Sunday, April 8, 2012

Jangan Takut Ukhti

Murtakibudz Dzunub - Kembali teringat cerita masa lalu, ada seorang ikhwan yang jatuh cinta kepada salah satu sahabat perempuannya. Rupanya ia termakan oleh prasangka dari rasa 'terlalu pede' kalau akhwat sahabatnya itu juga memiliki rasa yang sama.

Hingga pada suatu hari sang ikhwan memberanikan diri untuk mengungkapkan isi hatinya, namun sayang sang akhwat hanya menganggapnya sebagai sahabat.

Selang waktu yang terus berganti, akhirnya ikhwan tadi mulai menepikan perasaannya dan belajar untuk menerima kalau rasa cintanya bertepuk sebelah tangan. Memang sedikit ada rasa kecewa, "tapi ya sudahlah.. mungkin dia bukan jodohku..". (baca: Ikhtiar dan Pasrah Perihal Jodoh)

Satu tahun kemudian ternyata Allah membuat cerita lain, sekarang giliran sang akhwat yang dihinggapi perasaan yang sama seperti yang pernah dirasakan sang ikhwan.

Namun sang akhwat tadi sadar, tak mungkin rasanya ia menanyakan secara langsung 'apakah perasaan sang ikhwan masih tetap sama seperti dulu'.

Lama ia pendam rasa kekaguman, seakan menjadi sebuah prahara yang sulit dihadapi oleh hatinya.  Memendam rasa cinta dan sayang yang dia sendiri tak mampu untuk mengungkapkan. Dua tahun sudah ia menjalani hari dalam kegamangan fikiran, higga akhirnya ia memberanikan diri menemui salah seorang akhwat sahabatnya tentang perasaannya kepada sang ikhwan  yang selama ini ia pendam.

Ahirnya akhwat sahabatnya tadi menyarankan supaya ia mahu jujur tentang perasaannya. Kemudian dia menghubungi sang ikhwan dan menjelaskan tentang perasaan sang akhwat. Namun sayang sang ikhwan saat itu tidak lagi mempunyai perasaan yang sama seperti dua tahun yang lalu.

Setelah mendengar kabar tadi, sang akhwat hanya tertunduk lesu sembari menyesali keputusannya dulu. Sahabatnya pun tidak tega melihat kondisi kejiwaan sang akhwat. Ahirnya ia menemui sang ikhwan untuk yang kedua kali. "mohon buka lagi hatimu untuknya..", sang ikhwan hanya tersenyum rupanya dia juga tidak tega melihat akhwat yang dulu pernah dicintainya menderita karenanya. Kalau dilihat sinyal yang ia sampaikan sepertinya sang ikhwan mulai membuka kembali hatinya untuk sang akhwat.

Diaturlah pertemuan, namun sayang terjadi kesalah pahaman. Disaat sang akhwat sabar menunggu ternyata sang ikhwan tidak tahu karena memang saat itu ia tengah menyiapkan beberapa program dakwah bersama sahabatnya. Timbullah kesalah pahaman yang yang tidak pernah bisa diluruskan, karena sang akhwat menganggap, 'demi dia ia rela seharian menunggu tapi yang ditunggu didak bersedia datang'.

Setelah mengetahui kejadian itu, betapa merasa bersalahnya sang ikhwan. Karena tiap ia berpapasan dengan sang akhwat, akhwat itu selalu menghindar bahkan menutup muka dan lari menjauh.

Satu tahun kemudian, nampak sang ikhwan masih dihinggapi perasaan bersalah. Hingga ia memberanikan diri untuk silaturrahim kerumahnya. Namun semua sia-sia karena sang akhwat sudah meneruskan study qur'annya keluar negeri.

Ia hanya bisa berkata dalam hati,

Ukhti... Kenapa engkau dulu seolah takut saat berjumpa denganku. Hingga tidak pernah memberi kesempatan buatku untuk meluruskan kesalah pahaman itu? Mungkin selamanya rasa bersalah ini akan terus ada, sebelum bisa ku jelaskan padamu.

Ukhti... Mestinya kamu jangan takut dengan perasaan prasangkamu, karena tidak selamanya apa yang kamu fikirkan sesuai dengan kenyataan.

Ukhti... Andai masih ada kesempatan buatku bisa berjumpa denganmu, kata ini yang ingin pertama kali ku sampaikan padamu "saudariku... jangan takut kecewa jika kita sudah mencintai seseorang, jangan takut andai rasa yang ada pada kita tidak terbalas, jangan takut oleh rasa malu yang mengelabuimu karena tanpa kamu sadari itu hanya akan menyakiti hatimu. Biarkan rasa itu mengalir apa adanya tanpa harus tertutupi rasa malu, minder, kecewa, takut, dan lain sebagainya. Allah sudah mengetahui kemauan hatimu biarkan Dia yang menuntunmu mendapati setiap jawaban dari pertanyaan hatimu."

[inspirasi dari kisah nyata]



Posted By Kang Santri9:54:00 PM

Belajar Menjadi Ayah Yang Baik

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Seorang Muslim sudah semestinya memikirkan masa depan dengan melakukan invesment -bukan dengan stock portofolio, 401K, rumah ataupun saving account, tetapi dengan shodaqoh jariyah, menyebarkan ilmu yang bermanfaat, dan membina anak yang sholeh/-ah. Ketiga aktivitas ini ternyata tercakup dalam proses pendidikan anak dan apalagi Alhamdulillah banyak diantara kita yang telah dikaruniai anak, sehingga saya tergerak untuk merangkum 6 karakteristik kepribadian seorang ayah idaman.


1. Keteladanan

Suatu pagi, saya terperanjat ketika melihat cara putriku memakai sepatunya. Ia langsung memasukkan kakinya ke dalam sepatu tanpa melepas talinya. Rupanya selama ini ia memperhatikan bagaimana cara saya memakai sepatu. Karena malas membuka simpul tali sepatu, sering kali saya langsung memakainya tanpa membuka dan mengikat simpul tali sepatu. Saya berusaha melarangnya dengan memberikan penjelasan bhw cara memakai sepatu seperti itu bisa mengakibatkan sepatu cepat rusak. Namun hasilnya nihil.


Ini merupakan satu contoh nyata bahwa anak, terutama pada usia dini, mudah sekali mencontoh orangtuanya. Tidak perduli apakah itu benar atau salah. Nasehat kita tidak ada manfaatnya, jika kita tetap melakukan apa yang kita larang.


Apakah kita sudah memberikan teladan yang terbaik kepada anak-anak kita? Apakah kita lebih sering nonton TV dibandingkan membaca Al-Quran atau buku lain yang bermanfaat? Apakah kita lebih sering makan sambil jalan dan berdiri dibandingkan sambil duduk dengan membaca Basmallah? Apakah kita sholat terlambat dengan tergesa-gesa dibandingkan sholat tepat waktu? Apakah bacaan surat kita itu-itu saja?


Allah SWT berfirman dalam surat ash-shaff 61:2-3:
"Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. "


Allah SWT juga mengingatkan untuk tidak bertingkah laku seperti Bani Israil dalam firmanNya dalam surat Al-Baqoroh 2:44 "Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?"



2. Kasih Sayang dan Cinta

Kehangatan, kelembutan, dan kasih sayang yang tulus merupakan dasar penting bagi pendidikan anak. Anak-anak usia dini tidak tahu apa namanya, tapi dengan fitrahnya mereka bisa merasakannya. Lihatnya bagaimana riangnya sorot mata dan gerakan tangan serta kaki seorang bayi ketika ibunya akan mendekap dan menyusuinya dengan penuh kasih sayang. Bayi kecilpun sudah mampu menangkap raut wajah yang selalu memberikan kehangatan, kelembutan, dan kasih sayang dengan tulus, apalagi mereka yang sudah lebih besar.


Rasulullah SAW pada banyak hadith digambarkan sebagai sosok ayah, paman, atau kakek yang menyayangi dan mengungkapkan kasih sayangnya yang tulus ikhlas kepada anak-anak. Sebuah kisah yang menarik yang diceritakan oleh al-Haitsami dalam Majma'uz Zawa'id dari Abu Laila.


Dia berkata: "Aku sedang berada di dekat Rasulullah SAW. Pada saat itu aku melihat al-Hasan dan al-Husein sedang digendong beliau. Salah seorang diantara keduanya kencing di dada dan perut beliau. Air kencingnya mengucur, lalu aku mendekati beliau. Rasulullah SAW bersabda, 'Biarkan kedua anakku, jangan kau ganggu mereka sampai ia selesai melepaskan hajatnya.' Kemudian Rasulullah SAW membawakan air." Dalam riwayat lain dikatakan, 'Jangan membuatnya tergesa-gesa melepaskan hajatnya.' Bagaimana dengan kita? Sudahkan kita ungkapkan kecintaan kita yang tulus kepada anak-anak kita hari ini?



3. Adil

Siapa yang belum pernah dengar kata sibling rivalry dan favoritism? Jika belum dengar, maka ketahuilah! Siapa tahu kita termasuk orang yang telah melakukannya. Seringkali kita terjebak oleh perasaan kita sehingga kita tidak berlaku adil, misalnya karena anak kita yang satu lebih penurut dibandingkan anak yang lain atau karena kita lebih suka anak perempuan daripada anak laki-laki dll. Rasulullah SAW bersabda: "Berlaku adillah kamu di antara anak-anakmu dalam pemberian." (HR Bukhari)


Masalah keadilan ini dikedepankan untuk mencegah timbulnya kedengkian diantara saudara. Para ahli peneliti pendidikan anak berkesimpulan bahwa faktor paling dominan yang menimbulkan rasa hasad/ dengki dalam diri anak adalah adanya pengutamaan saudara yang satu di antara saudara yang lainnya.


Anak sangat peka terhadap perubahan perilaku terhadap dirinya. Jika kita lepas kontrol, sesegera mungkin untuk memperbaiki, karena anak yang diperlakukan tidak adil bisa menempuh jalan permusuhan dengan saudaranya atau mengasingkan diri (menutup diri dan rendah diri).


4. Pergaulan dan Komunikasi

Seringkali kita berada dalam satu ruangan dengan anak-anak, tapi kita tidak bergaul dan berkomunikasi dengan mereka. Kita asyiik membaca koran, mereka asyiik main video game, atau nonton TV.


Banyak hadits yang menggambarkan bagaimana kedekatan pergaulan Rasulullah SAW dengan anak-anak dan remaja. Beliau bercanda dan bermain dengan mereka.

Bagaimana dengan kita yang sudah sibuk kuliah sambil bekerja plus 'ngurusin' IMSA (**smile**)? Mana ada waktu untuk bercengkrama dengan anak-anak? Sebenarnya ada waktu, jika kita mengetahui strateginya.


Misalnya, sewaktu menemani anak bermain CD pendidikan di komputer, kita bisa menjelaskan cara mengerjakan/bermainnya, lalu memberi contoh sebentar, lantas bisa kita tinggalkan. Begitu pula dengan buku bacaan dan permainan lainnya. Repotnya ada sebagian ayah yang tidak mau berkumpul dengan anak-anak, terutama yang menjelang dewasa karena takut kehilangan wibawa atau kharismanya. Ini pandangan yang keliru. Yang lebih tepat adalah kita jaga keseimbangan, artinya kita tidak boleh terlalu kaku dalam memegang kekuasaan dan kharisma, tetapi juga tidak boleh terlalu longgar.



5. Bijaksana Dalam Membimbing

Rasulullah SAW bersabda: "... Binasalah orang-orang yang berlebihan ..." (HR Muslim). Jadi metoda yang paling bijaksana dalam mendidik dan mengarahkan anak adalah yang konsisten dan pertengahan - seimbang, yakni tidak membebaskan anak sebebas-bebasnya dan tidak mengekangnya; jangan terlalu sering menyanjung, namun juga jangan terlalu sering mencelanya.


Bila ayah memerintahkan sesuatu kepada anaknya, hendaknya ayah melakukannya dengan hikmah, penuh kasih sayang, dan tidak lupa membumbuinya dengan canda seperlunya. Jelaskan hikmah dan manfaatnya, sehingga anak termotivasi untuk melakukannya. Jangan lupa juga untuk memperhatikan kondisi anak dalam melaksanakan perintah atau aturan tersebut.


Imam Ibnu al-Jauzi mengatakan bahwa melatih pribadi perlu kelembutan, tahapan dari kondisi yang satu ke kondisi yang lain, tidak menerapkan kekerasan, dan berpegang pada prinsip pencampuran antara rayuan dan ancaman.


6. Berdoa

Para nabi selalu berdoa dan memohon pertolongan Allah untuk kebaikan keturunannya. "Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala." (Ibrahim:35)


"Segala puji bagi Allah yang telah menganugrahkan kepadaku di hari tua(ku)Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan sholat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah do'aku." (Ibrahim:39-40)



(diambil dari Milis Muslim. Judul Asli '6 karakteristik ayah idaman')
 

Posted By Kang Santri7:08:00 PM

Saturday, April 7, 2012

Kehidupan di Neraka

Filled under: ,

Murtakibudz Dzunub - Berdasarkan penjelasan dari Al-Qur'anul Karim, bentuk kehidupan atau siksaan dineraka dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Dikenakan pakaian dari neraka, kemudian kepalanya dituangi air yang mendidih sehingga hancurlah perutnya dan kulit-kulit mereka.

Setelah itu mereka dicambuk-cambuk dari besi. Apabila mereka ingin keluar dari neraka maka mereka dicamakkan kembali kedalamnya, dan dikatakan kepada mereka "Rasakanlah siksa yang membakar ini". Seperti yang telah diterangkan dalam [QS. Al Hajj : 19-22].

2. Ada bentuk lain yakni dahi, lambung, dan punggungnya dipanggang dari api neraka. [QS. At Taubah : 35]. Dan ada pula lehernya di ikat dengan rantai dan sontan diseret dengan sekeras-kerasnya dan dilemparkan kedalam lautan api yang sedang mendidih kemudian dibakar kedalam api yang bergejolak dan menyala-nyala. [QS. Al Mukmin : 71-72]

3. Bahkan ada yang lebih mengerikan lagi yaitu dipegang jambulnya lalu diseret-seret ke tengah neraka. Kemudian kealanya diguyur air yang mendidih. [QS. Ad Dukhan : 47 dan 49].

Ada pula tangannya yang diikat dan dibelenggu kelehernya lantas dimasukkan kedalam api yang menyala-nyala serta dibelit dengan rantai yang panjangnya 70 hasta. [QS. Al Baqarah :30-32].

4. Pakaian ahli neraka adalah pakaian-pakaian dari api neraka. [QS. Al Hajj :19].

5. Makanannya dari pohon yang berduri yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar [QS. Al Ghasyiyah : 6-7]. Ada yang berupa zaqqum (kotoran yang berminyak yang mendidih dalam perut). Ada makanan yang menyumbat kerongkongan dan ada pula terdiri dari darah dan nanah.

6. Minumnya terdiri dari air yang diperoleh dari sumber yang sangat panas [QS. Al Ghasyiyah : 6-7]. Ada dari nanah bahkan ada yang seperti besi yang mendidih yang kalau diminum akan menghanguskan muka [QS. Al Kahfi :29].

7. Tikar tidur dan selimutnya semuanya terdiri dari neraka [QS. Al A'raf].

Na'udzubillah min dzaalika...

Untuk menambah rasa kehambaan dan membangkitkan semangat dalam ibadah silahkan baca tentang Kehidupan Di Surga

Semoga bisa membawa manfaat.


Posted By Kang Santri9:26:00 PM

Friday, April 6, 2012

Kabarkan Hatimu

Filled under:


Aku payah membaca hatimu
Karena memang aku tiada mampu

Namun dalam diam mu
Kau nampak begitu anggun menyapaku

Sudah ku persiapkan dari jauh hari
Membangun benteng terkokoh dari kadar kekuatan hati

Jika rasa kita tak semusim
Semoga tak salah ku tanam hatimu di jiwa yang tak alim

Biar ku nikmati asa hati yang kian membusuk
Layaknya penyayang sedang mabuk

Ku ajak bicara bumi
Karena setahu ku itu yang kau pijaki

Ku sapa rembulan yang purnama
Semoga kita bisa beradu mata

Ku naiki angin dari lembah sulim
Meski kau tak ingin, ia akan tetap ku kirim

Andai hati rasa, hati kita sama
Tolong kabarkan dalam istikharah penentram sukma

Andai hati rasa, hati kita berbeda
Tolong juga kabarkan diatas bekasan sujudmu supaya bisa ku rasa

Aku hanya mencoba menikmati diam mu yang seribu
Mungkinkah juga kau seperti itu?

Tak bisa ku baca sajak diary hati mu
Apakah kau juga seperti itu?

Andai kita sama-sama tak mampu
Biarlah rasa ini menjadi rahasiaku dan rahasiamu

Karena Allah lebih tahu
Sirr yang terselubung dalam kalbu 

Posted By Kang Santri9:47:00 PM

Ikhtiar Menutup Celah Fitnah

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - "Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar". Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Abu.

Bila berkaca dari hadits diatas, terasa manusia itu memiliki misteri yang rada aneh. Kenapa saya katakan demikian? hampir seluruh sisa tenaga yang diberikan oleh kehidupan yang diingini manusia cuma satu yakni 'ingin bahagia'. Saat Allah ingin menunjukkan jalan kebahagiaan (dengan cara menjauhkan kita dari fitnah nafsu dan dunia) manusia malah membuka peluang terbukanya pintu fitnah itu sendiri.

Coba kita telaah lagi tentang keseharian ucap dan perilaku, sering kita tidak menyadari dengan apa yang kita ucapkan hingga menyulut orang lain mempunyai perasangka yang tidak-tidak hingga menimbulkan sebuah kesalah pahaman yang tentu saja efek negatifnya kembali ke kita sendiri. Itu artinya kita sendiri yang telah membuka celah fitnah buat diri sendiri. Sementara bahagia ialah mereka yang dijauhkan dari fitnah.

Salah satu cara yang sudah terang dan gamblang sudah beliau Rasul ajarkan tentang kiat-kiat menghindari terbukanya pintu fitnah, seperti dalam hadits yang kita semua sudah mafhum "...FAL YAQUL KHOIRON AULIYASMUT" berbicara lah yang baik atau diam. Mungkin hadits ini yang menginspirasi pepatah bahwa diam adalah emas.

Rasulullah saw. biasa berdoa: Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, menyia-nyiakan usia dan dari sifat kikir. Aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan dari fitnah kehidupan serta kematian. (Shahih Muslim)

Posted By Kang Santri7:41:00 PM

Thursday, April 5, 2012

Beberapa Faedah dan Bahaya Nikah Bag.1

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Artikel ini saya nukil dari kitab "QURROTUL'UYUUN" yang menerangkan tentang beberapa faidah (manfaat) dan madharat (bahaya) dalam sebuah pernikahan. Dan sengaja artikel ini kami susun menjadi beberapa bagian. Semoga bisa istiqamah.

Dalam susunan baitnya Mushanif (pengarang kitab) memberikan penjelasan:

"Faidah nikah adalah menyelamatkan pandangan (dari kecerobohan).  Memelihara farji dan mengharap keturunan yang baik.  Hati ini agar menjadi bersih dan kuat untuk beribadah, demikian pula istirahat.  Dari mengatur rumah tangga, sampai usaha keras untuk melatih diri, agar hidup merasa puas. Kaya harta orang menjadi suka beramal, memandang sesuatu menuju surga yang kekal. Bahaya nikah, orang lemah mencari yang halal,  lemah juga dari mendatangkan hak isteri dalam setiap masalah".

Ibnu Abbas Al-Munsyarini di dalam risalah ringkasan buah pena beliau yang berjudul 'Nawazili Barzali' berkata: "Nash yang ada didalamnya antara lain; Syaikh As-Shalih dan Abu Bakar Al-Waraqi berkata; bahwa setiap syahwat itu bisa membekukan hati, selain syahwat senggama. Sebab syahwat untuk melakukan bersenggama ini bisa membersihkan hati oleh sebab itu para Nabi melakukan senggama".

Sebagaimana tersebut dalam arti-arti hadits berikut ini:

"Aku senang (pada nikmat dunia) dari dunia kalian hanya dalam tiga perkara; perempuan, harum-haruman dan hatiku (merasa) tenang dalam melakukan shalat."

Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya termasuk dari dosa-dosa yang tidak bisa dihapus dengan shalat, puasa, jihad, selain memberi usaha nafkah pada keluarga. Atau seperti apa yang beliau sabdakan." Dan Rasulullah bersabda, "Barang siapa punya anak tiga perempuan, lalu memberi nafkah dan berbuat baik pada mereka, sehingga Allah swt. mencukupkan kepada mereka dan tidak lagi membutuhkan bantuan, maka Allah swtmewajibkan ia masuk surga dengan pasti, selain ia berbuat sesuatu yang ada ampunanbaginya."

Setelah mendengar hadits ini, beliau Ibnu Abbas berkata, "Demi Allah, hadits ini adalah termasuk golongan hadits yang gharib dan mutiara yang indah."

Rasulullah bersabda, "Dinar (harta) yang lebih utama adalah dinar yang dinafkahkan oleh seseorang untuk keperluan keluarganya, dinar yang dinafkahkan untuk hewan ternak dan dinar yang dinafkahkan untuk keperluan kawan-kawannya hanya semata karena membela agama Allah."

Imam ABu Qilabah berkata, "Dahulukanlah nafkah keluarga yang menjadi tanggunganmu, karena orang yang besar pahalanya ialah orang yang memberi nafkah keluarganya yang masih kecil-kecil dan memeliharanya dengan baik. Atau karena nafkah tersebut Allah 'Azza wa Jalla memberikan manfaat kepadanya dan mencukupinya." 

Rasulullah bersabda, "Jika salah seorang diantara kalian semalaman suntuk dalam keadaan gelisah dan prihatin disebabkan memikirkan keluarganya (sebab kesulitan dalam urusan rizki),  maka hal tersebuat adalah lebih utama disisi Allah dari pada seribu kali babatan pedang peperangan untuk membela agama Allah."

Masih dalam hadits beliau, "Jika seseorang memberi nafkah kepada keluarganya dengan sesuatu nafkah yang dia kerjakan hanya semata-mata mengharap ridlo Allah, maka nafkah tersebut adalah sebagai nafkah baginya."

"Tangan yang diatas itu lebih utama dari pada tangan yang dibawah, dan sebaiknya dahulukanlah orang yang termasuk keluargamu yakni, ibumu, bapakmu, saudara lelakimu, dan orang terdekat denganmu."

"Apa yang telah dinafkahkan oleh seseorang  untuk dirinya sendiri, ahlinya, anak-anaknya, famili-familinya dan kerabat-kerabatnya, maka nafkah itu menjadi sedekah baginya. Dan suatu biaya yang dikeluarkan oleh seseorang untuk mempertahankan harga dirinya, maka akan diruliskan baginya nilai sedekah. Dan demikian juga suatu nafkah yang diberikan oleh seorang mukmin, maka sesungguhnya Allah swt. akan menggantinya. Dan Allah yang menanggung segala bentuk nafkah, selain barang-barang yang dipergunakan untuk bangunan atau kemaksiatan." 

Lanjut ke:

Beberapa Faedah dan Bahaya Nikah Bag.2
Beberapa Faedah dan Bahaya Nikah Bag.3

Posted By Kang Santri8:03:00 PM

Wednesday, April 4, 2012

Tentang Cinta dan Kasih Sayang

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - 
> Ingin ku tulis tentang kesedihan, tapi sayang otakku tak bisa diajak berfikir

> Ingin ku tulis tentang kehampaan, tapi sayang itu tak bisa kusuguhkan

> Ingin ku tulis tentang kepiluan, tapi sayang sebelum jadi mungkin aku sudah nangis duluan

> Ingin ku tulis tentang kedurjanaan, tapi sayang aku terlalu hawatir jika orang lain tahu sifat bobrokku

> Ingin ku tulis tentang kesepian, tapi nyatanya aku tak bisa

> Ingin ku tulis tentang kesenduan, tapi sayang aku takut jika kedua mataku kembali lembab

> Ingin ku tulis tentang persahabatan, tapi sayang hanya tiga paragraf saja yang bisa kulakukan

> Ingin ku tulis tentang kekecewaan,tapi sayang malah hati ku yang mendidih

> Ingin ku tulis tentang penghianatan, tapi sayang hal itu terlalu menyakitkan

> Ingin ku tulis tentang kebahagiaan, tapi sayang tak bisa kuwujudkan

> Ingin ku tulis tentang keindahan, tapi sayang aku hawatir akan mengurangi haknya jika ku tuang dalam sajakku yang hitam


Ahirnya aku putuskan, untuk menulis cinta dan kasih sayang

Karena suatu saat nanti
Cinta yang akan menemani kesedihanku
Kasih sayang yang akan mengobati ketumpulan otakku

Karena aku juga percaya
Cinta yang akan menemani kehampaanku
Kasih sayang yang akan mengisi jiwa kosongku

Karena aku yakin
Cinta yang akan mengobati kepiluanku
Kasih sayang yang akan menghapus air mataku

Sekali lagi
Cinta yang akan membasuh sifat durjanaku
Kasih sayang yang akan menolongku

Berbicara tentang kesepian
Cinta yang akan mengisi sekeping hatiku
Kasih sayang yang akan merayuku

Aku coba memahami bahwa
Cinta kadangkala dihias sendu
Kasih sayang sebagai pelipur laraku

Sedang, persahabatan, kekecewaan, penghianatan, kebahagiaan, serta keindahan mereka akan sempurna jika bersanding dengan CINTA dan KASIH SAYANG

Posted By Kang Santri8:23:00 PM

Antara Tidur Dan Kematian

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Namaku Arthur Alison, seorang profesor yang menjabat Kepala  Jurusan Teknik Elektro Universitas London. Sebagai orang eksak, bagiku semua hal bisa dikatakan benar jika masuk akal dan sesuai rasio. Karena itulah, pada awalnya agama bagiku tak lebih dari objek studi. 

Sampai akhirnya aku menemukan bahwa Al Quran, mampu menjangkau pemikiran manusia. Bahkan lebih dari itu. Maka aku pun memeluk Islam.  Itu bermula saat aku diminta tampil untuk berbicara tentang metode kedokteran spiritual. 

Undangan itu sampai kepadaku karena  selama beberapa tahun, aku mengetuai Kelompok Spiritual dan Psikologis Inggris. Saat itu, aku sebenarnya telah mengenal Islam melalui studi tentang agama-agama.  

Pada September 1985 itulah, aku diundang untuk mengikuti Konferensi Islam Internasional tentang 'Keaslian Metode Pengobatan dalam Al Quran'di Kairo. Pada acara itu, aku makalah tentang 'Terapi dengan Metode Spiritual dan Psikologis dalam Al Quran'.  

Makalah itu merupakan pembanding atas makalah lain tentang 'Tidur dan Kematian', yang bisa dibilang tafsir medis atas Quran surat Az Zumar ayat 42 yang disampaikan ilmuwan Mesir, Dr. Mohammed Yahya Sharafi.  

Fakta-fakta yang dikemukakan Sharafi atas ayat yang artinya, "Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir," telah membukakan mata hatiku terhadap Islam. 

Secara parapsikologis, seperti dijelaskan Al Quran, orang tidur dan orang mati adalah dua fenomena yang sama. Yaitu dimana ruh terpisah dari jasad. Bedanya, pada orang tidur, ruh dengan kekuasaan Allah bisa kembali kepada jasad saat orang itu terjaga. Sedangkan pada orang mati, tidak.  

Ayat itu merupakan penjelasan, mengapa setiap orang yang bermimpi sadar dan ingat bahwa ia telah bermimpi. Ia bisa mengingat mimpinya, padahal saat bermimpi ia sedang tidur.  Al Quran surat Az Zumar ayat 42 ini juga menjadi penjelasan atas orang yang mengalami koma.

Secara fisik, orang yang koma tak ada bedanya dengan orang mati. Tapi ia tak dapat dinyatakan mati, karena secara psikis ada suatu kesadaran yang masih hidup.  

"Bagaimana Al Quran yang diturunkan 15 abad silam, bisa menjelaskan sebuah fenomena yang oleh teori parapsikologis baru bisa dikonsepsikan pada abad ini?" Jawaban atas pertanyaan inilah yang akhirnya meyakinkan aku untuk memeluk Islam. 

Selepas sesi pemaparan kesimpulan dalam konferensi itu, disaksikan oleh Syekh Jad Al-Haq, Dr. Mohammed Ahmady dan Dr. Mohammed Yahya Sharafi, akupun menyatakan dengan tegas bahwa Islam adalah agama yang nyata benarnya. 

Terbukti, isi Al Quran yang merupakan firman Allah pencipta manusia, sesuai dengan fakta-fakta ilmiah. Kemudian dengan yakin, aku melafadzkan dua kalimat syahadat yang sudah sangat fasih kubacakan. Sejak itu aku pun menjadi seorang Muslim dan mengganti namaku menjadi Abdullah Alison.  

Sebagai Ketua Kelompok Studi Spiritual dan Psikologi Inggris, aku telah mengenal banyak agama melalui sejumlah studi yang dilakukan. Aku mempelajari Hindu, Budha dan agama serta kepercayaan lainnya. Entah kenapa, ketika aku mempelajari Islam, aku juga terdorong untuk melakukan studi perbandingan dengan agama lainnya. 

Walaupun baru pada saat konferensi di Mesir, aku yakin benar bahwa  Islam sebuah agama besar yang nyata perbedaannya dengan agama lain. Agama yang paling baik diantara agama-agama lain adalah Islam. Ia cocok dengan hukum alam tentang proses kejadian manusia. Maka hanya Islam-lah yang pantas mengarahkan jalan hidup manusia.  

Aku merasakan benar, ada sesuatu yang mengontrol alam ini.  Dia itulah Sang Kreator, Allah Swt. Dari pengalaman bagaimana aku mengenal dan masuk Islam, aku pikir pendekatan ilmiah Al Quran bisa menjadi sarana efektif untuk mendakwahkan Islam di Barat yang sangat rasional itu.  

Kamis, 5 Safar 1423/ 18 April 2002 
Pesantren.net

Posted By Kang Santri8:02:00 PM

Tuesday, April 3, 2012

Kala Pecinta Patah Hati

Murtakibudz Dzunub - Ikhwan itu tertunduk lesu setelah membaca secarik kertas yang terbungkus rapi dalam amplop putih. Batinnya bergolak hebat tidak percaya dengan apa yang barusan ia baca. Mungkin sakit, pedih, perih, bak di sayat sembilu beracun yang sedang ia rasakan. 

Kenangan indah yang beterbangan di alam pikiran, semakin menghancurkan cita dan harapan. Namun ia tidak ingin menyalahkan keadaan dan asbab dari prahara hatinya.

"inilah takdir Allah.." begitu dalam bisik hatinya, sembari memejamkan mata.

Dulu aku mencintaimu karena hatiku memang menginginkan itu
Dulu aku menyayangimu karena aku menganggap kaulah yang dipilihkan Allah untukku

Sungguh tak tersirat dalam benakku untuk menyalahkanmu yang memilih meninggalkanku
Sungguh tak pernah terlintas dihatiku bahwa kau telah mendzalimiku

Karena aku sadar kala hatiku mencintaimu, Allah yang menggerakkan perasaan itu
Begitu juga saat kau meninggalkanku, karena Allah juga menginginkan hal itu

Namun yang harus kau tahu
Tak ada pecinta yang meninggalkan bekas dendam dihati
Tak ada pecinta yang menjadi budak oleh ego nafsu sendiri

Aku bukan patah hati karena kau mencampakkan ku
Aku bukan patah hati karena tidak bisa memilikimu

Tapi aku patah hati sebab aku cemburu melihatmu 
Karena kau telah berhasil menempatkan cintamu sepenuhnya untuk Tuhanmu
Sedangkan aku sendiri belum mampu 

Hatiku pilu, karena belum bisa sepertimu
Hatiku sakit, dengan cintaku yang berhasil membodohiku

"aku meninggalkanmu karena aku sayang padamu, kalau kau memang takdirku... aku akan setia menunggumu tanpa batasan waktu. Ijinkan saat ini aku meninggalkanmu, supaya aku tidak menduakan cintaku kepada Tuhanku karena besarnya cintaku padamu... (maaf)"

Itulah baris terahir dari suratmu yang menghantam hebat hati dan keimananku.

Posted By Kang Santri10:28:00 AM

Monday, April 2, 2012

Rumus Fuqoha' Bag. I

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Bismillahirrahmanirrahim. Mungkin masih banyak diantara kita yang kurang memahami (belum tahu) tentang istilah-istilah dalam kitab fiqih. Karena sering munculnya pertanyaan seperti: Ukuran kullatain itu berapa meter?, satu sho'? itu berapa gram?, satu mud itu berapa?. Karena dirasa rumus ini sangat penting untuk diketahui sebagai pegangan kita dalam mengamalkan syari'at Islam.


>> Satu QIROTH menurut imam Tsalasah [0,215 Gr]

>> Satu DIRHAM menurut imam Tsalasah [2,715 Gr]

>> Satu MITSKOL menurut imam Tsalasah [3,879 Gr]

>> Satu DANIQ menurut imam Tsalasah [0,430 Gr]

>> Satu DZIRO Al-Mu’tadil menurut Aktsarin-Nas [48 Cm]

- Menurut Al Makmun  : 41,666625 Cm
- Menurut An-Nawawi  : 44,720 Cm
- Menurut Ar-Rofi’i : 44,820 Cm

>> Satu MUD Menurut Imam Tsalatsah [9,22 Cm (P x L x T ) = 0,766 Ltr]

>> Satu SHO' Menurut Imam Tsalatsah [14,65 Cm (P x L x T ) = 3,145 Ltr]


>> Satu WASAQ Menurut Imam Tsalatsah [57,32 Cm  (P x L x T ) = 188,712 Ltr]

>> Satu SHO’ Gandum (Hinthoh) Menurut Imam An-Nawawi [1.862,18 Gr]

>> Satu MUD Gandum (Hinthoh) Menurut Imam An-Nawawi [ 456,54 Grm]

>> Satu SHO’ Beras putih [2.719,19 Grm]

>> Satu Mud Beras putih [679,79Grm]

>> Air DUA KULAH menurut An-Nawawi  [55,9 Cm (P x L x T ) = 174,580 Ltr]

- Menurut Ar-Rofi’iy [56,1 Cm (P x L x T ) = 176,245 Ltr]
- Menurut Ahli Iraq  [63,4 Cm (P x L x T ) = 245,325 Ltr]
- Menurut Aksarin-Nas [60 Cm (P x L x T ) = 187,385 Ltr]

>> Zakat Fitrah adalah satu SHO’  [2.719,19 Grm = 2,71919 Kg]

>> Jarak QOSHOR Sholat menurut:      

- Kitab Tanwirul Qulub  [80,640 Km]
- Al-Ma'Mun  [89,999992 Km]
- Ahmad Husain  [94,500 Km]
- Aksarul Fuqha [119,99988 Km]

>> Satu RITL BAGDAD menurut:            
- An-Nawawi [349,16 Grm]
- Ar-Rofi’i [353,49 Grm]

>> NISHOB SARIQOH emas menurut Imam Tsalasah  [0,97 Grm]

>> Satu UQIYAH  [12 Dirham]
>> Satu DIRHAM  [2 Gram]



Posted By Kang Santri4:07:00 PM

Saturday, March 31, 2012

Share Nasyid

(Edcoustic - Nantikanku dibatas waktu)

Dikedalaman hatiku tersembunyi harapan yang suci
Tak perlu engkau menyangsikan
Lewat kesalihanmu yang terukir menghiasi dirimu
Tak perlu dengan kata-kata

Sungguh walau kukelu tuk mengungkapkan perasaanku
Namun penantianmu pada diriku jangan salahkan

Reff :
Kalau memang kau pilihkan aku
Tunggu sampai aku datang nanti
Kubawa kau pergi kesyurga abadi

Kini belumlah saatnya aku membalas cintamu
Nantikanku dibatas waktu
 


(Edcoustic - Muhasabah Cinta)

Wahai... Pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dariMu
Kupasrahkan semua padaMu

Tuhan... Baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini kuharapkan cintaMu

Reff. :
Kata-kata cinta terucap indah
Mengalun berzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya ilahi....
Muhasabah cintaku...

Tuhan... Kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku denganMu



(In-Team - Bisikan Nurani)
 
Lautan kematian ombak
Tenang pantai tiada terusik
Begitulah tasik hatiku
Sejak kehadiranmu

Betapa aku hargai
Anugerah syurga di dunia
Doa kudus aku panjatkan
Semoga dirahmati

Telahpun ku syukuri
Di dalam hidup ini
Cinta suci kurniaan Ilahi

Kejernihan wajahmu
Sempurna pada pandanganku
Kau kirana
Keturunan terpilih
Disanjung serta dihormati
Kau permata
Kesederhanaanmu
Mengecap kekayaan dunia
Kau mestika
Ketaqwaan dirimu
Itu yang merantai jiwaku

Bukan aku memuji
Apalagi memuja
Salahkahku kagumi… perhiasan duniawi

Bisikan nuraniku
Engkaulah pilihanku
Akanku pertahankan
Amanah suci ini



(Saujana - Jalan Sehala)

Tuhanku Maha Pengasih
Tuhanku Maha Penyayang
sebelum pun sempat tangisku
jatuh ke bumi
rahmatNya menyambut[segera]

membisik bujukan penawar bersakti
apa lagi nak ku gusar
cinta Nya tak pernah gagal
hadir di kala ku sepi di kala ku bersedih

aku hanya berpegang janji
janji Nya kesungguhan yang pasti
pintu kemenangan
lorong bercahaya
langkah untuk ku pulang
jalan sehala

aduhai ibuku yang satu
janganlah ada barang ragu
biarpun seberkas dalam
andaiku terkorban nanti
sedang meniti kasih 

>>> Download .mp3


(Hawari - Belahan Jiwa)

Pandanglah wajah istrimu yang tercinta
Bayangkanlah penat lelah yang dirasakan
Namun tak pernah istrimu berkeluh kesah
Mengabdikan jiwa raganya kepadamu

Jangan kau siakan pengorbanannya
Jangan kau sakiti permaisurimu
Jangan biarkan dia bersedih
Menitikkan air mata

Sebelum detak jantung istrimu berhenti
Kasihi Istrimu dengan sepenuh hati
Sebelum istrimu kembali pada Tuhan
Sayangi istrimu janganlah kau sakiti
Bahgiakan bidadarimu
Belailah permaisurimu

Istriku sayang belahan jiwaku
Janganlah engkau bersedih hati
Istriku sayang permaisuriku
Bidadariku dunia akhirat

>>> Download .mp3

Posted By Kang Santri7:10:00 PM

Tauladan Rasulullah (Etika Menegur)

Filled under:

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَحْسَنِ النَّاسِ خُلُقًا فَأَرْسَلَنِي يَوْمًا لِحَاجَةٍ فَقُلْتُ وَاللهِ لاَ أَذْهَبُ وَفِي نَفْسِي أَنْ أَذْهَبَ لِمَا أَمَرَنِي بِهِ نَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَخَرَجْتُ حَتَّى أَمُرَّ عَلَى صِبْيَانٍ وَهُمْ يَلْعَبُونَ فِي السُّوقِ فَإِذًا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ قَبَضَ بِقَفَايَ مِنْ وَرَائِي قَالَ فَنَظَرْتُ إِلَيْهِ وَهُوَ يَضْحَكُ فَقَالَ: يَا أُنَيْسُ أَذَهَبْتَ حَيْثُ أَمَرْتُكَ قَالَ قُلْتُ نَعَمْ أَنَا أَذْهَبُ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ أَنَسٌ: وَاللهِ لَقَدْ خَدَمْتُهُ تِسْعَ 
سِنِينَ مَا عَلِمْتُهُ قَالَ لِشَيْءٍ صَنَعْتُهُ: لِمَ فَعَلْتَ كَذَا وَكَذَا أَوْ لِشَيْءٍ تَرَكْتُهُ: هَلاَّ فَعَلْتَ كَذَا وَكَذَا


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling indah budi pekertinya. Pada suatu hari beliau menyuruhku untuk suatu keperluan. Demi Allah, saya tidak pernah bepergian untuk keperluanku sendiri, tetapi selamanya saya pergi untuk melaksanakan perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepadaku. Pada saat saya pergi, dan kebetulan bertemu dengan beberapa orang anak sedang bermain-main di pasar. Tiba-tiba Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menepuk pundakku dari belakang. Saya menengok kepada beliau, dan beliau tersenyum. Lalu kata beliau; Hai, Anas kecil! Sudahkah engkau laksanakan apa yang aku perintahkan? Jawabku; Ya, saya akan pergi untuk melaksanakannya ya Rasulullah. 

Anas berkata; Demi Allah, sembilan tahun lamanya saya membantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan tidak pernah saya dapatkan beliau menegur saya atas apa yang saya kerjakan dengan ucapan; ‘Mengapa kamu tidak melakukan begini dan begitu.’ ataupun terhadap apa yang tidak saya laksanakan, dengan perkataan; ‘seharus begini dan begini.’ (Shahih Muslim)


Posted By Kang Santri3:28:00 PM

Friday, March 30, 2012

Penjelasan Tentang Wudlu Dhahir dan Bathin

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf, dia sangat warak dan sangat khusyuk sholatnya.

Namun dia selalu khawatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasakan kurang khusyuk.

Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Isam dan bertanya :

"Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan sholat?"

Hatim berkata : "Apabila masuk waktu solat aku berwudhu’ zahir dan batin."

Isam bertanya: "Bagaimana wudhu’ zahir dan batin itu?"

Hatim berkata, "Wudhu’ zahir sebagaimana biasa, yaitu membasuh semua anggota wudhu’ dengan air.
Sementara wudhu’ batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :
1. Bertaubat
2. Menyesali dosa yang dilakukan
3. Tidak tergila-gilakan dunia
4. Tidak mencari / mengharap pujian orang (riya’)
5. Tinggalkan sifat berbangga
6. Tinggalkan sifat khianat dan menipu
7. Meninggalkan sifat dengki

Seterusnya Hatim berkata, "Kemudian aku pergi ke masjid, aku bersiap shalat dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku bayangkan Allah ada di hadapanku, syurga di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, malaikat maut berada di belakangku, dan aku bayangkan pula bahwa aku seolah-olah berdiri di atas titian ‘Sirratul Mustaqim’ dan aku menganggap bahwa shalatku kali ini adalah shalat terakhirku, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik.

Setiap bacaan dan doa dalam shalat ku fahami maknanya, kemudian aku ruku’ dan sujud dengan tawadhu’, aku bertasyahud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas.
 
Beginilah aku bershalat selama 30 tahun."

Tatkala Isam mendengar, menangislah dia karena membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila dibandingkan dengan Hatim.

Referensi: Diambil dari Buku Kisah Penuh Hikmah 2 

Posted By Kang Santri3:14:00 PM

Satu Gereja Masuk Islam (Kisah Nyata)

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Cerita ini nampaknya sudah lama tetapi saya masih hendak ambil sebagai catatan untuk mereka yang belum mengetahuinya. Subhanallah, satu gereja masuk Islam gara-gara seorang pemuda Islam di Amerika

Sebuah kisah nyata yg terjadi di negerinya Paman Sam. Patut kita ambil hikmahnya, diantaranya :

1. Kebenaran Islam yang nyata,
2. Sangat beratnya timbangan kalimat syahadat,
3. Pentingnya bagi pemuda Muslim untuk menuntut ilmu,
4. Dsb.

Simak saja kisahnya…

Satu gereja masuk Islam benarkah? Semoga ALLAH mengijinkan kita menjadi pemuda seperti beliau, Amiiin….. Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika Rabu, 22 Februari 06 Ada seorang pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika.Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gerejayang terdapat di kampung tersebut.Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan, namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.

Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini.” Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, “Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya.” Barulah pemuda ini beranjak keluar.

Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pendeta, “Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim.” Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.” Kemudian ia beranjak hendak keluar, namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut. Sang pendeta berkata, “Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat.” Si pemuda tersenyum dan berkata, “Silahkan! Sang pendeta pun mulai bertanya,

Sebutkan:

Satu yang tiada duanya,
Dua yang tiada tiganya,
Tiga yang tiada empatnya,
Empat yang tiada limanya,
Lima yang tiada enamnya,
Enam yang tiada tujuhnya,
Tujuh yang tiada delapannya,
Delapan yang tiada sembilannya,
Sembilan yang tiada sepuluhnya,
Sepuluh sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
Sebelas yang tiada dua belasnya,
Dua belas yang tiada tiga belasnya,
Tiga belas yang tiada empat belasnya.

Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyu- kainya?
Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!
Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab dengan batu dan siapakah yg terpelihara dari batu itu?
Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!

Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?”
Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah.

Setelah membaca basmalah ia berkata,

Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.

Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman, “Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).” (Al-Isra’:12) .

Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali
dinding yang hampir roboh.

Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur’an.

Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.

Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ketika Allah SWT menciptakan makhluk.

Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman, “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” (Al-Mulk:3).

Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman,
“Dan malaikat-malaikat berada dipenjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas(kepala) mereka.” (Al-Haqah: 17).

Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan *

Sepuluh sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.” (Al-An’am: 160).

Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf.

Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu’jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah,
“Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah dari padanya dua belas mata air.” (Al-Baqarah: 60).

Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.

Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT berfirman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. ” (At-Takwir:18).
Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.

Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya,”Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami,lalu dia dimakan serigala.” Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, ” tak ada cercaaan ter-hadap kalian.” Dan ayah mereka Ya’qub berkata, “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai.” (Luqman: 19).
Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.

Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” (Al-Anbiya’: 69).

Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).

Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT, “Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 2)

Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim tersebut.Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta.

Pemuda ini berkata, “APAKAH KUNCI SURGA ITU?” mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.

Mereka berkata, “Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya! “
Pendeta tersebut berkata, “Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah. “

Mereka menjawab, “Kami akan jamin keselamatan anda.”
Sang pendeta pun berkata, “Jawabannya ialah: ASHADU AN LA ILAHA ILLALLAH WA ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH.”

Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam. ALLAHU AKBAR! Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.** Subhanallah…!!
(Semua itu tentu dengan Ilmu……)

** Kisah nyata ini diambil dari Mausu'ah al-Qishash al-Waqi'ah melalui internet,
*  Penulis tidak menyebutkan yang kesembilan (pent.)



Posted By Kang Santri3:03:00 PM