Showing posts with label Catatan Harian Muslim. Show all posts
Showing posts with label Catatan Harian Muslim. Show all posts

Sunday, September 10, 2017

Nasehat Umar Bin Khattab Untuk Para Suami dan Calon Suami

Murtakibudz Dzunub - Ada seorang lelaki menghadap khalifah Umar bin Khatab. Dia ingin mengadukan dan meminta nasehat terkait tabiat istrinya yg buruk. 

Sesampainya di depan rumah khalifah, dia tercekat. Melihat dan mendengar istri khalifah Umar ternyata tidak berbeda dengan istrinya. Marah-marah di depan khalifah, sedangkan beliau hanya diam tidak menjawab. 

Lelaki tadi kemudian beranjak pergi sambil berkata, 

"Amirul mukminin saja kondisinya sepertinya ini, bagaimana denganku?" 

Khalifah Umar keluar rumah. Melihat ada lelaki yg ingin menemuinya pulang lagi, beliau memanggilnya mendekat. Kemudian beliau bertanya, 

"Apa keperluanmu?". 

Dijawab,"Wahai amirul mu'minin, saya menghadap ingin mengadukan perangai buruk istriku. Dia selalu memarahiku. Kemudian setelah aku mendengar ternyata istri anda juga memiliki perangai yg sama, akhirnya aku pulang saja. 

Khalifah Umar berkata,"Aku bersabar dengan semua ini karena hak-hak istri yg seharusnya menjadi kewajibanku. Dia memasak makananku, membuatkan roti untukku, mencuci bajuku, dan menyusui anakku. Padahal semua itu bukan kewajibannya. Belum lagi, dengan keberadaan istriku di sampingku hatiku tenang tidak tergoda untuk melakukan hal haram (zina dll). Aku sabar karena semua ini".  

Lelaki tadi menimpali, "Wahai amirul mu'minin, demikian juga istriku." 

Khalifah menasehatinya, "Bersabarlah wahai saudaraku. Semua ini hanya sebentar."

Subhanallah...... 


Posted By Kang Santri9:16:00 AM

Monday, March 11, 2013

Saat Aku Berbicara Tentang Cinta

Murtakibudz Dzunub - Saat aku berbicara tentang cinta, aku akan keluar sebentar dari disiplin devinisi tentang apa itu cinta yang sudah dirumuskan oleh ahlinya. Aku akan berbicara sendiri seperti layaknya orang gila  yang hanya mengingat kepada yang aku cintai. Aku tidak memasukkan bisikan akal yang katanya "semua itu haruslah realistis" karena bagiku cinta itu tidak realistis (terserah orang mahu menggapku apa). Aku hanya akan berkata pada diriku sendiri, "bahwa kamu itu sedang dimabukkan oleh cinta". 

Saat cinta sudah begitu kuat menarik ku, maka saat itu pula seluruh sendi kehidupanku tertuju padanya. Ada tangisan didalamnya, ada kecemburuan didalamnya, ada ketakutan didalamnya, ada kesakitan didalamnya juga ada kegilaan didalamnya.

Aku akui jika asmara ataupun cinta itu adalah api yang menyala dan membakar bahkan menghangsukan sehingga menyatu dalam bentuk kelembutan debu. Karena 'Al Isyqu Naarullah Ufuuluha Wathulu'uha Fil Af'idah'.

Namun sayang, aku kerap gagal menjaga nyala api dari cinta. Saat himpitan dunia menyerangku, saat kesibukan dunia menyergapku, aku kerap mencampakkan cinta dan menghilangkannya. Aku adalah pemabuk yang bodoh dalam hal cinta, hingga seringkali aku iri kepada para pecinta yang sudah masuk kelembah kerinduan dalam keasyikan bersama yang dicintainya.

Saat aku berbicara tentang cinta, maka saat itu juga aku akan berkata, "aku akan terus berusaha mencintainya, meskipun aku tahu jika suatu saat nanti aku menduakannya, namun satu janjiku pada diriku bahwa aku akan kembali padanya untuk memperbaiki cintaku yang karat karena ulah maksiatku."

Demi Allah, tak ada kenikmatan yang lebih indah selain kenikmatan mendapatkan cintanya. Karena kita akan selalu dijaga, meski kita ada dalam kubangan dosa. Dia akan menarik kita dan memberikan hidayahnya hingga mata hati kita akan keimanan terbuka setelah merasakan penyesalan yang mungkin bisa membuat kita gila. Gila karena merasakan ke agungan mencintaiNya. Insya Allah.


Posted By Kang Santri7:50:00 PM

Thursday, February 21, 2013

Satu Pesan Cinta Yang Tersisa

Satu pesan tentang cinta yang tersisa
Saat aku mendua
Saat aku menghianatinya
Saat aku membuatnya cemburu karena kelakuanku

Satu pesan ratap yang semoga masih berguna
Ketika aku ingin kembali padanya
Ketika aku mencoba mendahulukan cintanya
Ketika aku berharap ampun darinya

Wangianku telah hilang aroma
Rayuanku kian pudar pesona
Rintihanku hanya embun yang akan sirna
Karena berkali-kali aku gagal mencintainya

Ku rasakan engkau masih menantikanku
Melewati lorong duniaku yang semu
Membersihkan bercak noda hatiku
Bersimpuh kukuh menyesali kelakuan burukku

Diantara banyaknya pesan cinta darimu
Insya Allah satu saja sudah cukup bagiku
Aku ingin mereguk kembali kesucian hatiku
Layaknya Ibunda melahirkan ku dulu

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (ALi Imran: 31)

Posted By Kang Santri7:34:00 PM

Satu Tahun (Murtakibudz Dzunub)

Murtakibudz Dzunub - Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh. Tak terasa umur blog ini sudah satu tahun. Tidak lain blog Murtakibudz Dzunub  ini ada hanya sebagai sarana motivasi dan teguran untuk diri sendiri yang tidak pernah luput menaiki dosa. 

Yang perlu di garis bawahi adalah, bahwa isi yang ada dalam blog ini merupakan gambaran kecil dari situasi hati yang saya alami.

- Saat ingin memotivasi diri 
- Saat ingin merenung
- Saat ingin mengambil ibrah
- Saat menyesali dosa
- Saat ingin mencurahkan isi hati
- Saat jatuh cinta
- Saat merasa kehilangan
- Saat bersedih
- Saat bahagia
- Saat mengagumi sesuatu
- Saat ingin bercanda
- Saat mengupas hikmah
- Saat ingin merayu
- Saat ingin membagi sedikit ilmu yang di punyai
- Saat ingin orang lain tahu apa yang sedang dirasakan
- Saat keimanan sedang turun
- Saat keimanan sedang sedikit naik
- Saat ingin berbagi kisah

Dan lain sebagainya...

Sekali lagi, semua tertulis karena hanya sekedar ingin berbagi. Dengan harapan meski hanya beberapa patah kata semoga bisa diambil sebuah pelajaran hikmah kecil yang bermanfaat untuk para sahabat.


(Ahmad Faried)

Posted By Kang Santri10:00:00 AM

Saturday, January 26, 2013

Temui Aku Di Waktu Senja

Aku terus menatapnya meski kelopak mata sudah mulai membengkak. Melihatnya terus berjalan dengan senyuman yang sedikit ia paksakan. Mungkin hanya dua butir air mata yang aku teteskan melihatnya pergi untuk menjalani takdir Tuhan, namun ada do'a dalam tiap jejak tapak yang tak nampak, ada keharuan yang teramat dahsyat tersembunyi dalam hatiku yang pekat.

Serunai senja kehilangan dan  kedukaan ini mungkin akan selalu ada, namun aku yakin keduanya akan sirna andai saja aku mengetahui ia bahagia disana.

Temui aku di waktu senja, karena waktu itu ku jadikan sebagai pengingat kepergianmu.

Temui aku di waktu senja, karena waktu itu ku jadikan masa bernostalgia dengan senyuman terakhirmu, yang sedikit kau paksakan kala itu.

Temui aku di waktu senja, kabarkan bahwa kau baik-baik saja.


(zhr)

Posted By Kang Santri10:41:00 AM

Monday, October 22, 2012

Mutiara Hikmah Dari Imam Syafi'i (Anti Galau)

Murtakibudz Dzunub - Janganlah gundah dengan segala derita
Karena cobaan dunia hanya sementara

Tangguhkan jiwa atas segala nestapa
Hiasi diri dengan maaf dan sikap setia


Semua aib akan dapat tertutup dengan kelapangan dada
Layaknya kedermawanan menutupi cela manusia

Tak ada kesedihan yang abadi, begitupun suka ria
Dan tak ada pula cobaan yang kekal, begitupun riang gembira

Di depan musuh, janganlah engkau bersikap lemah
Karena hinaan dari seteru adalah bencana

Rizkimu takkan berkurang karena ditunda
Dan takkan bertambah karena lelah mencarinya

Bila engkau punya hati qona'ah bersahaja
Tak ada bedanya engkau dengan pemilik dunia

Bila kematian sudah datang waktunya
Tak ada lagi langit dan bumi yang bisa membela

Dan jangan pernah berharap dari kikir durjana
Karena api takkan menyediakan air untuk si haus dahaga

Ingatlah, dunia Allah sangat luas tak terhingga
Tapi bila takdir tiba, angkasa pun sempit terasa
Maka biarkanlah hari berlalu setiap masanya
Karena kematian tak ada obat penawarnya

Biarkan hari berlalu dengan segala lakunya, Lapangkan dada atas segala Takdir-Nya

Posted By Kang Santri10:22:00 AM

Friday, June 29, 2012

Dekapan Dzikir

Murtakibudz Dzunub - Aku ingin seperti jaring laba-laba 
Tanpa rasa hawatir gagal si empunya begitu piawai menyusunnya menjadi rumah dan pengumpul nafkah
Aku ingin seperti sangkar burung
Dari potongan sisa-sisa ranting patah oleh si empunya mampu tersusun menjadi tempat perlindungan yang nyaman dan indah
Karena aku terlalu khawatir dengan skema hidup yang sudah jadi
Karena aku terlalu bodoh untuk memanfaatkan sisa-sisa kepayahanku menjaga iman

Jiwaku berkarat
Hatiku berlumut
Sedang keimananku kian kusut

Aku sering menasehati hati saat sukmaku kemarau
Aku sering membisiki hati agar senantiasa sejuk seperti surau
Aku sering menasehati hati bahwa dzikir adalah penentram tatkala hati tengah berjibaku mencari kedamaian

Berkali-kali aku temukan alasan tentang dzikirku untuk apa
Sering aku terjebak oleh iming-iming "jika aku membaca ini, maka aku akan mendapatkan ini"
Meskipun pada kenyataannya itu tidaklah salah
Tapi untuk malam ini, ia aku anggap salah

Sebab aku tidak pernah menemukan kenikmatan yang sejati dalam dzikir yang seperti itu
Pernah seakan aku ingin memprotes Tuhan karena laku dzikirku
Pernah aku kecewa akan amalanku yang belum membuahkan hasil
Tapi sekali lagi aku katakan bahwa "niatku yang seperti itu adalah salah"

Aku ingin masuk dan tertidur lelap dalam buaian dzikirku
Sungguh dan sungguh aku ingin mampu menangis saat aku menyebut namaMu
"Allaaaah.... aku mohon, anugerahkanlahlah rasa itu"

Hingga ahirnya aku sadar
Bahwa sesuatu itu akan amatlah indah dan megah saat aku tidak terlalu mengharapkan pamrih dalam dzikirku

Aku coba mulai dari awal lagi
Aku hanya ingin meniru Rasulullah saat ia mengagungkan namaNya
Aku hanya ingin meniru Rasulullah saat beliau menangis karena mengingat Tuhannya

Aku hanya ingin seperti Rasulullah...
Aku hanya ingin seperti Rasulullah...
Aku hanya ingin seperti Rasulullah...
Aku hanya ingin seperti Rasulullah...
Aku hanya ingin seperti Rasulullah...

Meski hanya beberapa persen dari  ahlak beliau


Posted By Kang Santri9:40:00 PM

Friday, June 8, 2012

Kenangan Bersama Kalian

Murtakibudz Dzunub - Tepatnya malam jum'at tanggal 07/06/2012 pukul 08:35 wib, benar-benar kami cermati wajah dan tingkah polah kalian satu persatu hingga pikiran pun langsung flash back ke tahun 2003. Dimana waktu itu kalian masihlah amat kecil karena kalian baru masuk tahap pendidikan TKA/TPA atau pun MDA. Masih tergambar jelas kemanjaan kalian yang ingin diperhatikan, masih teringat jelas waktu kalian masih kesusahan mempelajari makhorijul huruf.

Tapi sekarang, kami terpesona memandang kalian yang makin tumbuh besar menjadi remaja. Begitu menikmati dan antusias kalian menabuh rebana plus dengan vokalnya. Begitu fasih membawakan nada dalam shalawat dan syair-syair pegon. 

Hingga tibalah giliran kami (giliranku .pen) menjalankan tugas, mengkaji kitab Riayatal Himmah yang membahas bab tentang hukum akal. Dengan diselingi canda ku ajak kalian kembali kemasa kalian kecil dulu, hingga terdengar riuh canda membayangkan kenakalan dan kepolosan kalian waktu itu.

Untuk kepandaian kalian dalam membaca qur'an mungkin sudah tidak kami ragukan, hanya satu yang kami hawatirkan "bagaimana ahlak kalian? karena kalian berada dalam fase zona hidup yang lebih banyak fitnah pergaulan dibanding dengan masa remaja kami dulu".

Mungkin saat ini kita diam, tapi sesungguhnya dari jauh kita mengamati pergaulan yang kalian lakukan. Kalau kalian pengen tahu, rasa kepedulian guru-guru yang pernah mengajar kalian sampai saat ini tidak pernah luntur. Kami sering berdialog membahas bagaimana cara untuk bisa mengarahkan dan membimbing kalian, tapi untuk sementara hanya ini yang bisa kami lakukan.

Semoga Allah menjaga masa remaja kalian dengan sebaik-baiknya penjagaan.

(didedikasikan untuk AMRI Cepokomulyo)

Posted By Kang Santri7:09:00 PM

Thursday, May 31, 2012

Ya Allah

Ya Allah...
Ada rahasia apa dibalik ujian ini
Kau buat hatiku mati kutu 
Semua terasa gelap
Hati tersiksa dan merana
Kadangkala tak ingin ku tunjukkan airmata
Namun apalah daya kekuatan hati

Ya Allah...
Telah Kau janjikan bahwa akan selalu ada jalan keluar
Tapi hati ini belum juga menemukan jalan hidayahMu itu
Aku tidak ingin melihat kesedihannya
Aku tidak mampu membayangkan kepiluannya
Hari ini Kau perlihatkan lagi airmatanya dihadapanku

Ya Allah...
Hampir sembilan tahun sudah 
Kami menjalani episode yang sama
Andai ketabahan hati ini belum sesuai yang Engkau kehendaki
Kami mohon ampun
Kami hanyalah segelintir dari miliaran mahlukMu di alam ini

Ya Allah...
Apakah tak satupun do'a kami yang sampai kepadaMu
Karena yang kami tahu Engkau Maha mendengar
Mendengar rintih suara lirih dari rasa sakit
Mendengar setiap bisikan dari keinginan
Apakah kami belumlah pantas do'a kami ini Engkau kabulkan?

Ya Allah...
Apakah belum Kau ijinkan juga
Niat hamba yang ingin membahagiakan mereka?

Posted By Kang Santri9:49:00 AM

Friday, May 25, 2012

Hari Ini, Ini Yang Ku Minta DariMu

Murtakibudz Dzunub - Entah sudah berapa ribu kali aku meminta dalam bait do'a kepadaMu Ya Robbi, aku kerap minta agar hidupku dipenuhi kebahagiaan yang sesuai dengan nafsuku, hamba sering meminta dalam do'a untuk diberikan umur panjang, jodoh terbaik/isteri shalihah, kemudahan rizki, dan kehidupan yang serba berkecukupan dan lain sebagainya.

Tapi sampai saat ini, kenapa tetap saja aku belum merasa puas dengan segala rutinitas do'aku? hingga akupun bertanya, "adakah yang kurang dengan do'aku..?", "ataukah, aku terlalu rakus dengan semua permintaanku..?".

Hari ini, adalah hari jum'at awal dibulan Rajab (25/05/2012). Entah kenapa ada hal yang sangat mengganggu didalam hati, hingga ahirnya aku sadar kalau kenikmatan ibadah malam yang sedang ku latih sekarang menjadi berantakan.  Sudah beberapa malam tak mampu aku tunaikan, tak sekalimah mampu ku lafadzkan, tak seraka'atpun mampu aku dirikan. Astaghfirullah...

Teringat waktu ngaji dulu, bahwa hukumnya makruh bagi orang yang biasa bangun malam kemudian ia meninggalkan. Makruh..!!! (berarti aku sudah melakukan sesuatu yang tidak Allah sukai dalam ibadah).

Saat shalat jum'at, ketika khatib duduk istirahat (duduk diantara dua khatbah) hanya ini do'a yang aku minta dariMu Wahai Allah - Ya Robbii... Anugerahkanlah kenikmatan ibadah kepadaku...اللَّÙ‡ُÙ…َّ Ø£َعِÙ†ِّÙŠ عَÙ„َÙ‰ ذِÙƒْرِÙƒَ ÙˆَØ´ُÙƒْرِÙƒَ ÙˆَØ­ُسْÙ†ِ عِبَادَتِÙƒَ.  Karena aku sadar, aku terlalu rakus dengan do'a yang selama ini ku panjatkan.


by: ranting_patah

Posted By Kang Santri4:09:00 PM

Sunday, May 20, 2012

Tips Bagi Yang Susah Qiyamullail (Ala Kadarnya)

Murtakibudz Dzunub - Mungkin semua akan sepakat, kalau bangun dimalam hari untuk qiyamullail itu amatlah berat dan susah. Karena qiyamullail hanyalah kebiasaan orang-orang shalih (Baca: Membangkitkan Semangat Qiyamullail) , jadi maklum saja kalau kita (yang belum shalih masih susah untuk melakukannya).

Sebelum berangkat tidur kadang kita benar-benar sudah berniat "malam ini ane ingin bangun malam untuk qiyamullail", hingga terkadang semua alarm pun sudah di setting terlebih dahulu. Tapi pada kenyataannya "yaach... gagal lagi deh ane".

Dari pengalaman yang ada (seperti yang sudah dituturkan diatas), hingga merasa kecewa sama diri sendiri (karena masih belum mampu juga untuk qiyamullail) ahirnya timbullah dalam pikiran untuk ber-eksperimen sendiri yakni mencari obat penawar rasa kantuk saat terjaga pada malam hari.

Tips yang pertama, setel alarm, jangan hanya satu. (Biar rada rame yang ngebangunin kita)

Tips yang kedua, persiapkan air putih, letakkan ditempat yang mudah untuk dijangkau oleh tangan, kemudian minum meski kita masih dalam keadaan kantuk yang hebat.

Tips yang ke tiga, saat tidur jangan memakai selimut yang terlalu nyaman. Karena itu akan membuat kita makin susah untuk bangun. (terlalu ke enakan kali ya... :D)

Tips yang ke empat, persiapkan juga makanan atau buah yang rasanya masam (kecut-istilah jawanya). Kemudian cicipi sedikit aja. Insya Allah rasa kantuk sedikit-demi sedikit bisa hilang. (pengalaman pribadi)

Tips yang ke lima, bagi yang sedang latihan (qiyamullail) jangan tidur melebihi jam 12, (ini juga berdasarkan pengalaman pribadi)

Tips yang ke enam, ber-eksperimelah sendiri kalau cara-cara diatas masih nggak mempan juga. Karena pada dasarnya kita sendiri yang tahu akan kelemahan diri, maka kita juga yang bisa untuk memperbaikinya.

Tips yang ke tujuh, kalau masih sering gagal jangan pernah patah semangat kalau kita gagal melaksanakan. Karena bagaimanapun juga, saat kita sudah niat untuk bangun malam meski gagal, Allah sudah mencatatnya sebagai ibadah.

Tips yang ke delapan, minta tolonglah pada Allah, agar diberikan kenikmatan ibadah di waktu malam. Karena saat itu adalah saat dimana Allah meng-ijabah setiap do'a yang dipanjatkan mahlukNya.


NB: Tips diatas hanya boleh dipraktekin, bagi yang bener-bener serius ingin nglakuin qiyamullai. Bagi yang masih setengah hati, sebaiknya jangan dicoba ya.. (entar malah berabe.. ^_^ )

Selamat mencoba dan semoga manfaat.... :D

Posted By Kang Santri3:13:00 PM

Saturday, May 19, 2012

Pengagum Rahasia

Ber-sederhanalah dalam menilai mahluk
Murtakibudz Dzunub - Sampai saat ini saya terus berpikir, "siapakah sebenarnya dia..". Sebuah perhatian yang tidak meminta balasan, kurasakan sorot matanya yang tajam hanya menatap dari kejauhan, memandang khusuk tanpa pernah mahu memperkenalkan diri. "Apakah kamu malu, untuk ku ketahui siapa sebenarnya dirimu?". 

Memalui catatan ini ingin ku sampaikan padamu, bahwa aku juga pernah merasakan hal sepertimu. Mengagumi seseorang yang tak bisa ku dekati, membaca hingga berulang-ulang tulisan yang sama, atau sekedar ingin mengetahui apakah dia juga online hari ini.

Apakah seperti itu juga yang kau rasakan? Kalau memang seperti itu, sekarang berbaliklah dan menghadaplah kearahku. Aku persilahkan kau tatap wajahku sepuas kau mahu, tapi setelah itu... buanglah rasa itu sedikit-demi sedikit seperti yang sudah aku lakukan dulu.

Aku mengasihani diri ku sendiri kala itu, karena menjadi budak hanyalan dari polah pikiranku. Sekarang kembalilah kedunia nyatamu, masih banyak hal sekitar yang lebih pantas untuk kau kagumi karena hal itu bisa mengantarkanmu ke-kenyataan hidup yang harus kau jalani.

Dan yang terahir sederhanalah dalam menilai mahluk, jangan kau lebih-lebihkan menganggapnya sebagai insan yang justeru bisa memalingkan dari dunia nyatamu.

Posted By Kang Santri2:16:00 PM

Tuesday, May 15, 2012

Andai Suatu Saat Nanti Kau Telah Bosan

Entah itu kapan, akan tiba masanya engkau merasa bosan. Bosan dengan senda gurau, jenuh dengan perhatian bahkan malas oleh sapaan. Aku akan mempersilahkanmu untuk menikmati hal itu, carilah ketenangan dimanapun bisa kau temukan. Kembalilah sejenak kemasa lalu sebelum kita bertemu, carilah dunia kecilmu yang kau lupakan setelah mengenalku, nikmatilah kembali canda keceriaan dengan teman sepermainanmu dulu.

Aku akan terus menunggu sampai kau merasa siap untuk kembali bersamaku. Duduk sambil menikamti secawan kopi yang biasa kau buat untuk menyuguhku.

Andai suatu saat nanti kau merasa bosan, jangan pernah tinggalka dunia yang pernah mengantarkanmu mendapati jati dirimu. Karena kemanapun kau tumpahkan kejenuhanmu kenanganku akan selalu membayangimu. Hingga keteguhanku yang akan memanggilmu kembali menemuiku.

Posted By Kang Santri8:49:00 PM

Sunday, May 13, 2012

Menjadikanmu Wanita Paling Bahagia

Jadilah wanita yang merasa paling bahagia 

Murtakibudz Dzunub - "Ijinkan aku berusaha menjadikanmu wanita paling bahagia di dunia", inilah rasa dari sebuah pengorbananku untukmu.
Sebuah pengorbanan yang sederhana bila dibanding dengan apa yang sudah kau beri untukku. 

Kau mengajarkanku melatih 'sifat sabar' dibalik kemanjaanmu.
Kau memberi ku ruang mengasah ketajaman mata hati untuk bisa menerima segala kekuranganmu.
Kau menjadi salah satu bahan diskusiku diwaktu malam bersama Tuhan.
Kau menasehatiku bahwa "kebahagiaan hakikinya tidak bisa dibeli dengan uang, karena aku hanya butuh kasih sayang". Begitu katamu.
Kau menjadi ladang amal diatas kucuran keringatku.
Kau menjadi santri terbaik diatas keihlasanmu mencari ilmu yang belum sempat kau pelajari dimasa muda dulu.

Kaulah salah satu amanah disisa ahir hidupku.
Meski terkadang rasa malu harus menindihku diatas ketidak berdayaanku membahagiakanmu mereguk kenikmatan duniawi.

Kalau kau minta untaian berlian, aku hanya bisa memberimu untaian kata hikmah agar kau tak salah arah.
Saat kau minta dibelikan pakaian baru, aku hanya bisa memberimu pakaian dari sisa-sisa payah ketakwaanku.
Jika kau minta dibelikan kendaraan mewah, aku hanya bisa menawarkanmu gerobak iman yang akan mengantarkanmu ke surga idaman.

Sekali lagi, ijinkan aku membahagiakanmu dengan caraku.
Cara yang tidak biasa menjadikanmu sebagai wanita yang paling bahagia didunia dan diakhirat sana.

Mungkin suatu saat nanti, kamu harus menderita lapar karena hidup denganku.
Maka saat itu juga aku akan berkata padamu, "sayang... hanya ini jatah makan kita hari ini yang diberikan oleh Tuhan, masaklah segenggam beras ini untuk kau makan bersama anak-anak, jangan pernah merasa sedih atas apa yang sudah ditentukan Tuhan untuk hidup kita, karena jika kita bersedih hati itu artinya kita termasuk orang yang tidak mampu bersyukur."

Maaf andai aku tidak membelikanmu mesin cuci guna mempermudah pekerjaanmu.
Karena aku ingin bajuku dicuci oleh kedua tangan kasih sayangmu.
Tahukah kau? beribu malaikat senantiasa mendoakan dan memintakan maghfiroh untukmu saat kau cuci bajuku dengan kedua tanganmu, karena disetiap bilasan akan selalu ada keberkahan.

Aku ingin membahagiakanmu sembari melatih hati kita untuk bisa sepenuhnya mencintaiNya diatas semua cinta yang ada pada hati dan keluarga.


Posted By Kang Santri3:07:00 PM

Friday, May 11, 2012

Ajari Aku Menikmati Dzikir

Murkabibudz Dzunub - Satu persatu mereka hanya ku pandangi
Qur'an
Kitab kumpulan dzikir
Sajadah
Tashbih
Minyak wangi

Dalam hati "kalian adalah salah satu sarana orang-orang salih terdahulu menikmati dan menyatu dalam dzikir"
Ya Allah, seperti apakah kenikmatan dzikir yang sebenarnya?
Aku melihat orang shalih itu begitu khusuk
Aku melihat dari raut mukanya, sepenuhnya ingatannya hanya kepadaMu
Aku menyaksikan lelehan airmatanya dalam isak tangis karena mangingatMu

Sedang Qur'an yang ku pegang ini
Aku belum merasakan sentuhan getaran, selayaknya getaran hati orang shalih yang memegang kitab suci

Kumpulan do'a dan dzikir ini sendiri aku bingung dari arah mana harus ku mulai membacanya
Saat ku lafadz "ASTAGHFIRULLAH" pikiran ini masih tertuju pada hayalan tinggi duniawi
Saat ku lafadz "LA ILAAHA ILLALLAH" aku belum mampu menghadirkan kalimah itu kedalam kalbu
Begitu... dan begitu seterusnya

Untaian tashbih ini...
Bentangan sajadah ini...
Aroma kasturi ini...
Semua tidak lain hanyalah alat bantu pengikatku menemukan kesakralan dzikir itu

Allah...
Ajari aku menemukan kenikmatan dalam mengingatmu
Ajari aku menumpahkan tangis sesal atas dosa harian
Saat aku teringat salah satu ayat suciMu yang mengatakan
"hanya dengan mengingat Allah lah hati bisa tenang"

Aku belum mampu untuk melakukan hal itu
Dzikirku masih sebatas penghibur diri
Munajatku masih dalam batas bisikan luar hati



Posted By Kang Santri8:47:00 PM

Thursday, May 3, 2012

Akhwat Misterius

Murtakibudz Dzunub - Aku tidak menyangka kalau akhwat itu akan terus membayangi pikiranku, apakah ini termasuk yang dulu pernah disabdakan Rasulullah kepada Ali Bin Abi Thalib: "Wahai Ali, janganlah kamu mengiringi pandangan dengan pandangan, karena yang pertama diperbolehkan bagimu, dan yang kedua menjadi dosa bagimu", karena wajah akhwat itu terasa terus tersenyum memandangku...? Astaghfirullah.....

"siapakah sebenarnya dia, meski hanya sekilas seraut wajah itu begitu menyejukkan ku, senyum itu begitu menentramkan ku, prahara suaranya yang ayu sudah melenakanku..." Ighfir Ya Robbi... kalau ini termasuk bagian dari dosa.

Hingga pada suatu hari, secara tidak sengaja ada ikhwan yang memperkenalkan ku dengan akhwat itu. Tanpa banyak cakap setelah menyebutkan nama akhwat itu melangkah pergi dengan seutas senyum yang sudah berhasil membiusku dari beberapa hari yang lalu.

Kalau dilihat secara dhahiriyyah akhwat itu begitu shalihah, hingga aku sendiri tidak berani untuk mendekatinya. Namun satu yang membuatku agak sedikit terhibur, karena tanpa sengaja aku pernah mendengar selentingan obrolan yang mengatakan katanya akwat itu dari jauh juga memperhatikanku (dasar sok kepedean ^_^ ).

Bersama berjalannya waktu, hampir satu tahun aku mengenalnya dari jauh, tanpa bisa berbuat apa-apa untuk mendekatinya lebih jauh atau sekedar mendapat perhatian sedikit darinya.

Ukhti...

Mungkin biar Tuhan saja yang tahu akan perasaan ini
Meski kau tidak pernah tahu
Biarlah aku membawamu dalam sujud istikharahku
Aku hanya mampu mencurahkan rasa ini pada Dzat yang telah menciptakan kita
Mungkin sampai kapanpun tidak akan pernah mampu ku utarakan rasaku padamu
Kecuali Tuhan sendiri yang menginginkan hal itu
Karena aku tidak ingin mengotori kesucian hatimu akan masalah hatiku


Oleh: Saujana


Posted By Kang Santri11:28:00 AM

Thursday, April 26, 2012

Mengarahkan Pola Pikir Remaja

Murtakibudz Dzunub - Sejak peradaban ahlak manusia ditata oleh syari’at Rasulullah, saat ini bisa dibilang kita hidup dizaman terburuk setelah wafatnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam”. Hidup dizaman akhir yang  dimanjakan dengan kemolekan duniawi yang kian mempesona, kemaksiatan semakin mudah di akses hingga yang menjadi korban pertama adalah mereka generasi kita yang baru mencicipi usia aqil-baligh (remaja).

Rasa keingin tahuan yang tidak terbendung dan mencoba akan hal-hal yang baru, menjadi  pintu masuk kerusakan akhlaq. Ironis memang, di usia yang seharusnya begitu brilian untuk diterapkan tentang keutamaan ahlak dan juga falsafah hidup, banyak yang tergadai oleh arus pergaulan yang kemungkinan mereka sendiri kurang memahami dampak dari pergaulan yang sudah keluar dari koridor yang islami. Hingga tak jarang kita menjumpai berbagai kasus tentang kenakalan remaja, mulai mengenal dunia alcohol, Sex pra-nikah  dan lain sebagainya.

Kalau kita mau sedikit menganalisa, dimana letak kesalahan pendidikan mereka? Secara pengajaran formal mungkin tidak ada yang salah dalam hal ini, karena secara teori asupan ilmu yang mereka dapat tidaklah sedikit. Tapi satu hal yang sering terabaikan yakni pendidikan emosional secara individual. Karena pembentukan karakter akan terpatri kuat oleh metode ini.

Sebagai gambaran ringan, penulis pernah men-survei beberapa remaja  yang masih duduk  di bangku Madrasah Tsanawiyyah ternyata sebagian besar dari mereka tidak memahami untuk apa sebenarnya ilmu yang sedang mereka pelajari.  Kemudian menjadi tugas siapa untuk menerapkan metode pendidikan emosional secara individual? Jawabannya adalah kita (siapa saja)  yang merasa terpanggil melihat keprihatinan moral.

Mengenali beberapa pola pikir remaja
  1. Ingin diakui dan suka  mencari perhatian Hal ini karena mereka mulai memasuki masa-masa pubertas, dimana mereka selalu ingin terkesan menonjol  dilingkungannya.
  2. Suka berargumentasi Hingga ada seorang psikolog yang mengatakan “remaja adalah usia yang susah untuk diajak berkomunikasi.”
  3. Belum bisa membuat keputusan ketika mereka dihadapkan pada satu konflik dengan sebayanya, mereka cenderung bingung untuk mengambil keputusan. Hingga larinya kepada seseorang yang paling dekat dengannya.
  4. Mulai berfikir idealisme Hal ini sering menjadi kekuatan mereka untuk menentang sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan, karena jiwanya masih labil. Kebanyakan remaja berfikir, apa yang orang lain pikir  sama dengan apa yang dipikirkannya. Dari pola pikir ini akan membawa mereka pada pemikiran untuk memaksakan kehendak.
Setelah kita mengetahui  beberapa pola pikir  yang ada pada remaja, mari kita kondisikan dengan kenyataan yang ada.  Bahwa sebenarnya mereka membutuhkan pendekatan secara komunikasi yang variatif, seperti mengajak bicara dari hati ke hati,  mendengar keluhannya, dan membaca bahasa tubuh yang tidak mampu mereka katakana secara langsung keada kita. Kita bisa memberinya dorongan bahwa semua karakteristik yang dimiliki mereka merupakan hal yang istimewa. Sehingga kita yang berada disekitar mereka benar-benar bisa mengarahkan cara berfikir mereka sesuai ahlakul karimah yang sudah diajarkan Rasulullah.

Bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi pada generasi muslim kita kalau pola pikir mereka tidak pernah tersentuh dan mendapatkan pengarahan. Yang ada mereka akan larut dalam dunia imajinasi era globalisasi zaman yang kian memprihatinkan. [tanbihun.com ]

Posted By Kang Santri12:59:00 PM

Monday, April 23, 2012

Tolong Jaga Dia (Fenomena Dunia Maya)

Murtakibudz Dzunub - Aku tidak tahu rahasia apa yang Tuhan simpan. Ia mempertemukan jalinan dengan caranya yang tidak biasa. Hanya hasrat yang kadang tersirat di dinding hati untuk memiliki cantiknya mutiara hati, karena bagiku mendapat bongkahan batu yang bersedia ku simpan dan ku tanam saja sudah cukup. Karena sudah menjadi tugasku untuk memolesnya menjadi batu akiq nan cantik yang bisa mempesonakan hati.

Aku mendapati adanya ikatan hati yang tak terlihat setelah mengenalnya, meski aku tidak peduli andai ia tidak merasakan hal yang seperti itu. Terkadang aku hanya menganggap "mungkin ini hanyalah sekedar fenomena dunia maya yang dengan sendirinya nanti akan hilang sendiri", hingga tiba masanya ku tahu isi hatinya pun begitu ia tahu isi hatiku.

Melaui ini, ingin ku sampaikan. 

Kaulah salah satu mutiara itu
Mesti mustahil ku pandang namun bisa kurasakan aura kemuliaamu

Kita sama-sama tahu
Susah payah rasanya pemahat batu sepertiku bisa menyentuh hatimu

Hanya salam ketulusan yang ingin ku sampaikan
Karena aku bukanlah yusuf yang bisa memejamkan pandangan dari suar kecantikan

Andai Tuhan ijinkan
Ingin ku lipat hamparan bumi supaya ragamu kian dekat

Hingga aku tersadar bahwa mimpiku hanyalah ketololan yang semu
Untuk bisa berjumpa denganmu

Ku biarkan jiwa terbang ke bukit tertinggi
Dengan hajat hati yang ku ingini

"Wahai engkau (ikhwan), yang sudah ditakdirkan menjadi pendamping hidupnya, tolong jaga dia, jangan pernah kau sakiti dia. Karena sudah ku titipkan separuh hatiku dalam kenangan sewaktu mengenalnyanya. Biarlah senyum kebahagiannya bersamamu terlebur didalam maya ku." 


#disarikan dari curahan hati seorang ikhwan


Posted By Kang Santri8:44:00 PM

Sunday, April 8, 2012

Jangan Takut Ukhti

Murtakibudz Dzunub - Kembali teringat cerita masa lalu, ada seorang ikhwan yang jatuh cinta kepada salah satu sahabat perempuannya. Rupanya ia termakan oleh prasangka dari rasa 'terlalu pede' kalau akhwat sahabatnya itu juga memiliki rasa yang sama.

Hingga pada suatu hari sang ikhwan memberanikan diri untuk mengungkapkan isi hatinya, namun sayang sang akhwat hanya menganggapnya sebagai sahabat.

Selang waktu yang terus berganti, akhirnya ikhwan tadi mulai menepikan perasaannya dan belajar untuk menerima kalau rasa cintanya bertepuk sebelah tangan. Memang sedikit ada rasa kecewa, "tapi ya sudahlah.. mungkin dia bukan jodohku..". (baca: Ikhtiar dan Pasrah Perihal Jodoh)

Satu tahun kemudian ternyata Allah membuat cerita lain, sekarang giliran sang akhwat yang dihinggapi perasaan yang sama seperti yang pernah dirasakan sang ikhwan.

Namun sang akhwat tadi sadar, tak mungkin rasanya ia menanyakan secara langsung 'apakah perasaan sang ikhwan masih tetap sama seperti dulu'.

Lama ia pendam rasa kekaguman, seakan menjadi sebuah prahara yang sulit dihadapi oleh hatinya.  Memendam rasa cinta dan sayang yang dia sendiri tak mampu untuk mengungkapkan. Dua tahun sudah ia menjalani hari dalam kegamangan fikiran, higga akhirnya ia memberanikan diri menemui salah seorang akhwat sahabatnya tentang perasaannya kepada sang ikhwan  yang selama ini ia pendam.

Ahirnya akhwat sahabatnya tadi menyarankan supaya ia mahu jujur tentang perasaannya. Kemudian dia menghubungi sang ikhwan dan menjelaskan tentang perasaan sang akhwat. Namun sayang sang ikhwan saat itu tidak lagi mempunyai perasaan yang sama seperti dua tahun yang lalu.

Setelah mendengar kabar tadi, sang akhwat hanya tertunduk lesu sembari menyesali keputusannya dulu. Sahabatnya pun tidak tega melihat kondisi kejiwaan sang akhwat. Ahirnya ia menemui sang ikhwan untuk yang kedua kali. "mohon buka lagi hatimu untuknya..", sang ikhwan hanya tersenyum rupanya dia juga tidak tega melihat akhwat yang dulu pernah dicintainya menderita karenanya. Kalau dilihat sinyal yang ia sampaikan sepertinya sang ikhwan mulai membuka kembali hatinya untuk sang akhwat.

Diaturlah pertemuan, namun sayang terjadi kesalah pahaman. Disaat sang akhwat sabar menunggu ternyata sang ikhwan tidak tahu karena memang saat itu ia tengah menyiapkan beberapa program dakwah bersama sahabatnya. Timbullah kesalah pahaman yang yang tidak pernah bisa diluruskan, karena sang akhwat menganggap, 'demi dia ia rela seharian menunggu tapi yang ditunggu didak bersedia datang'.

Setelah mengetahui kejadian itu, betapa merasa bersalahnya sang ikhwan. Karena tiap ia berpapasan dengan sang akhwat, akhwat itu selalu menghindar bahkan menutup muka dan lari menjauh.

Satu tahun kemudian, nampak sang ikhwan masih dihinggapi perasaan bersalah. Hingga ia memberanikan diri untuk silaturrahim kerumahnya. Namun semua sia-sia karena sang akhwat sudah meneruskan study qur'annya keluar negeri.

Ia hanya bisa berkata dalam hati,

Ukhti... Kenapa engkau dulu seolah takut saat berjumpa denganku. Hingga tidak pernah memberi kesempatan buatku untuk meluruskan kesalah pahaman itu? Mungkin selamanya rasa bersalah ini akan terus ada, sebelum bisa ku jelaskan padamu.

Ukhti... Mestinya kamu jangan takut dengan perasaan prasangkamu, karena tidak selamanya apa yang kamu fikirkan sesuai dengan kenyataan.

Ukhti... Andai masih ada kesempatan buatku bisa berjumpa denganmu, kata ini yang ingin pertama kali ku sampaikan padamu "saudariku... jangan takut kecewa jika kita sudah mencintai seseorang, jangan takut andai rasa yang ada pada kita tidak terbalas, jangan takut oleh rasa malu yang mengelabuimu karena tanpa kamu sadari itu hanya akan menyakiti hatimu. Biarkan rasa itu mengalir apa adanya tanpa harus tertutupi rasa malu, minder, kecewa, takut, dan lain sebagainya. Allah sudah mengetahui kemauan hatimu biarkan Dia yang menuntunmu mendapati setiap jawaban dari pertanyaan hatimu."

[inspirasi dari kisah nyata]



Posted By Kang Santri9:54:00 PM

Tuesday, April 3, 2012

Kala Pecinta Patah Hati

Murtakibudz Dzunub - Ikhwan itu tertunduk lesu setelah membaca secarik kertas yang terbungkus rapi dalam amplop putih. Batinnya bergolak hebat tidak percaya dengan apa yang barusan ia baca. Mungkin sakit, pedih, perih, bak di sayat sembilu beracun yang sedang ia rasakan. 

Kenangan indah yang beterbangan di alam pikiran, semakin menghancurkan cita dan harapan. Namun ia tidak ingin menyalahkan keadaan dan asbab dari prahara hatinya.

"inilah takdir Allah.." begitu dalam bisik hatinya, sembari memejamkan mata.

Dulu aku mencintaimu karena hatiku memang menginginkan itu
Dulu aku menyayangimu karena aku menganggap kaulah yang dipilihkan Allah untukku

Sungguh tak tersirat dalam benakku untuk menyalahkanmu yang memilih meninggalkanku
Sungguh tak pernah terlintas dihatiku bahwa kau telah mendzalimiku

Karena aku sadar kala hatiku mencintaimu, Allah yang menggerakkan perasaan itu
Begitu juga saat kau meninggalkanku, karena Allah juga menginginkan hal itu

Namun yang harus kau tahu
Tak ada pecinta yang meninggalkan bekas dendam dihati
Tak ada pecinta yang menjadi budak oleh ego nafsu sendiri

Aku bukan patah hati karena kau mencampakkan ku
Aku bukan patah hati karena tidak bisa memilikimu

Tapi aku patah hati sebab aku cemburu melihatmu 
Karena kau telah berhasil menempatkan cintamu sepenuhnya untuk Tuhanmu
Sedangkan aku sendiri belum mampu 

Hatiku pilu, karena belum bisa sepertimu
Hatiku sakit, dengan cintaku yang berhasil membodohiku

"aku meninggalkanmu karena aku sayang padamu, kalau kau memang takdirku... aku akan setia menunggumu tanpa batasan waktu. Ijinkan saat ini aku meninggalkanmu, supaya aku tidak menduakan cintaku kepada Tuhanku karena besarnya cintaku padamu... (maaf)"

Itulah baris terahir dari suratmu yang menghantam hebat hati dan keimananku.

Posted By Kang Santri10:28:00 AM