Showing posts with label Puisi Umum. Show all posts
Showing posts with label Puisi Umum. Show all posts

Saturday, January 26, 2013

Temui Aku Di Waktu Senja

Aku terus menatapnya meski kelopak mata sudah mulai membengkak. Melihatnya terus berjalan dengan senyuman yang sedikit ia paksakan. Mungkin hanya dua butir air mata yang aku teteskan melihatnya pergi untuk menjalani takdir Tuhan, namun ada do'a dalam tiap jejak tapak yang tak nampak, ada keharuan yang teramat dahsyat tersembunyi dalam hatiku yang pekat.

Serunai senja kehilangan dan  kedukaan ini mungkin akan selalu ada, namun aku yakin keduanya akan sirna andai saja aku mengetahui ia bahagia disana.

Temui aku di waktu senja, karena waktu itu ku jadikan sebagai pengingat kepergianmu.

Temui aku di waktu senja, karena waktu itu ku jadikan masa bernostalgia dengan senyuman terakhirmu, yang sedikit kau paksakan kala itu.

Temui aku di waktu senja, kabarkan bahwa kau baik-baik saja.


(zhr)

Posted By Kang Santri10:41:00 AM

Sunday, January 6, 2013

Tak Sepucat Muka Mayat

Filled under:

Ku papah lagi kisah itu dengan instrumen sendu
Memandangmu dengan batinku
Merasakan hadirmu dengan jiwaku
Memelukmu bersama harapanku
 
Mungkin kisahku yang menyayat 
Tidaklah sepucat muka mayat
Namun yang ku tahu ia akan terus mengarat
Dalam romansa kabut yang tak terikat

 


Posted By Kang Santri3:29:00 PM

Sunday, December 23, 2012

Syair Perindu 2

Filled under: ,


Murtakibudz Dzunub "...boleh kau menyebutku sebagai perayu 
yang gagal memikat hatimu"

Malam ini... adalah malam terbaikku mengingatmu
Aku berhasil menghabiskan beberapa cawan rindu 
meneguk senyummu

Sebenarnya aku ingin merindumu dengan sederhana
Tapi sayangnya aku tak bisa

Perlahan... aku memanipulasi rinduku
Berharap seperti ini juga rasa rinduku pada Tuhanku

Meski kadang sendu melanda kalbu
Namun aku tak ingin kerinduan ini berlalu

Aku ingin rasa rindu ini tetap ada 
Meski nanti  jarak tidak lagi memisahkan kita

Satu hal yang mesti kau rasa
Bahwa kerinduan ini sungguh istimewa

Berulangkali ku tanyakan alasan perihal atas kerinduan hati
Berulangkali pula tak penah ku dapati apa alasan sebenarnya 
dari prahara rasa ini

(23, Desember 2012)

Posted By Kang Santri2:53:00 PM

Thursday, November 15, 2012

Dalam Bingkai Kenangan Itu [Ada Kamu]

Filled under:

[Ku bersihkan...

Dan ku tatap kembali bingkai kecil itu
Nanar mata hati ini tidak dusta
Dengan apa yang di lihat dan baca]

Mengenangmu saat bahagia
Mengenangmu saat berduka
Mengenangmu saat bermanja
Mengenangmu saat kau sudah tidak lagi suka

Tercecar robekan kertas
Guna menyusun kata tiada batas
Meski kini yang kusapa hanya sebuah kanvas
Namun itu sudah cukup sebagai penawar rindu miskin terbalas

Kau adalah lukisan yang pernah ku buat menangis
Kau juga lukisan yang pernah ku sembuhkan luka saat menangis
Ada guritan kecil yang berhasil kau pahat saat aku mulai melukis
Hingga terkadang aku berharap saat kau baca susunan kataku ada air mata harumu dalam tangis

by. saujana



Posted By Kang Santri7:11:00 PM

Sunday, October 28, 2012

Caraku Mengenangmu

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Meski perpisahan ini tidak begitu menyakitkan
Namun prahara itu mampu membuat hatiku berantakan
 
Sebagaimana tidak pernah ada yang salah dalam cinta
Begitu juga dengan keputusan yang lahir darinya

 Serunai senjaku akan selalu ku bawa dalam sayatan itu
Sembari menutup rasa kehilangan dengan kesyahduan mengenangmu
 
Biarlah barisan syairku menari bersama puisi
Mengisi kerontang jiwa dengan sajak ilusi
 
Caraku mengenangmu 
Engkau akan melihat padanya akan nampak syahdu dalam balutan doaku
 
Caraku mengenangmu
Engkau akan merasakan bahwa inilah cinta yang tanpa pamrih itu
 
Meski hanya secuil kabar kedukaan yang ku dengar dari mu
Itu sudah berhasil menyayat hatiku
 
Walau hanya setitis air mata sedih dalam hidupmu
Itu sudah cukup membuat gundah gulana hatiku
 
Berbahagialah dengan pilihan hatimu
Karena hanya itu yang ku ingini darimu

Posted By Kang Santri8:23:00 PM

Mengemis Gerimis Menangkis Tangis

Filled under:

(Murtakibudz Dzunub)

Pandanglah ikhwan itu
Kelak akan kau dapati sebuah temu

Dibalik aura sifat sabar
Ada hati yang menggelepar sangar

Terjebak dikubangan perasaan
Bersama wangian anyir sirna harapan

Kerinduannya yang dulu terlarang
Kini semakin terlarang

Bak mengemis gerimis
Sembari menangkis tangis

Berteriak lantang
Menantang bintang
 

Derai-derai cemara
Selalu setia mendengar sapa


Tak kan ada lagi sajak putih
Karena urat hatinya sudah habis tersembelih

Sia-sia ikhwan malang terpekur dalam doa
Meminta cengkurai malam yang sudah tiada


***


[Kasihanilah camar yang tidak pernah berani pulang,
karena ia membawa sebuah kabar yang tak ingin kau dengar]


Posted By Kang Santri7:51:00 AM

Thursday, October 4, 2012

Sang Penyejuk Hati

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Mungkin mudah bagiku menulis syair kerinduan dan cinta
Tapi tidak saat hatiku hanyut dan tenggelam di dasar hatimu,  yang telah berkenan menjadi muara

Guritan kata terbaik musnah
Pecah menjadi repihan rasa yang indah

Hatiku membisu bak tutur suara tanpa lagu
Mengenang risau hatimu akan kepergian sementara ku

Hingga kau berkata "Ingat aku yaa... Ingat akuu... (Jangan lupakan aku)"
Itulah kata darimu yang berhasil kau tikam ke qalbu terdalam ku

Untukmu sang penyejuk hati...

Bagaimana aku bisa melupakanmu?
Sementara kau tidak pernah bosan menyuruhku meletakkan
cinta pertamaku hanya pada Tuhanku

Bagaimana aku bisa melupakanmu?
Sementara hanya kau yang rajin mengingatkanku untuk bangun
disepertiga malam terahirku

Bagaimana aku bisa melupakanmu?
Sementara hatiku seperti hatimu

Meskipun aku tahu
Bahwa aku belum mampu memberimu bintang
Dan menyuguhkan rembulan

Namun aku tahu jika keduanya kerap hadir
Dalam romansa penantian takdir



[didedikasikan untuk sepasang kekasih yang saling mengerti bahwa
"Cinta Tidaklah Harus Memiliki"]


Posted By Kang Santri3:25:00 PM

Saturday, August 25, 2012

Telah Ku Adukan Perkara Ini Pada Tuhan

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Telah ku adukan perkara ini pada Tuhanku
Tentang kesedihan
Tentang air mata
Juga tentang hati yang tidak sengaja telah ku sakiti

Aku sadar
Jika aku bukanlah kekasih halalmu
Yang pantas merayu hatimu

Namun meskipun begitu
Kau sudah tahu akan kasih sayang yang ada dalam diriku untukmu
Meski terkadang aku belum yakin jika kau juga mempunyai rasa yang seperti itu untukku

Sungguh
Aku teramat malu menyaksikan diri
Yang sudah memberimu gelar zahratus shofi
Tapi aku sendiri malah menyakiti hati sang bunga suci

Ijinkan aku mengirim butiran airmata ini...

Melalui cakrawala alam yang sering kau sapa
Melalui setiap keindahan yang kau rasa
Melalui cekungan merah kelopak mata
Melalui bait-bait doa yang sering ku baca

Aku masih ingin mengatakan jika,

HATIKU SEPERTI HATIMU

Meski tulisan kerap kali mengatakan kata pisah
Namun hati selalu meyanggah

Aku menyayangimu karena Tuhanku
Bukan aku menyayangimu karena nafsuku

Perkenankan aku mengobati kelukaan hatimu
Yang terjadi karena kebodohanku memahamimu

Posted By Kang Santri7:38:00 PM

Monday, August 13, 2012

Yang di Rasakan Hati

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Yang di alami belum berhenti
Yang terjadi sangatlah berarti dalam diri
Masa lalu... padanya menyimpan hijab yang menuntut untuk segera di ungkap

Haruskah manis dan indahnya fatamorgana tentang cinta kembali meracuni hati?


Hijau daun sore telah menguning bersama menuanya waktu
Mengering
Terombang-ambing
Tersapu benturan benda halus yang tak serius


Yang dirasa
Membentuk peta kehidupan yang tak berskala
Hingga tak mampu diterjemah dalam bahasa tulis dan lisan


Yang dirayu juga yang merayu
Ibarat insan dungu tanpa induk semang
Melong-long tiada nada


Yang dirahasiakan hati
Berujung dilema jika sang permaisuri mengetahui


Yang ditakuti kini telah terjadi
Cerminan tentang pilihan ia atau tidak
Makin meraung garang dalam sarang
Hingga terkadang galau menjadi peranan utama dalam sandiwara hidup


Yang di ingini masih sebatas mimpi
Kelopak mata membengkak
Sampai cucuran air bah dari kelopak makin membuat hati tersendak

Dimana bisa kutemukan obat
Dari prahara hati yang tak bersahabat?
Biarlah bahagia dan sedih bersanding harmonis
Karena aku tak ingin lagi ada tangis

Di tulis di Al-Anwar Sarang - Rembang, 5 April 2005

Posted By Kang Santri5:04:00 PM

Thursday, August 9, 2012

Di Hakimi Waktu

Filled under:

Memahamimu ibarat menyusun bukit kabut

Kau begitu ringan dipelukan
Namun begitu mudah juga hatimu dicera-beraikan

Aku selalu dihakimi waktu 
Saat ku ucap pertama kali salam ta'aruf padamu

Aku mampu menerima kekuranganmu yang tujuh puluh
Dan aku bisa menerima kelebihanmu yang tiga puluh

Tapi
Mungkin itu dulu
Sebelum batas kesabaranku
Di hakimi oleh waktu

Aku yang terjajah oleh ego ku sendiri
Karena bertahan ingin memiliki

Sekarang
Ketukan palu ku, sudah menggambil keputusan

Ku ikhlaskan
Saat kau berkata "ingin pergi"

Ku relakan
Saat kau tulis kata "ku tak ingin bicara lagi"

Ku lapangkan
Jika perpisahan sudah menjadi suratan

Dan aku tidak akan menahanmu lagi

Posted By Kang Santri9:34:00 AM

Sunday, July 29, 2012

Mempunyai Tapi Tidak Memiliki

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Sedu-sedan ku membayangkan masa itu
Menikmati sisa waktu
Tidak dengamu
Melainkan dengan pilihan Tuhanku

Wahai kau yang ku pilih
Namun tak bisa ku raih

Wahai kau yang ku damba
Tapi masa tak pernah mengijinkan kita bersua

Ingin ku berteriak lantang
Kepada Bani Adam

"Siapa pun dirimu, jangan pernah sekalipun kau lukai hatinya"

"Kau yang sudah di gariskan untuknya, bimbinglah ia mencapai keridlaan-Nya"

"Wahai kau yang terpilih menanamkan benih dirahimnya, jadilah tauladan bagi pendekar -pendekar kecilnya"

Kata ini ku buat
Hanya sebagai pengingat

Saat usia kita sama-sama senja
Sambil menimang cucu yang tengah asik bersenda

Ingatlah ini...
Bahwa kau pernah hadir dikehidupan seorang pemuda
Yang terkekang oleh realita
Hingga ia tak pernah mampu berucap kata CINTA


Oleh: ranting_patah

Posted By Kang Santri9:23:00 PM

Tuesday, June 5, 2012

Puisi Ini Masih Untukmu


Berhentilah menangis meski hanya sejenak
Bukan karena tangisanmu mampu membuat hatiku luluh lantak
Melainkan aku rindu akan senyummu yang ingin ku buat sajak
Aku tak tahan mendengar lirih sesegukan, sedang kedua matamu mulai membengkak

Kalau boleh, ijinkan aku menjadi bendungan bagi airmatamu
Meski aku tahu, aku belum begitu kuat untuk melakukan hal itu
Tapi setidaknya aku tidak lari dari tanggung jawabku dalam janji menjagamu
Menjadi penyembuh dari trauma yang masih enggan meninggalkanmu

Aku ingin senantiasa melihatmu menari 
Membacakan syair-syair yang terlahir dari hati
Berjalan bersama menelusuri lorong hidup yang sarat akan misteri
Hingga akhirnya Tuhan mengambil salah satu dari kita dikemudian hari

Sekali lagi, puisi ini untukmu
Dan senantiasa masih untukmu
Selama kau ada dipundakku
Insya Allah... aku akan selalu menjagamu

[Kendal, 05/06/12 15:34]


Posted By Kang Santri3:34:00 PM

Wednesday, May 16, 2012

Tanpa Judul

Filled under:


Masih terdengar jelas bunyi ketukan pipa yang biasa kau mainkan saat kesepian
Saat itu kau datang membawa segudang keluh kesah kesakitan
Menahan pedih hati yang tak terbantahkan
Namun malang kini kau telah menghilang

Terkadang aku ingin menatapmu kembali meski sekejap
Agar tidur malam ini bisa lelap
Meniup sumbu kerancauan pikir ku yang gagap
Hingga tak bisa padam sebelum kau datang mendekap

Kau takkan pernah tahu akan rasaku
Begitu juga dirimu yang tak pernah tahu akan asaku
Meski hanya kabut tipis yang menutup tirai dalam ragu
Itu sudah cukup membuatku terdiam tanpa lagu

Apatah daya kabut jika tak meninggalkan bekasan embun
Praharaku kian berjibaku bersama hatimu yang ku anggap anggun
Menerawang jauh ke masa depan mewujudkan ilusi yang coba ku tenun
Dalam laku ku, aku ingin menjemputmu meski saat ini hanya sebatas 
mimpi yang diam tertegun


Posted By Kang Santri7:31:00 PM

Sunday, May 6, 2012

Bunga Suci

Filled under: ,


Biarlah aku serapuh kelopak mawar
Kalau memang itu mampu membuatmu tegar
Menyangga nuansa sucimu dari sengat halilintar
Meski terkadang diri ini harus hangus terbakar

Disana... dibukit tinggi itu suci auramu tegak berdiri
Menatap haru insan jelata yang tak pernah mampu mendekati
Sebab terlalu lama berdiri
Mungkin hanya sebatas ini jengkal tanah yang mampu ku tapaki

Serasa tak ingin bangun dari mimpi
Namun beberapa saat lagi pagi harus ku jumpai
Melanjutkan hari merawat dari jauh elegi bunga suci
Berharap gerimis turun supaya ia tak rasa sepi

Seruling bambu ini akan terus ada ditangan
Memetik lubang nada dalam guyur hujan
Bersyair dengan bunga-bunga rumput yang tumbuh disela bebatuan
Sambil melepaskan isyarat "semoga bunga suci berkenan menjaga
sajadah panjang yang kini tak bertuan"

[inspirasi_zahratus shofie]



Posted By Kang Santri8:50:00 PM

Thursday, May 3, 2012

Orang-Orang Miskin

Filled under: ,

Orang-orang miskin di jalan,
yang tinggal di dalam selokan,
yang kalah di dalam pergulatan,
yang diledek oleh impian,
janganlah mereka ditinggalkan.
 
Angin membawa bau baju mereka.
Rambut mereka melekat di bulan purnama.
Wanita-wanita bunting berbaris di cakrawala,
mengandung buah jalan raya.
Orang-orang miskin. Orang-orang berdosa.
Bayi gelap dalam batin. Rumput dan lumut jalan raya.
Tak bisa kamu abaikan.

Bila kamu remehkan mereka,
di jalan  kamu akan diburu bayangan.
Tidurmu akan penuh igauan,
dan bahasa anak-anakmu sukar kamu terka.
Jangan kamu bilang negara ini kaya
karena orang-orang berkembang di kota dan di desa.

Jangan kamu bilang dirimu kaya
bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
Lambang negara ini mestinya trompah dan blacu.
Dan perlu diusulkan
agar ketemu presiden tak perlu berdasi seperti Belanda.
Dan tentara di jalan jangan bebas memukul mahasiswa.
 
Orang-orang miskin di jalan
masuk ke dalam tidur malammu.
Perempuan-perempuan bunga raya
menyuapi putra-putramu.
Tangan-tangan kotor dari jalanan
meraba-raba kaca jendelamu.
Mereka tak bisa kamu biarkan.
 
Jumlah mereka tak bisa kamu mistik menjadi nol.
Mereka akan menjadi pertanyaan
yang mencegat ideologimu.
Gigi mereka yang kuning
akan meringis di muka agamamu.
Kuman-kuman sipilis dan tbc dari gang-gang gelap
akan hinggap di gorden presidenan
dan buku programma gedung kesenian.
 
Orang-orang miskin berbaris sepanjang sejarah,
bagai udara panas yang selalu ada,
bagai gerimis yang selalu membayang.
Orang-orang miskin mengangkat pisau-pisau
tertuju ke dada kita,
atau ke dada mereka sendiri.
O, kenangkanlah :
orang-orang miskin
juga berasal dari kemah Ibrahim

WS. RENDRA - Yogya, 4 Pebruari 1978



Posted By Kang Santri8:04:00 PM

Sunday, April 29, 2012

Teriakan Sampah

Filled under: ,


 Teriakannya bak sampah...

Congkak amis kemunafikan sudah mendarah daging disetiap nadi kehidupan
Berderet mata-mata liar tanpa komando siap meremuk 
mereka yang tercabik mencari makna keadilan

Tinta nurani kian kosong
Mata hati buta 
Kepedulian seolah menjadi gurauan konyol
Dalam balutan darah janji-janji busuk

Pengharapan mereka yang lemah
Hanya diberi bualan teriakan janji sampah
Entah sampai kapan para penguasa gerah
Oleh sikap mereka yang merasa sok gagah
Melindungi kaum-kaum lemah

Jangan sedetikpun terlepas dari dzikir
Meminta terbebas dari mereka yang kikir


Posted By Kang Santri9:00:00 PM

Saturday, April 28, 2012

Prahara Suara Ayumu

Filled under: ,

Kembali akal dan nafsuku berkelahi
Kala suara indah itu melenakan hati

Ya Allah.....
Sungguh indah nian suara mahlukMu itu

Tak bisa ku pungkiri kalau hatiku terpikat hebat 
Mendengar alun sajak sendu yang begitu hangat

Seolah bisa ku lihat diriku beridiri tanpa pijakan
Terbuai angan yang ingin menyentuh rembulan

Fitnah kah ini?
Tipudaya kah ini?
Karena suaramu begitu ayu buat ku

Astaghfirullah...
Tolong Engkau selamatkan dari prahara ini 

Mungkin ini yang dimaksud bahwa suara itu juga termasuk aurat
Hingga tergerus angan saat syair rohani berubah menjadi hayalan pekat

Masih mendayu terus suara merdu itu
Dalam suasana tabuh qalbu

Ingin ku tinggalkan namun nafsu berbisik 

"jangan sayang"

Ingin terus ku ikuti nuansa ini hingga ku dengar  hati berbisik 

"kamu haruslah hati-hati"


By. ranting_patah





Posted By Kang Santri4:35:00 PM

Tuesday, April 24, 2012

Syair Duka

Filled under: ,


Syairku berduka...

Ku harap Engkau restuiku mengelus dan mencumbu derita
Sobek saja kemalangan ini menjadi kepingan luka
Supaya masa lalu dan masa depan terasa tiada

Aku menangis pilu dengan keadaan ini 
Hingga rasanya sedu-sedanku makin mencincang hati

Oh... aku tidak pernah tahu karena jika ku tanyakan aku malu
Aku malu pada Tuhan kalau ini ku anggap kedukaan karena sifatNya yang Maha Penyayang
Aku malu pada Tuhan yang Maha Kaya atas derita kemiskinan sang hati

Aku hanya bisa menghibur diri dengan mengajak berbincang hati
Biarlah aku larut dalam tangis sedih yang kian berkepanjangan
Aku akan belajar ikhlas menunggu sampai luka jiwaku terobati sendiri
Sembari bercumbu dengan letupan jantung yang semakin keras beralun

Andai ada yang tanya

Sakitkah....?
Periihkah...?
Pedihkah...?


Maka haya satu  kata jawabanku

Iya....!!!


Posted By Kang Santri4:19:00 PM

Friday, April 6, 2012

Kabarkan Hatimu

Filled under:


Aku payah membaca hatimu
Karena memang aku tiada mampu

Namun dalam diam mu
Kau nampak begitu anggun menyapaku

Sudah ku persiapkan dari jauh hari
Membangun benteng terkokoh dari kadar kekuatan hati

Jika rasa kita tak semusim
Semoga tak salah ku tanam hatimu di jiwa yang tak alim

Biar ku nikmati asa hati yang kian membusuk
Layaknya penyayang sedang mabuk

Ku ajak bicara bumi
Karena setahu ku itu yang kau pijaki

Ku sapa rembulan yang purnama
Semoga kita bisa beradu mata

Ku naiki angin dari lembah sulim
Meski kau tak ingin, ia akan tetap ku kirim

Andai hati rasa, hati kita sama
Tolong kabarkan dalam istikharah penentram sukma

Andai hati rasa, hati kita berbeda
Tolong juga kabarkan diatas bekasan sujudmu supaya bisa ku rasa

Aku hanya mencoba menikmati diam mu yang seribu
Mungkinkah juga kau seperti itu?

Tak bisa ku baca sajak diary hati mu
Apakah kau juga seperti itu?

Andai kita sama-sama tak mampu
Biarlah rasa ini menjadi rahasiaku dan rahasiamu

Karena Allah lebih tahu
Sirr yang terselubung dalam kalbu 

Posted By Kang Santri9:47:00 PM

Wednesday, March 28, 2012

Puisi Ini Untukmu

Filled under:



[ Wahai engkau... ku tulis puisi ini untukmu
Jaga hati dan iman mu baik-baik ]


Aku hanya terdiam memandang kasih sayang yang kau tawarkan

Bukan hanya kata yang tak bisa ku ucap
Hati ini juga tak mampu menterjemah apa yang tersirat

Ku rasakan keindahan kasihmu
Selembuat buaian sutera lembut di alam mimpiku

Perjumpaan kala itu bak cengkurai kasih
Yang teramat sayang jika tak ku raih

Sejuk tulus sayangmu yang menghentikan tangisku
Indah perhatianmu sebagai penyempurna ikhtiarku

Wahai engkau...

Biarkan aku membalas ketulusanmu dengan curahan doaku yang tak pernah habis
Ijinkan aku memapahmu saat kau mulai tertatih berjalan diatas penderitaan hidupmu
Perkenankan aku untuk selalu terjaga demi menjaga perasaan sucimu

Kuatkanlah hatimu untuk mempercayaiku
Karena dalam tirakatku
Aku sudah meminta restu kepada Tuhanmu
Bahwa aku ingin selalu menjagamu

Ajari aku membaca hatimu
Juga kuatkan hatiku saat mulai rapuh mencintamu



Posted By Kang Santri8:13:00 PM