Thursday, May 24, 2012

Tunggu Aku di Surga (Kisah Keluarga Mualaf)

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Christina adalah sosok wanita Katolik taat. Setiap malam, ia beserta keluarganya rutin berdoa bersama. Bahkan, saking taatnya, saat Christina dilamar Martono, kekasihnya yang beragama Islam, dengan tegas ia mengatakan “Saya lebih mencintai Yesus Kristus dari pada manusia!”

Ketegasan prinsip Katolik yang dipegang wanita itu menggoyahkan Iman Martono yang muslim, namun jarang melakukan ibadah sebagaimana layaknya orang beragama Islam. Martono pun masuk Katolik, sekedar untuk bisa menikahi Christina. Tepat tanggal 17 Oktober 1982, mereka melaksanakan pernikahan di Gereja Ignatius, Magelang, Jawa Tengah.


Usai menikah, lalu menyelesaikan kuliahnya di Jogjakarta, Christina beserta sang suami berangkat ke Bandung, kemudian menetap di salah satu kompleks perumahan di wilayah Timur kota kembang. Kebahagiaan terasa lengkap menghiasi kehidupan keluarga ini dengan kehadiran tiga makhluk kecil buah hati mereka, yakni: Adi, Icha dan Rio.


Di lingkungan barunya, Christina terlibat aktif sebagai jemaat Gereja Suryalaya, Buah Batu, Bandung. Demikan pula Martono, sang suami. Selain juga aktif di Gereja, Martono saat itu menduduki jabatan penting, sebagai kepala Divisi sebuah PT di Cisanggarung, Bandung.


Karena Ketaatan mereka memegang iman Katolik, pasangan ini bersama beberapa sahabat se-iman, sengaja mengumpulkan dana dari tetangga sekitar yang beragama Katolik. Mereka pun berhasil membeli sebuah rumah yang ‘disulap’ menjadi tempat ibadah.


Uniknya, meski sudah menjadi pemeluk ajaran Katolik, Martono tak melupakan kedua orangtuanya yang beragama Islam. Sebagai manifestasi bakti dan cinta pasangan ini, mereka memberangkatkan ayahanda dan ibundanya Martono ke Mekkah, untuk menunaikan rukun Islam yang kelima.


Hidup harmonis dan berkecukupan mewarnai sekian waktu hari-hari keluarga ini. Sampai satu ketika, kegelisahan menggoncang keduanya. Syahdan, saat itu, Rio, si bungsu yang sangat mereka sayangi jatuh sakit. Panas suhu badan yang tak kunjung reda, membuat mereka segera melarikan Rio ke salah satu rumah sakit Kristen terkenal di wilayah utara Bandung.


Di rumah sakit, usai dilakukan diagnosa, dokter yang menangani saat itu mengatakan bahwa Rio mengalami kelelahan. Akan tetapi Christina masih saja gelisah dan takut dengan kondisi anak kesayangannya yang tak kunjung membaik.


Saat dipindahkan ke ruangan ICU, Rio, yang masih terkulai lemah, meminta Martono, sang ayah, untuk memanggil ibundanya yang tengah berada di luar ruangan. Martono pun keluar ruangan untuk memberitahu Christina ihwal permintaan putra bungsunya itu.


Namun, Christina tak mau masuk ke dalam. Ia hanya mengatakan pada Martono, ”Saya sudah tahu.” Itu saja.


Martono heran. Ia pun kembali masuk ke ruangan dengan rasa penasaran yang masih menggelayut dalam benak. Di dalam, Rio berucap, “Tapi udahlah, Papah aja, tidak apa-apa. Pah hidup ini hanya 1 centi. Di sana nggak ada batasnya.”


Sontak, rasa takjub menyergap Martono. Ucapan bocah mungil buah hatinya yang tengah terbaring lemah itu sungguh mengejutkan. Nasehat kebaikan keluar dari mulutnya seperti orang dewasa yang mengerti agama.


Hingga sore menjelang, Rio kembali berujar, “Pah, Rio mau pulang!”


“Ya, kalau sudah sembuh nanti, kamu boleh pulang sama Papa dan Mama,” jawab Martono. “Ngga, saya mau pulang sekarang. Papah, Mamah, Rio tunggu di pintu surga!” begitu, ucap Rio, setengah memaksa.


Belum hilang keterkejutan Martono, tiba-tiba ia mendengar bisikan yang meminta dia untuk membimbing membacakan syahadat kepada anaknya. Ia kaget dan bingung. Tapi perlahan Rio dituntun sang ayah, Martono, membaca syahadat, hingga kedua mata anak bungsunya itu berlinang. Martono hafal syahadat, karena sebelumnya adalah seorang Muslim.


Tak lama setelah itu bisikan kedua terdengar, bahwa setelah Adzan maghrib Rio akan dipanggil sang Pencipta. Meski tambah terkejut, mendengar bisikan itu, Martono pasrah. Benar saja, 27 Juli 1999, persis saat sayup-sayup Adzan maghrib, berkumandang Rio menghembuskan nafas terakhirnya.


Tiba jenazah Rio di rumah duka, peristiwa aneh lagi-lagi terjadi. Christina yang masih sedih waktu itu seakan melihat Rio menghampirinya dan berkata, “Mah saya tidak mau pakai baju jas mau minta dibalut kain putih aja.” Saran dari seorang pelayat Muslim, bahwa itu adalah pertanda Rio ingin dishalatkan sebagaimana seorang Muslim yang baru meninggal.


Setelah melalui diskusi dan perdebatan diantara keluarga, jenazah Rio kemudian dibalut pakaian, celana dan sepatu yang serba putih kemudian dishalatkan. Namun, karena banyak pendapat dari keluarga yang tetap harus dimakamkan secara Katolik, jenazah Rio pun akhirnya dimakamkan di Kerkov. Sebuah tempat pemakaman khusus Katolik, di Cimahi, Bandung.
 

Sepeninggal Rio ...


Sepeninggal anaknya, Christina sering berdiam diri. Satu hari, ia mendengar bisikan ghaib tentang rumah dan mobil. Bisikan itu berucap, “Rumah adalah rumah Tuhan dan mobil adalah kendaraan menuju Tuhan.” Pada saat itu juga Christina langsung teringat ucapan mendiang Rio semasa TK dulu, ”Mah, Mbok Atik nanti mau saya belikan rumah dan mobil!” Mbok Atik adalah seorang muslimah yang bertugas merawat Rio di rumah. Saat itu Christina menimpali celoteh si bungsu sambil tersenyum, “Kok Mamah ga dikasih?” “Mamah kan nanti punya sendiri” jawab Rio, singkat.


Entah mengapa, setelah mendengar bisikan itu, Christina meminta suaminya untuk mengecek ongkos haji waktu itu. Setelah dicek, dana yang dibutuhkan Rp. 17.850.000. Dan yang lebih mengherankan, ketika uang duka dibuka, ternyata jumlah totalnya persis senilai Rp 17.850.000, tidak lebih atau kurang sesenpun. Hal ini diartikan Christina sebagai amanat dari Rio untuk menghajikan Mbok Atik, wanita yang sehari-hari merawat Rio di rumah.


Singkat cerita, di tanah suci, Mekkah, Mbok Atik menghubungi Christina via telepon. Sambil menangis ia menceritakan bahwa di Mekkah ia bertemu Rio. Si bungsu yang baru saja meninggalkan alam dunia itu berpesan, “Kepergian Rio tak usah terlalu dipikirkan. Rio sangat bahagia disini. Kalo Mama kangen, berdoa saja.”


Namun, pesan itu tak lantas membuat sang Ibunda tenang. Bahkan Christina mengalami depresi cukup berat, hingga harus mendapatkan bimbingan dari seorang Psikolog selama 6 bulan.


Satu malam saat tertidur, Christina dibangunkan oleh suara pria yang berkata, “Buka Alquran surat Yunus!”. Namun, setelah mencari tahu tentang surat Yunus, tak ada seorang pun temannya yang beragama Islam mengerti kandungan makna di dalamnya. Bahkan setelah mendapatkan Alquran dari sepupunya, dan membacanya berulang-ulang pun, Christina tetap tak mendapat jawaban.


“Mau Tuhan apa sih?!” protesnya setengah berteriak, sembari menangis tersungkur ke lantai. Dinginnya lantai membuat hatinya berangsur tenang, dan spontan berucap “Astaghfirullah.” Tak lama kemudian, akhirnya Christina menemukan jawabannya sendiri di surat Yunus ayat 49: “Katakan tiap-tiap umat mempunyai ajal. Jika datang ajal, maka mereka tidak dapat mengundurkannya dan tidak (pula) mendahulukannya”.


Beberapa kejadian aneh yang dialami sepeninggal Rio, membuat Christina berusaha mempelajari Islam lewat beberapa buku.


Hingga akhirnya wanita penganut Katolik taat ini berkata, “Ya Allah terimalah saya sebagai orang Islam, saya tidak mau di-Islamkan oleh orang lain!”.


Setelah memeluk Islam, Christina secara sembunyi-sembunyi melakukan shalat. Sementara itu, Martono, suaminya, masih rajin pergi ke gereja. Setiap kali diajak ke gereja Christina selalu menolak dengan berbagai alasan.


Sampai suatu malam, Martono terbangun karena mendengar isak tangis seorang perempuan. Ketika berusaha mencari sumber suara, betapa kagetnya Martono saat melihat istri tercintanya, Christina tengah bersujud dengan menggunakan jaket, celana panjang dan syal yang menutupi aurat tubuhnya.


“Lho kok Mamah shalat,” tanya Martono. “Maafkan saya, Pah. Saya duluan, Papah saya tinggalkan,” jawab Christina lirih. Ia pasrah akan segala resiko yang harus ditanggung, bahkan perceraian sekalipun.


Martono pun Akhirnya Kembali ke Islam ...


Sejak keputusan sang istri memeluk Islam, Martono seperti berada di persimpangan. Satu hari, 17 Agustus 2000, Christina mengantar Adi, putra pertamanya untuk mengikuti lomba Adzan yang diadakan panitia Agustus-an di lingkungan tempat mereka tinggal.


Adi sendiri tiba-tiba tertarik untuk mengikuti lomba Adzan beberapa hari sebelumnya, meski ia masih Katolik dan berstatus sebagai pelajar di SMA Santa Maria, Bandung. Martono sebetulnya juga diajak ke arena perlombaan, namun menolak dengan alasan harus mengikuti upacara di kantor.


Di tempat lomba yang diikuti 33 peserta itu, Gangsa Raharjo, Psikolog Christina, berpesan kepada Adi, “Niatkan suara adzan bukan hanya untuk orang yang ada di sekitarmu, tetapi niatkan untuk semesta alam!” ujarnya.


Hasilnya, suara Adzan Adi yang lepas nan merdu, mengalun syahdu, mengundang keheningan dan kekhusyukan siapapun yang mendengar. Hingga bulir-bulir air mata pun mengalir tak terbendung, basahi pipi sang Ibunda tercinta yang larut dalam haru dan bahagia. Tak pelak, panitia pun menobatkan Adi sebagai juara pertama, menyisihkan 33 peserta lainnya.


Usai lomba Christina dan Adi bersegera pulang. Tiba di rumah, kejutan lain tengah menanti mereka. Saat baru saja membuka pintu kamar, Christina terkejut melihat Martono, sang suami, tengah melaksanakan shalat. Ia pun spontan terkulai lemah di hadapan suaminya itu. Selesai shalat, Martono langsung meraih sang istri dan mendekapnya erat. Sambil berderai air mata, ia berucap lirih, “Mah, sekarang Papah sudah masuk Islam.”


Mengetahui hal itu, Adi dan Icha, putra-putri mereka pun mengikuti jejak ayah dan ibunya, memeluk Islam.


Perjalanan panjang yang sungguh mengharu biru. Keluarga ini pun akhirnya memulai babak baru sebagai penganut Muslim yang taat. Hingga kini, esok, dan sampai akhir zaman. Insya Allah. 
Subhanallah, begitu indah cara Allah membukakan pintu hidayah bagi mahlukNya yang ia kehendaki. Sungguh tak ada yang lebih mulia dan berharga didunia ini kecuali KEIMANAN.
(sumber: www.mualaf.com)

Posted By Kang Santri6:46:00 PM

Bukan Syair Romantis

Filled under:


Cinta ku... Aku lalai lagi

Mata ku terus asyik menatapnya
Hati ku makin terbuai membayangkannya
Nafsuku kian gencar mengajakku untuk menurutinya 

Sudah ribuan kali aku menghianatiMu
Tidak mengindahkan panggilanMu
Karena terlalu asyik dengan cintaku yang semu

Kau berikan lagi untukku kesempatan
Kau ijinkan lagi untukku memperbaiki kembali simpul ikatan
Meski Kau tahu esok hari diriku tak bisa menjamin menghidar dari kemaksiatan

Oooh... alangkah malangnya nasib cintaku kepadaMu
Hingga aku tak mampu menyingkirkan belukar dalam hatiku
Tapi bagaimanapun juga dalam segala hajatku aku ingin terus belajar 
dan mencari cara untuk mencintaiMu


Posted By Kang Santri4:44:00 PM

Tuesday, May 22, 2012

Cemburu Itu Anugerah

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Tak ada cinta dan kasih sayang bila tak ada rasa cemburu. Cemburu dapat membangkitkan himmah tersendiri bagi para pecinta kepada yang dicintainya. Cemburu juga merupakan sebuah perasaan yang bisa mengaduk hati demi mendapati perhatian kepada yang disayangi.

Tanamlah rasa cemburu karena itu merupakan bukti nyata dari kasih sayang. Kemudian yang menjadi pertanyaan, kepada siapa layaknya kita merawat kecemburuan, kapan saat kita benar-benar mampu menikmati bahwa cemburu itu merupakan wujud salah satu dari kenikmatan?

Cemburuilah mereka manusia-manusia yang sudah mendapatkan predikat keshalihan, ditiap sepertiga malam terahir mereka senantiasa bangun dengan segala cara upaya mencurahkan segenap rasa kecintaan kepada Tuhan. 

Kenapa kita mesti cemburu? Karena kita belum mampu untuk melakukan seperti yang telah orang-orang shalih itu lakukan. Kalau Allah saja cemburu jika kita minta sesuatu kepada selainNya, kenapa kita tidak cemburu jika Allah memberikan anugerah keshalihan kepada para waliNya?. (tanbihun.com)


Posted By Kang Santri9:43:00 PM

Saat Meninggalkanmu Menjadi Keharusan

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Dalam hidup, kadang kita harus dihadapkan pada sebuah pilihan yang tidak di ingini oleh kemauan hati. Karena hidup tidak akan membawa arti tanpa adanya sebuah pengorbanan. Maka latihlah diri untuk selalu siap menghadapi kemungkinan terburuk yang akan terjadi.

Kadang kita harus rela meninggalkan sesuatu yang amat di kasihi, keluarga, sahabat bahkan kekasih. Jika dulu rasul pernah bersabda, "khoirunnas an fa'uhum linnas" padanya menyimpan sebuah disiplin ahlak yang tidaklah sedikit. Artinya dalam setiap episode hidup pastilah ada yang namanya pengorbanan (untuk medapat predikat an fa'uhum linnas). Sebagai contoh sederhana mungkin kita harus belajar untuk berkata "aku akan senantiasa ada buat kalian kalau memang kehadiranku membawa kemaslahatan", "aku akan selalu ada untukmu selama kau masih membutuhkanku", "dan, aku akan belajar meninggalkanmu kalau memang hadirku hanya membawa madharat buatmu".

Disini kita melihat, sikap ksatria pada diri seseorang yang tidak egois mementingkan ego nafsu diri sendiri. Kita tidak menjumpai adanya pamrih dalam sebuah ikatan hingga disinilah makna tulus terwujud.

Jika mendapati orang yang kita kasihi menyimpan masa lalu yang kelam, anggaplah itu meruakan awal mula dari sebuah ketulusan dipertanyakan. Jangan sampai karena sifat kita yang menuntut 'sempurna' mematahkan harapannya yang ingin berubah menjadi lebih baik (saat bersama kita) hingga terkesan kita begitu mudah mengatakan "aku kecewa dan sakit hati dengan masa lalunmu, maka pantaslah jika aku meninggalkanmu". Jika kita hubungkan kembali dengan hadits diatas, bisa dikatakan kita mengesampingkan hadits "idza amartukum bi sya'in fa'tuu minhu mastatho'tum" (ketika saya memerintahkan sesuatu kepadamu maka, maka kerjakanlah semampumu).

Apa hubungan dari kedua hadits tadi?, coba kita perhatikan dengan seksama. Dari gambaran diatas kita bisa dikategorikan pada hadits yang pertama yakni memberi manfaat untuk orang lain, sayang hanya karena nafsu kita yang menuntut 'sempurna' kita malah mengabaikan hadits yang kedua, yakni meninggalkan hadits yang pertama. Sebenarnya kita masih mampu untuk menjalankan sunnah rasul - hadits yang pertama (meskipun hadits yang pertama secara lafdhiyah tidak menunjukkan 'amar' tapi secara maknawi beliau memerintahkan ummatnya untuk bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesamanya) yakni dengan menjadi-nya kita sebagai manusia baik yang bisa membawa manfaat untuk orang lain. Meski kita sendiri menelan kekecewaan, anggaplah itu sebuah pengorbanan.

Jadi alangkah bijaknya jika kita mengatakan, "Saat aku meninggalkanmu menjadi sebuah keharusan maka hal itu harus aku lakukan. Namun jika meninggalkankanmu menjadi sebuah keburukan maka hal itu tidak akan pernah aku lakukan." Inilah salah satu gambaran dari hadits "khoirunnas an fa'uhum linnas" dan "idza amartukum bi sya'in fa'tuu minhu mastatho'tum", kalau kita lihat dari segi sosial.

Wallahu 'alam

Posted By Kang Santri9:25:00 PM

Sunday, May 20, 2012

Tips Bagi Yang Susah Qiyamullail (Ala Kadarnya)

Murtakibudz Dzunub - Mungkin semua akan sepakat, kalau bangun dimalam hari untuk qiyamullail itu amatlah berat dan susah. Karena qiyamullail hanyalah kebiasaan orang-orang shalih (Baca: Membangkitkan Semangat Qiyamullail) , jadi maklum saja kalau kita (yang belum shalih masih susah untuk melakukannya).

Sebelum berangkat tidur kadang kita benar-benar sudah berniat "malam ini ane ingin bangun malam untuk qiyamullail", hingga terkadang semua alarm pun sudah di setting terlebih dahulu. Tapi pada kenyataannya "yaach... gagal lagi deh ane".

Dari pengalaman yang ada (seperti yang sudah dituturkan diatas), hingga merasa kecewa sama diri sendiri (karena masih belum mampu juga untuk qiyamullail) ahirnya timbullah dalam pikiran untuk ber-eksperimen sendiri yakni mencari obat penawar rasa kantuk saat terjaga pada malam hari.

Tips yang pertama, setel alarm, jangan hanya satu. (Biar rada rame yang ngebangunin kita)

Tips yang kedua, persiapkan air putih, letakkan ditempat yang mudah untuk dijangkau oleh tangan, kemudian minum meski kita masih dalam keadaan kantuk yang hebat.

Tips yang ke tiga, saat tidur jangan memakai selimut yang terlalu nyaman. Karena itu akan membuat kita makin susah untuk bangun. (terlalu ke enakan kali ya... :D)

Tips yang ke empat, persiapkan juga makanan atau buah yang rasanya masam (kecut-istilah jawanya). Kemudian cicipi sedikit aja. Insya Allah rasa kantuk sedikit-demi sedikit bisa hilang. (pengalaman pribadi)

Tips yang ke lima, bagi yang sedang latihan (qiyamullail) jangan tidur melebihi jam 12, (ini juga berdasarkan pengalaman pribadi)

Tips yang ke enam, ber-eksperimelah sendiri kalau cara-cara diatas masih nggak mempan juga. Karena pada dasarnya kita sendiri yang tahu akan kelemahan diri, maka kita juga yang bisa untuk memperbaikinya.

Tips yang ke tujuh, kalau masih sering gagal jangan pernah patah semangat kalau kita gagal melaksanakan. Karena bagaimanapun juga, saat kita sudah niat untuk bangun malam meski gagal, Allah sudah mencatatnya sebagai ibadah.

Tips yang ke delapan, minta tolonglah pada Allah, agar diberikan kenikmatan ibadah di waktu malam. Karena saat itu adalah saat dimana Allah meng-ijabah setiap do'a yang dipanjatkan mahlukNya.


NB: Tips diatas hanya boleh dipraktekin, bagi yang bener-bener serius ingin nglakuin qiyamullai. Bagi yang masih setengah hati, sebaiknya jangan dicoba ya.. (entar malah berabe.. ^_^ )

Selamat mencoba dan semoga manfaat.... :D

Posted By Kang Santri3:13:00 PM

Saturday, May 19, 2012

Pengagum Rahasia

Ber-sederhanalah dalam menilai mahluk
Murtakibudz Dzunub - Sampai saat ini saya terus berpikir, "siapakah sebenarnya dia..". Sebuah perhatian yang tidak meminta balasan, kurasakan sorot matanya yang tajam hanya menatap dari kejauhan, memandang khusuk tanpa pernah mahu memperkenalkan diri. "Apakah kamu malu, untuk ku ketahui siapa sebenarnya dirimu?". 

Memalui catatan ini ingin ku sampaikan padamu, bahwa aku juga pernah merasakan hal sepertimu. Mengagumi seseorang yang tak bisa ku dekati, membaca hingga berulang-ulang tulisan yang sama, atau sekedar ingin mengetahui apakah dia juga online hari ini.

Apakah seperti itu juga yang kau rasakan? Kalau memang seperti itu, sekarang berbaliklah dan menghadaplah kearahku. Aku persilahkan kau tatap wajahku sepuas kau mahu, tapi setelah itu... buanglah rasa itu sedikit-demi sedikit seperti yang sudah aku lakukan dulu.

Aku mengasihani diri ku sendiri kala itu, karena menjadi budak hanyalan dari polah pikiranku. Sekarang kembalilah kedunia nyatamu, masih banyak hal sekitar yang lebih pantas untuk kau kagumi karena hal itu bisa mengantarkanmu ke-kenyataan hidup yang harus kau jalani.

Dan yang terahir sederhanalah dalam menilai mahluk, jangan kau lebih-lebihkan menganggapnya sebagai insan yang justeru bisa memalingkan dari dunia nyatamu.

Posted By Kang Santri2:16:00 PM

Friday, May 18, 2012

Anggota Tubuh Yang Bisa Di Masuki Cahaya Allah

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Menurut ulama yang lain, qolbu adalah perasaan-perasaan dan emosi yang mendorong, mencegah atau memuji sesuatu, pengaruh dari perasaan-perasaan ini akan tampak dengan jelas dan nyata dalam jantung seseorang yang diaplikasikan dengan rasa cinta, takut dan hormat. 
 
مطالع الأنوار, القلوب والأسرار

"Tempat terbitnya cahaya Allah adalah hati dan rahasia-rahasianya."

A. Penjelasan

Dalam khazanah ilmu anatomi dan kedokteran, yang dimaksud dengan Al qolbu adalah jantung, yaitu sekumpulan otot yang tersembunyi dibalik rongga dada, lebih tepatnya bagian kiri bawah. Jantung merupakan organ tubuh yang memiliki peran paling besar dalam kehidupan, fungsi terpenting dari jantung yaitu memompa darah agar terus mengalir melalui urat-urat dan pembuluh darah yang ada di seluruh tubuh dengan sebuah sistematika yang begitu komplek dan menakjubkan. 

Namun penggambaran tersebut bukanlah qolbu yang dimaksudkan Al quran ataupun yang dikehendaki ulama-ulama islam, khususnya ulama tasawuf, sebagian diantara mereka ada yang mengatakan bahwa qolbu adalah akal. 

Menurut ulama yang lain, qolbu adalah perasaan-perasaan dan emosi yang mendorong, mencegah atau memuji sesuatu, pengaruh dari perasaan-perasaan ini akan tampak dengan jelas dan nyata dalam jantung seseorang yang diaplikasikan dengan rasa cinta, takut dan hormat.

Namun sebenarnya kedua makna qolbu yang diutamakan oleh para ulama diatas sama-sama terdapat di dalam Al quran. Dan qolbu yang bermakna akal dapat kita temukan dalam surat Al-A'raaf ayat 179. 


B. Ruh merupakan pokok dalam hati manusia

Secara sederhana, marilah kita mencoba membicarakan tentang tiga macam rahasia Allah, yaitu kehidupan, intelektualitas (pemahaman) dan jantung. Sebenarnya sumber dari ketiga rahasia ini adalah sebuah perkara yang sama dan serupa. Katakan saja bahwa perkara tersebut adalah ruh, ruh yang mengalir kedalam sel-sel tubuh akan menimbulkan kehidupan, sedangkan ruh yang masuk dan mengisi ruang-ruang otak akan menghasilkan intelektualitas dan pemahaman, kemudian jika ruh terbit dan menyinari jantung, maka lahirlah perasaan-perasaan dan emosi tertentu. 

Artinya sifat-sifat pemahaman dan intelektualitas akan muncul dari dalam otak yang teraliri muatan-muatan ruh. Jika ada orang yang mengatakan bahwa akal dan intelektualitas adalah hati atau jantung, maka ibarat seperti ini adalah majaz. Menurut ulama tata bahasa arab biasanya dinamakan istikhdam. Lebih jelasnya, pada saat otak terserang penyakit atau virus-virus perusak, hal ini akan berpengaruh kepada pemahaman dan gaya pikir. Andaikan sumber pemahaman adalah jantung, mestinya tidak akan ada kebingungan otak yang diakibatkan penyakit yang menyerangnya. 

Namun yang perlu diingat, bahwa sumber pemahaman dan perasaan bukanlah otak ataupun jantung. Karena hakikat kedua organ ini hanyalah manifestasi perwujudan dari pemahaman dan perasaan sedangkan sumber aslinya adalah ruh, sumber kehidupan, intelektualitas, serta perasaan dan emosi.


C. Rahasia yang ada didalam hati

Qolbu yang dikehendaki oleh Ibnu Atho'illah dalam hikmah ini adalah rahasia-rahasia Allah yang merasuk kedalam jantung sehingga terbitlah perasaan cinta, takut dan hormat. Mengapa qolbu menjadi tempat munculnya cahaya-cahaya yang merupakan akibat dari tersingkapnya Allah subhanahu wat'ala kepada seorang hamba, mengapa bukan otak yang bisa kita gunakan untuk memahami atau bagian-bagian tubuh lain yang menjadi indera perasa serta menjadi tempat tersebarnya kehidupan ? 

Jawabannya adalah karena otak ataupun bagian-bagian tubuh yang lain bukanlah organ yang berfungsi untuk mengeluarakan perasaan cinta, hormat atau takut. Sedangkan yang mampu berinteraksi dengan Allah adalah perasaan-perasaan cinta, hormat dan takut. Ketika daya intelektual tidak diimbangi oleh perasaan-perasaan tersebut, maka ia tidak akan layak menjadi tempat terbitnya cahaya Allah subhanahu wata'ala

Banyak kita saksikan orang-orang beriman dan berakal yang mengetahui berbagai macam ilmu, namun tidak mendatangkan manfaat baginya. Pengetahuan yang ia miliki tidak mampu mendekatkannnya kepada Allah Azza wajalla dikarenakan hatinya telah tertutupi oleh noda yang begitu tebal. Ilmu yang tersimpan dalam otaknya sama sekali tidak berdaya untuk menerbitkan aliran-aliran perasaan cinta, takut dan sebaginya. 

Hal ini bukan berarti bahwa ilmu yang menjadi buah dari akal, sama sekali tidak berharga dan tidak dibutuhkan dalam kehidupan seorang hamba. Kita harus tahu bahwa ilmu adalah pintu gerbang untuk memasuki perjalanan menghadap kepada Allah subhanahu wata'ala. Karena perasaan cinta, takut dan hormat adalah akibat tertancapnya ilmu dan ma'rifat dalam hati, maka barang siapa tidak mengetahui Allah dengan akalnya ia tidak akan memiliki rasa cinta atau ta'dzim kepadaNya.


D. Intropeksi kepada Allah subhanahu wata'ala

Ruh adalah sesuatu yang suci dan sangat rahasia. Karenanya Allah menisbatkan perkara suci ini kepada DzatNya yang agung.Pada awalanya, ruh telah merasakan ketenangan dan kedamaian alam arwah yang begitu indah, kemudia takdir Allah subhanahu wata'ala menentukan bahwa dia harus turun dari alam arwah untuk menempati jasad manusia hingga kematian menemuinya. 

Ditempat yang baru ini, ruh selalu merasakan kerinduan untuk kembali kepada kehidupan yang dulu, ia ingin selalu disisi Allah yang maha pencipta. Karena Allah telah menghendaki bahwa jantung adalah tempat tersibaknya Allah bagi seorang hamba, maka perasaan-perasaan rindu, cinta dan takut yang tersembunyi dalam rahasia-rahasia ruh akan tampak jelas ketika jantung telah terisi aliran-aliran ruh. 

Lalu mengapa emosi dan perasaan-perasaan suci tersebut tidak terlihat nyata dalam hati semua manusia ? mengapa kebanyakan diantara mereka malah menampakan perasaan-perasaan kotor yang dipenuhi keinginan dan nafsu dunia ?, padahal kita tahu bahwa ruh yang ada dalam diri mereka selalu diliputi kerinduan dan kecintaan kepada Allah yang maha Esa.

Memang setiap perasaan dan emosi suci yang terpancar dari ruh kedalam hati hanya tergantung dan terhubung kepada Allah saja, baik cinta, rindu, takut ataupun ta'dzim semuanya hanya tertuju kepada Allah Azza wajalla. Hanya saja ketika perasaan-perasaan suci itu telah sampai ke hati, ternyata didalamnya telah terdapat penghuni lain yang berupa perangai dan tabi'at nafsu syahwat yang selalu berusaha mengalahkan dan membelenggu perasaan suci itu.

Akibatnya sang pemilik hati akan terbayang-bayang bahwa rindu yang ada dalam dirinya adalah kepada bentuk dan gambar-gambar yang disodorkan oleh nafsunya, bahwa cinta yang ia miliki untuk kemewahan dunia yang dipilih oleh syahwatnya.

Pertempuran yang terjadi antara perasaan-perasaan suci yang dibawa oleh ruh dengan keinginan-keinginan kotor yang dipimpin oleh nafsu syahwat akan menimbulkan kebingungan seorang manusia, sedangkan nafsu syahwat tidak akan pernah menghentikan perlawanannya untuk mengalahkan perasaan-perasaan suci tersebut, kemudian menjadikannnya sebagai pelaksanan kemauan dan keinginan kotornya. 

Seorang hamba harus berusaha melenyapkan kerisauan dan kebingungan semacam ini, lalu bagaimanakah cara untuk menghentikan pertempuran antara perasaan suci dengan nafsu syahwat yang menyebabkan kebingungannya ? 

Solusi dan jalan keluar yang harus ia tempuh adalah dengan memperbanyak dan melanggengkan dzikir kepada Allah subhanahu wata'ala dengan berbagai macam tata caranya. Diantara beberapa cara yang paling utama dan paling mudah untuk mengingat Allah Azza wajalla adalah selalu berusaha menghubungkan segala nikmat yang diperoleh dengan Dzat yang telah memberikan nikmat tersebut, artinya seorang menusia harus menerima dan memanfaatkan semua nikmat yang ia terima dengan tetap mengingat bahwa Allah subhanahu wata'ala adalah Dzat yang telah memberi dan menganugerahkan semua nikmat itu. 

Jika keadaan seperti ini berlangsung terus menerus, maka ia termasuk dalam golongan orang-orang yang selalu berdzikir kepada Allah meskipun mulutnya tidak melantunkan kalimat-kalimat dzikir apapun. Karena yang dimaksud dengan dzikrullah adalah selalu berusaha mengingatNya dan tidak lupa kepadaNYa, sedangkan mengingat adalah perbuatan dan pekerjaan hati. 

Apabila seorang hamba selalu mengingat dzat pemberi nikmat dengan disertai ketundukan menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya tanpa lupa meminta apapun dan bertaubat atas kesalahan dan kekurangannya, maka perasaan-perasaan suci yang tersembunyi dalam rahasia ruh akan bersinar-sinar berkilau dalam hati. Hingga akhirnya tampak beda dan terpisah dari keinginan-keinginan nafsu yang ada dalam tabi'atnya.

Kebiasaan manusia jika melihat kecantikan dan keindahan dunia, maka ia tertawa olehnya dan menyangka bahwa semua itu adalah hal-hal yang menjadi tujuan cinta suci yang ada dalam hatinya. Ketika hatinya menjadi hidup karena dzikrullah yang ia langgengkan, maka rasa cinta dan rindunya akan mulai menuju kesisiNya. Ia menjadi tahu bahwa cinta kepada dunia adalah kesesatan yang wajib dihindari, sedangkan hakikat yang seharusnya ia cari hanyalah keindahan belas kasih dan keagungan Allah Azza wajalla. Dengan jalan dzikrullah penelitian dan pencariannya akan sampai kepada cinta suci yang abadi, yaitu cinta kepad Allah yang maha sempurna. 

Bila hati seorang hamba telah konsisten menjalani dzikrullah hingga selalu menghadap kepada keindahan sejati, sumber segala kebaikan dan raja keagungan yang maha Esa, maka dzikir tersebut akan menumbuhkan cinta sejati kepadaNya, semua ucapan yang keluar dari mulutnya adala pujian dan sanjungan untukNya. Akhirnya Allah subhanahu wata'ala akan tampak jelas dalam hatinya, Dia akan menariknya agar selalu berada dekat disiNya, senantiasa dalam rahmat dan perlindunganNya, hatinya menjadi penuh terisi cahaya-cahaya Nya, yaitu ma'rifat dan keyakinan yang menyebabkan ketinggian derajatnya dihadapan Allah Azza wajalla.


E. Dalil 
 
a. Firman Allah dalam surat Al-Baqoroh ayat 74

إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ (37) [ق : 37] 

Artinya : "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya."(Q.S. Qaaf : 37) 

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا [الأعراف : 179] 

Artinya : "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah)." (Q.S. Al-‘Araaf : 179)
Yang dimaksud dengan orang-orang yang mempunyai akal adalah mereka yang menggunakan dan merasakan manfa'at alat-alat yang berfungsi untuk mengerti dan memahami sesuatu yaitu akal. hal ini memperkuat pendapat ulama yang mengatakan qolbu adalah akal. Begitu juga dengan firman Allah dalam surat Al-A'raaf, Yang berfungsi untuk memahami adalah akal, berarti Qolbu dalam ayat tersebut adalah akal. 

Sedangkan qolbu yang berarti rahasia-rahasia yang mempengaruhi organ jantung sehingga muncul perasaan cinta dan lain-lain. Hal ini bisa kita lihat dalam ayat berikut.

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً [البقرة : 74] 

Artinya : "Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi." (Q.S. Al-Baqoroh : 74) 

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ [الحديد : 16] 

Artinya : "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah." (Q.S. Al-Hadiid : 16)

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ [الأنفال : 2] 

Artinya : "Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka." (Q.S. AL-‘Anfaal : 2) 

Keras, khusu'atau tunduk dan takut dalam ayat-ayat tersebut merupakan perasaan-perasaan yang ada dalam hati, bukan termasuk bagian intelektualitas dan pemahaman. 

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آَتَيْنَاهُ آَيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ (175) [الأعراف/175] 

Artinya : "Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat." (Q.S. Al-‘Araaf : 175) 

Ayat ini menunjukan tentang penggambaran orang-orang yang beriman dan berakal tetapi hatinya tertutup oleh noda yang tebal. 

فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ (29) [الحجر/29] 

Artinya : "Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud." (Q.S. Al-Hajr : 29) 

Allah memberikan kepada makhluqNya sesuatu yang suci dan sangat rahasia, disamping itu Allah menisbatkan DzatNya kepada sesuatu tersebut, dalam ayat ini sesuatu yang dikehendaki adalah ruh. 

b. Perkataan Imam Ghozali
Imam Ghozali berkata : "bertambahnya ilmu dalam diri seseorang yang jahat bagaikan bertambahnya air yang diserap oleh akar حنظل (jenis tanaman labu), semakin banyak air yang dihisap maka buahnya semakin bertambah pahit." Perkataan ini menyinggung terhadap ilmuwan-ilmuwan yang tidak memberikan keimanan yang bertambah dalam dirinya, bahkan tidak percaya adanya Allah subhanahu wata'ala. 
 

F. Kesimpulan 

Cahaya Allah yang berupa ilmu, ma'rifat dan keyakinan tauhid akan terbit dalam hati seorang hamba yang telah terisi muatan-muatan ruh, karena ruh selalu diliputi ketergantungan dan kerinduan kepada Allah Azza wajalla, maka ia akan memunculkan perasaan-perasaan suci yang berupa cinta, takut dan ta'dzim kepada Dzat yang maha pencipta dalam hati yang ia masuki. Namun perasaan suci ini tidak selamanya memenuhi ruang-ruang hati sanubari. Ruh yang membawa perasaan suci harus berjuang melawan nafsu syahwat yang selalu berusaha merajai hati. 

Untuk memenangkan pertempuran ini, seorang hamba harus selalu konsisten mengingat Allah, ingat bahwa semua nikmat yang peroleh hanya karena anugerah dan karuniaNya. Dengan jalan ini, ruh akan senantiasa terhubung kepada Allah Azza wajalla

Perasaan cinta, takut dan ta'dzim yang dibawa oleh ruh saat memasuki hati akan selalu aman dan tidak terkalahkan, karena berada dalam pengawasan dan penjagaan Allah yang maha kuasa dengan perlindunganNya, dengan interaksi yang begitu dekat denganNya, maka hati menjadi terang benderang karena cahaya Allah selalu menyinarinya. 

Seorang hamba yang memiliki hati seperti ini, akan terkurung dalam lingkaran ilmu, ma'rifat dan tauhid kepadaNya. Dan hal ini akan menjadi sebuah kunci bagi seorang hamba untuk menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.  


Penulis: KH. M.Wafi MZ. Lc. Msi 
 
http://www.ppalanwar.com







Posted By Kang Santri6:44:00 PM

Wednesday, May 16, 2012

Tanpa Judul

Filled under:


Masih terdengar jelas bunyi ketukan pipa yang biasa kau mainkan saat kesepian
Saat itu kau datang membawa segudang keluh kesah kesakitan
Menahan pedih hati yang tak terbantahkan
Namun malang kini kau telah menghilang

Terkadang aku ingin menatapmu kembali meski sekejap
Agar tidur malam ini bisa lelap
Meniup sumbu kerancauan pikir ku yang gagap
Hingga tak bisa padam sebelum kau datang mendekap

Kau takkan pernah tahu akan rasaku
Begitu juga dirimu yang tak pernah tahu akan asaku
Meski hanya kabut tipis yang menutup tirai dalam ragu
Itu sudah cukup membuatku terdiam tanpa lagu

Apatah daya kabut jika tak meninggalkan bekasan embun
Praharaku kian berjibaku bersama hatimu yang ku anggap anggun
Menerawang jauh ke masa depan mewujudkan ilusi yang coba ku tenun
Dalam laku ku, aku ingin menjemputmu meski saat ini hanya sebatas 
mimpi yang diam tertegun


Posted By Kang Santri7:31:00 PM

Tuesday, May 15, 2012

Andai Suatu Saat Nanti Kau Telah Bosan

Entah itu kapan, akan tiba masanya engkau merasa bosan. Bosan dengan senda gurau, jenuh dengan perhatian bahkan malas oleh sapaan. Aku akan mempersilahkanmu untuk menikmati hal itu, carilah ketenangan dimanapun bisa kau temukan. Kembalilah sejenak kemasa lalu sebelum kita bertemu, carilah dunia kecilmu yang kau lupakan setelah mengenalku, nikmatilah kembali canda keceriaan dengan teman sepermainanmu dulu.

Aku akan terus menunggu sampai kau merasa siap untuk kembali bersamaku. Duduk sambil menikamti secawan kopi yang biasa kau buat untuk menyuguhku.

Andai suatu saat nanti kau merasa bosan, jangan pernah tinggalka dunia yang pernah mengantarkanmu mendapati jati dirimu. Karena kemanapun kau tumpahkan kejenuhanmu kenanganku akan selalu membayangimu. Hingga keteguhanku yang akan memanggilmu kembali menemuiku.

Posted By Kang Santri8:49:00 PM

Yang Termasuk Udzur Shalat

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Dalam kitab "Taqrirotusy Syadidah Fil Masailil Mufidah" yang disusun oleh Syaikh Hasan bin Ahmad bin Muhammad bin Salim Al Kaafi, bahwa A'dzarus Shalat itu ada empat macam.

Sedang maksud dari udzur dalam shalat disini adalah tidak berdosa bagi orang yang menagguhkan  shalat dari waktunya dengan adanya sebuah udzur (halangan).

Seperti yang sudah dijelaskan dalam "Nadhom Zubad",

لا عذر في تأخيرها الا لساه  #  أو نوم او للجمع او للاكراه


Udzur Dalam Shalat

1. Tidur
Termasuk udzur jika tidurnya sebelum masuk waktu shalat. Adapun kalau tidurnya sudah masuk pada waktu shalat maka tidak termasuk udzur, kecuali dua perkara:  

a. Kecuali tidur setelah masuk waktu shalat sudah menajdi kebiasaan dan selalu terbangun sebelum habis waktu shalat.

b. Saat mahu tidur (sesudah masuk waktu shalat) sudah memberi wasiat kepada orang yang bisa dipercaya untuk membangunkannya sebelum habis waktu shalat.

2. Lupa
Lupa juga termasuk dari udzur, ketika suatu perkara yang menyebabkan lupa tadi termasuk perkara yang mubah. Berbeda kalau yang menyebabkan lupa dikarenakan sesuatu yang makruh atau haram, maka tidak termasuk dalam kategori udzur jika dikarenakan dua hal tersebuat.

3. Mengumpulkan Dua Shalat
Maksudnya mendahulukan shalat sebelum waktunya, atau mengahirkan shalat dari waktunya. Hal ini bisa disebabkan karena dalam perjalanan (musafir) [baca: Pembahasan Shalat Jama' dan Qashar], sakit, ataupun dalam keadaan hujan yang tidak memungkinkan melakukan shalat.

4. Dalam Paksaan
Seperti halnya saat dipaksa oleh seseorang tidak boleh melakukan shalat, dan tentunya paksaan (ikrah) yang diperbolehkan oleh hukum syara' (dikatakan dalam keadaan terpaksa meninggalkan shalat).


Posted By Kang Santri8:17:00 PM

Sunday, May 13, 2012

Aku Jatuh Cinta

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Entah kenapa hari ini yang ada di hati hanya topik tentang cinta. Yaachh.. lagi-lagi tentang cinta "emang gak ada habisnya, kadang bisa berbulan-bulan gak nongol. tapi sekali dia nongol bisa seharian penuh kata cinta bermain di pikiran".

Kembali, hanya ku tatap beranda facebook yang tengah ramai para kawula muda dan remaja membuat status tentang cinta. Kadang dalam hati rada geli sendiri, lihat status yang berseliweran :D.

Kembali ketopik. Apakah aku sedang jatuh cinta ya? "wkwkwkwk....." [pikiranku menertawai diri] tentu saja iya, karena setiap hari aku selalu jatuh cinta kepada hal-hal yang bisa membuatku terpesona.

Jatuh cinta, memanglah teramat indah untuk dirasa. Apalagi kepada lawan jenis, [hemm.. awas jangan sampai mabuk kepayang ya :D] bisa bahaya. Karena dalam syariat ada batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar.

Bijaknya gimana ya saat jatuh cinta?

Katakan saat kau jatuh cinta;

Ya Allah... Aku jatuh cinta pada hambamu itu
Ya Allah... Kenapa rasa ini amat menggangguku
Ya Allah... Peliharalah aku dari tipudaya cinta yang membuta
Ya Allah... Karena Engkau yang sudah meletakkan rasa cinta ini padanya, maka mampukan hatiku untuk merawatnya

Wahai engkau yang ku cinta, sadarkah dirimu akan perasaanku?
Kau telah mengambil sebagian kemerdekaan waktuku, karena aku terus mengingatmu
Jika aku tidak mampu menyampaikan rasaku padamu
Tolong bacalah hatiku melalui isyarahku yang selalu ku kirim bersama do'a harianku

Ya Allah... Inikah yang namanya jatuh cinta?
Mungkin kalau tahu rasanya seperti ini aku tidak ingin jatuh cinta [cinta yang memalingkanku padaMu]


Semarang, 13/03/2012 - 21:20 WIB


Posted By Kang Santri9:43:00 PM

Menjadikanmu Wanita Paling Bahagia

Jadilah wanita yang merasa paling bahagia 

Murtakibudz Dzunub - "Ijinkan aku berusaha menjadikanmu wanita paling bahagia di dunia", inilah rasa dari sebuah pengorbananku untukmu.
Sebuah pengorbanan yang sederhana bila dibanding dengan apa yang sudah kau beri untukku. 

Kau mengajarkanku melatih 'sifat sabar' dibalik kemanjaanmu.
Kau memberi ku ruang mengasah ketajaman mata hati untuk bisa menerima segala kekuranganmu.
Kau menjadi salah satu bahan diskusiku diwaktu malam bersama Tuhan.
Kau menasehatiku bahwa "kebahagiaan hakikinya tidak bisa dibeli dengan uang, karena aku hanya butuh kasih sayang". Begitu katamu.
Kau menjadi ladang amal diatas kucuran keringatku.
Kau menjadi santri terbaik diatas keihlasanmu mencari ilmu yang belum sempat kau pelajari dimasa muda dulu.

Kaulah salah satu amanah disisa ahir hidupku.
Meski terkadang rasa malu harus menindihku diatas ketidak berdayaanku membahagiakanmu mereguk kenikmatan duniawi.

Kalau kau minta untaian berlian, aku hanya bisa memberimu untaian kata hikmah agar kau tak salah arah.
Saat kau minta dibelikan pakaian baru, aku hanya bisa memberimu pakaian dari sisa-sisa payah ketakwaanku.
Jika kau minta dibelikan kendaraan mewah, aku hanya bisa menawarkanmu gerobak iman yang akan mengantarkanmu ke surga idaman.

Sekali lagi, ijinkan aku membahagiakanmu dengan caraku.
Cara yang tidak biasa menjadikanmu sebagai wanita yang paling bahagia didunia dan diakhirat sana.

Mungkin suatu saat nanti, kamu harus menderita lapar karena hidup denganku.
Maka saat itu juga aku akan berkata padamu, "sayang... hanya ini jatah makan kita hari ini yang diberikan oleh Tuhan, masaklah segenggam beras ini untuk kau makan bersama anak-anak, jangan pernah merasa sedih atas apa yang sudah ditentukan Tuhan untuk hidup kita, karena jika kita bersedih hati itu artinya kita termasuk orang yang tidak mampu bersyukur."

Maaf andai aku tidak membelikanmu mesin cuci guna mempermudah pekerjaanmu.
Karena aku ingin bajuku dicuci oleh kedua tangan kasih sayangmu.
Tahukah kau? beribu malaikat senantiasa mendoakan dan memintakan maghfiroh untukmu saat kau cuci bajuku dengan kedua tanganmu, karena disetiap bilasan akan selalu ada keberkahan.

Aku ingin membahagiakanmu sembari melatih hati kita untuk bisa sepenuhnya mencintaiNya diatas semua cinta yang ada pada hati dan keluarga.


Posted By Kang Santri3:07:00 PM

Saturday, May 12, 2012

Riya' Yang Terabaikan

Filled under:

Jangan pernah merasa selamat dari sifat riya'
(Murtakibudz Dzunub)
Murtakibudz Dzunub - Mampu terhindar dari sifat riya' dalam beribadah merupakan puncak pencapaian tertinggi bagi seorang 'abid (ahli ibadah). Namun sungguh Masya Allah beratnya untuk mencapai tingkatan 'Mukhlisin', iblis tidak akan pernah lengah membiarkan seorang muslim melenggang tenang saat melakukan amal baik (ibadah). 

Pada kesempatan kali ini, saya teringat akan perkataan Sayyid Al Jalil Abi Ali AL Fudhail bin Iyadh yang pernah saya baca di kitab Adzkar an Nawawi. Beliau mengatakan    ترك العمل لأجل الناس فهو رياء bahwasanya, meninggalkan amal karena manusia itu termasuk riya'.

Disini kita bisa lihat akan tipu daya syaithan tanpa kita sadari, saat kita ingin terhindar dari sifat pamer justru menjadi bumerang kita melakukan riya'. Sebagai contoh sederhana, ada si fulan yang boleh di katakan dia alim dalam ilmu agama. Suatu ketika, saat dia menunggu untuk shalat berjamaah sang imam berhalangan hadir hingga kebanyakan jamaah shalat menghendakinya sebagai pengganti. Namun si fulan menolak dengan alasan hawatir kepada jamaah lain kalau dia bersedia menjadi imam mereka akan menganggapnya sok pamer, hingga dia pun mengurungkan niatnya menjadi imam.

Kenapa perumpamaan diatas bisa dimasukkan dalam kategori sifat riya'?, inilah salah satu celah bagi iblis membisiki hati manusia saat si fulan mengambil keputusan demikian tanpa disadari dia sudah merasa selamat dari sifat riya' karena dia tidak menjadi imam, sedang merasa selamat dari sifat riya itu merupakan sifat riya' yang mendekati ujub.

Kalau dirumuskan akan terdapat tiga kriteria hukum dalam kasus diatas

Pertama: 'makruh' karena menisbatkan atau menganggap kalau dia menjadi imam dia akan riya'.

Kedua: 'sunnah' dengan bersedianya dia menjadi imam dan terus berusaha menjaga hati untuk mencapai tingkat keihlas.

Ketiga: 'haram' dengan penolakannya menjadi imam shalat hatinya memiliki prasangka dan menisbatkannya pada tingkat  keihlasan. Bukan menisbatkan pada tingkatan riya'.

Untuk itu, jangan pernah kita meninggalkan sebuah amal ibadah dikarenakan kita takut pamer dihadapan manusia. Pasrahkan semua urusan ibadah kita, sembari berikhtiar secara terus menerus melawan sifat riya dan jangan pernah berpikiran "aku sudah selamat terhindar dari sifat riya'"

Wallahu 'Alam

Posted By Kang Santri4:48:00 PM

Friday, May 11, 2012

Ajari Aku Menikmati Dzikir

Murkabibudz Dzunub - Satu persatu mereka hanya ku pandangi
Qur'an
Kitab kumpulan dzikir
Sajadah
Tashbih
Minyak wangi

Dalam hati "kalian adalah salah satu sarana orang-orang salih terdahulu menikmati dan menyatu dalam dzikir"
Ya Allah, seperti apakah kenikmatan dzikir yang sebenarnya?
Aku melihat orang shalih itu begitu khusuk
Aku melihat dari raut mukanya, sepenuhnya ingatannya hanya kepadaMu
Aku menyaksikan lelehan airmatanya dalam isak tangis karena mangingatMu

Sedang Qur'an yang ku pegang ini
Aku belum merasakan sentuhan getaran, selayaknya getaran hati orang shalih yang memegang kitab suci

Kumpulan do'a dan dzikir ini sendiri aku bingung dari arah mana harus ku mulai membacanya
Saat ku lafadz "ASTAGHFIRULLAH" pikiran ini masih tertuju pada hayalan tinggi duniawi
Saat ku lafadz "LA ILAAHA ILLALLAH" aku belum mampu menghadirkan kalimah itu kedalam kalbu
Begitu... dan begitu seterusnya

Untaian tashbih ini...
Bentangan sajadah ini...
Aroma kasturi ini...
Semua tidak lain hanyalah alat bantu pengikatku menemukan kesakralan dzikir itu

Allah...
Ajari aku menemukan kenikmatan dalam mengingatmu
Ajari aku menumpahkan tangis sesal atas dosa harian
Saat aku teringat salah satu ayat suciMu yang mengatakan
"hanya dengan mengingat Allah lah hati bisa tenang"

Aku belum mampu untuk melakukan hal itu
Dzikirku masih sebatas penghibur diri
Munajatku masih dalam batas bisikan luar hati



Posted By Kang Santri8:47:00 PM

Tuesday, May 8, 2012

Stempel Dan Surat Rasulullah

Filled under:

Semua surat surat Nabi saw yang dikirim kepada raja dan penguasa dunia disambut dengan baik dan sangat dihargai sekali oleh mereka kecuali surat beliau yang dikirim kepada Kisra atau Khosrau II (Penguasa Persia). setibanya surat beliau dan sehabis dibaca surat beliau dirobek robek oleh Khosrau. Rasulallah berdoa: “Ya Allah robek robeklah kerajaannya”.

Kalau kita membaca isi surat surat Nabi saw yang dikirim untuk penguasa penguasa dunia kita bisa lihat dengan jelas bahwa Rasulallah saw adalah seseorang yang ahli berdeplomasi dan sangat pintar bersiasat. Kita bisa lihat bahwa beliau sangat menghargai dan memuliakan kedudukan mereka sebagai penguasa dunia.


Surat Nabi saw untuk Raja Negus (Penguasa Ethiopia)



Isi surat:

Dari Muhammad utusan Islam untuk An-Najasyi, penguasa Abyssinia (Ethiopia). Salam bagimu, sesungguhnya aku bersyukur kepada Allah yang tidak ada Tuhan kecuali Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, dan aku bersaksi bahwa Isa putra Maryam adalah ruh dari Allah yang diciptakan dengan kalimat Nya yang disampaikan Nya kepada Maryam yang terpilih, baik dan terpelihara. Maka ia hamil kemudian diciptakan Isa dengan tiupan ruh dari-Nya sebagaimana diciptakan Adam dari tanah dengan tangan Nya. Sesungguhnya aku mengajakmu ke jalan Allah. Dan aku telah sampaikan dan menasihatimu maka terimalah nasihatku. Dan salam bagi yang mengikuti petunjuk.


Surat Nabi saw untuk Raja Heraclius (Kaisar Romawi)



Isi surat:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Heraclius Kaisar Romawi yang agung. Salam bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Salain dari pada itu, sesungguhnya aku mengajak kamu untuk memeluk Islam. Masuklah kamu ke agama Islam maka kamu akan selamat dan peluklah agama Islam maka Allah memberikan pahalah bagimu dua kali dan jika kamu berpaling maka kamu akan menanggung dosa orang orang Romawi. “Katakanlah: Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. Al-Imron: 64


Surat Nabi saw untuk Raja Khosrau II (Penguasa Persia)



Isi surat:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Khosrau, penguasa Persia yang agung. Salam bagi orang yang mengikuti petunjuk, beriman kepada Allah dan RasulNya, dan bagi orang yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bagi yang bersaksi bawha Muhammad itu hamba Nya dan utusan Nya. Aku mengajakmu kepada panggilan Allah sesungguhnya aku adalah utusan Allah bagi seluruh manusia supaya aku memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir. Peluklah agama Islam maka kamu akan selamat. Jika kamu menolak maka kamu akan menanggung dosa orang orang Majusi.

Surat Nabi saw untuk Al-Muqawqis (Penguasa Mesir)

 

Isi surat:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad bin Abdullah utusan Allah, untuk al-Muqawqis penguasa Mesir yang agung. Salam bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Selain dari pada itu, aku mengajakmu kepada panggilan Allah. Peluklah agama Islam maka kamu akan selamat dan Allah akan memberikan bagimu pahala dua kali. Jika kamu berpaling maka kamu akan menanggung dosa penduduk Mesir.“.

Setelah al-Muqawqis membaca surat Nabi saw, ia membalas surat beliau dan memberikam kepada beliau dua hadiah. Hadiah pertama berupa dua budak belian bernama Maria binti Syamu’n al-Qibthiyyah yang dimerdekakan Nabi saw dan menjadi istri beliau, darinya Rasulallah saw mendapatkan seorang anak yang diberi nama Ibrahim (wafat semasih kecil), nama ini diambil dari nama kakek beliau Nabi Ibrahim as. Dan budak kedua adiknya sendiri Sirin binti Syamu’n Al-Qibthiyyah yang dikimpoii Hassan bin stabit ra, sastrawan unggul pada zaman Nabi saw. Hadiah kedua berupa kuda untuk tunggangan beliau. (http://www.club-pecinta-alquran.com)

Posted By Kang Santri7:17:00 PM

Sunday, May 6, 2012

Bunga Suci

Filled under: ,


Biarlah aku serapuh kelopak mawar
Kalau memang itu mampu membuatmu tegar
Menyangga nuansa sucimu dari sengat halilintar
Meski terkadang diri ini harus hangus terbakar

Disana... dibukit tinggi itu suci auramu tegak berdiri
Menatap haru insan jelata yang tak pernah mampu mendekati
Sebab terlalu lama berdiri
Mungkin hanya sebatas ini jengkal tanah yang mampu ku tapaki

Serasa tak ingin bangun dari mimpi
Namun beberapa saat lagi pagi harus ku jumpai
Melanjutkan hari merawat dari jauh elegi bunga suci
Berharap gerimis turun supaya ia tak rasa sepi

Seruling bambu ini akan terus ada ditangan
Memetik lubang nada dalam guyur hujan
Bersyair dengan bunga-bunga rumput yang tumbuh disela bebatuan
Sambil melepaskan isyarat "semoga bunga suci berkenan menjaga
sajadah panjang yang kini tak bertuan"

[inspirasi_zahratus shofie]



Posted By Kang Santri8:50:00 PM