Showing posts with label SYAIR/PUISI. Show all posts
Showing posts with label SYAIR/PUISI. Show all posts

Tuesday, May 29, 2012

Sungguh Aku Ingin Memelukmu

Filled under:

Ooh... 
Gejolak apa yang sedang terjadi dihati ini
Gemuruh apa yang memporak-porandakan  secuil qalbu kecil ini

Layaknya seorang tamu, kenapa tak kau ketuk dulu hatiku
Tak selamanya aku siap menyambutmu
Bukannya kau tahu, kalau hatiku sering tak menentu

Berulang kali aku hilang kewaspadaan
Saat kau datang di suruh Tuhan
Dan kau menyaksikan sendiri, kalau aku sering kelabakan

Jika memang hidup itu harus di isi oleh kedukaan
Maka, sambut dan terimalah ketika muka ku lusuh karena cobaan
Jangan kau hempaskan aku di pelipis jurang keputus-asaan

Sungguh aku sangat ingin memelukmu dengan mesra
Karena saat ini, hanya itulah obat dari pelipur lara
Pelampiasan melempar semua kesedihan saat duka

Duhai airmata...
Mendekatlah kemari
Duhai hati yang tengah luka
Datanglah kemari
Duhai getaran hati yang tengah merasakan siksa
Jangan sungkan, karena sungguh... Aku sangat ingin memeluk kalian


(Kendal, 29 Mei 2012)

Posted By Kang Santri4:21:00 PM

Thursday, May 24, 2012

Bukan Syair Romantis

Filled under:


Cinta ku... Aku lalai lagi

Mata ku terus asyik menatapnya
Hati ku makin terbuai membayangkannya
Nafsuku kian gencar mengajakku untuk menurutinya 

Sudah ribuan kali aku menghianatiMu
Tidak mengindahkan panggilanMu
Karena terlalu asyik dengan cintaku yang semu

Kau berikan lagi untukku kesempatan
Kau ijinkan lagi untukku memperbaiki kembali simpul ikatan
Meski Kau tahu esok hari diriku tak bisa menjamin menghidar dari kemaksiatan

Oooh... alangkah malangnya nasib cintaku kepadaMu
Hingga aku tak mampu menyingkirkan belukar dalam hatiku
Tapi bagaimanapun juga dalam segala hajatku aku ingin terus belajar 
dan mencari cara untuk mencintaiMu


Posted By Kang Santri4:44:00 PM

Sunday, May 6, 2012

Bunga Suci

Filled under: ,


Biarlah aku serapuh kelopak mawar
Kalau memang itu mampu membuatmu tegar
Menyangga nuansa sucimu dari sengat halilintar
Meski terkadang diri ini harus hangus terbakar

Disana... dibukit tinggi itu suci auramu tegak berdiri
Menatap haru insan jelata yang tak pernah mampu mendekati
Sebab terlalu lama berdiri
Mungkin hanya sebatas ini jengkal tanah yang mampu ku tapaki

Serasa tak ingin bangun dari mimpi
Namun beberapa saat lagi pagi harus ku jumpai
Melanjutkan hari merawat dari jauh elegi bunga suci
Berharap gerimis turun supaya ia tak rasa sepi

Seruling bambu ini akan terus ada ditangan
Memetik lubang nada dalam guyur hujan
Bersyair dengan bunga-bunga rumput yang tumbuh disela bebatuan
Sambil melepaskan isyarat "semoga bunga suci berkenan menjaga
sajadah panjang yang kini tak bertuan"

[inspirasi_zahratus shofie]



Posted By Kang Santri8:50:00 PM

Thursday, May 3, 2012

Orang-Orang Miskin

Filled under: ,

Orang-orang miskin di jalan,
yang tinggal di dalam selokan,
yang kalah di dalam pergulatan,
yang diledek oleh impian,
janganlah mereka ditinggalkan.
 
Angin membawa bau baju mereka.
Rambut mereka melekat di bulan purnama.
Wanita-wanita bunting berbaris di cakrawala,
mengandung buah jalan raya.
Orang-orang miskin. Orang-orang berdosa.
Bayi gelap dalam batin. Rumput dan lumut jalan raya.
Tak bisa kamu abaikan.

Bila kamu remehkan mereka,
di jalan  kamu akan diburu bayangan.
Tidurmu akan penuh igauan,
dan bahasa anak-anakmu sukar kamu terka.
Jangan kamu bilang negara ini kaya
karena orang-orang berkembang di kota dan di desa.

Jangan kamu bilang dirimu kaya
bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
Lambang negara ini mestinya trompah dan blacu.
Dan perlu diusulkan
agar ketemu presiden tak perlu berdasi seperti Belanda.
Dan tentara di jalan jangan bebas memukul mahasiswa.
 
Orang-orang miskin di jalan
masuk ke dalam tidur malammu.
Perempuan-perempuan bunga raya
menyuapi putra-putramu.
Tangan-tangan kotor dari jalanan
meraba-raba kaca jendelamu.
Mereka tak bisa kamu biarkan.
 
Jumlah mereka tak bisa kamu mistik menjadi nol.
Mereka akan menjadi pertanyaan
yang mencegat ideologimu.
Gigi mereka yang kuning
akan meringis di muka agamamu.
Kuman-kuman sipilis dan tbc dari gang-gang gelap
akan hinggap di gorden presidenan
dan buku programma gedung kesenian.
 
Orang-orang miskin berbaris sepanjang sejarah,
bagai udara panas yang selalu ada,
bagai gerimis yang selalu membayang.
Orang-orang miskin mengangkat pisau-pisau
tertuju ke dada kita,
atau ke dada mereka sendiri.
O, kenangkanlah :
orang-orang miskin
juga berasal dari kemah Ibrahim

WS. RENDRA - Yogya, 4 Pebruari 1978



Posted By Kang Santri8:04:00 PM

Sunday, April 29, 2012

Teriakan Sampah

Filled under: ,


 Teriakannya bak sampah...

Congkak amis kemunafikan sudah mendarah daging disetiap nadi kehidupan
Berderet mata-mata liar tanpa komando siap meremuk 
mereka yang tercabik mencari makna keadilan

Tinta nurani kian kosong
Mata hati buta 
Kepedulian seolah menjadi gurauan konyol
Dalam balutan darah janji-janji busuk

Pengharapan mereka yang lemah
Hanya diberi bualan teriakan janji sampah
Entah sampai kapan para penguasa gerah
Oleh sikap mereka yang merasa sok gagah
Melindungi kaum-kaum lemah

Jangan sedetikpun terlepas dari dzikir
Meminta terbebas dari mereka yang kikir


Posted By Kang Santri9:00:00 PM