Showing posts with label Syair Religi. Show all posts
Showing posts with label Syair Religi. Show all posts

Thursday, February 21, 2013

Satu Pesan Cinta Yang Tersisa

Satu pesan tentang cinta yang tersisa
Saat aku mendua
Saat aku menghianatinya
Saat aku membuatnya cemburu karena kelakuanku

Satu pesan ratap yang semoga masih berguna
Ketika aku ingin kembali padanya
Ketika aku mencoba mendahulukan cintanya
Ketika aku berharap ampun darinya

Wangianku telah hilang aroma
Rayuanku kian pudar pesona
Rintihanku hanya embun yang akan sirna
Karena berkali-kali aku gagal mencintainya

Ku rasakan engkau masih menantikanku
Melewati lorong duniaku yang semu
Membersihkan bercak noda hatiku
Bersimpuh kukuh menyesali kelakuan burukku

Diantara banyaknya pesan cinta darimu
Insya Allah satu saja sudah cukup bagiku
Aku ingin mereguk kembali kesucian hatiku
Layaknya Ibunda melahirkan ku dulu

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (ALi Imran: 31)

Posted By Kang Santri7:34:00 PM

Monday, November 19, 2012

Syair Duka Untuk Korban Gaza

Filled under: ,

Murtakibudz Dzunub - Sungguh merinding saya mendengar syair dari pemuda Gaza ini. Sahabat bisa langsung men-downloadnya... 
 

Berikut adalah terjemah dari syair diatas ["semoga Allah senantiasa memberi kekuatan dan kesabaran Untuk bangsa Palestina hususnya warga Gaza dari fitnah keji dan kekejaman bangsa Israel. Amiin"]:

Wahai alam,
Demi Allah, ini tidak boleh terjadi.
Mereka membunuh kami.
Mereka menganggap kami teroris.
Padahal mana di antara kami yang teroris?
Demi Allah, ini kezaliman, wahai alam.
Demi Allah, ini kezaliman.

[Muh. Anis] 

(dikutip dari milis Kajian Islam)



Posted By Kang Santri7:28:00 PM

Monday, October 29, 2012

Sebuah Syair Dari Imam Syafi'i (Sebelum akhir hayatnya)

(إلـيــك)
KepadaMu

إلـيــك إلـــه الـخـلـق أرفــــع رغـبـتــي
Kupersembahkan (rintihan) kepadaMu Tuhan sekalian makhluk akan harapanku

وإن كـنـتُ يــا ذا الـمــن والـجــود مـجـرمـا
Sekalipun aku seorang yang berdosa wahai yang Maha Pemberi dan Maha Pemurah

ولـمــا قـســا قـلـبـي وضـاقــت مـذاهـبــي
Bilamana keras hatiku & terasa sempit perjalananku

جـعـلـت الـرجــا مـنــي لـعـفـوك سـلـمــا
Kujadikan rayuan (rintihan) daripadaku sebagai jalan untuk mengharapkan keampunanMu

فـمـا زلــتَ ذا عـفـو عــن الـذنـب لــم تـزل
Bilamana Engkau yang memiliki keampunan menghapuskan dosa yang berterusan ini

تــجــود و تـعــفــو مــنـــة وتـكــرمــا
KaruniaMu & ampunanMu adalah merupakan rahmat & kemuliaan

ألــســت الــــذي غـذيـتـنـي وهـديـتـنــي
Bukankah Engkau yang memberi aku makan serta hidayah kepadaku

ولا زلــــت مـنـانــا عــلـــيّ ومـنـعـمــا
Dan janganlah Engkau hapuskan karunia, anugerah & ni'mat itu kepadaku (walaupun aku seorang yang sentiasa berdosa)

عـسـى مــن لــه الإحـســان يـغـفـر زلـتــي
Semoga orang yang memiliki ihsan mengampunkan kesalahanku

ويـسـتــر أوزاري ومــــا قــــد تـقــدمــا
Dan menutup dosa-dosaku serta setiap perkara yang telah lalu

فــإن تـعـف عـنــي تـعــف عـــن مـتـمـرد
Sekiranya Engkau ampunkan aku, ampunkan dari kedurhakaan

ظــلــوم غــشــوم لا يــزايـــل مـأتــمــا
kezaliman, penganiayaan yang tak akan terhapus di hari berhimpun kesedihan

و إن تنـتـقـم مــنــي فـلـســت بــآيــس
Namun jika Engkau membalas siksa terhadapku, aku tidak akan berputus asa

ولـــو أدخـلــوا نـفـسـي بـجــرم جـهـنـمـا
Sekalipun dosa-dosaku itu akan memasukkan diriku ke dalam neraka

فصيـحـا إذا مــا كــان فـــي ذكـــر ربـــه
Dia adalah seorang yang fasih ketika menyebut & mengingati Rabbnya

وفيما سواه في الورى كان أعجما
Dan bilamana dia bersama selain tuhannya di dunia ini dia membisu

يـقــول: حبـيـبـي أنـــت سـؤلــي وبغـيـتـي
Dia (Rasulullah SAW) berkata: Kekasihku, Engkaulah tempatku meminta & berharap

كـفــى بـــك للـراجـيـن ســـؤلا ومـغـنـمـا
Cukuplah Engkau bagi yang berharap sebagai tempat bergantung & memohon

أصـــــون ودادي أن يـدنــســه الـــهـــوى
Ku pelihara kasihku yang dicemari nafsu

وأحــفــظ عــهــد الــحـــب أن يـتـثـلـمـا
Dan ku jaga janji kasih yang telah tercalar

فـفـي يقظـتـي شــوق وفــي غـفـوتـي مـنــى
Di saat ku jaga, aku rindu & di saat ku lelap, aku berharap

تــلاحــق خــطــوي نــشــوة وتـرنــمــا
Mengiringi langkahku dengan penuh semangat & berulang-ulang

فـجـرمـي عـظـيـم مـــن قـديــم وحــــادث
Sesungguhnya dosaku adalah besar sejak dulu & kini

وعـفــوك يـأتــي الـعـبـد أعـلــى وأجـسـمـا
Namun (ku tahu) keampunanmu yang mendatangi hamba adalah lebih besar (agung) & lebih mulia






(Dipersilahkan download .mp3-nya) 

[Ya Allah..... Semoga RahmatMu selalu menyertai Beliau]


Posted By Kang Santri2:58:00 PM

Friday, June 1, 2012

Tunggu Aku Di Sepertiga Malam Terahir

Murtakibudz Dzunub - Aku menyaksikan jiwaku kian terjajah oleh zaman
Terjajah oleh keadaan yang belum mampu ku kendalikan
Ditipu oleh nafsu yang minta di turuti dari setiap keinginan

"Qumillaila Illa Qalilla..."
Begitu berat dan sungguh teramat berat

Bukankah jawaban dari setiap do'a berada di waktu itu
Di sepertiga malam terahir
Untuk Rasullah, beliau gunakan sebagai penghimpun kekuatan
Demi menghadapi fitnah keji dari ummat

Tanpa maksud membandingkan dengan Nabi lain
Nabi Musa punya tongkat sebagai mukjizat
Nabi Sulaiman juga punya mukjizat yang tidak kalah hebat 
Begitu juga dengan Nabi-nabi yang lain
Mereka mempunyai wasilah yang dapat digunakan sebagai penolak fitnah

Tapi bagaimana denga Rasulullah Muhammad?
Adakah seperti Nabi-nabi lain?
Sungguh subhanallah, membayangkan sifat basyariyyahnya Rasulullah
Beliau tidak diberi kehususan senjata seperti halnya Nabi-nabi lain

Dalam medan perang beliau juga mempan dipukul
Beliau juga dihina
Dilempari kotoran
Juga merasakan sakit jasmani layaknya manusia pada umumnya

Tapi hanya satu senjata beliau
Yakni, Qiyamullail...
Inilah senjata Rasulullah

Bila berkaca kembali
Ummat yang seperti apakah kita ini?
Seberapa rasa besar rasa malu kita pada Sang Nabi?

Untuk itu, wahai engkau (siapapun dirimu)
Jangan pernah bosan menasehatkan padaku 
Agar senantiasa mampu ku dirikan malamku
Aku akan menunggumu disepertiga malam terahirku

Begitu juga kau, harus menantiku disepertiga malam terahirmu
Aku belum sanggup untuk menyendiri melatih ibadahku
Aku masih membutuhkanmu sebagai motivatorku
Jangan kau bosan mengajakku

Ajarkan padaku
Tunjukkan kegagahanmu dalam menaklukkan nafsumu
Perlihatkan padaku tentang nikmatnya qiyamullail

Sekali lagi...
Tunggu aku disepertiga malam terahirmu
Karena aku juga akan selalu menunggumu di sepertiga malam terahirku
Do'akan aku
Karena aku juga mendo'akanmu
Meski aku tak pernah mengatakannya padamu


Posted By Kang Santri9:21:00 AM

Monday, March 12, 2012

Tersungkur Di Jalan Janji

Filled under:



Aku memang salah satu dari kaum muslimin
Tapi aku tahu kalau aku belumlah menjadi seorang mukmin yang muttaqin

Berkali-kali rayu janji keinsyafaan ku sampaikan pada Sang Pengendali kematian
Namun sayu puji itu sarat akan kemunafikan dan kebohongan

Kembali ku tersungkur di jalan janji ku sendiri
Tertatih di bukit terjal kemaksiatan yang tak pernah sempurna ku insyafi

Asa ku berteriak ngeri
Memaki dan mencaci memandang diri sendiri

Kembali ku lafadz 'kata untuk taat' dalam bait janji
Dengan harapan Ia bersedia menerimaku seraya mencuci bersih dosa diri dan hati

Meski aku tak tahu apa yang akan terjadi dengan janji baruku nanti
Tapi yang aku tahu "aku hanyalah hamba dhoif yang selalu ingin belajar dari siapapun
bagaimana cara mendapatkan Cinta-Nya di Cintai-Nya dan Mencintai-Nya itu saja....."




Posted By Kang Santri3:51:00 PM

Sunday, March 11, 2012

Makna Sebuah Titipan

Filled under:



Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?

Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu 
diminta kembali oleh-Nya ?

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
 kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan 
bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika :
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan
Nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusanNya yang
tak sesuai keinginanku,
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah 
untuk beribadah...

"ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"


Posted By Kang Santri4:19:00 PM

Monday, February 27, 2012

Saat Dosa Mengalahkan Airmata

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Kebaikan, itu hanya menatap sayu, melihat keluguan seorang pemuda yang mulai nampak lusuh raut mukanya...

Bagi beranda hati yang tak henti mengharap nur suci 

Bagi seonggok daging yang selalu berharap selamat saat kiamat

Dengan apa malammu kau pertanggung jawabkan?
Sementara siangmu kerap kau abaikan?

Meski tak seindah mutiara yang dibuat dalam cangkang karang


Nafsu bejat itu selelu berusaha dia jinakkan
Nafsu, ketika dia mengharap sesuatu yang bukan haknya
Nafsu, ketika semua orang harus sejalan dengan pemikirannya
Nafsu, ketika dia mulai putus asa dengan indah pengharapannya

Sedang saujana yang terlihat hanya tangisan
kalut yang tertutup kelopak takut

Usai memutar biji tashbih...


Dengan di iringi kepiluan...

"percuma tarian pena ku goreskan melukis syair-syair hikmah kehidupan!,
sedang hatiku sendiri buta tuk membaca!"

Wahai Sang Penggenggam kehidupan
Jika sekiranya dosa yang mengambil semua airmata khosyyahku
Sungguh tiada daya bagiku untuk memintanya kembali

Seolah munajatku hayalah fatamorgana dalam mengadu
Rintihanku tak lebih dari insan dungu yang tak pantas merayu
Kekhusu'anku sekedar pelengkap menutupi kemunafikanku


إلهي أنت مقصودي ورضاك مطلوبي
 

Posted By Kang Santri9:21:00 PM

Saturday, February 25, 2012

Syair Perindu


Gerai senja terpekur dalam hayalan rinduku
Siapakah gerangan tsuroyya itu
Tersungkur ku terpikat dalam noktah semu
Hingga purnama menangis melihat kemalanganku

Kau yang selalu melintas di ujung sisa terahir tinta
Riang menebar senyum di tiap urat mata
Tolong sampaikan pesanku kepada pemulikmu yang selalu terjaga
Bahwa tenun kerinduan yang Ia sulam di serat hatiku membuat siksa

Jari-jari waktu kian mengapit bisikan hati
Sementara jiwa ku duduk termangu dalam kemacetan angan yang tak suci
Ku tunggu saat kau sendiri
Di puncak labuh ketulusan yang kau ingini

Kepadamu kekasih
Ku persembahkan gurat kisah bernada perih
Ku persembahkan cara berjalan saat kita tertatih
Bukan gambaran foya kenikmatan seperti yang selama ini ingin manusia raih

Bila tiba saatnya nanti
Bersabarlah saat biduk kita goyah oleh materi
Berpeganglah pada keyakinanmu akan nahkoda kasih sayang ini
Dengan sisa-sisa sobekan baju keimananku
Insya Allah masih mampu mengantarmu mendapati cinta Ilahi


(Di tulis, 25 Pebruari 2012 - 20:18 WIB)

Posted By Kang Santri10:18:00 PM

Tuesday, February 21, 2012

Di Sepertiga Malam Terahir

Filled under:



Ingin ku rengkuh keutamaan di setiap malam
Namun, nafsu kembali berhasil meniduriku
Kelopak matapun kian mengering dibumi hati yang kian kerontang
Sementara aku hanya bisa berharap 
“Semoga malam berikutnya tidak seangkuh dan seganas malam ini”
Iblis terbahak melihat kekalahanku
Malaikat menangis melihat kemalanganku

Kembali ku tunaikan sholat isya’…
Dengan harapan, sepertiga malam terahir nanti kedua tanganku
mampu membasuhkan air wudlu diwajah dosaku.

Namun lagi-lagi aku gagal meraihnya
Tak serokaatpun mampu ku dirikan
Tak sekalimahpun mampu ku lafadlkan
“Apa mungkin karena seringnya iblis berhasil mengencingi telingaku,
sehingga kedua indra ini tak pernah lagi mendengar sayup-sayup
alam yang tak pernah behenti memuja-Mu?”.

Aku kalah dengan stomata yang tak pernah berhenti bertasbih
Aku kalah dengan bebatuan yang tak pernah henti berdzikir
Aku kalah dengan air yang selalu menggemakan alunan dzikir

Beberapa bulan kemudian aku dihadapkan pada satu episode hidup yang 
belum pernah ku perankan sebelumnya
Bermacam cobaan berbaris rapi rapi bertamu mengunjungiku
Hingga pada suatu malam…
 “Berbahagialah.. Tuhanmu telah mengabulkan doamu”
Hembusan angin tafakkur masuk mengantarkan bisikan itu kedalam hati
Aliran darah mendidih 
Irama jantung berdetak bak halilintar yang mencambuk 
Iblis karena ingin mencuri rahasia langit

Kelopak mata mulai tergenagi luh Bibir bergetar diiringi
suara gemelethuk gigi beradu
Hingga ahirnya malam itu air mata mengguyur pipi
“Semoga air mata ini sebagian dari air mata yang akan
dipercikkan malaikat Jibril dihari kiamat 
nanti ketika gumpalan bola api akan melahap Umat Muhammad”

Ku peluk kesedihan dengan Tahmid
Sedang kegelisahan ku belai dengan Tashbih
Namun kahawatiran kembali menamparku 
“Apakah malam ini mampu engkau pertahankan? 
Seperti malam-malam yang akan engkau lewati
sembari menghabiskan sisa waktumu?”

Akupun tersentak…!!!
Hingga tetesan luh kembali bercumbu dengan kedua pipiku
Sedang dibawah hamparan sajadah, Iblis sesumbar
dengan sumpah serapahnya berteriak
“Lihat saja nanti, apakah besok malam kamu masih bisa seperti ini lagi?!” 
Hingga ahirnya lari terbibirit-birit mendengan Ta’awudz yang ku ucapkan. 

Posted By Kang Santri8:56:00 PM