Sunday, March 18, 2012

Istirahatlah Sejenak

Filled under:


 Assalamu'alaikum Nafsi...

Istirahatlah sejenak
Taruh penat praharmu kali ini
Sudah berapa persen sisa tenaga yang dihabiskan
sebagai pemuas nafsumu hari ini?

Walau saat ini hanya tinggal 0,1 persen dari sisa-sisa tenagamu
Jangan biarkan ia binal kembali 
Karena pikiranmu masih saja terikat oleh lelah duniawi

Habis kan sisa tenaga itu untuk mengambil air wudlu
Guna membasuh muka keruhmu karena debu dosa mu hari ini
Manfaatkan sisa terahir dari tenagamu untuk 
mendirikan shalat yang memang sudah menjadi kewajibanmu

Karena bagi Tuhanmu, teramat mudah mengambil kepingan receh 
yang susah payah kau kumpulkan hari ini
Letakkan sususan ambisimu yang ingin menguasi dunia
Karena sekarang sudah saatnya hatimu tenang dengan lantunan Qur'an

Jangan biarkan kesia-siaan terus yang menjadi andalan
Sebab itu akan sangat merugikan buat akhiratmu
Sementara malaikat maut tidak pernah tidur menunggu titah Tuhan
untuk mengambil nyawamu


Posted By Kang Santri10:01:00 PM

Melapangkan Hati (Ati Segoro)

Murtakibudz Dzunub - Sahabat Muslim, tak ada salahnya hari ini kita mengukur kembali seberapa luas rasa penerimaan kita akan kepastian-Nya. Mari luangkan waktu sejenak untuk berdialog dengan hati kecil barangkali selama ini hati kita kurang begitu peka membacanya. Sembari menanamkan dalam hati, bahwa semua yang terjadi tidak akan pernah bisa terjadi kecuali atas kehendak-Nya.

Mungkin saat ini ada sebagian diantara kita atau kita sendiri sedang mengalami ujian hidup yang dirasa cukup berat, hingga sering kita merasa 'sudah tidak ada jalan keluar lagi untuk menyelesaikannya' entah itu masalah rumah tangga, di lilit hutang yang sudah menggunung, di dholimi dan lain sebagainya.

Sekali lagi mari kita kembali ingatkan hati, jika seandainya lupa. Bahwa ada Allah yang maha memiliki semua jalan keluar dari segala penjuru macam kesulitan. Lapangkan hati kita usah dipersempit dengan berprasangka buruk kepada Allah, karena hal yang demikian akan semakin menyiksa hati. Seperti merasa tidak pernah cukup dengan pemberian rizki, merasa do'a tidak di ijabah, merasa selalu dirundung permasalahan yang tak kunjung usai dan lain-lain.

Kembali kepada Allah. Karena saat hati kita sempit menerima hal yang demikian, berarti kita sudah teramat jauh meninggalkan-Nya dalam kehidupan.

Dengan melalui ini, Allah ingin memperlihatkan Kekuasaan-Nya pada kita, untuk membungkam semua keangkuhan dan kesombongan sikap dan perilaku kepada dunia, bahwa manusia itu amatlah dho'if (lemah) dan tidak mempunyai daya apa-apa tanpa Inayah-Nya. 

Ingatkan sekali lagi nurani kita, bahwa semua yang kita alami dan kita dapati merupakan atsar dari perilaku kita sendiri. 

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِنْهَا وَهُمْ مِنْ فَزَعٍ يَوْمَئِذٍ آمِنُونَ
Barang siapa yang membawa kebaikan, maka ia memperoleh (balasan) yang lebih baik daripadanya, sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram dari kejutan yang dahsyat pada hari itu. (An-Naml: 89)


وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَكُبَّتْ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ هَلْ تُجْزَوْنَ إِلا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Dan barang siapa yang membawa kejahatan, maka disungkurkanlah muka mereka ke dalam neraka. Tiadalah kamu dibalasi, melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan.(An-Naml: 90)

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِنْهَا وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلا يُجْزَى الَّذِينَ عَمِلُوا السَّيِّئَاتِ إِلا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Barang siapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barang siapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan. (Al-Qashash: 84)

Maka dari itu tidak ada lagi alasan buat kita untuk tidak melapangkan dada membesarkan hati seluas samudera, saat cemo'ohan, makian, hinaan, sindiran menginjak harga diri. Meski itu bukanlah perkara yang mudah hingga sering kita memerlukan proses yang lumayan panjang untuk bisa menerimanya dengan berbesar hati. 

Membesarkan hati, bahwa hina'an  dari mahluk akan ketidak berdayaan kita oleh materi dunia bisa menambah rasa kehambaan karena sebesar dan sekecil apapun Allah tidak akan mengurangi bagian kita. 

Membesarkan hati, apapun yang kita alami semua tidak lepas dari cara Allah supaya kita mahu mendekati-Nya.

Melapangkan hati, saat kita berbuat dzalim kepada sesama. Maka inilah balasan teradil dari Allah buat kita. 

Membesarkan hati, saat kita di hinakan ataupun di remehkan. Jadikan itu sebagai kekuatan tersendiri untuk menambah alasan kita mengadu pada-Nya.

Saudara Muslimku, dengan segala kerendahan hati. Tulisan ini hanyalah sekedar teguran dan penguat buat diri sendiri, jika sesama Muslim adalah saudara atau Muslim satu dengan Muslim lainnya ibarat satu anggota tubuh. Maka inilah potret dari salah satu saudaramu atau bagian dari anggota tubuhmu. Seperti inilah salah satu  saudaramu (yaitu aku) berikhtiar membesarkan hati akan keruwetan hidup sembari berbagi kepada kesesama.



Posted By Kang Santri10:44:00 AM

Friday, March 16, 2012

Ku Nanti Takdir ku Bersamamu

Murtakibudz Dzunub - Takdir yang telah mempertemukan. Takdir juga yang akan memisahkan.

Hari ku berjalan seperti biasa mengisi kesibukan dunia, sesekali berfikir...

"inilah diriku dengan segala keterbatasan akal dan pikiran, cita-cita, harapan, pengorbanan terasa sesak berderet di ulu hati"

Bahkan tak ada kelebihan yang patut di tonjolkan, karena yang ada hanya 'kapan aku bisa memberi manfaat buat hidupku dan duniaku?'.

Inilah takdir ku....

Takdir ku dengan nafsu ku
Takdir ku dengan segala kedho'ifan ku
Takdir ku mengharapkan sesuatu
Takdir ku memiliki sesuatu
Takdir ku bertemu belahan jiwaku
Takdir ku berpisah dengan orang terkasihku
Juga takdir ku akan kematian ku

Disini, ku nanti menjalani takdir ku bersamamu. Begitu juga denganmu, menjalani takdirmu bersamaku. 

Untukmu yang menjadi bagian dari takdirku, disini di hati ini aku sendiri. Andai boleh bertanya,

"Apa yang sedang di rencanakan Allah untuk kita?".

Suatu saat nanti saat aku letih dengan hidupku, kau yang akan memapahku (entah kapan waktu untuk itu) karena aku juga tidak tahu siapa dirimu saat ini, di belahan bumi mana tempat yang kau singgahi. Hanya satu keyakinanku 'takdir yang akan menuntunmu menemuiku atau aku yang akan menemuimu'.

Untukmu yang sudah di gariskan menjalani takdir hidup bersamaku, andai Allah mempertemukan kita dibagian akhir dari cerita hidup manusia, terkadang pertemuan kita tidaklah panjang mungkin aku yang akan meninggalkanmu lebih dulu atau dirimu yang meninggalkanku lebih dulu. Tak ada jaminan buatku atau buatmu mengucapkan salam perpisahan saat dunia kita dipisahkan dimensi yang tak kasat mata.

Untuk itu meski Allah belum mengijinkan saat ini kita bertemu, ingin ku ucapkan salam perjumpaan bersanding dengan salam perpisahan. Selagi waktu ku masih sempat untuk berkata demikian.

Tunggu aku di surga jika kau pergi dariku lebih dulu, aku juga akan menunggumu di surgaku jika aku yang pergi lebih dulu meninggalkanmu.

Wahai engkau yang sudah digariskan menjalani takdir bersamaku...
Surga itu perkara yang haq, neraka juga perkara yang haq. Ada satu pesan penting yang ingin aku samaikan kepadamu.

"Jangan kau ikuti aku jika jalanku akan menjauhkanmu dari surga.  Tinggalkan diriku andai takdir pertemuan kita hanya akan membawamu ke neraka".



Posted By Kang Santri8:56:00 PM

Thursday, March 15, 2012

Perjalanan Spiritual

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Dari kepolosan wajahnya  sebenarnya menyimpan ribuan tanda tanya, “aku ingin seperti dia, aku ingin pinter ngaji, aku ingin menjadi orang yang shalih kelak, tapi bagaimana caranya? Kok mereka bisa ya?”
 
Mungkin seperti itulah yang ada dalam fikiran si bocah. Hari itu merupakan hari yang bersejarah baginya, karena si bocah mulai masuk pesantren.  Dengan tekad kuat, dalam hatinya “mungkin ini salah satu jalannya untuk menjadi orang yang pinter ngaji…”.

Setiap materi pelajaran dengan tekun dia pelajari, meski banyak yang kurang ia fahami. Pada suatu malam dia amat tertarik mendengar perbincangan para seniornya,

“jum’at kemarin ustadz ngasih ijazah apalagi?”

“amalan asma’ul husa sama karomah..”

Mendengar percakapan seniornya si bocah tambah penasaran,

“amalan asma’ul husa sama karomah..?? ilmu apa itu ya??”, dengan mengendap-endap sang bocah membuntuti para seniornya,

“sedang apa mereka?” si bocah tampak takjub,

“wahh, mereka sedang latihan silat..!!! hebat nih”

Hari demi hari si bocah makin tertarik untuk belajar ilmu kanuragan, hingga tiap malam dia selalu mendekati salah satu seniornya supaya mahu ngajarin. Ternyata  kemauannya didukung, hingga dia pun diajak sowan (silaturrahim) kesalah satu yang katanya sudah ahli dibidang kejadugan (olah kanuragan).

“le… ini kamu amalin ya..”

“injih mbah…”

“tapi  jangan lupa, biar bagus nanti kamu beli kemenyan putih yo..”
Si bocah tampak kelihatan sumringah.

Keesokan harinya, ada salah satu teman kakaknya yang belum lama menyelesaikan mesantren dari daerah lain berkunjung, si bocah pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu,

“kak, nyari kemenyan putih tu di mana sih?”

“meh buat ngapain…?”

“gini kak, aku dapat ijazah suruh ngamalin wirid ini… supaya reaksinya cepet harus pakai kemenyan putih..”

Sambil geleng-geleng kepala,

“buat apa kayak gituan…? Sini tak nasihatin, ilmu seperti itu paling mudah dipelajari..  jangan terburu-buru, utamain belajar baca dan mahamin kitab dulu… karena itu yang terpenting”, Si bocah sedikit kecewa,

“jangan hawatir, entar kalau sudah waktunya aku yang akan ngajarin… jangan sia-siain waktu kamu dengan melajari ilmu-ilmu seperti itu…”

Dengan tanpa mendebat  ahirnya sang bocah menuruti nasihat teman kakaknya, dan mengurungkan niatnya.

Hingga ahirnya si bocah mulai tumbuh dewasa, disela-sela waktu luangnya dia pun sedikit demi sedikit mulai mempelajari kanuragan dan hal-hal yang berhubungan dengan perkara gaib. Sebenarnya dia berbakat mempelajari ilmu itu, tapi rupanya ia sedikit bimbang,

“apa sih manfaatnya aku mempelajari ilmu ini?”
Rupanya dia tidak menemukan ketentraman setelah belajar meski hanya sedikit, dan pencarian jati diri pun dimulai.

Hari itu dia terlihat mengurung dikamar, sambil tertunduk lesu matanya tak bergeming dari tulisan hingga kedua pipi bersimbah peluh airmata. Kisah hikmah para shalafusshalih yang ia baca membuat hatinya bergetar, rasa takut, rasa syukur campur aduk jadi satu.

Dia membandingkan perjalanan spiritual  yang sudah dialami tidak ada apa-apanya, cobaan hidup yang datang silih berganti  ternyata juga belum ada apa-apanya, dibanding perjalanan spiritual manusia-manusia shalih dizaman dulu.

Waktu terus menuntun diumurnya yang menginjak 20 tahun, setelah tamat dia pun hijrah kepesantren lain. Semakin dia mendalami ilmu agama semakin pula dia merasa bahwa dirinya teramat kotor dengan tumpukan dosanya, hingga ia sampai berfikir,

Apakah ibadahku selama ini engkau terima Ya Robb…
Betapa sombongnya dahulu hamba pernah berkata, ‘ini semua aku niati demi menegakkan kalimah-Mu’

Padahal hati ini teramat jauh dari niat itu, karena kabodohan hati ini mengerti
akan kata ihlas yang semata hanya untuk-Mu..

Juga ketika Engkau uji seonggok daging ini dengan ketetapan takdir-Mu,
Hati ini merasa sudah lebih tinggi diatas mahluk lain,

Entah tangisan apa yang aku cucurkan?
Entah ketakutan apa yang aku rasakan?
Entah niat ibadah seperti apa yang sudah aku kerjakan?

Sering si bocah yang sekarang sudah beranjak dewasa ini menangis ketika mendengar muhasabah dari gurunya, hingga tak jarang kitabnya lusuh dengan tetesan airmata.

Sering si bocah yang sudah beranjak dewasa ini menyendiri disudut kamar menangisi tumpukan dosanya, ia tidak menghiraukan kawan-kawan disampingnya yang rame dengan bercanda.

Rupanya dia sangat menghawatirkan akan satu hal,

“apakah ketika aku sudah tidak dipesantren lagi aku masih bisa merasakan kenikmatan seperti ini…?” desahnya sembari menutup kitab yang ia pangku.



Posted By Kang Santri7:11:00 PM

Tuesday, March 13, 2012

Proses Kematian dan Kehancuran Tubuh Manusia (Secara Medis)

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Sesaat sebelum mati, Anda akan merasakan jantung berhenti berdetak, nafas tertahan dan badan bergetar. Anda merasa dingin ditelinga. Darah berubah menjadi asam dan tenggorokan berkontraksi.


0 Menit  >>
Kematian secara medis terjadi ketika otak kehabisan supply oksigen.

1 Menit >>

Darah berubah warna dan otot kehilangan kontraksi, isi kantung kemih keluar tanpa izin.

3 Menit >>

Sel-sel otak tewas secara masal. Saat ini otak benar-benar berhenti berpikir.

4 – 5 Menit >>

Pupil mata membesar dan berselaput. Bola mata mengkerut karena kehilangan tekanan darah.

7 – 9 Menit >>

Penghubung ke otak mulai mati.

1 – 4 Jam >>

Rigor Mortis (fase dimana keseluruhan otot di tubuh menjadi kaku) membuat otot kaku dan rambut berdiri, kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati.

4 – 6 Jam >>

Rigor Mortis Terus beraksi. Darah yang berkumpul lalu mati dan warna kulit menghitam.

6 Jam >>

Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan.

8 Jam >>

Suhu tubuh langsung menurun drastis.

24 – 72 Jam >>

Isi perut membusuk oleh mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri.

36 – 48 Jam >>

Rigor Mortis berhenti, tubuh anda selentur penari balerina.

3 – 5 Hari >>

Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah menetes keluar dari mulut dan hidung.

8 – 10 Hari >>

Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah.

Beberapa Minggu >>

Rambut, kuku dan gigi dengan mudahnya terlepas.

Satu Bulan >>

Kulit Anda mulai mencair.

Satu Tahun >>

Tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh Anda. Anda yang sewaktu hidupnya cantik, gagah, ganteng, kaya dan berkuasa, sekarang hanyalah tumpukan tulang-belulang yang menyedihkan. Jadi, apa yg mau disombongkan org sebenarnya?

Renungan: Kita tak membawa apapun juga saat kita meninggalkan dunia yg fana ini. Jadilah manusia yang bermanfaat sebisanya dan jangan mempersulit hidup orang lain?


Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya.
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat.

Wallahua'lam
Sumber: kaskus 

Posted By Kang Santri9:40:00 AM

Monday, March 12, 2012

Rahasia Menolak dan Melawan Sihir 999% Mustajab

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - [Oleh: Em Yazid] Tulisan berikut adalah wujud dari kepedulian kami, sebab cukup banyak juga pengunjung blog ini yang masuk dengan kata kunci; do’a menolak santet,guna-guna, pelet, sihir, teluh,do’a melawan ilmu hitam dan lain-lain yang senada. Mereka adalah orang-oarang yang sedang diuji dengan permasalahan yang menurut pengalaman dan usaha yang sudah mereka lakukan terkena hal-hal yang gaib.
Disini kami tidak akan membahas tentang definisi ilmu hitam atau hakikat sihir dan santet, bukan pula akan memberikan do’a atau mantra pengusir hantu,roh jahat, penolak santet dan lain sebagainya, melainkan kami akan sedikit memberikan ulasan dari sisi psikologis.

Menurut para ahli ilmu sihir dan sejenisnya selalu menyertakan jin sebagai eksekutor utama guna menjalankan misi dari si pelaku. Dari sekian banyak pembahasan seputar masalah dunia santet, guna-guna dan sejenisnya adalah pertanyaan;
  • Adakah ilmu atau do’a terampuh untuk menolak,melawan ilmu tersebut?
  • Adakah cara manjur untuk menolak,melawan ilmu tersebut?
Jawabannya tentu beragam, sesuai keyakinan,pengalaman masing-masing, seperti halnya yang akan kita bahas disini adalah berdasarkan pengetahuan dan pengalaman penulis.
Bagi orang yang merasa terancam atau diancam akan di santet atau pun sudah merasa menjadi korban ilmu tersebut, sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut;

Tata ulang keyakinan

Seperti kita ketahui bahwa segala hal yang sudah dan akan terjadi tidak lepas dari izin dan kehendak Alloh, artinya kalau Alloh sudah mentaqdirkan, sudah tertulis suratan taqdir kalau kita suatu ketika dalam hidup kita didunia akan terkena santet, maka andaipun orang shalih sedunia mendo’akan kita agar terhindar dari taqdir tersebut tidak akan membawa dampak apa-apa, bwgitu pun sebaliknya, jika dalam taqdir kita tidak ada catatan kita akan terkena santet, maka andai dukun sedunia berkolaborasi ingin menyantet kita, kita akan sehat, aman-aman saja.

Kesimpulannya, kalau pikiran kita sudah beranggapan apalagi yakin kita sedang atau sudah diserang ilmu hitam, maka hakikatnya secara psikologi kita sudah terkena penyakit jiwa, was-was, takut yang berlebihan adalah penyakit jiwa (penyakit jiwa itu tidak melulu gila). Kondisi ini biasanya akan mendorong si sakit mencari “penyembuh” dengan mendatangi “orang pintar”, beruntunglah kalau bertemu dengan orang yang jujur, karena tidak sedikit yang menipu. Tidak sedikit yang berujung salah aqidah terjerumus ke kemusrikan dan berakhir dengan kekecewaan.

Keyakinan (iman)lah hal pertama yang harus dibenahi, ini sangat penting, sebab Alloh tidak mentaqdirkan sesuatu kecuali ujian itu untuk kebaikan dan perbaikan kita, selayaknya kalau kita terserang penyakit kwatir atau yakin terkena sihir obat pertama adalah merefresh iman kita.

Berdo’a sendiri dan minta dido’akan oleh orang shalih

Setelah iman kita sudah yakin, hal berikutnya yang harus dilakukan adalah berdo’a, sebab do’a adalah perisai seorang mukmin, disini disebutkan mukmin bukan muslim, artinya do’a merupakan perisai orang yang beriman, yang imannya sudah benar-benar mantab tidak goyah, tidak mudah terombang-ambing oleh perasaan diri sendiri, tidak kwatir dan tidak takut selama bersama Alloh.

Apakah do’anya?
Hakikat do’a adalah wujud pengakuan kelemahan hamba yang selalu membutuhkan penciptanya yaitu Alloh SWT, tidak ada do’a paling ampuh,paling manjur, semua do’a kedudukannya sama, selama do’a itu tidak mengandung kesyirikan maka diperbolehkan, berdo’a tidak harus dengan bahasa arab. Namun demikian jika kita sedang dalam rangka menolak sihir,mengobati serangan guna-guna, menurut pengalaman penulis, Ayat kursyi bisa di baca, diamalkan.

Tata caranya bagaimana?
Bacalah sebanyak yang anda mampu, semakin banyak semakin bagus.

Kapan waktunya?
Kapan saja asal tidak ditempat-tempat terlarang seperti toilet. Sehabis sholat 5 waktu, sholat hajat,tahajjud, atau didekat orang yang disinyalir terkena sihir.

Jika kita sudah yakin adanya serangan ilmu hitam, sepanjang yang penulis ketahui dan alami, ilmu-ilmu hitam berjalan atas kerja sama antara manusia dan jin kafir, secara spontan kelihatannya ilmu hitam nampak unggul, istilahnya efeknya langsung bisa dilihat dan dirasakan, misalnya ada si pelaku ilmu hitam bilang “kamu si fulanah akan saya pelet” kepada seorang wanita ternyata tak begitu lama si wanita benar-benar lengket sama di pelaku, sebelumnya boro-boro mau dekat mendengar namanya saja sudah jijik. Kalau kita mau berikhtiyar sembari berserah diri memohon perlindungan dan pertolongan Alloh dengan membaca ayat kursyi sebanyak-sebanyaknya, tidak dibatasi sampai kapan, pokoknya sampai si korban sembuh. Kami yakin seyakin-yaklinnya kalau kita berdo’a diniati ibadah menjalankan perintah Alloh yaitu berikhtiyar dengan do’a, sehebat apapun ilmu hitam akan luruh dengan kalimah mulia Alloh SWT.

Sumber: tanbihun.com

Wallahua'lam 




Posted By Kang Santri9:30:00 PM

Tersungkur Di Jalan Janji

Filled under:



Aku memang salah satu dari kaum muslimin
Tapi aku tahu kalau aku belumlah menjadi seorang mukmin yang muttaqin

Berkali-kali rayu janji keinsyafaan ku sampaikan pada Sang Pengendali kematian
Namun sayu puji itu sarat akan kemunafikan dan kebohongan

Kembali ku tersungkur di jalan janji ku sendiri
Tertatih di bukit terjal kemaksiatan yang tak pernah sempurna ku insyafi

Asa ku berteriak ngeri
Memaki dan mencaci memandang diri sendiri

Kembali ku lafadz 'kata untuk taat' dalam bait janji
Dengan harapan Ia bersedia menerimaku seraya mencuci bersih dosa diri dan hati

Meski aku tak tahu apa yang akan terjadi dengan janji baruku nanti
Tapi yang aku tahu "aku hanyalah hamba dhoif yang selalu ingin belajar dari siapapun
bagaimana cara mendapatkan Cinta-Nya di Cintai-Nya dan Mencintai-Nya itu saja....."




Posted By Kang Santri3:51:00 PM

Sunday, March 11, 2012

Aku Menikahinya Karena-Mu

Murtakibudz Dzunub - Hari pernikahanku. Hari yang paling bersejarah dalam hidup. Seharusnya saat itu aku menjadi  makhluk  yang  paling  berbahagia.  Tapi  yang  aku  rasakan  justru  rasa  haru  biru. Betapa  tidak. Di  hari  bersejarah  ini  tak  ada  satu  pun  sanak  saudara  yang menemaniku  ke tempat  mempelai  wanita.  Apalagi  ibu.  Beliau  yang  paling  keras  menentang perkawinanku.Masih kuingat betul perkataan ibu tempo hari,

“Jadi juga kau nikah sama buntelan karung hitam’ itu ….?!?” Duh……, hatiku sempat kebat-kebit mendengar ucapan itu. Masa calon istriku disebut ‘buntelan karung hitam’.

“Kamu sudah kena pelet barangkali Yanto. Masa suka sih sama gadis hitam, gendut dengan wajah yang sama sekali tak menarik dan cacat kakinya. Lebih tua beberapa tahun lagi dibanding kamu !!” sambung ibu lagi.

“Cukup  Bu!  Cukup!  Tak  usah  ibu  menghina  sekasar  itu.  Dia  kan  ciptaan  Allah. Bagaimana  jika pencipta-Nya marah  sama  ibu…?” Kali  ini aku  terpaksa menimpali ucapan
ibu dengan sedikit emosi. Rupanya ibu amat tersinggung mendengar ucapanku.

“Oh….  rupanya  kau  lebih memillih  perempuan  itu  ketimbang  keluargamu.  baiklah Yanto. Silahkan kau menikah tapi jangan harap kau akan dapatkan seorang dari kami ada di tempatmu saat itu. Dan jangan kau bawa perempuan itu ke rumah ini !!”  
 
DEGG !!!!

“Yanto….  jangan  bengong  terus.  Sebentar  lagi  penghulu  tiba,”  teguran  Ismail membuyarkan lamunanku. Segera kuucapkan istighfar dalam hati.

“Alhamdulillah penghulu sudah  tiba. Bersiaplah …akhi,” sekali  lagi  Ismail memberi
semangat padaku.

“Aku  terima  nikahnya,  kawinnya  Shalihah  binti  Mahmud  almarhum  dengan  mas kawin  seperangkat  alat  sholat  tunai  !”  Alhamdulillah  lancar  juga  aku  mengucapkan  aqad nikah.

“Ya  Allah  hari  ini  telah  Engkau  izinkan  aku  untuk  meraih  setengah  dien. Mudahkanlah aku untuk meraih sebagian yang lain.”

Di kamar yang amat sederhana. Di atas dipan kayu ini aku tertegun lama.Memandangi istriku yang  tengah  tertunduk  larut dalam dan diam. Setelah  sekian  lama kami  saling diam, akhirnya dengan membaca basmalah dalam hati kuberanikan diri untuk menyapanya.

“Assalamu’alaikum ….  permintaan  hafalan  Qur’annya  mau  di  cek  kapan  De’…?” tanyaku  sambil  memandangi  wajahnya  yang  sejak  tadi  disembunyikan  dalam  tunduknya.

Sebelum menikah,  istriku memang pernah meminta malam pertama hingga ke sepuluh agar aku membacakan hafalan Qur’an  tiap malam satu  juz. Dan permintaan  itu  telah aku setujui. “Nanti  saja  dalam  qiyamullail,”  jawab  istriku,  masih  dalam  tunduknya. 
 
Wajahnya  yang berbalut  kerudung  putih,  ia  sembunyikan  dalam-dalam.  Saat  kuangkat  dagunya,  ia  seperti ingin  menolak.  Namun  ketika  aku  beri  isyarat  bahwa  aku  suaminya  dan  berhak  untuk melakukan itu , ia menyerah. Kini  aku  tertegun  lama.  Benar  kata  ibu  ..bahwa  wajah  istriku  ‘tidak  menarik’.  
 
Sekelebat pikiran itu muncul ….dan segera aku mengusirnya. Matanya berkaca-kaca menatap lekat pada bola mataku.

“Bang,  sudah  saya  katakan  sejak  awal  ta’aruf,  bahwa  fisik  saya  seperti  ini.  KalauAbang  kecewa,  saya  siap  dan  ikhlas. Namun  bila Abang  tidak menyesal  beristrikan  saya, mudah-mudahan  Allah  memberikan  keberkahan  yang  banyak  untuk  Abang.  Seperti keberkahan  yang  Allah  limpahkan  kepada  Ayahnya  Imam  malik  yang  ikhlas  menerima sesuatu yang tidak ia sukai pada istrinya. Saya ingin mengingatkan Abang akan firman Allah yang  dibacakan  ibunya  Imam  Malik  pada  suaminya  pada  malam  pertama  pernikahan
mereka,” …

Dan bergaullah dengan mereka (istrimu) dengat patut (ahsan). Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjanjikan padanya kebaikan yang banyak.”(QS An-Nisa:19)

Mendengar tutur istriku, kupandangi wajahnya yang penuh dengan air mata itu lekat-lekat. Aku  teringat kisah suami yang  rela menikahi seorang wanita yang memiliki cacat  itu. Dari  rahim wanita  itulah  lahir  Imam Malik, ulama besar ummat  Islam yang namanya abadi dalam sejarah.

“Ya Rabbi aku menikahinya karena Mu. Maka turunkanlah rasa cinta dan kasih sayang milikMu pada hatiku untuknya. Agar aku dapat mencintai dan menyayanginya dengan segenap hati yang ikhlas.”

Pelan  kudekati  istriku.  Lalu  dengan  bergetar,  kurengkuh  tubuhya  dalam  dekapku. Sementara, istriku menangis tergugu dalam wajah yang masih menyisakan segumpal ragu.

“Jangan memaksakan  diri  untuk  ikhlas menerima  saya, Bang. Sungguh…  saya  siap menerima keputusan apapun yang terburuk,” ucapnya lagi.

“Tidak…De’.  Sungguh  sejak  awal  niat  Abang  menikahimu  karena  Allah.  Sudah teramat bulat niat itu. Hingga Abang tidak menghiraukan ketika seluruh keluarga memboikot untuk tak datang tadi pagi,” paparku sambil menggenggam erat tangannya.

Malam  telah  naik  ke  puncaknya  pelan-pelan.  Dalam  lengangnya  bait-bait  do’a kubentangkan pada Nya.

“Robbi, tak dapat kupungkiri bahwa kecantikan wanita dapat mendatangkan cinta buat laki-laki. Namun telah kutepis memilih istri karena rupa yang cantik karena aku ingin mendapatkan cinta-Mu. Robbi saksikanlah malam ini akan kubuktikan bahwa cinta sejatiku hanya akan kupasrahkan pada-Mu. Karena itu, pertemukanlah aku dengan-Mu dalam Jannah-Mu !”

Aku beringsut menuju pembaringan yang amat sederhana itu. Lalu kutatap raut wajah istriku  denan  segenap  hati  yang  ikhlas.  Ah,  ..  sekarang  aku  benar-benar  mencintainya. Kenapa  tidak?  Bukankah  ia  wanita  sholihah  sejati.  Ia  senantiasa  menegakkan  malam-malamnya dengan munajat panjang pada-Nya. Ia senantiasa menjaga hafalan KitabNya. Dan senantiasa melaksanakan shoum sunnah Rasul Nya.

“…dan  diantara  manusia  ada  orang-orang  yang  menyembah  tandingan-tandingan  selain  Allah. Mereka mencintainya  sebagaimana mereka mencintai  Allah. Adapun  orang-orang  yang  beriman  amat  sangat  cintanya  pada  Allah  …”  (QS.  al-Baqarah:165)
=========================================
Ya Allah  sesungguhnya aku  ini  lemah  , maka kuatkanlah aku dan aku  ini hina maka muliakanlah aku dan aku fakir maka kayakanlah aku wahai Dzat yang maha Pengasih.

Sumber : cerpenislami


Posted By Kang Santri8:22:00 PM

Sejarah Hari Dalam Dunia Islam

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - ALLAH SWT menjadikan seminggu itu terdiri dari pada tujuh hari dan didalam hari-hari tersebut terjadi peristiwa-peristiwa tertentu yang merupakan rahasia keutamaan dari hari tersebut.


 


SEJARAH HARI SABTU

   1. Tipu daya kaum Nuh terhadap Nabi Nuh
   2. Tipu daya kaum Saleh as. terhadap unta Nabi Saleh as.
  3. Tipu daya saudara-saudara Yusof terhadap Yusof as.
   4. Tipu daya Fir'un terhadap Nabi Musa.
   5. Tipu daya kaum Yahudi terhadap Nabi Isa as.
   6. Tipu daya kaum Quraisy terhadap Rasulullah SAW
   7. Tipu daya kaum Yahudi terhadap larangan Allah SWT

SEJARAH HARI AHAD

   1. Penciptaan tempat jalan bintang-bitang
   2. Penciptaan bintang-bintang yang bergerak
   3. Penciptaan api neraka yang bertingkat-tingkat
   4. Penciptaan tujuh lapis bumi
   5. Penciptaan tujuh lautan yang besar
   6. Penciptaan tujuh anggota tubuh manusia
   7. Penciptaan tujuh hari dalam seminggu

SEJARAH HARI SENIN

   1. Nabi Idris as. naik kelangit
   2. Nabi Musa as. pergi ke Gunung Thursina
   3. Turunnya dalil-dalil tentang ke-Esaan Allah SWT
   4. Lahirnya Rasulullah SAW
   5. Malaikat Jibril turun menemui Rasulullah SAW
   6. Semua amalan umat ditunjukkan kepada Rasulullah SAW
   7. Rasulullah SAW wafat pada hari Isnin

SEJARAH HARI SELASA

   1. Jurjais as. dibunuh
   2. Wafatnya Nabi Yahya as.
   3. Wafatnya Nabi Zakaria as.
   4. Meninggalnya tukang sihir Fir'un
   5. Meninggalnya Asiah isteri Fir'un
   6. Sapi Bani Israil disembelih
   7. Meninggalnya Habil putera Adam as.

SEJARAH HARI RABU

   1. Kehancuran Auj bin Unuq
   2. Kehancuran Qarun
   3. Kehancuran Fir'un
   4. Kebinasaan Namruz bin Kan'an
   5. Kehancuran! kaum Sa leh as.
   6. Kehancuran Syadad bin 'Aad
   7. Kebinasaan kaum Hud

SEJARAH HARI KHAMIS

   1. Nabi Ibrahim as menghadap Raja Mesir
   2. Tukang memberi minum Raja Mesir memperolwhi kebebasan
   3. Saudara-saudara Yusuf as menemuinya
   4. Bunyamin datang ke Kota Mekah
   5. Ya'akub as datang ke Mesir
   6. Nabi Musa masuk ke Mesir
   7. Rasulullah SAW masuk ke Kota Mekah

SEJARAH HARI JUMA'AT

(ada sesetengah dr kita yg masih tak tahu dan tertanya2 kenapa orang selalu bernikah pada hari Jumaat) Ini jawabannya.

   1. Pernikahan antara Nabi Adam as dengan Siti Hawa
   2. Pernikahan anatara Nabi Yusuf as dengan Zulaikha
   3. Pernikahan antara Nabi Musa as dengan Shafrawa
   4. Pernikahan Nabi Sulaiman as dengan Ratu Balqis
   5. Pernikahan anatara Nabi Muhammad SAW dengan Siti Khadijah
   6. Pernikahan antara Rasulullah SAW dengan Siti Aisyah
   7. Pernikahan antara Sayyidina Ali as dengan Siti Fatimah

Sumber: forum.vivanews.com


Posted By Kang Santri7:57:00 PM

Makna Sebuah Titipan

Filled under:



Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?

Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu 
diminta kembali oleh-Nya ?

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
 kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan 
bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika :
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan
Nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusanNya yang
tak sesuai keinginanku,
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah 
untuk beribadah...

"ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"


Posted By Kang Santri4:19:00 PM

Saturday, March 10, 2012

Pembahasan Shalat Jama' dan Qashar

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Menjama' shalat adalah mengumpulkan dua shalat dalam satu waktu. Bila dilakukan diwaktu shalat yang awal (misalnya, dhuhur dan ashar dilakukan pada waktu dhuhur) maka disebut jama' taqdim, dan bila dilakukan dalam waktu yang kedua (seperti, maghrib dengan isya' yang dikerjakan pada waktu isya') maka disebut jama' ta'khir.

Catatan: 
Shalat-shalat yang dijama' adalah duhur dengan ashar dan maghrib dengan isya'. Sedang subuh tidak bisa dijama'. Dan shalat jama'-qashar  ini juga termasuk dalam bagian udzur dalam shalat.



1. Tertib, artinya mengerjakan dua shalat secara urut. Misalnya, dhuhur di jama' dengan ashar maka dhuhur harus didahulukan tidak boleh dibalik dengan mengerjakan shalat ashar.

2. Niat jama', yang bersamaan dengan takbiratul ihram shalat yang pertama, misalnya dhuhur.

3. Muwalah (terus menerus) antara dua shalat yang dijama' tidak  boleh diselingi ibadah atau pekerjaan yang lain.



1. Niat jama' ta'khir diwaktu shalat yang pertama.

2. Mengerjakan shalat yang kedua (ashar atau isya') masih dalam perjalanan. Bila dikerjakan sudah sampai dirumah maka tidak boleh dijama' ta'khir. Menurut qaul (pendapat) yang shahih dalam jama' ta'khir tidak disyaratkan tartib, muwalah dan niat jama'.


Sedang yang dimaksud dengan meng-qashar shalat adalah memperpendek/meringkas rakaat shalat.

Catatan: 
Shalat yang di qashar adalah shalat yang jumlah rakaatnya ada empat, yakni dhuhur, ashar dan isya'. Sedang maghrib dengan subuh tidak bisa di qashar.



1. Bepergian yang bukan untuk tujuan maksiat.

2. Jauh perjalanan minimal 88,5 km.

3. Shalat yang di qashar adalah shalat ada' (bukan shalat qadha') yang empat rakaat.

4. Niat qashar bersama dengan takbiratul ihram.

5. Tidak boleh ber-makmum pada orang yang melakukan shalat sempurna (tidak meng-qashar)




1. Niat shalat dhuhur dan ashar dengan jama' taqdim

 
أصل فرض الظهر أربع ركعات مجموعا اليه العصر جمع تقديم لله تعالى
Usholli fardhodhdhuhri 'arba'a roka'atin majmu'an ilaihil 'ashru jam'a taqdimin lillahi ta'ala
 
أصل فرض العصر أربع ركعات مجموعا بالظهر جمع تقديم لله تعالى
Usholli fardhol'ashri 'arba'a roka'atin majmu'an bidhdhuhri jam'a taqdimin lillahi ta'ala

2. Niat shalat dhuhur dan ashar dengan jama' ta'khir

أصل فرض الظهر أربع ركعات مجموعا بالعصر جمع تأخير لله تعالى
 Usholli farhodhuhri 'arba'a roka'atin majmu'an bil'ashri jam'a ta'khirin lillahi ta'ala

أصل فرض العصر أربع ركعات مجموعا اليه الظهر جمع تقديم لله تعالى
 Usholli fardhol 'ashri 'arba'a roka'atin majmu'an bil'ashri ilaihidhdhuhru jam'a taqdimin lillahi ta'ala
 
3. Niat shalat maghrib dan isya' dengan jama' taqdim

أصل فرض المغرب ثلاث ركعات مجموعا اليه العشاء جمع تقديم لله تعالى
 Usholli fardhol maghribi tsalatsa roka'atin majmu'an ilaihil 'isya'u jam'a taqdimin lillahi ta'ala

أصل فرض العشاء أربع ركعات مجموعا بالمغرب جمع تقديم لله تعالى
Usholli fardhol isya'i arba'a roka'atin majmu'an bilmaghribi jam'a taqdimin lillahi ta'ala
 
4. Niat shalat maghrib dan isya' dengan jama' ta'khir

أصل فرض المغرب ثلاث ركعات مجموعا  بالعشاء جمع تأخير لله تعالى

أصل فرض العشاء اربع ركعات مجموعا اليه المغرب جمع تأخير لله تعالى

5. Niat shalat dhuhur, ashar atau isya' dengan qashar

أصل فرض الظهر ركعتين قصرا لله تعالى

أصل فرض العصر ركعتين قصرا لله تعالى

أصل فرض العشاء ركعتين قصرا لله تعالى

6. Niat shalat dhuhur dan ashar dengan jama' taqdim sekaligus qashar

أصل فرض الظهر ركعتين مجموعا اليه العصر جمع تقديم قصرا لله تعالى

أصل فرض العصر ركعتين مجموعا بالظهر جمع تقديم قصرا لله تعالى
 
7. Niat shalat dhuhur dan ashar dengan jama' ta'khir sekaligus qashar

أصل فرض الظهر ركعتين مجموعا بالعصر جمع تأ خير قصرا لله تعالى

أصل فرض العصر ركعتين مجموعا اليه الظهر جمع تأ خير قصرا لله تعالى

8. Niat shalat isya' dengan jama' taqdim/ta'khir sekaligus qashar

أصل فرض العشاء ركعتين مجموعا بالمغرب جمع تقديم قصرا لله تعالى

أصل فرض العشاء ركعتين مجموعا اليه المغرب جمع تأ خير قصرا لله تعالى



Keterangan:
Diperbolehkan menjama' sekaligus meng-qashar shalat. Contoh: Maghrib dengan isyak bisa di jama' dan di qashar, tapi hanya isya' saja yang bisa di qashar menjadi dua rakaat, sedang maghrib tetap dikerjakan dengan sempurna tiga rakaat.



Posted By Kang Santri12:45:00 PM