkembang seperti kodratnya (karena semua cinta itu suci, sebelum dinodai oleh hawa nafsu). Rasa rindu selalu ingin bertemu dan ingin memiliki adalah hal yang lumrah, andai kita mengkondisikannya dengan tatanan syariat. 

Alangkah sangat indah kala rasa itu berkecamuk hebat didalam hati, kita larikan kepada Dia Dzat yang menciptakan rasa cinta. Sering-seringlah selalu tadabbur jika rasa itu datang. Minta kepada Allah agar bisa selamat dari fitnah jatuh cinta kepada lawan jenis. 

Banyak kisah dari shalafush shalih dalam meng-expresikan rasa cintanya. Jadi lah seolah-olah kita adalah peran utama yang memainkan kisah hidup yang suatu saat nanti akan di tiru oleh anak cucu dalam menjaga dan memelihara rasa cinta. Dengan menyajikan kisah yang dramatis nan indah.

Jadilah pecinta yang mempunyai sebuah do'a


Jika aku hendak mencintai seseorang
Pertemukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu
Agar bertambah kuat cintaku pada-Mu

Jika aku ragu mencintai seseorang
Hilangkanlah sifat itu ketika aku yakin bahwa
dia bisa mendekatkanku pada-Mu

Jika aku gelisah mencintai seseorang
Hilangkanlah kegelisahan itu ketika aku tahu bahwa dia
bisa menuntunku menghilangkan keraguanku pada kebesaran-Mu

Jika aku rindu pada seseorang
Rindukanlah aku pada dia yang rindu akan cinta sejati-Mu
Agar kerinduanku pada-Mu semakin tak terbendung

Sebagaimana mereka yang bijak berucap:

"Mencintai seseorang bukanlah apa-apa
Dicintai seseorang bukanlah sesuatu
Dicintai orang yang sangat kau cintai sangatlah berarti
Tapi dicintai oleh sang pencipta adalah segalanya."

"Semoga kita temui cinta yang bisa menjaga, bukan cinta yang membawa petaka........" 

Posted By Kang Santri9:06:00 PM

Inilah 10 Permintaan Iblis Yang Di Kabulkan Allah

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Ini sebuah cerita renungan yang menurut saya wajib dibaca. Ceritanya Rasulallah sedang berbicara kepada iblis dan bertanya apa saja permintaan iblis yang sampai saat ini dikabulkan Allah SWT.

Ada 10 permintaan iblis yang dikabulkan Allah.
“Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?”
“10 macam”
“Apa saja?”
1. Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman,
“Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)
“Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.
2. Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.
3. Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.
4. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.
5. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.
6. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.
7. Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
8. Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.
Allah swt berfirman,
“Orang -orang boros adalah saudara – saudara syaithan. ” (QS Al-Isra : 27).
9. Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.
10. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.
Allah menjawab, “silahkan”, dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat.
Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.”
Iblis berkata : “Wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.
Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!!!
Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.
Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.

Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”
Rasulullah SAW lalu membaca ayat :
“Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :118 – 119)
juga membaca,
“Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)
Iblis lalu berkata:
“Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.”
Sampaikanlah risalah ini kepada saudara-saudara kita, agar mereka mengerti dengan benar, apakah tugas-tugas dari Iblis atau Syaithan tersebut. Sehingga kita semua dapat mengetahui dan dapat mencegahnya dan tidak menuruti bisikan dan godaan Iblis atau Syaithan. (Sumber)

Posted By Kang Santri7:39:00 PM