Friday, April 6, 2012

Kabarkan Hatimu

Filled under:


Aku payah membaca hatimu
Karena memang aku tiada mampu

Namun dalam diam mu
Kau nampak begitu anggun menyapaku

Sudah ku persiapkan dari jauh hari
Membangun benteng terkokoh dari kadar kekuatan hati

Jika rasa kita tak semusim
Semoga tak salah ku tanam hatimu di jiwa yang tak alim

Biar ku nikmati asa hati yang kian membusuk
Layaknya penyayang sedang mabuk

Ku ajak bicara bumi
Karena setahu ku itu yang kau pijaki

Ku sapa rembulan yang purnama
Semoga kita bisa beradu mata

Ku naiki angin dari lembah sulim
Meski kau tak ingin, ia akan tetap ku kirim

Andai hati rasa, hati kita sama
Tolong kabarkan dalam istikharah penentram sukma

Andai hati rasa, hati kita berbeda
Tolong juga kabarkan diatas bekasan sujudmu supaya bisa ku rasa

Aku hanya mencoba menikmati diam mu yang seribu
Mungkinkah juga kau seperti itu?

Tak bisa ku baca sajak diary hati mu
Apakah kau juga seperti itu?

Andai kita sama-sama tak mampu
Biarlah rasa ini menjadi rahasiaku dan rahasiamu

Karena Allah lebih tahu
Sirr yang terselubung dalam kalbu 

Posted By Kang Santri9:47:00 PM

Ikhtiar Menutup Celah Fitnah

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - "Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar". Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Abu.

Bila berkaca dari hadits diatas, terasa manusia itu memiliki misteri yang rada aneh. Kenapa saya katakan demikian? hampir seluruh sisa tenaga yang diberikan oleh kehidupan yang diingini manusia cuma satu yakni 'ingin bahagia'. Saat Allah ingin menunjukkan jalan kebahagiaan (dengan cara menjauhkan kita dari fitnah nafsu dan dunia) manusia malah membuka peluang terbukanya pintu fitnah itu sendiri.

Coba kita telaah lagi tentang keseharian ucap dan perilaku, sering kita tidak menyadari dengan apa yang kita ucapkan hingga menyulut orang lain mempunyai perasangka yang tidak-tidak hingga menimbulkan sebuah kesalah pahaman yang tentu saja efek negatifnya kembali ke kita sendiri. Itu artinya kita sendiri yang telah membuka celah fitnah buat diri sendiri. Sementara bahagia ialah mereka yang dijauhkan dari fitnah.

Salah satu cara yang sudah terang dan gamblang sudah beliau Rasul ajarkan tentang kiat-kiat menghindari terbukanya pintu fitnah, seperti dalam hadits yang kita semua sudah mafhum "...FAL YAQUL KHOIRON AULIYASMUT" berbicara lah yang baik atau diam. Mungkin hadits ini yang menginspirasi pepatah bahwa diam adalah emas.

Rasulullah saw. biasa berdoa: Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, menyia-nyiakan usia dan dari sifat kikir. Aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan dari fitnah kehidupan serta kematian. (Shahih Muslim)

Posted By Kang Santri7:41:00 PM

Thursday, April 5, 2012

Beberapa Faedah dan Bahaya Nikah Bag.1

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Artikel ini saya nukil dari kitab "QURROTUL'UYUUN" yang menerangkan tentang beberapa faidah (manfaat) dan madharat (bahaya) dalam sebuah pernikahan. Dan sengaja artikel ini kami susun menjadi beberapa bagian. Semoga bisa istiqamah.

Dalam susunan baitnya Mushanif (pengarang kitab) memberikan penjelasan:

"Faidah nikah adalah menyelamatkan pandangan (dari kecerobohan).  Memelihara farji dan mengharap keturunan yang baik.  Hati ini agar menjadi bersih dan kuat untuk beribadah, demikian pula istirahat.  Dari mengatur rumah tangga, sampai usaha keras untuk melatih diri, agar hidup merasa puas. Kaya harta orang menjadi suka beramal, memandang sesuatu menuju surga yang kekal. Bahaya nikah, orang lemah mencari yang halal,  lemah juga dari mendatangkan hak isteri dalam setiap masalah".

Ibnu Abbas Al-Munsyarini di dalam risalah ringkasan buah pena beliau yang berjudul 'Nawazili Barzali' berkata: "Nash yang ada didalamnya antara lain; Syaikh As-Shalih dan Abu Bakar Al-Waraqi berkata; bahwa setiap syahwat itu bisa membekukan hati, selain syahwat senggama. Sebab syahwat untuk melakukan bersenggama ini bisa membersihkan hati oleh sebab itu para Nabi melakukan senggama".

Sebagaimana tersebut dalam arti-arti hadits berikut ini:

"Aku senang (pada nikmat dunia) dari dunia kalian hanya dalam tiga perkara; perempuan, harum-haruman dan hatiku (merasa) tenang dalam melakukan shalat."

Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya termasuk dari dosa-dosa yang tidak bisa dihapus dengan shalat, puasa, jihad, selain memberi usaha nafkah pada keluarga. Atau seperti apa yang beliau sabdakan." Dan Rasulullah bersabda, "Barang siapa punya anak tiga perempuan, lalu memberi nafkah dan berbuat baik pada mereka, sehingga Allah swt. mencukupkan kepada mereka dan tidak lagi membutuhkan bantuan, maka Allah swtmewajibkan ia masuk surga dengan pasti, selain ia berbuat sesuatu yang ada ampunanbaginya."

Setelah mendengar hadits ini, beliau Ibnu Abbas berkata, "Demi Allah, hadits ini adalah termasuk golongan hadits yang gharib dan mutiara yang indah."

Rasulullah bersabda, "Dinar (harta) yang lebih utama adalah dinar yang dinafkahkan oleh seseorang untuk keperluan keluarganya, dinar yang dinafkahkan untuk hewan ternak dan dinar yang dinafkahkan untuk keperluan kawan-kawannya hanya semata karena membela agama Allah."

Imam ABu Qilabah berkata, "Dahulukanlah nafkah keluarga yang menjadi tanggunganmu, karena orang yang besar pahalanya ialah orang yang memberi nafkah keluarganya yang masih kecil-kecil dan memeliharanya dengan baik. Atau karena nafkah tersebut Allah 'Azza wa Jalla memberikan manfaat kepadanya dan mencukupinya." 

Rasulullah bersabda, "Jika salah seorang diantara kalian semalaman suntuk dalam keadaan gelisah dan prihatin disebabkan memikirkan keluarganya (sebab kesulitan dalam urusan rizki),  maka hal tersebuat adalah lebih utama disisi Allah dari pada seribu kali babatan pedang peperangan untuk membela agama Allah."

Masih dalam hadits beliau, "Jika seseorang memberi nafkah kepada keluarganya dengan sesuatu nafkah yang dia kerjakan hanya semata-mata mengharap ridlo Allah, maka nafkah tersebut adalah sebagai nafkah baginya."

"Tangan yang diatas itu lebih utama dari pada tangan yang dibawah, dan sebaiknya dahulukanlah orang yang termasuk keluargamu yakni, ibumu, bapakmu, saudara lelakimu, dan orang terdekat denganmu."

"Apa yang telah dinafkahkan oleh seseorang  untuk dirinya sendiri, ahlinya, anak-anaknya, famili-familinya dan kerabat-kerabatnya, maka nafkah itu menjadi sedekah baginya. Dan suatu biaya yang dikeluarkan oleh seseorang untuk mempertahankan harga dirinya, maka akan diruliskan baginya nilai sedekah. Dan demikian juga suatu nafkah yang diberikan oleh seorang mukmin, maka sesungguhnya Allah swt. akan menggantinya. Dan Allah yang menanggung segala bentuk nafkah, selain barang-barang yang dipergunakan untuk bangunan atau kemaksiatan." 

Lanjut ke:

Beberapa Faedah dan Bahaya Nikah Bag.2
Beberapa Faedah dan Bahaya Nikah Bag.3

Posted By Kang Santri8:03:00 PM

Wednesday, April 4, 2012

Tentang Cinta dan Kasih Sayang

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - 
> Ingin ku tulis tentang kesedihan, tapi sayang otakku tak bisa diajak berfikir

> Ingin ku tulis tentang kehampaan, tapi sayang itu tak bisa kusuguhkan

> Ingin ku tulis tentang kepiluan, tapi sayang sebelum jadi mungkin aku sudah nangis duluan

> Ingin ku tulis tentang kedurjanaan, tapi sayang aku terlalu hawatir jika orang lain tahu sifat bobrokku

> Ingin ku tulis tentang kesepian, tapi nyatanya aku tak bisa

> Ingin ku tulis tentang kesenduan, tapi sayang aku takut jika kedua mataku kembali lembab

> Ingin ku tulis tentang persahabatan, tapi sayang hanya tiga paragraf saja yang bisa kulakukan

> Ingin ku tulis tentang kekecewaan,tapi sayang malah hati ku yang mendidih

> Ingin ku tulis tentang penghianatan, tapi sayang hal itu terlalu menyakitkan

> Ingin ku tulis tentang kebahagiaan, tapi sayang tak bisa kuwujudkan

> Ingin ku tulis tentang keindahan, tapi sayang aku hawatir akan mengurangi haknya jika ku tuang dalam sajakku yang hitam


Ahirnya aku putuskan, untuk menulis cinta dan kasih sayang

Karena suatu saat nanti
Cinta yang akan menemani kesedihanku
Kasih sayang yang akan mengobati ketumpulan otakku

Karena aku juga percaya
Cinta yang akan menemani kehampaanku
Kasih sayang yang akan mengisi jiwa kosongku

Karena aku yakin
Cinta yang akan mengobati kepiluanku
Kasih sayang yang akan menghapus air mataku

Sekali lagi
Cinta yang akan membasuh sifat durjanaku
Kasih sayang yang akan menolongku

Berbicara tentang kesepian
Cinta yang akan mengisi sekeping hatiku
Kasih sayang yang akan merayuku

Aku coba memahami bahwa
Cinta kadangkala dihias sendu
Kasih sayang sebagai pelipur laraku

Sedang, persahabatan, kekecewaan, penghianatan, kebahagiaan, serta keindahan mereka akan sempurna jika bersanding dengan CINTA dan KASIH SAYANG

Posted By Kang Santri8:23:00 PM

Antara Tidur Dan Kematian

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Namaku Arthur Alison, seorang profesor yang menjabat Kepala  Jurusan Teknik Elektro Universitas London. Sebagai orang eksak, bagiku semua hal bisa dikatakan benar jika masuk akal dan sesuai rasio. Karena itulah, pada awalnya agama bagiku tak lebih dari objek studi. 

Sampai akhirnya aku menemukan bahwa Al Quran, mampu menjangkau pemikiran manusia. Bahkan lebih dari itu. Maka aku pun memeluk Islam.  Itu bermula saat aku diminta tampil untuk berbicara tentang metode kedokteran spiritual. 

Undangan itu sampai kepadaku karena  selama beberapa tahun, aku mengetuai Kelompok Spiritual dan Psikologis Inggris. Saat itu, aku sebenarnya telah mengenal Islam melalui studi tentang agama-agama.  

Pada September 1985 itulah, aku diundang untuk mengikuti Konferensi Islam Internasional tentang 'Keaslian Metode Pengobatan dalam Al Quran'di Kairo. Pada acara itu, aku makalah tentang 'Terapi dengan Metode Spiritual dan Psikologis dalam Al Quran'.  

Makalah itu merupakan pembanding atas makalah lain tentang 'Tidur dan Kematian', yang bisa dibilang tafsir medis atas Quran surat Az Zumar ayat 42 yang disampaikan ilmuwan Mesir, Dr. Mohammed Yahya Sharafi.  

Fakta-fakta yang dikemukakan Sharafi atas ayat yang artinya, "Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir," telah membukakan mata hatiku terhadap Islam. 

Secara parapsikologis, seperti dijelaskan Al Quran, orang tidur dan orang mati adalah dua fenomena yang sama. Yaitu dimana ruh terpisah dari jasad. Bedanya, pada orang tidur, ruh dengan kekuasaan Allah bisa kembali kepada jasad saat orang itu terjaga. Sedangkan pada orang mati, tidak.  

Ayat itu merupakan penjelasan, mengapa setiap orang yang bermimpi sadar dan ingat bahwa ia telah bermimpi. Ia bisa mengingat mimpinya, padahal saat bermimpi ia sedang tidur.  Al Quran surat Az Zumar ayat 42 ini juga menjadi penjelasan atas orang yang mengalami koma.

Secara fisik, orang yang koma tak ada bedanya dengan orang mati. Tapi ia tak dapat dinyatakan mati, karena secara psikis ada suatu kesadaran yang masih hidup.  

"Bagaimana Al Quran yang diturunkan 15 abad silam, bisa menjelaskan sebuah fenomena yang oleh teori parapsikologis baru bisa dikonsepsikan pada abad ini?" Jawaban atas pertanyaan inilah yang akhirnya meyakinkan aku untuk memeluk Islam. 

Selepas sesi pemaparan kesimpulan dalam konferensi itu, disaksikan oleh Syekh Jad Al-Haq, Dr. Mohammed Ahmady dan Dr. Mohammed Yahya Sharafi, akupun menyatakan dengan tegas bahwa Islam adalah agama yang nyata benarnya. 

Terbukti, isi Al Quran yang merupakan firman Allah pencipta manusia, sesuai dengan fakta-fakta ilmiah. Kemudian dengan yakin, aku melafadzkan dua kalimat syahadat yang sudah sangat fasih kubacakan. Sejak itu aku pun menjadi seorang Muslim dan mengganti namaku menjadi Abdullah Alison.  

Sebagai Ketua Kelompok Studi Spiritual dan Psikologi Inggris, aku telah mengenal banyak agama melalui sejumlah studi yang dilakukan. Aku mempelajari Hindu, Budha dan agama serta kepercayaan lainnya. Entah kenapa, ketika aku mempelajari Islam, aku juga terdorong untuk melakukan studi perbandingan dengan agama lainnya. 

Walaupun baru pada saat konferensi di Mesir, aku yakin benar bahwa  Islam sebuah agama besar yang nyata perbedaannya dengan agama lain. Agama yang paling baik diantara agama-agama lain adalah Islam. Ia cocok dengan hukum alam tentang proses kejadian manusia. Maka hanya Islam-lah yang pantas mengarahkan jalan hidup manusia.  

Aku merasakan benar, ada sesuatu yang mengontrol alam ini.  Dia itulah Sang Kreator, Allah Swt. Dari pengalaman bagaimana aku mengenal dan masuk Islam, aku pikir pendekatan ilmiah Al Quran bisa menjadi sarana efektif untuk mendakwahkan Islam di Barat yang sangat rasional itu.  

Kamis, 5 Safar 1423/ 18 April 2002 
Pesantren.net

Posted By Kang Santri8:02:00 PM

Tuesday, April 3, 2012

Kala Pecinta Patah Hati

Murtakibudz Dzunub - Ikhwan itu tertunduk lesu setelah membaca secarik kertas yang terbungkus rapi dalam amplop putih. Batinnya bergolak hebat tidak percaya dengan apa yang barusan ia baca. Mungkin sakit, pedih, perih, bak di sayat sembilu beracun yang sedang ia rasakan. 

Kenangan indah yang beterbangan di alam pikiran, semakin menghancurkan cita dan harapan. Namun ia tidak ingin menyalahkan keadaan dan asbab dari prahara hatinya.

"inilah takdir Allah.." begitu dalam bisik hatinya, sembari memejamkan mata.

Dulu aku mencintaimu karena hatiku memang menginginkan itu
Dulu aku menyayangimu karena aku menganggap kaulah yang dipilihkan Allah untukku

Sungguh tak tersirat dalam benakku untuk menyalahkanmu yang memilih meninggalkanku
Sungguh tak pernah terlintas dihatiku bahwa kau telah mendzalimiku

Karena aku sadar kala hatiku mencintaimu, Allah yang menggerakkan perasaan itu
Begitu juga saat kau meninggalkanku, karena Allah juga menginginkan hal itu

Namun yang harus kau tahu
Tak ada pecinta yang meninggalkan bekas dendam dihati
Tak ada pecinta yang menjadi budak oleh ego nafsu sendiri

Aku bukan patah hati karena kau mencampakkan ku
Aku bukan patah hati karena tidak bisa memilikimu

Tapi aku patah hati sebab aku cemburu melihatmu 
Karena kau telah berhasil menempatkan cintamu sepenuhnya untuk Tuhanmu
Sedangkan aku sendiri belum mampu 

Hatiku pilu, karena belum bisa sepertimu
Hatiku sakit, dengan cintaku yang berhasil membodohiku

"aku meninggalkanmu karena aku sayang padamu, kalau kau memang takdirku... aku akan setia menunggumu tanpa batasan waktu. Ijinkan saat ini aku meninggalkanmu, supaya aku tidak menduakan cintaku kepada Tuhanku karena besarnya cintaku padamu... (maaf)"

Itulah baris terahir dari suratmu yang menghantam hebat hati dan keimananku.

Posted By Kang Santri10:28:00 AM

Monday, April 2, 2012

Rumus Fuqoha' Bag. I

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Bismillahirrahmanirrahim. Mungkin masih banyak diantara kita yang kurang memahami (belum tahu) tentang istilah-istilah dalam kitab fiqih. Karena sering munculnya pertanyaan seperti: Ukuran kullatain itu berapa meter?, satu sho'? itu berapa gram?, satu mud itu berapa?. Karena dirasa rumus ini sangat penting untuk diketahui sebagai pegangan kita dalam mengamalkan syari'at Islam.


>> Satu QIROTH menurut imam Tsalasah [0,215 Gr]

>> Satu DIRHAM menurut imam Tsalasah [2,715 Gr]

>> Satu MITSKOL menurut imam Tsalasah [3,879 Gr]

>> Satu DANIQ menurut imam Tsalasah [0,430 Gr]

>> Satu DZIRO Al-Mu’tadil menurut Aktsarin-Nas [48 Cm]

- Menurut Al Makmun  : 41,666625 Cm
- Menurut An-Nawawi  : 44,720 Cm
- Menurut Ar-Rofi’i : 44,820 Cm

>> Satu MUD Menurut Imam Tsalatsah [9,22 Cm (P x L x T ) = 0,766 Ltr]

>> Satu SHO' Menurut Imam Tsalatsah [14,65 Cm (P x L x T ) = 3,145 Ltr]


>> Satu WASAQ Menurut Imam Tsalatsah [57,32 Cm  (P x L x T ) = 188,712 Ltr]

>> Satu SHO’ Gandum (Hinthoh) Menurut Imam An-Nawawi [1.862,18 Gr]

>> Satu MUD Gandum (Hinthoh) Menurut Imam An-Nawawi [ 456,54 Grm]

>> Satu SHO’ Beras putih [2.719,19 Grm]

>> Satu Mud Beras putih [679,79Grm]

>> Air DUA KULAH menurut An-Nawawi  [55,9 Cm (P x L x T ) = 174,580 Ltr]

- Menurut Ar-Rofi’iy [56,1 Cm (P x L x T ) = 176,245 Ltr]
- Menurut Ahli Iraq  [63,4 Cm (P x L x T ) = 245,325 Ltr]
- Menurut Aksarin-Nas [60 Cm (P x L x T ) = 187,385 Ltr]

>> Zakat Fitrah adalah satu SHO’  [2.719,19 Grm = 2,71919 Kg]

>> Jarak QOSHOR Sholat menurut:      

- Kitab Tanwirul Qulub  [80,640 Km]
- Al-Ma'Mun  [89,999992 Km]
- Ahmad Husain  [94,500 Km]
- Aksarul Fuqha [119,99988 Km]

>> Satu RITL BAGDAD menurut:            
- An-Nawawi [349,16 Grm]
- Ar-Rofi’i [353,49 Grm]

>> NISHOB SARIQOH emas menurut Imam Tsalasah  [0,97 Grm]

>> Satu UQIYAH  [12 Dirham]
>> Satu DIRHAM  [2 Gram]



Posted By Kang Santri4:07:00 PM

Saturday, March 31, 2012

Share Nasyid

(Edcoustic - Nantikanku dibatas waktu)

Dikedalaman hatiku tersembunyi harapan yang suci
Tak perlu engkau menyangsikan
Lewat kesalihanmu yang terukir menghiasi dirimu
Tak perlu dengan kata-kata

Sungguh walau kukelu tuk mengungkapkan perasaanku
Namun penantianmu pada diriku jangan salahkan

Reff :
Kalau memang kau pilihkan aku
Tunggu sampai aku datang nanti
Kubawa kau pergi kesyurga abadi

Kini belumlah saatnya aku membalas cintamu
Nantikanku dibatas waktu
 


(Edcoustic - Muhasabah Cinta)

Wahai... Pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dariMu
Kupasrahkan semua padaMu

Tuhan... Baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini kuharapkan cintaMu

Reff. :
Kata-kata cinta terucap indah
Mengalun berzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya ilahi....
Muhasabah cintaku...

Tuhan... Kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku denganMu



(In-Team - Bisikan Nurani)
 
Lautan kematian ombak
Tenang pantai tiada terusik
Begitulah tasik hatiku
Sejak kehadiranmu

Betapa aku hargai
Anugerah syurga di dunia
Doa kudus aku panjatkan
Semoga dirahmati

Telahpun ku syukuri
Di dalam hidup ini
Cinta suci kurniaan Ilahi

Kejernihan wajahmu
Sempurna pada pandanganku
Kau kirana
Keturunan terpilih
Disanjung serta dihormati
Kau permata
Kesederhanaanmu
Mengecap kekayaan dunia
Kau mestika
Ketaqwaan dirimu
Itu yang merantai jiwaku

Bukan aku memuji
Apalagi memuja
Salahkahku kagumi… perhiasan duniawi

Bisikan nuraniku
Engkaulah pilihanku
Akanku pertahankan
Amanah suci ini



(Saujana - Jalan Sehala)

Tuhanku Maha Pengasih
Tuhanku Maha Penyayang
sebelum pun sempat tangisku
jatuh ke bumi
rahmatNya menyambut[segera]

membisik bujukan penawar bersakti
apa lagi nak ku gusar
cinta Nya tak pernah gagal
hadir di kala ku sepi di kala ku bersedih

aku hanya berpegang janji
janji Nya kesungguhan yang pasti
pintu kemenangan
lorong bercahaya
langkah untuk ku pulang
jalan sehala

aduhai ibuku yang satu
janganlah ada barang ragu
biarpun seberkas dalam
andaiku terkorban nanti
sedang meniti kasih 

>>> Download .mp3


(Hawari - Belahan Jiwa)

Pandanglah wajah istrimu yang tercinta
Bayangkanlah penat lelah yang dirasakan
Namun tak pernah istrimu berkeluh kesah
Mengabdikan jiwa raganya kepadamu

Jangan kau siakan pengorbanannya
Jangan kau sakiti permaisurimu
Jangan biarkan dia bersedih
Menitikkan air mata

Sebelum detak jantung istrimu berhenti
Kasihi Istrimu dengan sepenuh hati
Sebelum istrimu kembali pada Tuhan
Sayangi istrimu janganlah kau sakiti
Bahgiakan bidadarimu
Belailah permaisurimu

Istriku sayang belahan jiwaku
Janganlah engkau bersedih hati
Istriku sayang permaisuriku
Bidadariku dunia akhirat

>>> Download .mp3

Posted By Kang Santri7:10:00 PM

Tauladan Rasulullah (Etika Menegur)

Filled under:

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَحْسَنِ النَّاسِ خُلُقًا فَأَرْسَلَنِي يَوْمًا لِحَاجَةٍ فَقُلْتُ وَاللهِ لاَ أَذْهَبُ وَفِي نَفْسِي أَنْ أَذْهَبَ لِمَا أَمَرَنِي بِهِ نَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَخَرَجْتُ حَتَّى أَمُرَّ عَلَى صِبْيَانٍ وَهُمْ يَلْعَبُونَ فِي السُّوقِ فَإِذًا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ قَبَضَ بِقَفَايَ مِنْ وَرَائِي قَالَ فَنَظَرْتُ إِلَيْهِ وَهُوَ يَضْحَكُ فَقَالَ: يَا أُنَيْسُ أَذَهَبْتَ حَيْثُ أَمَرْتُكَ قَالَ قُلْتُ نَعَمْ أَنَا أَذْهَبُ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ أَنَسٌ: وَاللهِ لَقَدْ خَدَمْتُهُ تِسْعَ 
سِنِينَ مَا عَلِمْتُهُ قَالَ لِشَيْءٍ صَنَعْتُهُ: لِمَ فَعَلْتَ كَذَا وَكَذَا أَوْ لِشَيْءٍ تَرَكْتُهُ: هَلاَّ فَعَلْتَ كَذَا وَكَذَا


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling indah budi pekertinya. Pada suatu hari beliau menyuruhku untuk suatu keperluan. Demi Allah, saya tidak pernah bepergian untuk keperluanku sendiri, tetapi selamanya saya pergi untuk melaksanakan perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepadaku. Pada saat saya pergi, dan kebetulan bertemu dengan beberapa orang anak sedang bermain-main di pasar. Tiba-tiba Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menepuk pundakku dari belakang. Saya menengok kepada beliau, dan beliau tersenyum. Lalu kata beliau; Hai, Anas kecil! Sudahkah engkau laksanakan apa yang aku perintahkan? Jawabku; Ya, saya akan pergi untuk melaksanakannya ya Rasulullah. 

Anas berkata; Demi Allah, sembilan tahun lamanya saya membantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan tidak pernah saya dapatkan beliau menegur saya atas apa yang saya kerjakan dengan ucapan; ‘Mengapa kamu tidak melakukan begini dan begitu.’ ataupun terhadap apa yang tidak saya laksanakan, dengan perkataan; ‘seharus begini dan begini.’ (Shahih Muslim)


Posted By Kang Santri3:28:00 PM

Friday, March 30, 2012

Penjelasan Tentang Wudlu Dhahir dan Bathin

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf, dia sangat warak dan sangat khusyuk sholatnya.

Namun dia selalu khawatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasakan kurang khusyuk.

Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Isam dan bertanya :

"Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan sholat?"

Hatim berkata : "Apabila masuk waktu solat aku berwudhu’ zahir dan batin."

Isam bertanya: "Bagaimana wudhu’ zahir dan batin itu?"

Hatim berkata, "Wudhu’ zahir sebagaimana biasa, yaitu membasuh semua anggota wudhu’ dengan air.
Sementara wudhu’ batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :
1. Bertaubat
2. Menyesali dosa yang dilakukan
3. Tidak tergila-gilakan dunia
4. Tidak mencari / mengharap pujian orang (riya’)
5. Tinggalkan sifat berbangga
6. Tinggalkan sifat khianat dan menipu
7. Meninggalkan sifat dengki

Seterusnya Hatim berkata, "Kemudian aku pergi ke masjid, aku bersiap shalat dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku bayangkan Allah ada di hadapanku, syurga di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, malaikat maut berada di belakangku, dan aku bayangkan pula bahwa aku seolah-olah berdiri di atas titian ‘Sirratul Mustaqim’ dan aku menganggap bahwa shalatku kali ini adalah shalat terakhirku, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik.

Setiap bacaan dan doa dalam shalat ku fahami maknanya, kemudian aku ruku’ dan sujud dengan tawadhu’, aku bertasyahud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas.
 
Beginilah aku bershalat selama 30 tahun."

Tatkala Isam mendengar, menangislah dia karena membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila dibandingkan dengan Hatim.

Referensi: Diambil dari Buku Kisah Penuh Hikmah 2 

Posted By Kang Santri3:14:00 PM

Satu Gereja Masuk Islam (Kisah Nyata)

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Cerita ini nampaknya sudah lama tetapi saya masih hendak ambil sebagai catatan untuk mereka yang belum mengetahuinya. Subhanallah, satu gereja masuk Islam gara-gara seorang pemuda Islam di Amerika

Sebuah kisah nyata yg terjadi di negerinya Paman Sam. Patut kita ambil hikmahnya, diantaranya :

1. Kebenaran Islam yang nyata,
2. Sangat beratnya timbangan kalimat syahadat,
3. Pentingnya bagi pemuda Muslim untuk menuntut ilmu,
4. Dsb.

Simak saja kisahnya…

Satu gereja masuk Islam benarkah? Semoga ALLAH mengijinkan kita menjadi pemuda seperti beliau, Amiiin….. Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika Rabu, 22 Februari 06 Ada seorang pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika.Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gerejayang terdapat di kampung tersebut.Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan, namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.

Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini.” Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, “Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya.” Barulah pemuda ini beranjak keluar.

Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pendeta, “Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim.” Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.” Kemudian ia beranjak hendak keluar, namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut. Sang pendeta berkata, “Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat.” Si pemuda tersenyum dan berkata, “Silahkan! Sang pendeta pun mulai bertanya,

Sebutkan:

Satu yang tiada duanya,
Dua yang tiada tiganya,
Tiga yang tiada empatnya,
Empat yang tiada limanya,
Lima yang tiada enamnya,
Enam yang tiada tujuhnya,
Tujuh yang tiada delapannya,
Delapan yang tiada sembilannya,
Sembilan yang tiada sepuluhnya,
Sepuluh sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
Sebelas yang tiada dua belasnya,
Dua belas yang tiada tiga belasnya,
Tiga belas yang tiada empat belasnya.

Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyu- kainya?
Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!
Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab dengan batu dan siapakah yg terpelihara dari batu itu?
Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!

Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?”
Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah.

Setelah membaca basmalah ia berkata,

Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.

Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman, “Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).” (Al-Isra’:12) .

Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali
dinding yang hampir roboh.

Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur’an.

Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.

Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ketika Allah SWT menciptakan makhluk.

Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman, “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” (Al-Mulk:3).

Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman,
“Dan malaikat-malaikat berada dipenjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas(kepala) mereka.” (Al-Haqah: 17).

Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan *

Sepuluh sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.” (Al-An’am: 160).

Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf.

Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu’jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah,
“Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah dari padanya dua belas mata air.” (Al-Baqarah: 60).

Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.

Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT berfirman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. ” (At-Takwir:18).
Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.

Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya,”Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami,lalu dia dimakan serigala.” Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, ” tak ada cercaaan ter-hadap kalian.” Dan ayah mereka Ya’qub berkata, “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai.” (Luqman: 19).
Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.

Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” (Al-Anbiya’: 69).

Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).

Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT, “Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 2)

Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim tersebut.Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta.

Pemuda ini berkata, “APAKAH KUNCI SURGA ITU?” mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.

Mereka berkata, “Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya! “
Pendeta tersebut berkata, “Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah. “

Mereka menjawab, “Kami akan jamin keselamatan anda.”
Sang pendeta pun berkata, “Jawabannya ialah: ASHADU AN LA ILAHA ILLALLAH WA ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH.”

Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam. ALLAHU AKBAR! Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.** Subhanallah…!!
(Semua itu tentu dengan Ilmu……)

** Kisah nyata ini diambil dari Mausu'ah al-Qishash al-Waqi'ah melalui internet,
*  Penulis tidak menyebutkan yang kesembilan (pent.)



Posted By Kang Santri3:03:00 PM

Al-Quran Bisa Mempengaruhi Kecerdasan Janin

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Dulu sebelum ada penelitian bahwa janin yang ada didalam kandungan harus sering mendengarkan musik klasik, bahkan sekarang pun masih ada yang pake khususnya yang muslim. Padahal dia tahu manfaat janin diperdengarkan Al Quran atau Murrotal, sangat bagus untuk pendidikan janin tersebut. Tapi tetep yang pake musik klasik tersebut lebih percaya banget pada musik klasik, "Aneh kan?"

Padahal justru Al Quran lah yang sangat ermanfaat sekali, karena dulu belum ada penelitian. coba deh buktikan. Ini contoh isi Al Quran buat anak "I Love My Al Quran" (Mizan)

Kini tengah dikembangkan metoda pendidikan pada janin yang dilakukan dengan memberi stimulasi (rangsangan) pada sel-sel otak janin.

Caranya dengan memperdengarkan bacaan Al Quran, nasyid, cermah dll. Menurut para ahli, organ-organ tubuh janin selesai terbentuk pada usia 5 bulan dalam kandungan. Setelah masa itu, terjadi proses perkembangan atau pematangan dari seluruh sel-sel organ yang telah terbentuk dan berfungsi secara sempurna. Bersamaan dengan itu, diusia ini otak janin pun sudah mampu menterjemahkan rangsang suara.

Jadi, memang benar jika Ibu hamil sering memperdengarkan bacaan Al Quran bisa merangsang sel-sel otak janin sebelum lahir, tapi bukan berarti janin akan lebih cerdas dengan kapasitas dan volume otak yang lebih besar karena bagaimanapun volume otak sudah ditentukan oleh gen masing-masing,minimal, sel-sel otak sudah diberi stimulasi sedini mungkin hingga ia dapat bekerja lebih optimal.


Sumber: http://www.ibudanbalita.com


Posted By Kang Santri2:41:00 PM

Wednesday, March 28, 2012

Puisi Ini Untukmu

Filled under:



[ Wahai engkau... ku tulis puisi ini untukmu
Jaga hati dan iman mu baik-baik ]


Aku hanya terdiam memandang kasih sayang yang kau tawarkan

Bukan hanya kata yang tak bisa ku ucap
Hati ini juga tak mampu menterjemah apa yang tersirat

Ku rasakan keindahan kasihmu
Selembuat buaian sutera lembut di alam mimpiku

Perjumpaan kala itu bak cengkurai kasih
Yang teramat sayang jika tak ku raih

Sejuk tulus sayangmu yang menghentikan tangisku
Indah perhatianmu sebagai penyempurna ikhtiarku

Wahai engkau...

Biarkan aku membalas ketulusanmu dengan curahan doaku yang tak pernah habis
Ijinkan aku memapahmu saat kau mulai tertatih berjalan diatas penderitaan hidupmu
Perkenankan aku untuk selalu terjaga demi menjaga perasaan sucimu

Kuatkanlah hatimu untuk mempercayaiku
Karena dalam tirakatku
Aku sudah meminta restu kepada Tuhanmu
Bahwa aku ingin selalu menjagamu

Ajari aku membaca hatimu
Juga kuatkan hatiku saat mulai rapuh mencintamu



Posted By Kang Santri8:13:00 PM

Perselingkuhan Ilmu Dengan Nafsu

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Salah satu fitnah terbesar buat seorang 'Alim adalah saat ia menjadi budak oleh ilmunya sendiri, dalam artian saat ilmu sudah di tumpangi oleh kepentingan hawa nafsu duniawi.

Ibnu Atta’illah  As-Sakandary mengatakan:  

”Wahai manusia engkau berguru atau mencari sahabat yang bodoh, yang ia tidak menuruti hawa nafsunya, itu lebih baik dari pada engkau berguru pada orang alim yang merelakan dirinya untuk mengikuti hawa nafsunya. Lalu ilmu macam apa yang ada pada orang alim yang mengikuti hawa nafsunya itu? dan disebut kebodohan macam apa jika orang itu mampu tidak menuruti hawa nafsunya?” 

Mari bersama kita renungkan, paling tidak kita bisa meminimalisir untuk terhindar dari sifat riya, 'ujub, sum'ah dan semua sifat madzmumah lainnya yang sering menempel pada hati orang yang pandai ('alim) dengan ilmu pengetahuan dunia lebih-lebih ilmu agama. 

Sia-sia bacaan qur'an kita fasih dengan suara yang merdu, tetapi hati kita ditumpangi nafsu ingin pamer dan mendapat pujian.

Percuma kita pandai berdialog tentang agama, akan tetapi dalam hati kita penuh kepuasan saat mampu mengalahkan lawan, karena saat itu juga tanpa sadar hawa nafsu sudah berhasil menguasai.

Juga tiada gunanya kita lihai mengolah kata yang membuat orang yang membaca menjadi takjub dan terkesima, tapi dalam hati penuh 'ujub, riya dan sum'ah.

Itulah sedikit gambaran antara perselingkuhan ilmu dengan hawa nafsu yang begitu halus dan lembut hingga sering tidak kita sadari.

Posted By Kang Santri10:07:00 AM

Tuesday, March 27, 2012

Perjalanan Menemukan Dzikir

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Perjalanan menemukan sebuah dzikir, tak ubahnya kita menemukan sebuah ketenangan bathiniyyah, yang mana tiap individu seorang muslim akan medapati sebuah jalan yang tidak sama dengan muslim lainnya. Tentunya hal ini terjadi karena tingkat rasa penerimaan dan keihlasan muslim yang berbeda-beda.

Seperti halnya saat kita sakit, kita akan meminum obat yang sama seperti kebanyakan orang. Dan bisa kita jumpai ada yang langsung sembuh, tidak ada reaksi apa-apa, atau bahkan sakitnya tambah parah. Kenapa hal yang demikian bisa terjadi? karena daya ketahanan tubuh kita yang berbeda-beda.

Begitu juga dengan dzikir, seperti yang sudah Allah tuturkan dalam ayat berikut,

  الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. Ar Ra'd : 28)

Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa saat kita berdzikir kita tidak menemukan ketenangan? bahkan terasa biasa-biasa saja seolah tidak ada hal yang istimewa? Padahal lafadz dzikir yang kita baca adalah dzikir yang sama? 

Jawabannya hampir sama seperti ilustrasi diatas, yakni karena kadar keimanan dan tingkat kepasrahan juga keihlasan kita yang berbeda.

Ikhtiar Mendapat Kenikmatan Dzikir 

Sebelumnya yang harus kita tanamkan dalam hati adalah 'semua yang menggerakkan hati kita, apa yang tersirat dalam hati, pikiran, semua adalah Allah yang menggerakkan, kita masih diberi karunia bisa mengingatnya juga atas anugerah dariNya'.


Kemudian, belajar memasrahkan segenap jiwa raga (dengan segala kedhoifan kita) menuju pada pada satu Dzat penggenggam kehidupan. Membayangkan dosa sekecil apapun yang kita lakukan pasti tidak akan pernah luput dari yang namanya hisab. Merasakan pergerakan aliran darah dan desahan nafas sambil mencoba menghadirkan 'Allah' benar-benar mengawasi kita saat ini. Kemudian pilih dzikir yang sudah kita fahami makna yang terkandung dikebesaran dalam kalimahnya, seperti lafadz "HASBUNALLAH WANI'MAL WAKIL, NI'MAL MAULA WA NI'MAN NASHIR".


Merasakan nikmat dzikir menurut pengalaman saya pribadi seperti halnya saat kita 'reflek', artinya kita tidak mengetahui awal mula datangnya rasa itu. Seperti halnya saat kita larut dalam keharuan dan tangis, karena semua kejadian itu tidak bisa kita dramatisir. Karena rasa penuh pasrah dalam jiwa kehambaan yang berhasil membawa kemomen sakral seperti itu. Inilah salah satu kekuatan dzikir yang bisa meremuk redam segala sifat angkuh seorang hamba.

Teringat sebuah kisah, Saat orang kafir ingin membunuh Rasulullah dengan pedangnya, "hai Muhammad, sekarang siapa yang bisa menolongmu?', kemudian Rasulullah hanya menjawab "Allah..." langsung seketika itu juga tangan sang kafir gemetar hingga pedangnya terjatuh.

Dari kisah ini, Rasulullah ingin memberi tauladan buat kita, bahwa rasa kepasrahan dalam berdzikir yakni hanya dengan menyebut asma 'Allah' saja sudah membuat sang kafir lemah tidak berdaya. Inilah salah satu contoh kekuatan jiwa dalam dzikir yang sudah Rasulullah ajarkan pada ummatnya.

Dzikir Yang Ideal

Kemudian dzikir yang idel itu seperti apa? Karena sering kita terjebak dengan bacaan dzikir yang panjang dan melelahkan hingga berakibat melenceng dari maksud dari dzikir itu sendiri.

Biasanya himmah kita dalam mencari dzkir (berdzikir) saat kita dihadapkan pada keadaan jiwa terlemah (karena biasanya pada saat itu kita sudah tidak bisa melakukan apa-apa dalam memecahkan kesulitan hidup.)


Hingga tak jarang kita mencari dzikir atau do'a-do'a yang instan supaya kita cepat terbebas dari permasalahan dunia. Tentu saja cara ini kurang arif untuk kita lakukan, karena sejatinya Rasulullah sendiri sudah mengajarkan kepada kita dengan hidzib-hidzib (dzikir) dari kita mulai bangun tidur hingga tidur lagi [baca: Adzkar An-Nawawi]

لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ العَظيمُ الْحَليمُ, لاَ اله الا اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ, لا اله الا اللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ, رَبُّ العَرْشِ الْكَرِيْمِ.

يَاحَيُّ يَاقَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ, لا اله الا اللهُ الْكَرِيْمُ الْعَظِيْمُ,

سُبْحَانَهُ تَبَارَكَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ, اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ أَسْتَغِيْث.

لا اله اِلاَّ اَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ.


Do'a ini bisa kita amalkan secara istiqomah (terus-menerus) tanpa kita menunggu Allah menguji kita lagi dengan kesusahan. Insya Allah dengan sendirinya kita akan menemukan dzikir atau do'a yang benar-benar bisa meresap kedalam hati.  Dengan melatihnya dengan kesungguhan dan pemusatan pikiran yang sepenuhnya menuju Allah.

Itulah kenapa saat kita lupa berdzikir (yang sudah istiqomah) kita masih disunahkan untuk meng-qadha (mengulanginya lagi).

Jadikan dzikir sebagai gaya hidup seorang muslim, untuk mendapat ketenangan bathiniyyah sebagaimana Rasulullah bersabda bahwa "do'a adalah senjatanya orang mukmin".


Wallahua'lam

Posted By Kang Santri11:54:00 AM

Monday, March 26, 2012

Kehidupan Memang Seperti Ini

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - "Guru, saya pernah mendengar kisah seorang arif yang pergi jauh dengan berjalan kaki. Cuma yang aneh, setiap ada jalan menurun, sang arif konon agak murung. Tetapi kalau jalan sedang mendaki ia tersenyum. Hikmah apakah yang bisa saya petik dari kisah ini?"

"Itu perlambang manusia yang telah matang dalam meresapi asam garam kehidupan. Itu perlu kita jadikan cermin. Ketika bernasib baik. sesekali perlu kita sadari bahwa satu ketika kita akan mengalami nasib buruk yang tidak kita harapkan. Dengan demikian kita tidak terlalu bergembira sampai lupa bersyukur kepada Sang Maha Pencipta. Ketika nasib sedang buruk, kita memandang masa depan dengan tersenyum optimis. Optimis saja tidak cukup, kita harus mengimbangi optimisme itu dengan kerja keras."

"Apa alasan saya untuk optimis, sedang saya sadar nasib saya sedang jatuh dan berada dibawah."

"Alasannya ialah iman, karena kita yakin akan pertolongan Sang Maha Pencipta."

"Hikmah selanjutnya?"

"Orang yang terkenal satu ketika harus siap untuk dilupakan, orang yang diatas harus siap mental untuk turun kebawah. Orang kaya satu ketika harus siap untuk miskin."

--------

Saudaraku, satu hal yang pasti saat kita di hadapkan pada kenyataan yang terasa amat berat untuk kita lalui mungkin kita sering merasa pesimis untuk bisa bangkit menuju taraf kehidupan yang lebih baik. Kenapa hal itu bisa terjadi? Adalah karena kelemahan iman kita sendiri yang membuat luntur keyakinan akan kasih sayang Allah.

Banyak dari kita yang salah menafsirkan tentang kasih sayang Allah, seolah kalau semua keinginan kita dituruti itulah tandanya Allah sayang pada kita, padahal tidak demikian. 

Coba kita lihat seorang anak kecil yang merengek minta dibelikan petasan oleh kedua orang tuanya, pasti saat itu sang anak menganggap bahwa hal yang paling membahagiakannya adalah saat orang tuanya menuruti keinginannya, sang anak tidak paham kenapa sampai kedua orang tuanya bersikeras tidak memenuhi permintaannya. Inilah salah satu contoh kasih sayang yang ingin diperlihatkan kepada anaknya demi menjaga keselamatannya.

Begitu juga dengan kasih sayang Allah. Karena Allah lah yang lebih tahu untuk kebaikan mahluk-mahlukNya. Seperti yang terkandung dalam makna 'Basmalah' bahwa Allah adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada hamba-hambanya. Tak ada perwujudan kasih sayang yang bisa menandingi kasih sayangNya.

Anggap lah saat kita berada pada situasi apapun, semua karena perwujudan dari kasih sayang Allah. Saat kita sedang berada diatas, pun juga saat kita sedang terpuruk dibawah. Karena sejatinya di saat-saat seperti itulah keimanan kita sedang dipertanyakan atau di uji oleh Allah. Apakah makin menguat atau semakin lembek.

Wallahua'lam



Posted By Kang Santri10:36:00 PM