Tuesday, July 3, 2012

Prahara Pemuda Miskin

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Bukannya ia sudah tidak lagi mempunyai harapan, melainkan ia hanya sadar diri dengan kenyataan hidup yang harus dijalani. Terkadang ia harus menahan luapan jiwa mudanya yang menggelora menyumpal setiap keinginan sebagaimana layaknya pemuda-pemuda lain. Miskin harta dan bersahaja merupakan potret gambaran yang dimilikinya. 

Kadang ia ingin berteriak lantang diatas bukit sembari berkata, "Tuhan... Kalau memang sudah menjadi garis kehidupanku seperti ini, aku mohon hilangkanlah setiap keinginan hati yang tak mampu aku penuhi..".

Meski sering terlihat tabah tapi sebenarnya ia amat rapuh,  mungkin disini sifat fitrahnya sebagai pemuda dimana pastilah memiliki cita dan harapan.

Dulu dia pernah jatuh hati pada seorang akhwat, hingga saking takutnya seakan 10 detik pun dia tidak berani memandangnya karena ia sadar bahwa itu hanya akan membuatnya tersiksa. Hatinya masih erat dalam belenggu kemiskinan harta hingga untuk mengenal wanita saja ia harus mikir sampa seribu kali. 

Mungkin kata yang tepat untuk menggambarkannya adalah "tampaknya pemuda miskin tadi takut untuk jatuh cinta". Meski tidak sepenuhnya benar. Karena bagaimanapun juga ia adalah seorang pemuda yang bisa dikatakan cukup tampan dan santun yang pastinya jiwa asmara dalam hatinya selalu membara.

Ada yang unik dari pemuda ini, disaat kebanyakan pemuda ingin mencari sosok wanita yang kaya, cantik dan lain sebagainya, justeru itu adalah hal yang paling ditakutinya. Pernah kejadian yang membuatnya begitu merana.

Suatu saat, tanpa disengaja ia berpasasan dijalan dengan seorang akhwat yang begitu cantik dengan balutan pakaian mahal dan kendaraan mewah. Kelihatannya pemuda dan akhwat tadi tanpa disengaja saling bertemu pandang, dalam hatinya "subhanallah.... anggun sekali akhwat itu." hingga lamunannya buyar setelah mendapati akhwat itu pergi dengan mobil mewahnya.

Mulai hari itu, pikirannya terus terusik bayangan wajah akhwat yang ia temui tempo hari. Seakan nuraninya berkata "heiii... tidak pantas kamu ngebayangin akhwat tadi". Seakan ia mendapat teguran keras dalam hatinya yang menyuruh untuk menghilangkan perasaan yang tengah membuncah.

"apakah aku tidak pantas untuk mencintai salah satu mahlukMu ya Allah... Kalau memang ada salah satu mahlukMu yang setara dengan kelemahanku, pertemukanlah aku dengannya...Andai memang tiada pantas bagiku untuk mendapatkan satu cinta dari mahlukMu yang bernama wanita, tuntunlah aku untuk menjaga hati dan pandangan dari ketidak mampuan ini".", sehabis shalat isyak ia pun asyik mencurahkan hatinya kepada Sang Khaliq.

Hingga akhirnya pemuda tadi pun berkata pada dirinya "There Is No Time For Love"


[Inspirasi dari kisah nyata kehidupan]

0 comments:

Post a Comment