Monday, February 6, 2012

Rasulullah SAW dan Pengemis Buta

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.


Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.
Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu,Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?

Aisyah RA menjawab,Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja.

Apakah Itu?, tanya Abubakar RA.

Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana, kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya.
Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik, Siapakah kamu? Abubakar RA menjawab,Aku orang yang biasa (mendatangi engkau). Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, bantah si pengemis buta itu.

Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia….

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.



Posted By Kang Santri10:17:00 PM

Detik-Detik Wafatnya Rasulullah

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Fatimah binti Rasulullah sedang diliputi kesedihan karena ayah tercintanya sedang dilanda sakit, tiba-tiba dari luar pintu terdengar seseorang berseru mengucapkan salam, kemudian berkata:

“Bolehkah aku masuk?” tanyanya.

Tanpa mengetahui siapa orang itu, Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”

“Tak tahulah ayahku, orang itu sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya.

Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. “Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu, ” kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

“Engkau tidak senang mendengar khabar ini wahai kekasih Allah?” Tanya Jibril lagi. “Wahai Jibril, khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakitnya sakaratul maut ini.”
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

“Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.
“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. “Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis-shalaati, wa maa malakat aimaanukum – peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.” Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii!”

Subhanallah, tulisan ini menginagtkanku sekitar 10 tahun yang lalu saat pertama kali membaca kisah wafatnya Rasulullah. Masih ku rasakan bagaimana terharu dan sedihnya waktu itu. Karena kesan pertama membaca kisah wafatnya Rasulullah seolah begitu masuk kehati hingga bercucuran airmata penuh keharuan.

 

Posted By Kang Santri10:11:00 PM

Hari Ini Iblis Berhasil Menertawakanku

Murtakibudz Dzunub - Mungkin hari ini Iblis dan bala tentaranya sedang tertawa terbahak-bahak merayakan keberhasilannya, yang sukses membuat hatiku terpuruk seakan tak berbentuk.

Bahkan anak kecil pun takut melihat kemuraman raut muka ku hari ini,  harus aku akui bahwa ketika Allah menguji kita dan kita berhasil melewatinya suatu saat nanti Allah akan menguji kita lewat orang-orang yang dekat dengan kita entah itu keluarga, tetangga, bahkan sahabat.

Begitu juga dengan Syaithon la'natullah 'alaih, saat dia gagal merayu kita untuk mengikuti bisikannya. Maka dia akan beralih menemui orang-orang yang dekat dengan kita yang bisa dijadikannya sebagai media.


Kenapa syaithon hari ini menertawakanku?
Bukankah semalam dia menangis melihatku?

Karena hari ini hatiku terbawa oleh kesedihan orang terdekatku.
Karena hari ini seolah hatiku ingin berteriak beringas.
Karena hari ini hatiku gundah dan resah hingga membuat apa yang seharusnya 
hari ini aku selesaikan jadi terbengkalai.
Hanya bisa kulihat arsip materi tulisan yang belum mampu kuselesaikan, 
karena benar-benar otak ku sedang tumpul. Karena hari ini bisikannya
berhasil mengelabui hatiku.

Hingga aku berfikir, "tak ada waktu seindah malam hari"
Karena pada waktu malam, sudah ku letakkan semua penat duniawi dalam tas hitamku
Karena pada waktu siang, syaithon-syaithon yang selalu mengikuti orang yang mencari 
rezeki sudah kembali ke posnya masing-masing
Karena pada waktu siang, memang lebih banyak bising dari pada hening

(hemm.. kiranya sudah cukup menyalahkan syaithon. Sekarang kita ambil sisi baiknya)

Kita tahu bahwa Iblis amat membenci bahkan menangis ketika melihat seorang mukmin berhasil menghidupkan malamnya dengan shalat, munajat, baca qur'an juga dzikir.

Kalau kita ditanya "masihkah kau mahu mendapat anugerah menghidupkan malammu?" Jika kita menjawab mahu, maka bersiap-siaplah dengan teror juga fitnah dari bisikan syaithon,  karena dia pasti bersumpah supaya kita tidak bisa mendapatkan kemuliaan di malam itu.

Itulah kenapa saat kita diuji dan kita mampu, Allah mengalihkan ujian kita lahir bukan dari diri sendiri tapi melainkan dari orang-orang sekitar, semua tidak lain agar kita bisa menghidupkan malam guna merintih dalam shalat dan munajat.

Oke, baiklah wahai syaithon la'natullaoh 'alaih.

Cukup disini saja menikmati tertawamu, sebentar lagi raut muka kusutku akan disiram air wudlu untuk shalat dhuhur, dan aku tahu pasti saat itu kamu akan lari terbirit-birit ngumpet di selokan saat mendengar adzan.

La haula wala quwwata illa billah......


Posted By Kang Santri1:03:00 PM

Sunday, February 5, 2012

Wanita, begitu besar fitnahmu buat kami (Lelaki)

Filled under:

Murtakibudz DZunub - Siapa yang bisa menolak tipu daya dari seorang wanita? Tidak ada satu pun yang bisa menolak, kecuali mereka yang senantiasa dalam penjagaan Allah.

Qabil, Harut dan Marut, Bal'am, Barsisha dan lain sebagainya... Mereka yang sudah mencapai kedudukan tertinggi dihadapan Allah, harus binasa karena fitnah dari kecantikan seorang wanita.

Apalagi seorang hamba biasa yang tingkat keimanannya masih ditingkat terendah? "Astaghfirullah...". Benarlah jika Rasulullah pernah bersabda yang diriwayatkan oleh Asysyihaab, bahwa "Wanita adalah alat perangkap (penjaring) setan.."

Wanita digunakan Iblis la'natullah 'alaih sebagai senjata pamungkas, ketika senjata yang lainnya tandas.

Wahai kaum dari Ibu Hawa...
Kami sangat bersyukur dan berterimakasih karena engkau sudah menjadi shalihah
Kami sangat bangga kepadamu yang terus berusaha ingin menjadi shalihah

Kami para lelaki Insya Allah akan membantumu menjaga auratmu dan kehormatanmu
Karena kami juga sadar bahwa kamilah salah satu yang menyebabkan diantara kalian tidak mampu menjadi shalihah

Sebagaimana dulu Rasulullah berkata dalam riwayat Ibnu Majah dan Al Hakim:

Tiap menjelang pagi hari dua malaikat berseru: "Celaka laki-laki dari godaan wanita dan
celaka wanita dari godaan laki-laki."

Wahai wanita, engkau adalah ibu dari lelaki, engkau adalah nenek dari lelaki, engkau adalah kakak dari lelaki, engkau adalah adik dari lelaki, engkau adalah istri dari lelaki, engkau adalah ibu dari anak-anaknya lelaki, dan engkau juga nenek dari cucu-cucunya lelaki. Maka dari itu kami (lelaki) amat sedih saat membaca hadits ini....

Diperlihatkan kepadaku neraka kebanyakan penghuninya kaum wanita karena kekufuran mereka. Para sahabat bertanya, "Apakah mereka kufur kepada Allah?" Nabi Saw menjawab, "Mereka mengkufuri pergaulan dan kebajikan (kebaikan). Apabila kamu berbuat ihsan kepada seorang dari mereka sepanjang umur lalu dia mengalami sesuatu yang tidak menyenangkannya
dia akan berkata, "Kamu belum pernah berbuat baik kepadaku." (HR. Bukhari)

Hingga kami selalu berdo'a, agar engkau tidak termasuk diantara salah satu yang disebutkan di hadits tadi.

Untuk itu, mari kita jaga 'hablum minannas' ini dengan baik, karena kami membutuhkanmu seperti juga engkau membutuhkan kami untuk berjalan diatas landasan ketaqwa'an.

Dan inilah wasiat Rasulullah, yang harus kita jaga bersama,
Barangsiapa berjabatan tangan dengan perempuan yang bukan mahramnya
maka dia dimurkai Allah Azza wajalla. (HR.Ibnu Baabawih)

Seorang wanita yang memakai minyak wangi lalu lewat di tengah-tengah kaum (laki-laki)
dengan maksud agar mereka menghirup bau harumnya maka wanita itu adalah pelacur. (HR. An-Nasaa'i)

Tiada aku meninggalkan suatu fitnah sesudahku lebih berbahaya terhadap kaum pria
daripada godaan wanita. (HR. Bukhari dan Muslim)

Posted By Kang Santri3:46:00 PM

Saturday, February 4, 2012

Saat Ajal Menjemput ku Nanti

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Sahabat... Ketika ajal menjemputku nanti, ku harap ada bias-bias kebaikan amal yang sedia menemani.

Ketika maut merenggutku nanti, ku ingin bersandar pada tirai warna pelangi bertudung sutra senja dari ketulusan budi dengan iman di hati sebagai bekal yang akan ku bawa nanti.

Ketika malaikat maut mengunjungiku nanti diatas pembaringan jasad, ku nanti bimbinganmu menuntun lafadz thayyibah nan indah.

Ketika sakaratul maut nanti, meski tak sempat sebenarnya ada yang ingin aku  sampaikan kepadamu sahabat.

Sebentar lagi akan sirna semua nikmat duniawi, beberapa detik lagi tak kan kau jumpai senyum, canda, bahkan tangis dari raut muka kotor ini.

Hanya berharap semoga ikatan yang di jalin diatas pondasi cinta dan benci semata karena Allah bisa mempertemukan kita di syurga nanti.

Janganlah bersedih hati atas prahara ini, hapus air matamu aku akan menunggumu karena pasti suatu saat nanti kau akan menyusulku.

Ambillah kebaikan dari ikatan ini supaya manfaatnya masih bisa ku dapati, dan aku berharap engkau tidak menceritakan kepada orang-orang atas keburukan yang telah aku lakukan selama hidupku.

Ku nanti syafaatmu, ketika malaikat penjaga neraka meluluh-lantahkan ragaku dan membakar kulit tipis ku, supaya aku bisa merasakan wangian syurga bersamamu.

Saat jasad ku di usung di dalam keranda berbalut harum kenanga dan melati, do’akan aku. Semoga setelah kau kuburkan nanti, dengan Rahmat dan belas kasihNya bisa ku jawab pertanyaan-pertanyaan dari kedua malaikat itu. Agar lapang kuburku, supaya tak kualami penyempitan kubur yang akan meremukkan tulang-tulang rusukku.

Salam kesejahteraan ku sampaikan untukmu, bagimu masih ada waktu memperbaiki diri dan memperbanyak amal shalih. Sekarang waktu ku hampir habis, aku akan merindukan saat kita larut dalam sedu tangisan dzikir malam itu.

Sahabat, aku menunggumu....


Posted By Kang Santri5:03:00 PM

Friday, February 3, 2012

Cinta Suci Seorang Muslimah

Murtakibudz Dzunub -  Dikisahkan ada seorang pemuda yang sangat terpesona melihat kecantikan seorang wanita,  hatinya selalu gelisah sejak tatapan pertamanya, dia  gemetar  tatkala bayangan wajahnya hadir dalam lamunan, hingga ia merasa sangat tersiksa dengan perasaan cinta yang menjangkiti dirinya.

Dengan memberanikan diri  ia menyuruh salah seorang budaknya untuk menyampaikan perasaan hatinya. Ia pun menulis sepucuk surat yang diletakkan diatas nampan perak dengan ditutupi selembar kain sutera kuning.


“wahai engkau yang sudah membuat diriku  dimabuk kepayang setelah memandang wajahmu, kiranya hasrat untuk menyampaikan perasaanku bisa mengurangi kegundahanku karena senantiasa mengingat dan membayangkan wajahmu.”

Wanita tadi pun membalas suratnya,

“wahai pemuda, kiranya apakah yang membuat dirimu amat tertarik melihat ku…?”

Sambil melancarkan jurus rayuannnya,

“aku terpesona dengan keindahan matamu dinda…”

Kemudian wanita tadi mengambil pisau dan mencongkel kedua matanya,

Dalam surat balasannya,

“wahai pemuda kalau kiranya kedua mata ini yang membuatmu terpikat, maka aku berikan kepadamu kedua bola mataku. Karena aku sendiri gelisah ternyata kedua mataku membawa fitnah bagimu”

Pemuda tadi kaget bukan kepalang setelah membuka nampan yang ternyata berisi dua bola biji wanita yang dicintainya. Hingga rasa malu kepada wanita itu membuatnya menagis berhari-hari meratapi kesalahnnya. Dan ternyata  setelah kejadian itu dia menjelma menjadi seorang pemuda yang shalih dan pemalu kepada wanita beda dengan yang sebelumnya.

Sahabat, betapa agung dan mulianya seorang Muslimah, hingga sifat-sifat mereka dipuji oleh Allah dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya lelaki dan wanita yang muslim, lelaki dan wanita yang mukmin, lelaki dan wanita yang taat, lelaki dan wanita yang jujur, lelaki dan wanita yang sabar, lelaki dan wanita yang khusyu’, lelaki dan wanita yang bersedekah, lelaki dan wanita yang berpuasa, lelaki dan wanita yang memelihara kehormatannya, lelaki dan wanita yang banyak menyebut nama Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” ( QS Al Ahzab: 35 )

Karena dia adalah pembakar  semangat  pasukan Rijalillah dalam Jihadun-Nafsi, demi cinta sejatinya (cinta kepada Allah)  ia rela menanggalkan jubah kemawahan duniawi, ia tidak terpengaruh oleh zaman, ia gigih dalam menjalankan syari’at, cintanya tidak pernah terbagi selain mencinta-Nya, ia menangis dan gundah kalau kecantikannya dzatiahnya membuat kaum Adam terlena  hingga lupa akan cinta kasih-Nya.

Demi sinar bahagia di surga  ia rela melepas nafsu syahwat dunia

Demi  menjaga mutiara imannya ia sering teteskan peluh airmata dan keringat  untuk  menjaga kehormatannya

Demi cinta hakikinya ia sibukkan diri dengan lantunan halus dalam munajatnya

“ Saya tidak akan mengabdi kepada Tuhan, seperti seorang buruh yang selalu mengharapkan gaji” kata Rabia’ah.

Ketika ditanya apakah dia benci setan, dia menjawab bahwa dia tidak benci setan.

“ Aku mencintai Tuhan, tetapi aku tidak benci setan. Cinta tidak akan meninggalkan ruang di hati bagi yang lainnya.”

Kemurnian cinta Rabi’ah memancar dari seruannya,

“ Oh Tuhanku! Jika aku meyembahmu karena takut neraka, maka lemparkan aku ke dalam neraka. Jika aku meyembahmu karena mengharapkan surga, maka jauhkan aku dari surga.”

Subhanallah….

Rasulullah saw bersabda,” Wahai sekalian wanita, sesungguhnya yang paling baik di antara kalian akan memasuki surga sebelum orang yang terbaik di kalangan lelaki. Mereka akan mandi dan memakai minyak wangi dan menyambut suami-suaminya di atas keledai-keledai merah dan kuning. Bersama mereka anak-anak kecil. Mereka seperti batu permata yang berkilauan.”

Demikian mulianya seorang wanita shalihah, sehingga Abu Sulaiman Ad Darani r.a berkata,

”Istri yang shalihah bukan termasuk dunia, karena istri itu menjadikanmu tempat (beramal demi) akhirat.” 

Posted By Kang Santri9:01:00 AM

Tuesday, January 31, 2012

Bentuk Kasih Sayang Tak Selamanya Menyenangkan

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Sudah biasa rasanya kita melihat perwujudan dari kasih sayang selalu membuahkan kebahagiaan dan ketentraman batiniah, namun kali ini saya ingin mengurai sedikit tentang tsamroh dari kasih sayang hingga seakan membuat hati kita porak-poranda dan merasa terdholimi karenanya.

Tulisan ini terinspirasi dari kisah nyata yang saya adopsi dari pengalaman pribadi dan pengalaman dari beberapa sahabat dekat. Tentang kasih sayang yang seakan berubah wujud menjadi kedholiman.

Disini yang akan saya ambil sebagai contoh adalah "kasih sayang yang terwujud dengan perpisahan" karena mungkin sebagian besar dari kita pernah mengalami hal yang demikian.

Yang perlu kita garis bawahi terlebih dahulu adalah: untuk menyampaikan kasih sayang kepada seseorang entah itu keluarga, sahabat, bahkan kekasih, manusia memliki caranya sendiri-sendiri. Nah dari sini sangat bisa dimaklumi, kalau terkadang ungkapan dari kasih sayang tidak bisa diterima bahkan difahami. Hingga ahirnya malah berbalik menjadi rasa benci yang sekan
sudah tidak bisa lagi diampuni.

Satu contoh, terjalinlah sebuah persahabatan antara ikhwan dan seorang akhwat. Hubungan keduanya terjalin dari ketidak sengajaan, hingga akhirnya keduanya menemukan kecocokan dalam setiap obrolan ataupun pembahasan tentang keagamaan dan masalah pribadi mereka.

Mungkin keduanya seakan membenarkan, kalau mereka hawatir dibalik persahabatannya ini suatu saat nanti bisa menimbulkan benih cinta diantara salah satu dari keduanya hingga mereka berusaha membentengi supaya hal itu tidak pernah terjadi.

Hingga ahirnya tibalah masa menguji persahabatan mereka. Dengan satu alasan yang tidak saya jelaskan disini (mungkin suatu saat nanti akan saya susun menjadi cerita pendek), entah apa yang sedang sang ikhwan tadi rasakan karena apa yang menimpa pada dirinya sudah membuat seolah ia harus mengambil keputusan yang tidak pernah ia pertimbangkan terlebih dahulu, mungkin ia tidak pernah berfikir, kalau keputusannya akan membuat sahabatnya tidak pernah bisa memaafkan kekhilafannya.

Tapi yang pasti, ia melakukan tindakan bodoh (memutuskan persahabatan yang tidak memberi tahu alasannya terlebih dahulu) karena sebagai tanda sayangnya dia kepada sang akhwat. Karena ikhwan tadi terlalu hawatir, dengan hal buruk yang akan menimpa sahabatnya kalau saat itu juga (saat ikhwan memutuskan memutuskan persahabatan) masih dekat dengan sahabat perempuannya, seperti kejadian-kejadian aneh  yang sering ia alami sebelumnya.

Hingga akhirnya terputuslah tali persahabatan keduanya.

Contoh diatas merupakan salah satu bukti, bahwa kasih sayang tidak selamanya berwujud hal yang menyenangkan. Yang ada malah kekecewaan bahkan menjadi kebencian yang tidak pernah termaafkan.

Tapi bagaimanapun juga, kasih sayang tetaplah kasih sayang. Meskipun ia berwujud pada hal yang buruk sekalipun, karena kita tidak akan pernah mampu mengunggkap secara sempurna hikmah apa yang terkandung didalamnya.

Bersyukurlah kepada mereka yang masih menyayangi kita karena Allah bukan kerena selainNya

Bersyukurlah kepada mereka yang ihlas menyayangi kita hingga bersedia mengorbankan kebahagiaan mereka buat kita

Bersyukurlah kepada mereka yang pernah menyayangi kita karena setidaknya kita pernah merasakan meskipun sebentar

Bersyukurlah kepada meraka karena kasih sayangnya sudah membuat kita semakin bisa berfikir dewasa

Dan, bersyukurlah kepada mereka yang membenci kita karena rasa cintanya pada Sang Pencipta

Posted By Kang Santri9:11:00 PM

Monday, January 30, 2012

Koleksi Kata Mutiara (Update)

Filled under:


Murtakibudz Dzunub - Siapakah orang yang ikhlas itu?. Suatu saat Yahya bin Mu'adz ditanya oleh seseorang, "kapan seseorang bisa menjadi ikhlas?". Beliau pun menjelaskan, bahwa seorang disebut mukhlis kalau perilakunya seperti perlilaku bayi yang tidak menghiraukan siapa yang memujinya dari kalangan manusia. [Tanbih Al Mughtarin] 
Do'a Rasulullah: "Ya Allah, hidupkan hamba selagi hidup masih baik bagi hamba. Dan matikan hamba selagi mati lebih baik bagi hamba"
Kita senantiasa muda untuk melakukan dosa. Tapi belum tentu tua untuk melakukan taubat...
Hidup bukanlah sebuah lomba yang selalu menuntut kita untuk menjadi nomor satu. Tapi hidup ialah masalah membuat prioritas. Prioritas apa saja yang kita miliki saat ini?.

Ditengah kesibukan kita akan dunia, setidaknya kita bisa menyisakan waktu mesti hanya 10 menit untuk orang yang kita sayangi, walau hanya menatap dan mengamatinya atau sekedar mendengar keluhannya.

Agar kita tidak menyesal jika dia sudah tiada. Karena selalu ada untuk orang yang kita sayangi, sudah menjadi salah satu prioritas. [Murtakibudz Dzunub]
"Semua penulis akan meninggal. Hanya karyanya-lah yang akan abadi sepanjang masa. Maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat nanti." [Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhahu]

Siapa tidak mendekat kepada Allah gara-gara halusnya kebaikan yang Dia berikan, maka ia akan diseret (supaya mendekat) dengan rantai cobaan” [Syaikh Ibnu Athai'ilahmenulis dalam kitabnya ‘Al-Hikam’]

Seorang Guru Sufi Menasehati : 
Anakku, Allah Maha Pengasih dalam segala suasana kepada hamba-Nya. Allah ingin agar hambanya menjadi orang yang shaleh dengan mendekatkan diri kepada-Nya. Maka diberikanlah rezeki kepada hamba-Nya dengan halus agar dia menyadari hadirnya rezeki dari Allah kemudian si hamba akan mendekat dan bersyukur. Rezeki bisa berbagai macam bentuknya, dapat berupa uang, keluarga (anak istri suami), pangkat, jabatan, karier,dan sebagainya.

Setiap pagi hari ,dua malaikat turun (kebumi), salah satu diantara keduanya berkata,
YA ALLAH ,berilah ganti kepada orang yg mau berinfak,dan satunya lagi berkata ,YA ALLAH,berilah kerusakan kepada orang yg tidak  mau berinfak (HR. Bukhari-Muslim). 
Barang siapa yg memiliki kelebihan tumpangan kendaraan,berbagilah dg orang yg tidak memiliki tumpangan... kendaraan,dan barang siapa yg memiliki kelebihan bekal,berbagilah dg orang yg tdk memiliki bekal (HR. Muslim). 
Barang siapa yg memiliki makanan utk dua orang,hendaklah ia mengundang orang yg ketiga(utk makan bersama) dan barang siapa yg memiliki makanan utk empat orang, hendaklah ia mengundang orang yg kelima atau keenam(utk makan bersama)"

"Menjadi PENTING itu BAIK.
Tapi menjadi BAIK itu lebih PENTING.
Maka jadi kanlah HARI INI lebih BAIK dari KEMARIN,
dan hari ESOK lebih BAIK dari HARI INI"
Peganglah hari lalu sebagai saksi yg adil.Keberadaanmu hari ini kan menjadi bukti. Kalau kemarin kau telah berbuat kejelekan.Gandakan kebaikan hari ini kau kan terpuji.jangan menunda kebaikan hari ini hingga esok. Boleh jadi esok datang kau telah pergi. Harimu bila dipergunakan mendatangkan kebaikan. Hari yg berlalu tak akan pernah kembali.

Orang mukmin itu tidak terikat kecuali oleh tiga masa; membekali diri utk kembali ke akhirat,berjuang utk kehidupan , dan menikmati apa yang tidak diharamkan.( HR. Abu Dzar r.a).

الخلق حال للنفس داعية لها إلى أفعالها من غير فكر ولا روية

“Akhlak adalah gerakan jiwa yang mendorong melakukan perbuatan dengan tanpa butuh pikiran dan pertimbangan.” (Ibnu Maskawaih)
Orang mukmin bisa merasa cemas karena enam hal, Yaitu:
1. Cemas (takut kepada Allah), khawatir jikalau sewaktu-waktu Allah mencabut kenikmatan iman.

2. Cemas akan malaikat hafadhah (pencatat), takut mereka mencantumkan amal yang dapat mempermalukan diri pada hari kiamat.

3. Cemas akan setan, takut seandainya ulah mereka menjadi sebab terhapusnya segala amal kebaikan diri.

4. Cemas akan malaikat maut, takut tiba-tiba nyawa dicabut, sedang diri tengah lengah atau lupa.

5. Cemas akan gemerlap dunia, takut diri terbujuk, terpukau, sehingga lupa kehidupan akhirat.

6. Cemas akan keluarga, takut terlalu disibukkan oleh mereka, sehingga lupa dari mengingat Allah 'azza wa jalla. (Sayyidina Utsman bin Affan r.a.) Dikutip dari kitab Nasha-ihul 'Ibad (Syihabuddin Ahmad bin Hajar al-'Asqalani)

Hiduplah sesukamu tapi engkau pasti mati, berbuatlah sesukamu tapi pasti engkau dibalas (menurut perbuatanmu itu), cintailah siapa saja tapi engkau pasti akan berpisah dengannya.
(Nasihat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW – Sahl bin Said)

Kita cela zaman ini, padahal cela ada pada kita. Tak ada cela pada zaman kita selain dari diri kita. Kita hina zaman yang tak berdosa. Andai zaman ini berbicara ia akan menghina kita. (Imam Syafi'i)

Kami dapat merasakan kenikmatan dalam hidup, ketika kami mampu bersabar. (Umar bin Khaththab ra.)

Berusahalah memahami orang lain dengan menempatkan diri kita sendiri pada posisi orang yang bersangkutan –> Teknik Empati. (Anonim)

Dalam berusaha lihatlah orang yang nasibnya lebih bagus dari kita (orang di atas kita), namun dalam hasil lihatlah orang yang nasibnya lebih buruk dari kita (orang di bawah kita). [Anonim]

Aku telah belajar untuk diam dari orang yang banyak omong, belajar toleran dari orang yang tidak toleran, dan belajar menjadi ramah dari orang yang tak ramah; namun, sungguh aneh, aku tak berterima kasih pada orang-orang ini. (Anonim)

Jangan tunggu termotivasi baru berbuat. Berbuatlah! Niscaya Anda termotivasi. (Anonim)

Saya tidak tahu kunci sukses, tetapi kunci kegagalan adalah mencoba menyenangkan setiap orang. (Anonim)

Tipe/jenis manusia dilihat caranya beribadah kepada Alloh swt.:
1. Tipe pedagang, yaitu orang yang melakukan sesuatu demi memperoleh imbalan yang menyenangkan. Temasuk dalam kategori ini adalah orang yang taat kepada Alloh karena mengharapkan di akhirat kelak akan dimasukkan ke surga.
       
2. Tipe budak, yaitu seseorang yang takut kepada majikannya. Ia taat kepada Alloh karena dorongan takut siksa neraka.  
 
3. Tipe robot, yaitu orang yang melakukan ibadah secara otomatis tanpa pemikiran dan penghayatan.
4. Tipe orang arif, yaitu orang yang beribadah sebagai balas jasa karena menyadari betapa besar anugerah Alloh yang telah diterima. (ibadah sebagai rasa syukur).

"Semua penulis akan meninggal. Hanya karyanya-lah yang akan abadi sepanjang masa. Maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat nanti." (Ali bin Abi Thalib)

Kata cinta, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, merupakan wakil dari perasaan kasih, sayang, atau rindu yang sangat dalam. Namun dalam konteks atau kadar kalimat tertentu, ia bisa juga mewakili perasaan sedih.

Cinta adalah salah satu sumber kekuatan unik dalam diri manusia. Ia menjadi tenaga penggerak hati dan jiwa yang akan menghasilkan sikap, perbuatan dan perilaku. Cinta bisa seperti yang terurai dalam sebait sajak dari film laris indonesia, Ketika Cinta Bertasbih:

Cinta adalah kekuatan yg mampu
Mengubah duri jadi mawar
Mengubah cuka jadi anggur
Mengubah sedih jadi riang
Mengubah amarah jadi ramah
Mengubah musibah jadi muhibah.

Namun demikian, cinta pun bisa menghasilkan perubahan yang sebaliknya:
mengubah mawar menjadi duri, dan seterusnya.

Hal yang demikian bisa terjadi karena cinta bersemayam di dalam hati yang bersifat labil. Seperti sabda Rasulullah saw. hati itu bersifat gampang terbolak-balik bagaikan bulu yang terombang-ambing oleh angin yang berputar-putar. Sebagaimana amal-amal dan perilaku kita yang senantiasa bersumber dari niat dan motivasi di dalam hati, maka cinta pun bisa mewujud dengan dasar niat yang beraneka rupa. Ada cinta yang tulus, penuh kerelaan. Namun ada pula cinta yang penuh duri dan racun. Ada cinta yang merupakan buah keimanan dan ketaqwaan. Namun ada pula cinta yang berlandaskan nafsu hina.

Bagi seorang muslim dan beriman, cnta terbesar dan cinta hakiki ialah cinta kepada Allah. Bentuk cinta dapat kita wujudkan dalam berbagai rupa tanpa batas ruang dan waktu dan kepada siapa atau apa saja asalkan semuanya bersumber dari kecintaan kita kepada Allah dan karena menggapai ridha-Nya.

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (Al-Baqarah: 165)

Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (ikutilah Muhammad saw.), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. (Ali Imran: 31)

“Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. At Tirmidzi)

Agar cinta tidak menjerumuskan kita ke dalam lubang kehinaan, ada baiknya kita mengambil hikmah dari sumber-sumber islam dan perkataan para ulama berikut ini.

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji. (Hamka)

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat. (Hamka)

Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingat (menyebut) Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya. Ar Rabi’ bin Anas (Jami’ al ulum wal Hikam, Ibnu Rajab)

Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar (cinta) dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya. Salman al Farisi (Az Zuhd, Imam Ahmad)

Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan, istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya. Malik bin Dinar (Hilyatul Auliyaa’)

Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu. (Ali bin Abi Thalib)

Engkau berbuat durhaka kepada Allah, padahal engkau mengaku cinta kepada-Nya? Sungguh aneh keadaan seperti ini. Andai kecintaanmu itu tulus, tentu engkau akan taat kepada-Nya. Karena sesungguhnya, orang yang mencintai itu tentu selalu taat kepada yang ia cintai.

Jika SENDIRI jangan merasa sepi. Ada Allah yang MENGAWASI
Jika SEDIH jangan pendam dalam hati. Ada Allah tempat BERBAGI

Jika MARAH, jaga fikiran & hati. Ada Allah tempat MENENANGKAN DIRI
Jika SUSAH jangan merasa pilu. Ada Allah tempat MENGADU

Jika GAGAL jangan berputus asa. Ada Allah tempat MEMINTA
Jika BAHAGIA jangan menjadi lupa. Ada Allah tempat MEMUJA

Jika allah tidak mempertemukan kita didunia maka aku akan selalu berdoa agar allah mempertemukan kita disurga. Untuk itu bantulah aku mencintai tuhanku lebih besar dari pada aku mencintaimu. (Ahmad Faried's)

Baik mana? memohon kepada Tuhan supaya meringankan cobaan. Atau berdoa kepada Tuhan agar diberi kekuatan untuk menghadapinya? 
Ada kalanya kita harus menaggalkan prinsip hidup kita sebentar demi sebuah keadaan yang mengharuskan kita melakukan hal yang demikian.
Kita cela zaman ini, padahal cela ada pada kita. Tak ada cela pada zaman kita selain dari diri kita. Kita hina zaman yang tak berdosa. Andai zaman ini bisa berbicara maka ia akan menghina kita. (Imam Syafi'i)
Tidak ada yg salah saat kita menunjukkan kepedulian pada seseorang, tapi yang salah adalah saat kita mengharapkan dia juga melakukan hal yang sama pada kita.
  
.Kebanyakan para penghuni surga adalah orang-orang yang berfikir sederhan
[Diriwayatkan oleh Al-Bukhori dalam kitab 'Syu'abul Iman']
 
 
أرح نفسك من التدبير, فماقام به غيرك عنك لا تقم به لنفسك (حكم)

Istirahatkan dirimu/fikiranmu dari pada kerisauan mengatur kebutuhan duniawimu. Sebab apa yang sudah dijamin/diselesaikan oleh selainmu, tidak usah kau sibuk memikirkannya. 
 

Seorang sufi pernah berkata dalam sebuah syair;

"Alaa yaa ayyuhal mar'u alladzil hammu bihi barroh
Idzasytaddat bikal 'usro, fafakkir fi alam nasyroh"

[Wahai orang yang yang banyak kesusahan, jika musibahmu telah memuncak
bacalah surat 'Alam Nasyroh']


Berlapang dada itu indah kawan, karena dedikasi dan nilai sebuah pengorbanan itu amatlah manis. [jalani saja jangan mengintip hasil akhir]

Sahabat Umar ra. pernah berkata: “Dulunya kita adalah kaum yang paling hina, kemudian Allah SWT memuliakan kita dengan agama Islam, maka kalau kita mencari kemuliaan dengan selain agama Islam ini, pasti Allah SWT akan menjadikan kita lebih hina dan rendah tidak ada nilai. (Riwayat Al-Hakim dalam Al-Mustadrak).

Jarang sekali terjadi karunia besar dari Allah, kecuali secara mendadak
(tiba-tiba). Supaya tidak ada orang yang mengaku bahwa ia dapat karena telah mengadakan persiapan untuk menerima karunia itu. [Hikam]
 

Posted By Kang Santri4:04:00 PM

Jurus Ampuh Mengusir Bisikan Setan, Jin Dan Manusia

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Malam itu penulis kedatangan salah seorang sahabat yang tengah gelisah karena dia merasa berat sekali untuk mengerjakan sholat subuh.

“tolong kasih masukan supaya aku bisa mengerjakan sholat subuh, Karena ahir-ahir ini aku tidak pernah mampu mengerjakannya..”. keluhnya

“emang kalau malam tidurnya jam berapa..” tanyaku.

“pokoknya kalau belum jam dua belas lewat belum bisa tidur..”

“ngapain aja..” tanyaku lagi, yang tidak dia jawab.

“Aku lihat artikelmu di tanbihun.com (baca: Ketika Sholat Tak Lagi Terasa Nikmat), tapi aku masih belum puas kalau tidak bertanya langsung..”.

Setelah selesai menceritakan kegelisahannya,

Aku hanya menjawab “meski orang yang nasehati sampai mulutnya berbusa, kalau hatimu masih seperti itu nggak akan masuk sobat, karena sebenarnya kamu sendiripun tahu mesti harus ngapain…”. dia hanya diam.

“coba kamu tidurnya lebih awal lagi…”

“sebenarnya sama, aku juga belum lebih baik darimu..” imbuhku.

Untuk mengobati kegelisan sahabatku tadi, sengaja penulis menyusun artikel ini. Dengan tujuan semoga ada manfaat yang bisa sama-sama kita ambil.


Sahabat, mari kita simak sepuluh wasiat Rosululloh tentang kiat-kiat mengusir bisikan setan, jin dan manusia yang menyebabkan kita terasa berat ketika akan mengerjakan amal ta’at berikut ini:

Pertama, Jika dia membisikkan: “Anakmu akan…”. Jawablah: “Semua akan mati, dan anakku akan ke surga, aku malah senang.” (karena sudah banyak ahli ibadah yang menduakan kecintaannya kepada Alloh setelah ia dikaruniai anak. Apalagi yang bukan ahli ibadah pen.)

Kedua, Jika dia membisikkan: “Hartamu akan musnah…” Jawablah: “Tak apalah, pertanggung-jawabanku  menjadi ringan.” (inilah jawaban orang yang tidak hubbuddunnya, sehingga ia akan mudah mengerjakan ibadah karena waktunya tidak ia gunakan hanya untuk menumpuk-numpuk kakayaan pen.)

Ketiga, Jika dia membisikkan: “Orang-orang menzalimi dirimu, sedangkan kamu tidak zalim…” Jawablah: “Siksa Allah akan menimpa orang-orang zalim dan tidak mengenai orang-orang yang baik.”  (merupakan tanda kepasrahan dan tidak pendendam, karena sifat dendam hanya akan membawa pada kebinasaan pen.)

Keempat, Jika dia membisikkan: “Betapa banyak kebaikanmu…” Jawablah: “Kejelekanku lebih banyak.”  ( untuk menghindari sifat riya’ ujub dan takabur, kare ketiganya lah yang membuat ibadah tidak ada nilainya dihadapan Tuhan pen.)

Kelima, Jika dia membisikkan: “Alangkah banyak shalatmu…” Jawablah: “Kelalaianku lebih banyak dari pada shalatku.” (Lalai tidak mengingat, bahwa Allah senantiasa mengawasi dirinya pen.)

Keenam, Jika dia membisikkan: “Betapa banyak kamu bersedekah kepada orang-orang…” Jawablah: “Apa yang aku terima Allah jauh lebih banyak dari yang aku sedekahkan.” (sebagai tanda mensyukuri nikmat pen.)

Ketujuh, Jika dia membisikkan: “Betapa banyak orang yang menzalimu…” Jawablah: “Orang-orang yang aku zalimi lebih banyak.”  (menandakan bahwa manusia tidak pernah luput dari dosa haqqul adam pen.)

Kedelapan, Jika dia membisikkan: “Betapa banyak amalmu…” Jawablah: “Betapa sering aku bermaksiat.” (merupakan sikap yang tawadlu’ yang tidak suka membangga-banggakan amal pen.)

Kesembilan, Jika dia membisikkan: “Minumlah minuman-minuman keras…” Jawablah: “Aku tidak akan mengerjakan maksiat.” (merupakan benteng mempertahankan keimanan pen.)

Kesepuluh, Jika dia membisikkan: “Mengapa kamu tidak mencintai dunia…?” Jawablah: “Aku tidak mencintainya karena telah banyak orang lain yang tertipu olehnya.”  (ingatlah mereka yang sudah di alam barzakh sedang merapi penyesalan yang sudah tidak mungkin ia perbaiki pen.)



Renungan:

Saudaraku, sampai kapankah kamu menunda-nunda amalan? Sampai kapankah kamu menambahkan impian? Sampai kapankah kamu terperdaya oleh kesempatan yang diberikan? Dan sampai kapankah kamu tidak mengingat datangnya kematian? Semua hasil usaha kamu hanyalah untuk tanah, apa yang dibangun semua akan hancur, segala yang kamu kumpulkan akan pergi, dan seluruh amalan kamu tertulis dalam satu kitab yang disiapkan untuk hari perhitungan.

Saudaraku, berapa hari kah yang telah engkau habiskan untuk mengulang-ulangi kata “nanti”, betapa banyak waktu yang kau sia-siakan dengan melalaikan kewajibanmu, dan betapa banyak telinga yang sempurna pendengarannya tapi tidak dapat digetarkan oleh peringatan dan ancaman.

Saudaraku, jika Tuhanmu mengusirmu dari hadapan-Nya, maka kemanakah engkau akan kembali dan jalan manakah yang akan engkau tempuh, serta arah mana yang akan engkau tuju? Berbaktilah kepada Tuhanmu. Mudah-mudahan hal itu akan membuahkan hasil bagimu untuk kembali.

Saudaraku, perjalanan itu telah ditetapkan untuk kita. Tahun-tahun yang dilalui adalah tempat-tempat persinggahan, bulan-bulan adalah fase-fasenya, hari-hari adalah jaraknya, dan napas adalah langkah-langkahnya, maksiat sebagai penyamun, keberuntungan adalah surga dan kerugian adalah neraka.

Kita diciptakan melalui enam masa perjalanan sebelum mencapai tempat kedamaian. Pertama, perjalanan dari tanah menuju air mani. Kedua, dari tulang sulbi menuju rahim. Ketiga, dari rahim ke atas dunia. Keempat, dari permukaan bumi ke liang kubur. Kelima, dari kubur ke tempat hisab (perhitungan). Keenam, perjalanan dari tempat hisab menuju ke tempat tinggal abadi (neraka atau surga). Saat ini kita telah menyelesaikan setengah perjalanan namun yang tersisa jauh lebih sulit dibanding perjalanan sebelumnya. (“Lautan Air Mata”/Ibnul Jauzy)



Posted By Kang Santri3:49:00 PM

Obat Penyubur Untuk Wanita

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Seorang lelaki mendatangi dokter mengeluhkan isterinya yang sudah lama belum juga bisa memberinya keturunan. 

Setelah memeriksa denyut jantung si isteri, dokter berkata:

"Kamu tidak memerlukan obat penyubur. Sebab, berdasarkan pemeriksaan denyut jantung, empat puluh hari lagi engkau bakal meninggal."


Si isteri merasa ketakutan sekali mendengar keterangan dokter itu. Ia putus asa menjalani sisa kehidupan yang tinggal sebentar lagi. Akibatnya, ia tidak berselera makan dan minum. 

Tetapi, sampai batas waktu empat puluh hari yang dikatakan dokter, ternyata ia masih hidup . Merasa penasaran, suaminya lalu menemui dokter untuk menanyakannya.

"Dokter, isteriku belum meninggal," katanya. 

"Aku tahu itu,"jawab dokter. 

"Bahkan, insya Allah sebentar lagi ia akan mengandung."
Sang suami yang sebenarnya sudah pasrah atas suratan takdir Allah itu menjadi tidak habis pikir dengan keterangan dokter.

"Apa maksud dokter? Bagaimana itu bisa terjadi?" tanyanya penasaran. 

"Begini," kata dokter, 

"Dulu aku lihat istrimu kegemukan, banyak lemak yang mengganggu pada bibir rahimnya. Aku sengaja menakutinya dengan kematian supaya ia bisa kurus. Dan temyata berhasil, sehingga sesuatu yang menyebabkan ia tidak bisa melahirkan menjadi hilang."

Sumber: al lhya' Ulum al Din, Imam al Ghazali 
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam indonesia   


Posted By Kang Santri3:37:00 PM

Tegakkan Shalat PHK di Dapat

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Berawal dari sebuah perkenalannya dengan seorang pemuda muslim Evi Cristiani yang kini sudah menjadi seorang muslimah yang patut dicontoh.

Perilaku keislamannya benar-benar diterapkan dalam kehidupannya sehari-hari walau begitu berat cobaan yang dihadapinya.
Sekali syahadat sebagai kesaksian sakral sudah ia ucapkan maka pantang baginya untuk surut menegakkan kalimat Allah dalam kalbunya.  

Sudah pasti orang tuanya menentang keinginannya, Evi pun harus hijrah ke tempat kost agar ibadahnya lancar ia kerjakan. Belum lagi beres masalah dengan orang tuanya lantaran ia masuk Islam, Evi harus menghadapi masalah di tempat kerjanya. Gadis berusia 27 tahun bekerja di sebuah biro perjalanan yang mayoritas karyawannya beragama non muslim. 

Profesionalisme juga tidak dijalankan di sana karena sikap sebagian besar karyawannya masih memakai sentimen agama.  Hasilnya Evi jadi bulan-bulanan para atasan karena dianggap tidak sejalan dengan pola pikir mereka. Ada acara rutin tiap dua pekan sekali yang wajib diikuti oleh karyawan bagian Evi bertugas. Acara yang sarat dengan unsur maksiat itu adalah mengunjungi bar-bar dan bersenang-senang hingga mabuk.

Dulu ia tidak pernah lewatkan acara itu tapi sejak ia masuk Islam jelas acara model itu ia tolak mentah-mentah. Segala alasan ia cari agar ia bisa terbebas dari dosa itu. Sampai akhirnya atasannya jenuh dan tidak akan mengajak Evi hura-hura lagi. Beres dengan yang satu itu muncullah masalah lain yang tak kalah menyakitkan.
 
Ketika seorang kawannya pulang dari tugas ke eropa, ia membawa oleh-oleh yang dibagikan ke rekan-rekannya kantornya tak terkecualiEvi. Oleh-oleh berupa kue itu tak disangka
mengandung daging babi. Lantaran Evi tidak tahu ia makan segigit kue itu lalu kawannya
pun berkata,"Evi itu kan ada babinya kok dimakan juga" 

Mendengar hal itu Evi pun lari ke kamar mandi dan memuntahkan sebisa-bisa makanan dalam mulutnya sambil beristighfar tak henti-henti. Kawannya pun ia tegur, tidak keras tapi tegas. Si kawan merasa tidak salah dan berkelit. Evi menghentikan debatitu dan coba menyabarkan dirinya. 

Lagi-lagi di bagian yang baru Evi dihujam oleh fitnah yang bertubi tubi. Manajernya yang baru justru yang menjadi momok lahirnya fitnahan tersebut. Cobaan demi cobaan itu dipuncaki dengan dipanggilnya ia oleh pihak SDM.

Ia jelaskan bahwa ia harus menjalankan kewajibannya sebagai muslim yaitu shalat dan berusaha menghindari kemaksiatan sekeras mungkin.Jalan keluar tidak ketemu dan PHK jadi solusi yang terbaik. Evi terima dengan ikhlas,"rejekiku sudah diatur olehNya," gumam Evi mantap sambil keluar kantor dengan perasaan lega.

Semoga Allah Swt memberikan kekuatan lahir bathin buat sdri. Evi yang telah mendapatkan
Hidayah di jalan Allah. Amin

Penulis Amma 
Kamis, 26 Safar 1423/ 09 Mei 2002  


Posted By Kang Santri3:28:00 PM

Sunday, January 29, 2012

Ku Awali Coretan Blog Ini

Filled under:

Murtakibudz Dzunub -

بسم الله الرحمن الرحيم

Hadirnya blog ini tidak lain karena dari dorongan para sahabat admin di tanbihun.com, karena sebelumnya saya tidak ernah terpikirkan untuk membuat blog sendiri. Hingga ahirnya saya berpikir ulang, 

"untuk menyalurkan hobi menulis, tidak selamanya ide-ide yang keluar topiknya sesuai dengan isi pada web tersebut. Jadi lahirlah blog sederhana ini, dengan harapan membawa hikmah tersendiri buat saya dan juga para sahabat yang kebetulan mampir..".

Selama kita hidup, kita akan terus disuguhi dengan berbagai lakon. Saat bahagia, sedih, bingung, bimbang dengan mana yang harus diambil saat menghadapi sebuah pilihan. Juga tentang problematika lainnya, keluarga, suami, isteri, sahabat, guru, bahkan kekasih, dan lain sebagainya.

Seorang penulis otodidak seperti saya ini memang tidak ada keistimewaan dalam olah tulisan, namun setidaknya tentang apa yang saya rasa, apa yang saya lihat dan apa yang tidak bisa saya ucapkan lewat lisan bisa terwujud dalam tulisan. Dengan harapan bisa ditemukan adanya pembelajaran.


"Murtakibudz Dzunub".... Adalah seorang yang selalu menumpuk-numpuk dosa, tapi ia sadar akan dosanya dan selalu berusaha minta kepada Allah untuk memberikan pengampunan disamping melakukan amal kesalihan. Orang yang selalu berusaha agar tiap tetes air mata tidak mengalir percuma karena menangisi dunia. Berusaha untuk bisa memasrahkan segala urusannya hanya kepada Tuhannya, tidak kepada selainNya.

Insya Allah.

Salam...


Posted By Kang Santri9:34:00 PM

Masih Ada Waktu Memperbaiki Diri

Filled under:

Wahai sang tawanan dalam cengkraman kelengahan, wahai yang menggelepar karena mabuk oleh umur yang diberikan, wahai pengingkar janji, perhatikanlah dengan siapa engkau telah mengikat perjanjian di zaman azali (alam ruh), sebagian besar umur telah berlalu, sedang engkau selalu mencari-cari alasan. Wahai orang yang diseru untuk keselamatannya tapi ia lamban menanggapinya. Mengapa engkau lengah, sedangkan maut telah mendekat, seakan-akan engkau meremehkan air mata yang mengalir disaat kematian.

Wahai  yang bila ditimpa kesulitan menjadi kalap, serahkan pengaturan hidupmu pada-Nya, niscaya engkau akan tenang. Engkau senantiasa mengeluh dan mengaduh sedangkan engkau sebelumnya telah melupakan pekerjaan yang besar. Jika engkau kembali pada-Nya dengan sepenuh hati, akan dipercepat untukmu jalan keluar dari masalah yang engkau hadapi.

Wahai orang-orang yang bertaubat, marilah kita menangisi segala dosa, ini adalah tempat menumpahkan segala kesedihan, marilah kita mencurahkan air mata dan mengadukan derita karena diabaikan. Semoga masa-masa kemesraan akan kembali seperti sedia kala. Wahai orang-orang yang tersesat di lembah kelalaian, wahai orang-orang yang kebingungan di lembah larangan, siangmu mencari dunia dan malammu dibuai mimpi, ini adalah kerugian yang nyata jika masa muda telah pergi sedang anda belum mendapat keuntungan maka masa tua akan lebih menderita kerugian. Impianmu demikian panjang padahal mungkin telah disiapkan bagimu kain kafan.

Berdirilah di tepi pertaubatan, karena luatan kemaksiatan adalah taufan. Engkau biarkan tunas muda hingga layu oleh maksiat pada sang Pengasih. Dan setelah masa tua menjelang, engkau menyesali apa yang telah engkau lakukan. Jika engkau tidak didampingi taufiq-Nya maka engkau akan berada di lingkaran mereka yang tak mendapat kebaikan.

Posted By Kang Santri8:51:00 AM

Siapakah sebenarnya yang paling setia kepada CINTA?

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Alkisah di suatu pulau kecil, tingglallah berbagai macam benda abstrak: ada cinta, kesedihan, kekayaan, kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu. 

Semua penghuni pulau berusaha cepat-cepat menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di depan pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air semakin naik membasahi kaki cinta.

Tak lama, cinta melihat kekayaan sedang mengayuh perahu. “kekayaan! Kekayaan! Tolong aku” teriak cinta. “Aduh! Maaf Cinta!” kata kekayaan, “perahuku telah penuh dengan harta bendaku, aku tidak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagi pula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini”.
Lalu kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya kegembiraan lewat dengan perahunya. “Kegembiraan! Tolong aku!”, teriak cinta. Namun kegembiraan terlau gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tidak mendengar teriakan cinta.

Air makin tinggi membasahi kaki cinta sampai kepinggang dan cinta semakin panik. Tak lama lewatlah kecantikan. “Kecantikan!, bawalah aku bersamamu!,” teriak cinta. “wah, cinta, kamu basah dan kotor. Aku tidak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini.” Sahut kecantikan.
Cinta sedih mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lewatlah kesedihan. “oh kesedihan, bawalah aku bersamamu,” kata cinta. “maaf cinta, aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja..” kata kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta  putus asa. Ia merasa air makin naik dan akan menenggelamkannya.

Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, cinta! Mari cepat naik ke keparahuku!” cinta menoleh kea rah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelemkannya.

Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan cinta dan segera pergi lagi. Pada saat itulah cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu.

Cinta segera menanyakannya  kepada seorang penduduk tua di pulau itu. Siapa sebenarnya orang tua itu. “oh, orang tua tadi? Dia adalah waktu.” Kata orang tua itu. “tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tidak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku” Tanya cinta heran. “ sebab,” kata orang itu, “hanya waktu lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari cinta itu…”

motivasi.net 

Posted By Kang Santri8:44:00 AM