Showing posts with label Dzikir dan Do'a. Show all posts
Showing posts with label Dzikir dan Do'a. Show all posts

Tuesday, July 31, 2012

Doa Menolak Kekuatan Sihir

Filled under:


بسم الله الرحمن الرحيم
دفع السحر

هاطحٍ باطحٍ كَسْلَفٍ طَهٍ اَهِيًا سَراهِياً بِمُستَتِرٍ بِراكيلٍ سَطَ هَطَ نَزَلَ غَضَبُ رَبِّ

وَأحْرَقَ مَرَدَةُ الْجِنِّ, وَأُكاسٍ وَرَبَاطٍ وَاَمْراضٍ وَضِحَى عَلَيَّ /له/لها...

قال موسى ماجِئْتُهُمْ بِهِ السِّحرُ إن الله سيبطلُه إن اللهَ لا يُصْلِحُ عَمَلَ 

الْمُفسدينَ, 

وقل جاء الحق وزهق الباطل إن الباطل كان زهوقا, ونُنَزِّلُ من القرأن ماهو 

شفاءٌ (اى هذه الحاجة) ورحمة للمؤمنينَ, ولا يزيد الظالمين إلا خسارًا.

لا يستخلفنَّهم, واذكُرَّبك اذا نَسِيْتَ, وقل عَسَى أن يهديَنِ رَبِّيْ لأَِقْرَبَ من 

هذا رشدًا.

Posted By Kang Santri8:07:00 PM

Monday, June 18, 2012

Sebuah Doa Yang Menyentuh Dari Syaikh Abul Hasan Asy-Syadzili

Filled under: ,

Murtakibudz Dzunub - Berikut ini kami kutipkan sebuah do'a dari beliau Syaikh Abul Hasan Asy-Syadzili. Dengan harapan mudah-mudahan doa beliau bisa menginspirasi kita dalam makrifat kepada Allah. Sehingga kita benar-benar tahu bahwa kita hanyalah seorang hamba yang tidak mampu berbuat apa tanpa anugerah pertolonganNya.

Dengan Menyebut Nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Semoga Allah memberi pertolongan kepada kami dan kamu pada apa yang Dia sukai dan Dia Ridhoi. Semoga Dia memilihkan untuk kami dan kamu apa yang Dia takdirkan dan Dia qodha’kan. Dan menjadikan kami dan kamu tergolong orang-orang yang menang di hari bertemu dengan-Nya.

Wahai Allah.....
Wafatkanlah kami sebagai orang muslim dan ikutkanlah kami bersama Muhammad dan golongannya atas Ridha dari-Mu dan mereka dengan iringan selamat dari rasa malu dan segan serta hina oleh sebab amal perbuatan yang campur aduk kami yang telah berlalu.

Wahai Allah.....
Maafkanlah kami dalam kebodohan kami, dan janganlah Engkau menuntut kami karena kelalaian kami terhadap-Mu, dan sebab kejelekan adab kami bersama-Mu dan bersama para malaikat pencatat yang mulia.

Wahai Allah....
Ampunilah dosa-dosa dan kelalaian kami, kebodohan kami terhadap nikmat-nikmat-Mu. Ampunilah kami yang sedikitnya rasa malu kami terhadap-Mu, dan sudilah kiranya Engkau menghadap kepada kami dengan Wajah-Mu, dan janganlah Engkau membiarkan kami difitnah oleh sesuatu dari makhluk-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Wahai Allah....
Ampunilah kami tentang apa yang sudah diketahui oleh manusia dari makhluk-makhluk-Mu dan ampunilah kami atas apa saja yang telah Engkau ketahui dan sudah ditulis oleh para malaikat-Mu, dan ampunilah kami atas apa yang telah kami ketahui dari diri kami sedangkan tidak seorangpun dari para makhluk-Mu yang mengetahui, dan ampunilah kami atas apa yang telah Engkau tentukan kepada kami dalam semua hukum-hukum-Mu, dan karuniakanlah kami kekayaan yang dengannya kami tidak lagi membutuhkan apa-apa dari semua makhluk-Mu dan disertai pula dengan terbukanya penutup antara kami dan antara-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Wahai Allah.....
Ampunilah kami dengan ampunan yang Engkau berikan kepada para kekasih-Mu yang tidak membiarkan sedikitpun keraguan dan tidak menyisakan bersamanya sesuatu celaan dan cercaan. Jadikanlah apa yang telah Engkau ketahui dalam diri kami dan dari diri kami sesuatu yang paling baik diketahui setelah dihapus dan ditetapkannya amal-amal. Sesungguhnya Ummul Kitab (Lauh Mahfudzh) ada di sisi-Mu.

Wahai Allah....
Ampunilah semua dosa-dosa kami baik yang kecil maupun yang besar, yang rahasia maupun yang nampak, yang pertama maupun yang terakhir. Dan ampunilah orang-orang yang kami cintai yang melakukan perjalanan jauh dari kami, perjalanan dunia maupun akhirat, jadikanlah gerak langkah mereka sebagaimana gerak langkah orang-orang yang taqwa dan kepulangan mereka sebagaimana kembalinya orang-orang yang memperoleh keuntungan. Dan Jadikanlah kita semua dengan Rahmat-Mu orang-orang yang diterima (permohonannya), sekalipun kami adalah orang-orang yang berjalan sombong, karena para penyanggah itu sesungguhnya bermurah hati meskipun mereka mengetahui, dan Engkau lebih utama terhadap yang demikian karena Engkau Maha Mulia dari siapapun pengasih. Segala Puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.


Wahai Allah....
Janganlah Engkau pulangkan kami dengan hampa sedang kami penuh berharap kepada-Mu. Janganlah Engkau tolak kami sedang kami berdo’a kepada-Mu. Kami benar-benar memohon kepada-Mu sebagaimana telah Engkau perintahkan kepada kami, maka kabulkanlah permohonan kami sebagaimana telah Engkau janjikan kepada kami, dan janganlah Engkau jadikan kerendahan diri kami sesuatu yang tidak berarti bagi-Mu dan tidak diterima. Dan sebagaimana Engkau telah memudahkan kami untuk berdoa, maka mudahkan pula terkabulnya. Sengguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Posted By Kang Santri8:06:00 PM

Friday, June 1, 2012

Doa Mendapat Suami Yang Shalih

Murtakibudz Dzunub - Do'a untuk wanita yang mendambakan suami yang Shalih:

Sebelumnya silahkan wudhu dan sholat dua rokaat, seperti shalat hajat (baca: Tata Cara Shalat Hajat), kemudian bacalah do’a ini, dengan didahului Alhamdulillah dan sholawat:



اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْئَلُكَ لِسَانًا ذَاكِرًا وَقَلْبًا شَاِكرًا وَزَوْجًا صًالِحًا يُعِيْنُنِىْ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ

(Allahumma Innii As aluka Lisaanan Dzaakiron, Wa Qolban Syaakiron Wa Zaujan Shoolihan Yu'iinunii Fii Diini Wadun ya)

“Ya Allah, Aku mohon kepada Mu lidah yang selalu berdzikir, hati yang selalu bersyukur, seorang suami saleh yang dapat mendukungku dalam urusan agamaku dan duniawiku.” Amiin.

Posted By Kang Santri2:07:00 PM

Tuesday, March 27, 2012

Perjalanan Menemukan Dzikir

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Perjalanan menemukan sebuah dzikir, tak ubahnya kita menemukan sebuah ketenangan bathiniyyah, yang mana tiap individu seorang muslim akan medapati sebuah jalan yang tidak sama dengan muslim lainnya. Tentunya hal ini terjadi karena tingkat rasa penerimaan dan keihlasan muslim yang berbeda-beda.

Seperti halnya saat kita sakit, kita akan meminum obat yang sama seperti kebanyakan orang. Dan bisa kita jumpai ada yang langsung sembuh, tidak ada reaksi apa-apa, atau bahkan sakitnya tambah parah. Kenapa hal yang demikian bisa terjadi? karena daya ketahanan tubuh kita yang berbeda-beda.

Begitu juga dengan dzikir, seperti yang sudah Allah tuturkan dalam ayat berikut,

  الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. Ar Ra'd : 28)

Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa saat kita berdzikir kita tidak menemukan ketenangan? bahkan terasa biasa-biasa saja seolah tidak ada hal yang istimewa? Padahal lafadz dzikir yang kita baca adalah dzikir yang sama? 

Jawabannya hampir sama seperti ilustrasi diatas, yakni karena kadar keimanan dan tingkat kepasrahan juga keihlasan kita yang berbeda.

Ikhtiar Mendapat Kenikmatan Dzikir 

Sebelumnya yang harus kita tanamkan dalam hati adalah 'semua yang menggerakkan hati kita, apa yang tersirat dalam hati, pikiran, semua adalah Allah yang menggerakkan, kita masih diberi karunia bisa mengingatnya juga atas anugerah dariNya'.


Kemudian, belajar memasrahkan segenap jiwa raga (dengan segala kedhoifan kita) menuju pada pada satu Dzat penggenggam kehidupan. Membayangkan dosa sekecil apapun yang kita lakukan pasti tidak akan pernah luput dari yang namanya hisab. Merasakan pergerakan aliran darah dan desahan nafas sambil mencoba menghadirkan 'Allah' benar-benar mengawasi kita saat ini. Kemudian pilih dzikir yang sudah kita fahami makna yang terkandung dikebesaran dalam kalimahnya, seperti lafadz "HASBUNALLAH WANI'MAL WAKIL, NI'MAL MAULA WA NI'MAN NASHIR".


Merasakan nikmat dzikir menurut pengalaman saya pribadi seperti halnya saat kita 'reflek', artinya kita tidak mengetahui awal mula datangnya rasa itu. Seperti halnya saat kita larut dalam keharuan dan tangis, karena semua kejadian itu tidak bisa kita dramatisir. Karena rasa penuh pasrah dalam jiwa kehambaan yang berhasil membawa kemomen sakral seperti itu. Inilah salah satu kekuatan dzikir yang bisa meremuk redam segala sifat angkuh seorang hamba.

Teringat sebuah kisah, Saat orang kafir ingin membunuh Rasulullah dengan pedangnya, "hai Muhammad, sekarang siapa yang bisa menolongmu?', kemudian Rasulullah hanya menjawab "Allah..." langsung seketika itu juga tangan sang kafir gemetar hingga pedangnya terjatuh.

Dari kisah ini, Rasulullah ingin memberi tauladan buat kita, bahwa rasa kepasrahan dalam berdzikir yakni hanya dengan menyebut asma 'Allah' saja sudah membuat sang kafir lemah tidak berdaya. Inilah salah satu contoh kekuatan jiwa dalam dzikir yang sudah Rasulullah ajarkan pada ummatnya.

Dzikir Yang Ideal

Kemudian dzikir yang idel itu seperti apa? Karena sering kita terjebak dengan bacaan dzikir yang panjang dan melelahkan hingga berakibat melenceng dari maksud dari dzikir itu sendiri.

Biasanya himmah kita dalam mencari dzkir (berdzikir) saat kita dihadapkan pada keadaan jiwa terlemah (karena biasanya pada saat itu kita sudah tidak bisa melakukan apa-apa dalam memecahkan kesulitan hidup.)


Hingga tak jarang kita mencari dzikir atau do'a-do'a yang instan supaya kita cepat terbebas dari permasalahan dunia. Tentu saja cara ini kurang arif untuk kita lakukan, karena sejatinya Rasulullah sendiri sudah mengajarkan kepada kita dengan hidzib-hidzib (dzikir) dari kita mulai bangun tidur hingga tidur lagi [baca: Adzkar An-Nawawi]

لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ العَظيمُ الْحَليمُ, لاَ اله الا اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ, لا اله الا اللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ, رَبُّ العَرْشِ الْكَرِيْمِ.

يَاحَيُّ يَاقَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ, لا اله الا اللهُ الْكَرِيْمُ الْعَظِيْمُ,

سُبْحَانَهُ تَبَارَكَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ, اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ أَسْتَغِيْث.

لا اله اِلاَّ اَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ.


Do'a ini bisa kita amalkan secara istiqomah (terus-menerus) tanpa kita menunggu Allah menguji kita lagi dengan kesusahan. Insya Allah dengan sendirinya kita akan menemukan dzikir atau do'a yang benar-benar bisa meresap kedalam hati.  Dengan melatihnya dengan kesungguhan dan pemusatan pikiran yang sepenuhnya menuju Allah.

Itulah kenapa saat kita lupa berdzikir (yang sudah istiqomah) kita masih disunahkan untuk meng-qadha (mengulanginya lagi).

Jadikan dzikir sebagai gaya hidup seorang muslim, untuk mendapat ketenangan bathiniyyah sebagaimana Rasulullah bersabda bahwa "do'a adalah senjatanya orang mukmin".


Wallahua'lam

Posted By Kang Santri11:54:00 AM

Wednesday, March 21, 2012

Doa Saat Mendapat Kesusahan dan Terjadi Perkara Penting

Filled under:



هذا دعاء عند الكرب ووقوع الؤمور المهماة

لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ العَظيمُ الْحَليمُ, لاَ اله الا اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ, 
لا اله الا اللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ, رَبُّ العَرْشِ الْكَرِيْمِ.

يَاحَيُّ يَاقَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ, لا اله الا اللهُ الْكَرِيْمُ الْعَظِيْمُ, 
سُبْحَانَهُ تَبَارَكَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ, اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ أَسْتَغِيْثُ.
لا اله اِلاَّ اَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ.

هُوَاللهُ, اَللهُ رَبِّيْ لاَ أُشْرِكُ بِهِ شَيْأً.

اللهمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُوْ, فَلاَ تَكِلْنِيْ اِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ, 
وَاصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ, لاَ اِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ.

أعوذُ بكلماتِ التامات مِنْ كُلِّ شَيْطَانِ وَّهَمَّاةِ وَمِنْ كُلِّ عَيْنِ الْأَمَّةِ.

 أعوذُ بِكَلِمَاتِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ وَمِنْ شَرِّ عِبَادِهِ 
وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنَ وَأَنْ يَخْضُرُوْنِ.


referensi: Adzkarun Nawawi


Posted By Kang Santri4:55:00 PM