Monday, February 27, 2012

Saat Dosa Mengalahkan Airmata

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Kebaikan, itu hanya menatap sayu, melihat keluguan seorang pemuda yang mulai nampak lusuh raut mukanya...

Bagi beranda hati yang tak henti mengharap nur suci 

Bagi seonggok daging yang selalu berharap selamat saat kiamat

Dengan apa malammu kau pertanggung jawabkan?
Sementara siangmu kerap kau abaikan?

Meski tak seindah mutiara yang dibuat dalam cangkang karang


Nafsu bejat itu selelu berusaha dia jinakkan
Nafsu, ketika dia mengharap sesuatu yang bukan haknya
Nafsu, ketika semua orang harus sejalan dengan pemikirannya
Nafsu, ketika dia mulai putus asa dengan indah pengharapannya

Sedang saujana yang terlihat hanya tangisan
kalut yang tertutup kelopak takut

Usai memutar biji tashbih...


Dengan di iringi kepiluan...

"percuma tarian pena ku goreskan melukis syair-syair hikmah kehidupan!,
sedang hatiku sendiri buta tuk membaca!"

Wahai Sang Penggenggam kehidupan
Jika sekiranya dosa yang mengambil semua airmata khosyyahku
Sungguh tiada daya bagiku untuk memintanya kembali

Seolah munajatku hayalah fatamorgana dalam mengadu
Rintihanku tak lebih dari insan dungu yang tak pantas merayu
Kekhusu'anku sekedar pelengkap menutupi kemunafikanku


إلهي أنت مقصودي ورضاك مطلوبي
 

0 comments:

Post a Comment