Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Wednesday, February 13, 2013

Aku Menyesal Karena Bersyukur (Renungan)

Murtakibudz Dzunub - Syekh Sariy As Saqathy (wafat th 253 H./967 M.), seorang arif & murid sufi besar Ma'ruf Karkhy, pernah berkata, "Tiga puluh tahun aku beristighfar, memohon ampun kepada Allah atas ucapan Alhamdulillah sekali."

"Lho, bagaimana itu?" tanya seorang yg mendengarnya.

"Terjadi kebakaran di Baghdad," kata syeikh menjelaskan, "lalu ada orang yg datang menemuiku dan mengabarkan bahwa tokoku selamat tidak ikut terbakar. Aku waktu itu spontan mengucap, Alhamdulillah. Maka ucapan itulah yg kusesali selama 30 th ini. Aku menyesali sikapku yg hanya mementingkan diri sendiri dan melupakan orang lain."

Selama 30 tahun Syeikh Sariy
As Saqathy menyesali ucapan alhamdulillahnya yang hanya sekali. Beliau menyesal karena sadar -sekejap setelah melafalkan ungkapan syukurnya itu- bahwa dengan ungkapan syukurnya itu berarti beliau masih sangat tebal perhatiannya kepada diri sendiri. Begitu tebalnya hingga menindih kepekaan perhatiannya kepada sesama.

Beliau tersadar langkah degilnya orang yang mensyukuri keselamatan sebuah toko pada saat keselamatan sesama dan harta benda mereka terbakar habis.

Alangkah musykilnya orang yang sanggup menyatakan kegembiraan di saat musibah menimpa sebagian besar saudara-saudaranya.

Subhanallah...

|| Dikutip dari buku Kompensasi karya Gus Mus.


Posted By Kang Santri3:55:00 PM

Tuesday, February 5, 2013

Satu Resep Mendapat Ketenangan Jiwa

Cara yang paling mujarab untuk mendapatkan 
ketenangan jiwa adalah,

- Tidak memperdulikan ucapan manusia
tapi fokus memperhatikan ucapan Sang Pencipta.

Karena barang siapa yang menyangka
bahwa dirinya selama di dunia akan
selamat dari celaan manusia
maka dia telah gila.

(Al Imam Ibnu Hazm)

Posted By Kang Santri10:02:00 AM

Monday, December 3, 2012

Bahagia dan Sedih Tak Ubahnya Karya Seni

Filled under: ,

Kebahagiaan dan kesedihan adalah sebuah seni dalam hidup, karena terlalu sayang jika kita lewatkan begitu saja tanpa menikmati (mensyukuri dan menyuguhkan sikap terbaik). Karena melalui itu lah proses pendewasaan diri (terlebih urusan iman) kita terbentuk. [Murtakibudz Dzunub]


Posted By Kang Santri7:44:00 PM

Thursday, November 29, 2012

Nasehat Ulama Salaf (Tentang Diam Sirri)

Filled under: , ,

Murtakibudz Dzunub - Apakah yang dimaksud dengan diam sirri?. Ketika Abu Bakr al-Farisy ditanya tentang diam sirri, beliau menjawabnya, 

“Diam sirri adalah menjauhkan diri dari kepedihan terhadap masa  lampau dan masa depan.” 

Dikatakannya pula, 
“Apabila seorang hamba berbicara hanya mengenai sesuatu yang menyangkut kepentingannya,  dan keharusan bicaranya, maka ia termasuk diam.”

Ibnus Samma' menuturkan, bahwa Syah al-Kirmany dan Yahya bin Mu’adz berteman, dan mereka tinggal di kota yang sama, tetap Syah tidak menghadiri majelisnya. Ketika ditanya alasannya, beliau menjawab, 

“Sudah sepatutnya begini.” 

Orang orang pun  lantas mendesaknya terus hingga suatu hari al-Kirmany datang ke majelis Yahya dan duduk di pojok di mana Yahya tidak akan  dapat melihatnya. Yahya pun mulai berbicara, namun secara tiba-tiba ia diam. Kemudian Yahya mengumumkan, 

"Ada seseorang yang dapat berbicara lebih baik dariku,” 

dan ia tidak mampu melanjutkan perkataannya itu. Maka al-Kirmany berkata, 

“Sudah kukatakan kepada Anda semua bahwa, adalah lebih baik jika aku tidak datang ke majelis ini.”

Terkadang seorang pembicara memaksakan diri untuk diam karena keadaan tertentu yang ada pada salah seorang yang hadir. Barangkali seseorang yang hadir tidak layak mendengar pembicaraan terkait, hingga Allah swt. mencegah lidah si pembicara demi ketentraman dan perlindungan dari mendengar pembicaraan itu.

Mu’adz bin Jabal r.a. berkata, 

“Kurangilah berbicara berlebihan dengan sesama manusia dan perbanyaklah berbicara dengan Tuhanmu, mudah-mudahan hatimu akan (dapat) melihat Nya.”

Dzun Nuun al-Mishry ditanya, 

“Di antara manusia, siapakah pelindung terbaik bagi hatinya?” 

Dzun Nuun menjawab, “Yaitu orang yang paling mampu menguasai lidahnya. “

Ibnu Mas’ud berkata, “Tidak ada sesuatu pun yang patut diikat berlama lama lebih dari lidah.”

Ali bin Bukkar mencatat, “Allah menjadikan dua pintu bagi segala sesuatu, tetapi Dia menjadikan empat pintu bagi lidah, yaitu dua bibir dan dua baris gigi.”

Konon Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. biasa mengulum sebutir batu selama beberapa tahun dengan tujuan agar lebih sedikit berbicara.

Abu Hamzah al-Baghdady adalah seorang pembicara ulung. Pada suatu ketika sebuah suara menyeru kepadanya, 

“Engkau berbicara, dan bicaramu sangat bagus. Sekarang tinggallah bagimu untuk berdiam, sehingga engkau menjadi bagus!” 

Akhirnya ia tidak pernah lagi berbicara sampal wafat menjemputnya.

Para syeikh yang ahli mengenal tharikat menjelaskan, “Terkadang alasan diamnya seseorang adalah karena ada jin yang hadir, yang bukan kompetennya. Karena majelis Para Sufi tidak pernah sepi dari kehadiran sekelompok jin.”

Syeikh Abu Ali ad Daqqaq menuturkan, “Suatu ketika aku jatuh sakit di Marw, dan ingin kembali ke Naisabur. Aku bermimpi bahwa sebuah suara menyeru kepadaku, ‘Engkau tidak dapat meninggalkan kota ini. Ada sekelompok jin yang menghadiri majelis majelismu dan mereka memperoleh manfaat dari ceramah ceramah yang engkau berikan. Demi mereka, tinggallah di tempatmu’!”

Salah seorang ahli hikmah berkata, “Manusia diciptakan hanya dengan satu lidah, namun dianugerahi dua mata dan dua telinga, agar ia mendengar dan mau melihat lebih banyak dari berbicara.”

Ibrahim bin Adham diundang ke sebuah pesta. Ketika ia duduk, orang-orang mulai bergunjing dan memfitnah satu sama lain. Ia lalu berkata, “Kebiasaan kami adalah makan daging sesudah makan roti. Anda ini malah makan daging lebih dahulu. ” Ucapannya ini merujuk kepada firman Allah swt.: “Maukah salah seorang di antaramu memakan daging saudaranya yang mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepada perbuatan itu.” (Q.s. Al Hujurat: 12).

(Dari berbagai sumber)



Posted By Kang Santri9:20:00 PM

Sunday, November 11, 2012

Aku Selalu Curang PadaMu

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Saat aku lapar
Engkau yang memberiku makan
Saat aku haus
Sudah Engkau sediakan curahan mata air yang begitu jernih

Engkau juga yang melepas penat lelah dari segala kesibukan aktifitasku
Dengan menidurkanku dimalam-Mu
Namun tidak cukup sampai disitu
Dalam tidurku
Kau kirim mimpi yang begitu indah buatku

Kau cipta hidupku dengan begitu cantik
Hembusan nafas ini kau susun secara lembut teratur

Wahai Allah...
Demikianlah Engaku
Dzat yang sangat Maha menyayangi hambaNya

Cinta-Mu...
Selalu Engkau dahulukan

Murka-Mu...
Selalu Engkau akhirkan

Dan diantara miliaran mahlukMu yang tiada terhitung oleh akal
Engkau masih memperhartikan satu demi satu MahlukMu

Ada yang meminta terkabulnya doa
Ada yang sedang merintih sedih
Ada yang selalu bercucuran airmatanya membayangkan dosa
Ada yang tertunduk malu akan kasih sayang-Mu
Ada yang mendurhakai-Mu
Ada yang menafikan Keadilan-Mu
Ada yang tidak mempercayai kebenaran Dzat-Mu sebagai Tuhan

Tapi satu yang pasti
Aku selalu curang padaMu
Curang diatas banyak hal
Hingga tak mampu ku sebutkan

Meski Engkau tahu aku selalu menyurangimu
Kau selalu membimbingku
Dan menunggu aku bersimpuh pasrah dihadapanMu
Dengan segala rasa kehambaanku



Posted By Kang Santri6:40:00 PM

Monday, October 29, 2012

Sebuah Syair Dari Imam Syafi'i (Sebelum akhir hayatnya)

(إلـيــك)
KepadaMu

إلـيــك إلـــه الـخـلـق أرفــــع رغـبـتــي
Kupersembahkan (rintihan) kepadaMu Tuhan sekalian makhluk akan harapanku

وإن كـنـتُ يــا ذا الـمــن والـجــود مـجـرمـا
Sekalipun aku seorang yang berdosa wahai yang Maha Pemberi dan Maha Pemurah

ولـمــا قـســا قـلـبـي وضـاقــت مـذاهـبــي
Bilamana keras hatiku & terasa sempit perjalananku

جـعـلـت الـرجــا مـنــي لـعـفـوك سـلـمــا
Kujadikan rayuan (rintihan) daripadaku sebagai jalan untuk mengharapkan keampunanMu

فـمـا زلــتَ ذا عـفـو عــن الـذنـب لــم تـزل
Bilamana Engkau yang memiliki keampunan menghapuskan dosa yang berterusan ini

تــجــود و تـعــفــو مــنـــة وتـكــرمــا
KaruniaMu & ampunanMu adalah merupakan rahmat & kemuliaan

ألــســت الــــذي غـذيـتـنـي وهـديـتـنــي
Bukankah Engkau yang memberi aku makan serta hidayah kepadaku

ولا زلــــت مـنـانــا عــلـــيّ ومـنـعـمــا
Dan janganlah Engkau hapuskan karunia, anugerah & ni'mat itu kepadaku (walaupun aku seorang yang sentiasa berdosa)

عـسـى مــن لــه الإحـســان يـغـفـر زلـتــي
Semoga orang yang memiliki ihsan mengampunkan kesalahanku

ويـسـتــر أوزاري ومــــا قــــد تـقــدمــا
Dan menutup dosa-dosaku serta setiap perkara yang telah lalu

فــإن تـعـف عـنــي تـعــف عـــن مـتـمـرد
Sekiranya Engkau ampunkan aku, ampunkan dari kedurhakaan

ظــلــوم غــشــوم لا يــزايـــل مـأتــمــا
kezaliman, penganiayaan yang tak akan terhapus di hari berhimpun kesedihan

و إن تنـتـقـم مــنــي فـلـســت بــآيــس
Namun jika Engkau membalas siksa terhadapku, aku tidak akan berputus asa

ولـــو أدخـلــوا نـفـسـي بـجــرم جـهـنـمـا
Sekalipun dosa-dosaku itu akan memasukkan diriku ke dalam neraka

فصيـحـا إذا مــا كــان فـــي ذكـــر ربـــه
Dia adalah seorang yang fasih ketika menyebut & mengingati Rabbnya

وفيما سواه في الورى كان أعجما
Dan bilamana dia bersama selain tuhannya di dunia ini dia membisu

يـقــول: حبـيـبـي أنـــت سـؤلــي وبغـيـتـي
Dia (Rasulullah SAW) berkata: Kekasihku, Engkaulah tempatku meminta & berharap

كـفــى بـــك للـراجـيـن ســـؤلا ومـغـنـمـا
Cukuplah Engkau bagi yang berharap sebagai tempat bergantung & memohon

أصـــــون ودادي أن يـدنــســه الـــهـــوى
Ku pelihara kasihku yang dicemari nafsu

وأحــفــظ عــهــد الــحـــب أن يـتـثـلـمـا
Dan ku jaga janji kasih yang telah tercalar

فـفـي يقظـتـي شــوق وفــي غـفـوتـي مـنــى
Di saat ku jaga, aku rindu & di saat ku lelap, aku berharap

تــلاحــق خــطــوي نــشــوة وتـرنــمــا
Mengiringi langkahku dengan penuh semangat & berulang-ulang

فـجـرمـي عـظـيـم مـــن قـديــم وحــــادث
Sesungguhnya dosaku adalah besar sejak dulu & kini

وعـفــوك يـأتــي الـعـبـد أعـلــى وأجـسـمـا
Namun (ku tahu) keampunanmu yang mendatangi hamba adalah lebih besar (agung) & lebih mulia






(Dipersilahkan download .mp3-nya) 

[Ya Allah..... Semoga RahmatMu selalu menyertai Beliau]


Posted By Kang Santri2:58:00 PM

Saturday, October 27, 2012

Amalku Cermin Hidupku

Filled under:

Amalku Cermin Hidupku
Murtakibudz Dzunub - Saat aku tidak bahagia...
Saat itu juga aku ingat bahwa aku telah melakukan dosa
Satu dosa yang membawaku asyik dengan dengan rayuan syaitan

Saat aku tidak bahagia...
Saat itu terjadi karena aku lupa mensyukuri nikmatku yang telah ada
Aku lupa bersyukur bahwa andai saja nikmat melihat ini diambil oleh Penciptaku
Niscaya aku akan melupakan kedukakaan yang tengan aku rasakan

Saat aku selalu merasa kurang dan tidak puas dengan keadaanku...
Saat itu aku sudah berbuat aniaya dengan hatiku
Karena tanpa sadar aku sudah menafikan keadilan Tuhanku
Astaghfirullah...

Aku senantiasa berharap akan kesucian hatiku
Namun keluhan dan rasa penat tiada henti ku ucap
Padahal aku tahu
Untuk mendapati hal itu aku harus sering ditempa oleh berbagai ujian yang tidaklah ringan

Jika amalku adalah cermin dalam kehidupanku
Alangkah malunya diriku
Seorang hamba dhoif yang terlalu bodoh untuk belajar syukur

Wahai Allah...
Engkau yang menciptakan hati ini
Sungguh tiada daya bagiku dan tiada kepantasan 
Jika aku menuntut supaya engkau memberi semua keinginanku
Karena pada hakikatnya
Engkaulah yang lebih tahu apa yang terbaik buat hidupku


Posted By Kang Santri10:40:00 AM

Tuesday, October 23, 2012

Sayyidina Ali bin Abi Thalib Mengungkap 10 Falsafah Hidup

Filled under:

Falsafah Hidup Ali bin Abi Thalib
Murtakibudz Dzunub - Jika hidup itu adalah pembelajaran adalah benar adanya, hingga Rasulullah pun bernah bersabda "Tuntutlah ilmu sampai ke liang lahat", Kehidupan banyak memberikan pengajaran berharga terutama untuk hati dan jiwa, hingga masing-masing manusia akan beragam mendapati inti dari pelajaran yang diajarkan oleh kehidupan itu sendiri. 

Banyak falsafah dari para pendahulu yang begitu kita baca mampu menimbulkan kesan yang mendalam, hingga kita pun termotivasi hanya dengan membaca petikan tulisannya saja. Seperti halnya falsafah hidup yang dituturkan oleh Sayyidina Ali Karromallahu Wajhahu. 

Inilah 10  falsafah hidup beliau, yang tentunya masih banyak lagi jika kita pernah membaca sejarah kehidupan beliau.

1. Dosa terbesar adalah takut

2. Modal terbesar adalah percaya diri

3. Kesalahan terbesar adalah putus asa

4. Keberanian terbesar adalah sabar

5. Kebanggaan terbesar adalah kepercayaan

6. Keuntungan terbesar adalah anak yang sholeh

7. Rahasia paling berarti adalah mati

8. Guru terbaik adalah pengalaman

9. Rekreasi terbesar adalah bekerja

10. Pemberian terbaik adalah partisipasi

Kemudian mari kita tanya hati kita masing-masing, "Apakah falsafah yang sudah kita temukan dalam kehidupan kita?". Karena sebuah falsafah hidup tidak akan muncul tanpa didahului oleh berbagai hal kecuali setelah kita 'ditempa' cobaan dan ujian dari hidup.


Posted By Kang Santri12:27:00 PM

Monday, October 22, 2012

Mutiara Hikmah Dari Imam Syafi'i (Anti Galau)

Murtakibudz Dzunub - Janganlah gundah dengan segala derita
Karena cobaan dunia hanya sementara

Tangguhkan jiwa atas segala nestapa
Hiasi diri dengan maaf dan sikap setia


Semua aib akan dapat tertutup dengan kelapangan dada
Layaknya kedermawanan menutupi cela manusia

Tak ada kesedihan yang abadi, begitupun suka ria
Dan tak ada pula cobaan yang kekal, begitupun riang gembira

Di depan musuh, janganlah engkau bersikap lemah
Karena hinaan dari seteru adalah bencana

Rizkimu takkan berkurang karena ditunda
Dan takkan bertambah karena lelah mencarinya

Bila engkau punya hati qona'ah bersahaja
Tak ada bedanya engkau dengan pemilik dunia

Bila kematian sudah datang waktunya
Tak ada lagi langit dan bumi yang bisa membela

Dan jangan pernah berharap dari kikir durjana
Karena api takkan menyediakan air untuk si haus dahaga

Ingatlah, dunia Allah sangat luas tak terhingga
Tapi bila takdir tiba, angkasa pun sempit terasa
Maka biarkanlah hari berlalu setiap masanya
Karena kematian tak ada obat penawarnya

Biarkan hari berlalu dengan segala lakunya, Lapangkan dada atas segala Takdir-Nya

Posted By Kang Santri10:22:00 AM

Friday, October 19, 2012

Renungan Untuk Sang Suami

Filled under:

(Untukmu Yang Bergelar Suami) 

Apakah membebanimu wahai hamba Allah, untuk tersenyum di hadapan istrimu dikala anda masuk ketemu istri tercinta, agar anda meraih pahala dari Allah?!!

Apakah membebanimu untuk berwajah yang berseri-seri tatkala anda melihat anak dan istrimu?!!
 
Apakah menyulitkanmu wahai hamba Allah, untuk merangkul istrimu, mengecup pipinya serta bercumbu disaat anda menghampiri dirinya?!!

Apakah memberatkanmu untuk mengangkat sesuap nasi dan meletakkannya di mulut sang istri, agar anda mendapat pahala?!!

Apakah termasuk kesusahan, kalau anda masuk rumah sambil mengucapkan salam dengan lengkap : "Assalamu`alaikum Warahmatullah Wabarakatuh" agar anda meraih 30 kebaikan?!!

Apa yang membebanimu, jika anda menuturkan untaian kata-kata yang baik yang disenangi kekasihmu, walaupun agak terpaksa, dan mengandung bohong yang dibolehkan?!!

Tanyalah keadaan istrimu di saat anda masuk rumah!!

Apakah memberatkanmu, jika anda menuturkan kepada istrimu di saat masuk rumah : "Duhai kekasihku, semenjak Kanda keluar dari sisimu, dari pagi sampai sekarang, serasa bagaikan setahun".

Sesungguhnya, jika anda betul-betul mengharapkan pahala dari Allah walau anda letih dan lelah, anda mendekati sang istri tercinta dan menjimaknya, maka anda mendapatkan pahala dari Allah, karena Rasulullah bersabda :"Dan di air mani seseorang kalian ada sedekah".

Apakah melelahkanmu wahai hamba Allah, jika anda berdoa dan berkata : Ya. Allah perbaikilah istriku dan berkatilah daku pada dirinya.
Ucapan baik adalah sedekah.

Wajah yang berseri dan senyum yang manis di hadapan istri adalah sedekah.
Mengucapkan salam mengandung beberapa kebaikan.
Berjabat tangan mengugurkan dosa-dosa.
Berhubungan badan mendapatkan pahala.
 
 Diambil dari kitab " Fiqh pergaulan suami istri " oleh Syeikh Mushtofa Al Adawi.

Posted By Kang Santri2:16:00 PM

Renungan Untuk Sang Isteri

Filled under:

(Untukmu Yang Bergelar Isteri)  
 
Apakah akan membahayakan dirimu, kalau anda menemui suamimu dengan wajah yang berseri, dihiasi senyum yang manis di saat dia masuk rumah.?

Apakah memberatkanmu, apabila anda menghapus debu dari wajahnya, kepala, dan baju serta mengecup pipinya.?!!  Apakah anda akan merasa sulit, jika anda menunggu sejenak di saat dia memasuki rumah, dan tetap berdiri sampai dia duduk.!!!

Mungkin tidak akan menyulitkanmu, jika anda berkata kepada suami : "Alhamdulillah atas keselamatan Kanda, kami sangat rindu kedatanganmu, selamat datang kekasihku".

Berdandanlah untuk suamimu -harapkanlah pahala dari Allah di waktu anda berdandan itu, karena Allah itu Indah dan mencintai keindahan- pakailah parfum, dan bermake up-lah, serta pakailah busana yang paling indah untuk menyambut suamimu.

Jauhi dan jauhilah bermuka asam dan cemberut.

Janganlah anda mendengar dan menghiraukan perusak dan pengacau yang akan merusak dan mengacaukan keharmonisanmu dengan suami.

Janganlah selalu tampak sedih dan gelisah, akan tetapi berlindunglah kepada Allah dari rasa gelisah, sedih, malas dan lemah.

Janganlah berbicara terhadap laki-laki lain dengan lemah-lambut, sehingga menyebabkan orang yang di hatinya ada penyakit mendekatimu dan mengira hal-hal yang jelek terhadap dirimu.

Selalulah berada dalam keadaan lapang dada, hati tentram, dan ingat kepada Allah setiap saat.

Ringankanlah suamimu dari setiap keletihan, kepedihan dan musibah serta kesedihan yang menimpanya.

Suruhlah suamimu untuk berbakti kepada ibu bapaknya.
Didiklah anak-anakmu dengan baik. Isilah rumah dengan tasbih, tahlil, tahmid, dan takbir, perbanyaklah membaca Al-Quran terutama surat Al-Baqarah, karena surat itu dapat mengusir syeitan.

Hilangkanlah dari rumahmu foto-foto, alat-alat musik dan alat-alat yang bisa merusak agama. Bangunkanlah suamimu untuk melaksanakan shalat malam, doronglah dia untuk melakukan puasa sunat, ingatkan dia akan keutamaan bersedekah, dan jangan anda menghalanginya untuk menjalin hubungan siraturrahim dengan karib kerabatnya.

Perbanyaklah beristighfar untuk dirimu, suamimu, serta kedua orang tua dan seluruh kaum muslimin. Berdoalah kepada Allah, agar dianugerahkan keturunan yang baik, niat yang baik serta kebaikan dunia dan akhirat. Ketahuilah sesungguhnya Rabbmu Maha Mendengar doa dan mencintai orang yang nyinyir dalam meminta. Allah berfirman:"Dan Rabbmu berkata : serulah Aku niscaya Aku penuhi doamu" (Al-Ghafir : 60).

 
Diambil dari kitab " Fiqh pergaulan suami istri " oleh Syeikh Mushtofa Al Adawi.

Posted By Kang Santri1:44:00 PM

Monday, July 23, 2012

Aku Dan Ramadhan

Filled under:

Ramadhan Mulia
Murtakibudz Dzunub - Telah ku adukan pada Sang Pemilik Ramadhan
Betapa besar kerugianku tahun lalu
Menjadi budak keinginan tanpa bayaran

Tuhan...
Izinkan aku kembali datang bercumbu dengan Ramadhan
Membesarkan nama-Mu seraya mengkerdilkan jiwa dan kesombonganku

Guritan malam tadi begitu indah
Karena untuk pertama kalinya aku datang tengah malam dalam renung I'tikaf 
Setelah malam pertama ku habiskan di rumah

Ada kenikmatan
Ada kesenduan
Ada ketenteraman
Ada kehawatiran
Ada ketakutan yang ku balut dalam do'a dan harapan

Aku dan Ramadhan
Adalah manusia dan waktu
Manusia yang suka berjibaku dalam lumutan dosa itu
Dan waktu yang ada keberkahan untuk membersihkan tumpukan dosa lalu

Aku akan berdiri semampuku
Aku akan bangkit sebisaku
Menata kembali tulang keimanan yang makin berserakan tanpa aturan
Mengisi kembali lubang keropos pada dawai jiwaku yang munkaran

Aku sepenuhnya milik-Mu Tuhan
Begitu juga dengan Ramadhan
Bedanya hanya
Jika diantara bulan-bulan yang lain, ia yang paling kau utamakan
Namun diriku, seakan termasuk mahluk terendah dari sekian banyak mahluk-Mu



Posted By Kang Santri10:09:00 AM

Monday, July 9, 2012

Realita di Bulan Ramadhan (Renungan)

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Ramadhan... Engkau lah satu-satunya bulan yang sering di elu-elukan ummat Muhammad untuk menumpuk amal. Seakan-akan engkaulah bulan yang dijadikan tumpuan dari kemalasan beribadah di bulan-bulan yang lain. Apakah bijak hal yang seperti ini?

Amalan-amalan  sunnah bertebaran menghiasi siang dan malam kami, dengan mengesampingkan bahwa sebenarnya kami masih mempunyai qadha ibadah wajib yang kami abaikan dulu. Dibenarkankah hal yang demikian itu menurut syari'at? (tentu saja tidak...!!). Lagi-lagi kami tertipu menganggap bahwa hal yang demikian adalah wujud keshalihan.

Kami begitu antusias menanti datangnya shalat tarawih di serambi-serambi masjid dengan pakaian putih bersih dan aroma wangi dengan kopiah lancip yang hampir menutup kening, tapi sayang... kami mengabaikan kewajiban qadha shalat yang pernah ditinggalkan.

Ramadhan... Engkau memang sering kami selewengkan dengan amalan-amalan palsu yang penuh kepura-puraan. Hingga seolah bulanmu menjadi bulan untuk ajang pamer ibadah.

Kami sebar nasehat, kami serukan gema tilawatil qur'an siang-malam di masjid dan surau, ahhh... tapi kebanyakan dari kami sebenarnya berpikiran 'ini adalah ajang untuk pamer keilmuan'.

***

Memang benarlah adanya, karena jiwa keimanan kami masih dalam fase terendah. 

Ramadhan... Meskipun demikian, kedatanganmu merupakan keberkahan yang tak ternilai buat kami yang masih munafiq ini. Semoga dari ratusan ayat suci yang kami baca di bulanmu meski hanya satu huruf saja yang bernilai keihlasan itu sudahlah cukup membahagiakan, karena dibulanmu Allah akan melipat gandakan pahala yang tidak diberikan-Nya selain dibulanmu.

Ramadhan... Meski raga kami berpuasa, tapi sebenarnya hati kami masih lahap menyantap maksiat. Berkali-kali kami menasehati diri bahwa "Kami senantiasa muda untuk melakukan dosa. Tapi kami belum tentu tua untuk melakukan taubat." Astaghfirullah...

Do'a Rasulullah: "Ya Allah, hidupkan hamba selagi hidup masih baik bagi hamba. Dan matikan hamba selagi mati lebih baik bagi hamba."
 
 

Posted By Kang Santri4:15:00 PM

Monday, June 18, 2012

Sebuah Doa Yang Menyentuh Dari Syaikh Abul Hasan Asy-Syadzili

Filled under: ,

Murtakibudz Dzunub - Berikut ini kami kutipkan sebuah do'a dari beliau Syaikh Abul Hasan Asy-Syadzili. Dengan harapan mudah-mudahan doa beliau bisa menginspirasi kita dalam makrifat kepada Allah. Sehingga kita benar-benar tahu bahwa kita hanyalah seorang hamba yang tidak mampu berbuat apa tanpa anugerah pertolonganNya.

Dengan Menyebut Nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Semoga Allah memberi pertolongan kepada kami dan kamu pada apa yang Dia sukai dan Dia Ridhoi. Semoga Dia memilihkan untuk kami dan kamu apa yang Dia takdirkan dan Dia qodha’kan. Dan menjadikan kami dan kamu tergolong orang-orang yang menang di hari bertemu dengan-Nya.

Wahai Allah.....
Wafatkanlah kami sebagai orang muslim dan ikutkanlah kami bersama Muhammad dan golongannya atas Ridha dari-Mu dan mereka dengan iringan selamat dari rasa malu dan segan serta hina oleh sebab amal perbuatan yang campur aduk kami yang telah berlalu.

Wahai Allah.....
Maafkanlah kami dalam kebodohan kami, dan janganlah Engkau menuntut kami karena kelalaian kami terhadap-Mu, dan sebab kejelekan adab kami bersama-Mu dan bersama para malaikat pencatat yang mulia.

Wahai Allah....
Ampunilah dosa-dosa dan kelalaian kami, kebodohan kami terhadap nikmat-nikmat-Mu. Ampunilah kami yang sedikitnya rasa malu kami terhadap-Mu, dan sudilah kiranya Engkau menghadap kepada kami dengan Wajah-Mu, dan janganlah Engkau membiarkan kami difitnah oleh sesuatu dari makhluk-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Wahai Allah....
Ampunilah kami tentang apa yang sudah diketahui oleh manusia dari makhluk-makhluk-Mu dan ampunilah kami atas apa saja yang telah Engkau ketahui dan sudah ditulis oleh para malaikat-Mu, dan ampunilah kami atas apa yang telah kami ketahui dari diri kami sedangkan tidak seorangpun dari para makhluk-Mu yang mengetahui, dan ampunilah kami atas apa yang telah Engkau tentukan kepada kami dalam semua hukum-hukum-Mu, dan karuniakanlah kami kekayaan yang dengannya kami tidak lagi membutuhkan apa-apa dari semua makhluk-Mu dan disertai pula dengan terbukanya penutup antara kami dan antara-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Wahai Allah.....
Ampunilah kami dengan ampunan yang Engkau berikan kepada para kekasih-Mu yang tidak membiarkan sedikitpun keraguan dan tidak menyisakan bersamanya sesuatu celaan dan cercaan. Jadikanlah apa yang telah Engkau ketahui dalam diri kami dan dari diri kami sesuatu yang paling baik diketahui setelah dihapus dan ditetapkannya amal-amal. Sesungguhnya Ummul Kitab (Lauh Mahfudzh) ada di sisi-Mu.

Wahai Allah....
Ampunilah semua dosa-dosa kami baik yang kecil maupun yang besar, yang rahasia maupun yang nampak, yang pertama maupun yang terakhir. Dan ampunilah orang-orang yang kami cintai yang melakukan perjalanan jauh dari kami, perjalanan dunia maupun akhirat, jadikanlah gerak langkah mereka sebagaimana gerak langkah orang-orang yang taqwa dan kepulangan mereka sebagaimana kembalinya orang-orang yang memperoleh keuntungan. Dan Jadikanlah kita semua dengan Rahmat-Mu orang-orang yang diterima (permohonannya), sekalipun kami adalah orang-orang yang berjalan sombong, karena para penyanggah itu sesungguhnya bermurah hati meskipun mereka mengetahui, dan Engkau lebih utama terhadap yang demikian karena Engkau Maha Mulia dari siapapun pengasih. Segala Puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.


Wahai Allah....
Janganlah Engkau pulangkan kami dengan hampa sedang kami penuh berharap kepada-Mu. Janganlah Engkau tolak kami sedang kami berdo’a kepada-Mu. Kami benar-benar memohon kepada-Mu sebagaimana telah Engkau perintahkan kepada kami, maka kabulkanlah permohonan kami sebagaimana telah Engkau janjikan kepada kami, dan janganlah Engkau jadikan kerendahan diri kami sesuatu yang tidak berarti bagi-Mu dan tidak diterima. Dan sebagaimana Engkau telah memudahkan kami untuk berdoa, maka mudahkan pula terkabulnya. Sengguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Posted By Kang Santri8:06:00 PM

Thursday, June 7, 2012

Kenapa Kalian Menangis

Filled under: ,

Murtakibudz Dzunub - Di Bashrah, ada seorang abid (ahli ibadah) yang rasa khaufnya keada Allah sangatlah tinggi, hingga hidupnya selalu didera dengan tangis. Tatkala ajal telah mendekatinya, seluruh keluarga berada disisinya.

Abid itu pun berkata kepada mereka, "dudukkanlah aku", maka merekapun mendudukkannya.

Ia menghadap kearah keluarganya dan bertanya, "wahai ayahku, apa yang membuatmu menangis?".

Sang ayah menjawab, "wahai anakku, aku terfikir kehilangan dirimu dan kesendirianku tanpamu".

Kemudian sang abid menghadap ibunya dan bertanya, "wahai ibu apa yang membuatmu menangis?".

Sang ibu menjawab, "karena aku harus meneguk pahitnya rasa seorang ibu yang kehilangan anaknya".

Kemudian ia berpaling kearah isterinya dan bertanya, "apa yang membuatmu menangis?".

Sang isteri menjawab, "karena aku tidak bisa lagi berbuat baik kepadamu dan aku akan membutuhkan orang selainmu".

Kemudian ia berpaling kearah anak-anaknya dan bertanya, "apa yang membuat kalian menangis?.

Mereka menjawab, "karena yatim dan lemah sepeninggalanmu".

Kemudian, saat itulah sang abid menatap mereka satu persatu kemudian menangis.

Merekapun bertanya, "apa yang membuatmu menangis?".

Ia menjawab, "aku menangis karena kalian menangis untuk diri kalian sendiri bukan untukku, adakah yang menangis karena jauhnya perjalananku? Adakah yang menangis karena sedikitnya amalku? Adakah yang menangis karena tempat tidurku diatas tanah? Adakah yang menangis karena pemberhentianku dihadapan Rabb semesta alam?".

Kemudia sang abid pun terjatuh. Keluarganya menggerakkannya tetapi ia telah meninggal.

***

Apa yang hati kita rasakan setelah membaca kisah ini? Mari belajar menemukan hikmah sesuai kadar ketajaman mata hati kita masing-masing. Maha Suci Engkau Wahai Allah.




Posted By Kang Santri5:47:00 PM

Friday, June 1, 2012

Tunggu Aku Di Sepertiga Malam Terahir

Murtakibudz Dzunub - Aku menyaksikan jiwaku kian terjajah oleh zaman
Terjajah oleh keadaan yang belum mampu ku kendalikan
Ditipu oleh nafsu yang minta di turuti dari setiap keinginan

"Qumillaila Illa Qalilla..."
Begitu berat dan sungguh teramat berat

Bukankah jawaban dari setiap do'a berada di waktu itu
Di sepertiga malam terahir
Untuk Rasullah, beliau gunakan sebagai penghimpun kekuatan
Demi menghadapi fitnah keji dari ummat

Tanpa maksud membandingkan dengan Nabi lain
Nabi Musa punya tongkat sebagai mukjizat
Nabi Sulaiman juga punya mukjizat yang tidak kalah hebat 
Begitu juga dengan Nabi-nabi yang lain
Mereka mempunyai wasilah yang dapat digunakan sebagai penolak fitnah

Tapi bagaimana denga Rasulullah Muhammad?
Adakah seperti Nabi-nabi lain?
Sungguh subhanallah, membayangkan sifat basyariyyahnya Rasulullah
Beliau tidak diberi kehususan senjata seperti halnya Nabi-nabi lain

Dalam medan perang beliau juga mempan dipukul
Beliau juga dihina
Dilempari kotoran
Juga merasakan sakit jasmani layaknya manusia pada umumnya

Tapi hanya satu senjata beliau
Yakni, Qiyamullail...
Inilah senjata Rasulullah

Bila berkaca kembali
Ummat yang seperti apakah kita ini?
Seberapa rasa besar rasa malu kita pada Sang Nabi?

Untuk itu, wahai engkau (siapapun dirimu)
Jangan pernah bosan menasehatkan padaku 
Agar senantiasa mampu ku dirikan malamku
Aku akan menunggumu disepertiga malam terahirku

Begitu juga kau, harus menantiku disepertiga malam terahirmu
Aku belum sanggup untuk menyendiri melatih ibadahku
Aku masih membutuhkanmu sebagai motivatorku
Jangan kau bosan mengajakku

Ajarkan padaku
Tunjukkan kegagahanmu dalam menaklukkan nafsumu
Perlihatkan padaku tentang nikmatnya qiyamullail

Sekali lagi...
Tunggu aku disepertiga malam terahirmu
Karena aku juga akan selalu menunggumu di sepertiga malam terahirku
Do'akan aku
Karena aku juga mendo'akanmu
Meski aku tak pernah mengatakannya padamu


Posted By Kang Santri9:21:00 AM

Thursday, May 31, 2012

Ya Allah

Ya Allah...
Ada rahasia apa dibalik ujian ini
Kau buat hatiku mati kutu 
Semua terasa gelap
Hati tersiksa dan merana
Kadangkala tak ingin ku tunjukkan airmata
Namun apalah daya kekuatan hati

Ya Allah...
Telah Kau janjikan bahwa akan selalu ada jalan keluar
Tapi hati ini belum juga menemukan jalan hidayahMu itu
Aku tidak ingin melihat kesedihannya
Aku tidak mampu membayangkan kepiluannya
Hari ini Kau perlihatkan lagi airmatanya dihadapanku

Ya Allah...
Hampir sembilan tahun sudah 
Kami menjalani episode yang sama
Andai ketabahan hati ini belum sesuai yang Engkau kehendaki
Kami mohon ampun
Kami hanyalah segelintir dari miliaran mahlukMu di alam ini

Ya Allah...
Apakah tak satupun do'a kami yang sampai kepadaMu
Karena yang kami tahu Engkau Maha mendengar
Mendengar rintih suara lirih dari rasa sakit
Mendengar setiap bisikan dari keinginan
Apakah kami belumlah pantas do'a kami ini Engkau kabulkan?

Ya Allah...
Apakah belum Kau ijinkan juga
Niat hamba yang ingin membahagiakan mereka?

Posted By Kang Santri9:49:00 AM

Saturday, May 26, 2012

Silahkan Bersedih

Murtakibudz Dzunub - Banyak kita jumpai berbagai tulisan dengan tema "janganlah bersedih atau laa tahzan" yang tidak lain maksudnya untuk memotivasi pembacanya supaya jangan terus larut dalam kesedihan. Dan itu merupakan langkah yang sangat bagus.

Namun saya kira tidak ada salahnya, kalau kita sikapi (saat kita bersedih) dari sudut pandang yang lain (berupa menikmati kesedihan "nah.. loh!! kesedihan kok dinikmati..").

Silahkan bersedih, janganlah menahan kesedihan dengan berpura-pura bahagia karena itu hanya akan menambah sakit.

Silahkan bersedih, menangislah sepuasnya. Jangan sekali-kali menahan hak air mata yang sudah semestinya harus mengalir dan tumpah.

Silahkan bersedih, ungkapkan kesedihan pada yang menciptakan kesedihan. Karena disitu kita akan menemukan nikmatnya berdekatan dengan Sang Penggenggam kehidupan.

Silahkan bersedih, luapkan emosi kesedihan sepuas-puasnya dalam 'ma'rifatullah'.

Silahkan bersedih, teruslah merintih rayulah Dia yang menciptakan kesedihan. Supaya kesedihan berbuah pada ketebalan iman.

Silahkan bersedih, tanamkan dalam hati bahwa tak ada tempat untuk berbagi hati yang paling indah dan tenang kecuali kepada Robbul 'Izzati.

Silahkan bersedih, karena itu menjadi salah satu motivasi untuk bangun dimalam hari. Berdiri tegak dan tersungkur dalam sujud penuh pasrah disepertiga malam terahir.

Sekali lagi, silahkan bersedih jangan pura-pura tabah. Karena kita memang hamba yang lemah (dhoif). Tak selamanya seorang mukmin yang kuat adalah seorang mukmin yang tidak pernah bersedih. Kita bisa berkaca kepada Rasulullah, beliau adalah tauladan sempurna bila dibanding dengan nabi-nabi lain. Karena beliau benar-benar menunjukkan sifat basariyyah sebagaimana umumnya manusia. Nabi pernah bersedih, nabi juga menangis saat Allah mengujinya ketika beliau kehilangan Ibrahim puteranya.

Namun jangan sekali-kali salah menumpahkan kesedihan, karena iblis juga senantiasa mendekati manusia yang tengah bersedih sembari membisikkan tipu daya agar kita putus asa dan mengambil jalan yang sesuai dengan ajakannya.

Cepokomulyo, Jl. Napak Tilas. 26, Mei 2012. - 20:50 WIB.

Posted By Kang Santri8:53:00 PM

Friday, May 11, 2012

Ajari Aku Menikmati Dzikir

Murkabibudz Dzunub - Satu persatu mereka hanya ku pandangi
Qur'an
Kitab kumpulan dzikir
Sajadah
Tashbih
Minyak wangi

Dalam hati "kalian adalah salah satu sarana orang-orang salih terdahulu menikmati dan menyatu dalam dzikir"
Ya Allah, seperti apakah kenikmatan dzikir yang sebenarnya?
Aku melihat orang shalih itu begitu khusuk
Aku melihat dari raut mukanya, sepenuhnya ingatannya hanya kepadaMu
Aku menyaksikan lelehan airmatanya dalam isak tangis karena mangingatMu

Sedang Qur'an yang ku pegang ini
Aku belum merasakan sentuhan getaran, selayaknya getaran hati orang shalih yang memegang kitab suci

Kumpulan do'a dan dzikir ini sendiri aku bingung dari arah mana harus ku mulai membacanya
Saat ku lafadz "ASTAGHFIRULLAH" pikiran ini masih tertuju pada hayalan tinggi duniawi
Saat ku lafadz "LA ILAAHA ILLALLAH" aku belum mampu menghadirkan kalimah itu kedalam kalbu
Begitu... dan begitu seterusnya

Untaian tashbih ini...
Bentangan sajadah ini...
Aroma kasturi ini...
Semua tidak lain hanyalah alat bantu pengikatku menemukan kesakralan dzikir itu

Allah...
Ajari aku menemukan kenikmatan dalam mengingatmu
Ajari aku menumpahkan tangis sesal atas dosa harian
Saat aku teringat salah satu ayat suciMu yang mengatakan
"hanya dengan mengingat Allah lah hati bisa tenang"

Aku belum mampu untuk melakukan hal itu
Dzikirku masih sebatas penghibur diri
Munajatku masih dalam batas bisikan luar hati



Posted By Kang Santri8:47:00 PM

Wednesday, April 25, 2012

Kehidupan Di Surga

Filled under: ,

Murtakibudz Dzunub - Dalam artikel sebelumnya telah di tulis tentang bagaimana kehidupan dineraka. Maka sekarang kami lanjutkan artikel tentang kehidupan di surga. Berdasarkan petunjuk Al-qur'an dan Hadits bahwa didalam syurga terdapat bermacam-macam keadaan antara lain:

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ أُكُلُهَا دَائِمٌ وَظِلُّهَا تِلْكَ عُقْبَى الَّذِينَ اتَّقَوْا وَعُقْبَى الْكَافِرِينَ النَّارُ
Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman). mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka. (Ar-Ra'd : 35)


- Perkebunan yang tanaman atau pohon-pohonnya antara lain berupa pohon pisang yang bersusun-susun buahnya, pohon kurma dan delima yang banyak sekali buahnya dan dekat-dekat serta tidak dilarang memetiknya.

- Gedung-gedung atau istana dan rumah yang bahan-bahan bangunannya terbuat dari emas, perak, mutiara, permata, yakut dan marjan.

> Dipan-dipan dan tempat tidur yang tinggi-tinggi berderet dengan dilengkapi kasur-kasur yang tebal dan empuk, bantal-bantal dan permadani yang dari padanya bertahtakan emas.

> Gelas-gelas, kendi-kendi, piring dan lain sebagainya terbuat dari emas dan perak untuk tempat segala  macam makanan dan minuman ahli surga.

> Didalamnya tidak ada perkataan yang sia-sia, kotor, keji, menimbulkan dosa, sesat, lagi pula tak pernah terdengar omong kosong.

> Terdapat bidadari-bidadari yang cantik jelita, bulat matanya, berkulit putih bersih yang sama sekali belum pernah tersentuh siapapun.

> Juga sungai-sungai yang mengalir terus menerus, mata airnya antara lain  berupa air yang sangat jernih, air susu, madu, khamr yang melezatkan bagi peminumnya.

> Terdapat pula sebuah pasar yang dikunjungi penghuninya setiap hari jum'at.

> Terdapat sebuah pohon ajaib, yang naungannya andai kata ditempuh orang yang berkendaraan kuda aling cepat tak akan habis seratus tahun, sebagai naungan ahli surga.

> Wajah-wajah ahli surga nampak bersinar dan bercahaya bagaikan bulan di malam purnamadan bagaikan pancaran bintang-bintang dilangit terang.

> Mereka dikenakan pakaian-pakaian yang bahannya dari sutera halus yang tebal dan berwarna hijau.

> Mereka serba dilengkape perhiasan-perhiasan berupa gelang emas dan mutiara.

> Juga disediakan segala macam makanan yang diinginkan berupa buah-buahan ataupun daging-daging yang diinginkan.

> Mereka bebas meminum minuman yang sangat lezat rasanya. Berupa air yang tidak pernah berubah bau dan rasanya, air susu yang lebih manis dan lebih putih, madu yang disaring, air yang dicampur dengan air kafuur, minuman yang campurannya dari jahe, air salsabil, khamr yang tidak memabukkan, air tasnim.

> Tak ketinggalan mereka memperoleh makanan dan minuman dengan pelayanan dari pelayan-pelayan surga.

> Mereka beristerikan bidadari dan bersuamikan wildan (bidadara) yang penuh kasih sayang dan setia.

> Mereka memperoleh penghormatan dari Allah dan para malaikat.

> Mereka senantiasa memperoleh rizki dan kesejahteraan yang melimpah tiada putus-putus.

> Kebahagiaan, kemuliaan, keselamatan dan kenikmatan benar-benar mereka rasakan.

> Mereka sedikitpun tak pernah merasa takut dan hawatir.

> Hati mereka menjadi satu, mereka bersaudara serta tak pernah merasa dendam dan iri.

> Hati mereka dalam keadaan tenang dan tenteram tak pernah bersengketa, tak perrnah berselisih apalagi bertengkar.

> Mereka juga makan dan minum tapi mereka tak pernah buang kotoran, tak pernah buang air seni, tak pernah meludah, tak pernah kentut dan sama sekali tidak pernah terserang penyakit.

> Mereka dapat melihat orang yang berada ditingkat atas mereka.

> Sisir mereka dari emas.

> Bau peluh mereka seperti minyak kasturi.

> Ukup-ukupan mereka dari kayu gahru yang sangat harum.

> Alnagkah paling nikmatnya mereka dapat melihat Dzat Allah swt. dan inilah merupakan puncak dari segala kenikmatan di surga.

> Demikian itu mereka terus-menerus kekal abadi untuk selama-lamanya yakni mereka tidak akan pernah mati dan tak akan kehabisan waktu.

Gambaran yang tepat keadaan surga ini seperti yang disabdakan Rasulullah:

ما لا عين رأت ولا اذن سمعت ولا خطر في قلب بشر - رواه مسلم

"surga itu ialah, tidak mata melihat dan tidak telinga mendengar dan tidak pula khotir-khotir yang terasa dalam hati seseorang". (HR. Muslim)

Posted By Kang Santri12:14:00 PM