Thursday, May 3, 2012

Orang-Orang Miskin

Filled under: ,

Orang-orang miskin di jalan,
yang tinggal di dalam selokan,
yang kalah di dalam pergulatan,
yang diledek oleh impian,
janganlah mereka ditinggalkan.
 
Angin membawa bau baju mereka.
Rambut mereka melekat di bulan purnama.
Wanita-wanita bunting berbaris di cakrawala,
mengandung buah jalan raya.
Orang-orang miskin. Orang-orang berdosa.
Bayi gelap dalam batin. Rumput dan lumut jalan raya.
Tak bisa kamu abaikan.

Bila kamu remehkan mereka,
di jalan  kamu akan diburu bayangan.
Tidurmu akan penuh igauan,
dan bahasa anak-anakmu sukar kamu terka.
Jangan kamu bilang negara ini kaya
karena orang-orang berkembang di kota dan di desa.

Jangan kamu bilang dirimu kaya
bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
Lambang negara ini mestinya trompah dan blacu.
Dan perlu diusulkan
agar ketemu presiden tak perlu berdasi seperti Belanda.
Dan tentara di jalan jangan bebas memukul mahasiswa.
 
Orang-orang miskin di jalan
masuk ke dalam tidur malammu.
Perempuan-perempuan bunga raya
menyuapi putra-putramu.
Tangan-tangan kotor dari jalanan
meraba-raba kaca jendelamu.
Mereka tak bisa kamu biarkan.
 
Jumlah mereka tak bisa kamu mistik menjadi nol.
Mereka akan menjadi pertanyaan
yang mencegat ideologimu.
Gigi mereka yang kuning
akan meringis di muka agamamu.
Kuman-kuman sipilis dan tbc dari gang-gang gelap
akan hinggap di gorden presidenan
dan buku programma gedung kesenian.
 
Orang-orang miskin berbaris sepanjang sejarah,
bagai udara panas yang selalu ada,
bagai gerimis yang selalu membayang.
Orang-orang miskin mengangkat pisau-pisau
tertuju ke dada kita,
atau ke dada mereka sendiri.
O, kenangkanlah :
orang-orang miskin
juga berasal dari kemah Ibrahim

WS. RENDRA - Yogya, 4 Pebruari 1978



Posted By Kang Santri8:04:00 PM

Akhwat Misterius

Murtakibudz Dzunub - Aku tidak menyangka kalau akhwat itu akan terus membayangi pikiranku, apakah ini termasuk yang dulu pernah disabdakan Rasulullah kepada Ali Bin Abi Thalib: "Wahai Ali, janganlah kamu mengiringi pandangan dengan pandangan, karena yang pertama diperbolehkan bagimu, dan yang kedua menjadi dosa bagimu", karena wajah akhwat itu terasa terus tersenyum memandangku...? Astaghfirullah.....

"siapakah sebenarnya dia, meski hanya sekilas seraut wajah itu begitu menyejukkan ku, senyum itu begitu menentramkan ku, prahara suaranya yang ayu sudah melenakanku..." Ighfir Ya Robbi... kalau ini termasuk bagian dari dosa.

Hingga pada suatu hari, secara tidak sengaja ada ikhwan yang memperkenalkan ku dengan akhwat itu. Tanpa banyak cakap setelah menyebutkan nama akhwat itu melangkah pergi dengan seutas senyum yang sudah berhasil membiusku dari beberapa hari yang lalu.

Kalau dilihat secara dhahiriyyah akhwat itu begitu shalihah, hingga aku sendiri tidak berani untuk mendekatinya. Namun satu yang membuatku agak sedikit terhibur, karena tanpa sengaja aku pernah mendengar selentingan obrolan yang mengatakan katanya akwat itu dari jauh juga memperhatikanku (dasar sok kepedean ^_^ ).

Bersama berjalannya waktu, hampir satu tahun aku mengenalnya dari jauh, tanpa bisa berbuat apa-apa untuk mendekatinya lebih jauh atau sekedar mendapat perhatian sedikit darinya.

Ukhti...

Mungkin biar Tuhan saja yang tahu akan perasaan ini
Meski kau tidak pernah tahu
Biarlah aku membawamu dalam sujud istikharahku
Aku hanya mampu mencurahkan rasa ini pada Dzat yang telah menciptakan kita
Mungkin sampai kapanpun tidak akan pernah mampu ku utarakan rasaku padamu
Kecuali Tuhan sendiri yang menginginkan hal itu
Karena aku tidak ingin mengotori kesucian hatimu akan masalah hatiku


Oleh: Saujana


Posted By Kang Santri11:28:00 AM

Wednesday, May 2, 2012

Menjaga Diri (Al-'Iffah)

Filled under: ,

Murtakibudz Dzunub - Sifat 'Iffah (menjaga diri) merupakan sifat yang wajib dimiliki bagi setiap muslim. Menjaga diri dari hal-hal yang bisa membawanya pada kesengsaraan dunia dan akhirat. Kalau dalam kaidah fiqih biasa disebut dengan Hifdhu an-Nafsi.

Seperti yang sudah diterangkan oleh Al Imam Al Mawardi (AL Imam Abi Al Hasan Ali Bin Muhammad Bin Habib Al Bashari Al Wamawardi Asy-Syafi'i), menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan itu dibagi menjadi dua yaitu, menjaga farji (kelamin) dari hal-hal yang diharamkan dan mejaga lidah dari membual (kedustaan).

Rasulullah bersabda, "Orang yang menjaga (menghindari) kejelekan kelaminnya, lidah dan perutnya, maka dia telah terjaga".

Faktor yang menyebabkan hilangnya sifat 'Iffah

Ada dua faktor yang mendorong tejadinya perbuatan tersebut (tidak bisa menjaga diri dari yang diharamkan) yaitu, mengikuti pandangan mata, dan tunduk kepada syahwat (nafsu).

Telah diriwayatkan dari Rasulullah, seraya beliau bersabda yang ditujukan kepada Ali Bin Abi Thalib: "Wahai Ali, janganlah kamu mengiringi pandangan dengan pandangan, karena yang pertama diperbolehkan bagimu, dan yang kedua menjadi dosa bagimu".

Berkenaan dengan lafadz "janganlah kamu mengiringi pandangan dengan pandangan" terdapat dua penafsiran. Pertama, janganlah kamu mengiringi pandangan matamu dengan pandangan hatimu. Kedua, janganlah kamu mengiringi pandangan yang pertama yang dapat menimbulkan syahwat dengan pandangan yang kedua yang dapat menimbulkan syahwat dengan cara sengaja.

Nabi Isa A.S pernah berkata: "Hendaknya kamu takut dengan pandangan setelah pandangan, karena hal itu menumbuhkan syahwat dalam hatimu, dan cukup bagi pelakunya menimbulkan fitnah".

Ali Bin Abi Thalib juga berkata: "Mata itu tempat berjalannya syaithan." Sedang menurut ahli hikmah, "Orang yang membiarkan pandangan matanya maka dia telah mengundang kebinasaan".

Posted By Kang Santri10:39:00 AM

Tuesday, May 1, 2012

Larangan Bernafas Saat Minum (Nasehat Rasulullah)

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Dari Tsumamah bin Abdullah, "Dahulu Anas bin Malik radhiyallahu ta'alaa anhu pernah bernafas di dalam bejana dua kali atau tiga kali, dan dia mengira Nabi sallallahu alaihi wa sallam pernah melakukan hal itu (HR. Bukhari, No. 5631)

Dari Abu Qatadah dan bapaknya, Rasulullah bersabda, "Apabila salah seorang diantara kalian minum, maka janganlah ia bernafas di bejana (gelas), dan jika salah seorang dari kalian kencing maka janganlah ia memegang dzakar (kemaluannya) dengan tangan kanannya, jika membersihkan maka jangan membersihkan dengan tangan kanannya (HR. Bukhari 5630)

Sebagian ulama mengatakan, "Larangan bernafas di dalam bejana ketika minum sama seperti larangan ketika makan dan minum, sebab hal itu bisa menyebabkan keluarnya ludah sehingga bisa mempengaruhi kebersihan air minum tersebut. Dan keadaan ini apabila dia makan dan minum dengan orang lain. Adapun bila ia makan sendirian atau bersama keluarganya atau dengan orang yang tidak terganggu dengan caramu tersebut, maka hal itu tidak mengapa." Aku ( Imam Ibn Hajar Al-Asqalani) berkata, "Dan yang lebih bagus adalah memberlakukan larangan hadits Nabi tersebut, sebab larangan itu bukan untuk menghormati orang yang layak dihormati ataupun untuk mendapat penghargaan dari orang lain.... Berkata Imam Al-Qurthubi, "Makna larangan itu adalah agar bejana dan air tersebut tidak tercemar dengan air ludah atau pun bau yang tidak sedap". (Fat-hul Bari, 10/94).
 
Bernafas adalah aktivitas menghirup dan mengeluarkan udara; menghirup udara yang bersih lagi penuh dengan oksigen ke dalam paru-paru sehingga tubuh bisa beraktivitas sebagaimana mestinya; dan menghembuskan nafas adalah udara keluar dari paru-paru yang penuh dengan gas karbon dan sedikit oksigen, serta sebagian sisa-sisa tubuh yang beterbangan di dalam tubuh dan keluar melalui kedua paru-paru dalam bentuk gas. Gas-gas ini dalam persentase yang besar ketika angin dihembuskan, padanya terdapat sejumlah penyakit, seperti pada toksin air kencing ... Maka udara yang dihembuskan mengandung sisa-sisa tubuh yang berbentuk gas dengan sedikit oksigen. Dari hal ini kita mengetahui hikmah yang agung dari larangan Rasulullah; yaitu agar kita tidak bernafas ketika makan atau minum; akan tetapi yang dibenarkan adalah minum sebentar lalu diputus dengan bernafas di luar bejana, lalu minum kembali. 

Rasulullah memberikan wejangan tentang awal yang bagus dalam perintahnya tentang memutus minum dengan bernafas sebentar-sebentar. Sebagimana sudah kita ketahui, bahwa seorang yang minum 1 gelas dalam satu kali minuman akan memaksa dirinya untuk menutup/menahan nafasnya hingga ia selesai minum. Yang demikian karena jalur yang dilalui oleh air dan makanan dan jalan yang dilalui oleh udara akan saling bertabrakan, sehingga tidak mungkin seseorang akan bisa makan atau minum sambil bernafas secara bersama-sama. Sehingga tidak bisa tidak, ia harus memutus salah satu dari keduanya. Dan ketika seseorang menutup/menahan nafasnya dalam waktu lama, maka udara di dalam paru-paru akan terblokir, maka ia akan menekan kedua dinding paru-paru, maka membesar dan berkuranglah kelenturannya setahap demi setahap. Dan gejala ini tidak akan terlihat dalam waktu yang singkat. Akan tetapi apabila seseorang membiasakan diri melakukan ini (minum dengan menghabiskan air dalam satu kali tenggakan) maka ia akan banyak sekali meminum air, seperti unta, dimana paru-parunya selalu terbuka.... Maka paru-paru akan menyempitkan nafasnya manakala ia sedikit minum air, maka kedua bibirnya kelu dan kaku, dan demikian juga dengan kukunya. Kemudian, kedua paru-parunya menekan jantung sehingga mengalami dis-fungsi jantung (gagal jantung), kemudian membalik ke hati, maka hati menjadi membesar (membengkak), kemudian sekujur tubuh akan menggembur. Dan Demikianlah keadaannya, sebab kedua paru-paru yang terbuka merupakan penyakit yang berbahaya, sampai para dokter pun menganggapnya lebih berbahaya daripada kanker tenggorokan.


Dan Nabi Sallallahu alaihi wassallam tidak menginginkan seorangpun dari ummatnya sampai menderita penyakit ini. Oleh karena itu, beliau menasihati ummatnya agar meminum air seteguk demi seteguk (antara dua tegukan dijeda dengan nafas), dan meminum air 1 gelas dengan 3 kali tegukan, sebab hal ini lebih memuaskan rasa dahaga dan lebih menyehatkan tubuh (Lihat Al-Haqa'iq Al-Thabiyyah fii Al-Islam, secara ringkas)



Sumber: Al-Arba'in Al-Ilmiah, Abdul Hamid Mahmud Thahmaaz 

Posted By Kang Santri10:13:00 AM

Peti Ummul Banin

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Diceritakan, Ummul Banin Abdul Aziz bin Marwan, isteri Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik,  pernah jatuh cinta kepada seorang penyair Yaman, bernama Wadlah yang berwajah cukup tampan. 

Atas undangan rahasia Ummul Banin, penyair Yaman itu datang menemuinya di rumah, saat itu Khalifah Al-Walid sedang bepergian. Merasa takut ketahuan, ia menyembunyikan Wadlah di dalam sebuah peti lalu menutupnya rapat-rapat. Namun, mendadak seorang pelayan masuk  dan sempat melihat ada seorang laki-laki dalam sebuah peti, Ia pura-pura tidak tahu.

Kebetulan Khalifah Al Walid tiba, pelayan itu langsung melaporkan apa yang baru saja dilihatnya, semula sang Khalifah tidak percaya. 

"Tuan Amirul Mukminin, buktikan sendiri," kata pelayan. 

Khalifah Al-Walid masuk ke kamar dan mendapati isterinya sedang menyisir rambut sambil duduk di atas sebuah peti.

"Isteriku, aku ingin memeriksa peti-peti di kamar ini," kata khalifah.

"Silakan, peti-peti ini memang milikmu, Amirul Mukminin," jawab isterinya.

Khalifah menimpali, "Tetapi aku hanya ingin satu peti saja."

"Silakan, mana yang engkau inginkan - ambillah."

"Peti yang kamu duduki itu, " sahut khalifah.

Ummul Banin terperangah mendengarnya; sekujur tubuhnya terasa gemetar; perasaannya kalut. Namun, ia mencoba untuk menutupi semua itu.

"Yang lainnya malah lebih baik. Lagi pula, di peti yang satu ini ada barang-barang keperluanku, " tutur isterinya.

Khalifah menjawab, "Aku menginginkan yang satu ini saja."

Dengan rasa putus asa, isterinya menjawab, "Ambillah, kalau begitu."

Khalifah Al-Walid segera memerintahkan seorang pelayan untuk mengangkat peti tersebut ke halaman belakang istana, dan meletakkannya di bibir sumur tua. Ummul Banin, isteri khalifah, menatap sedih sambil menangis dari kejauhan, ia tidak berani mendekat. Ia tidak tahu nasib apa yang akan menimpa laki-laki simpanannya itu, hatinya gundah gulana.

Pelan-pelan, Khalifah Al-Walid menghampiri peti tersebut (sebenarnya ia sangat marah, namun ia berusaha menahannya).

"Hai orang yang ada didalam peti, kalau berita yang kami dengar benar adanya, berarti kami menguburmu, berikut kenangan manismu untuk selamanya. Tetapi, jika kabar itu bohong, berarti kami hanya mengubur kayu," kata Khalifah sambil melemparkan peti ke dasar sumur.

Setelah menyuruh menimbunnya dengan pasir sampai rata dengan tanah, Khalifah masuk ke istana. Sejak itu, penyair Yaman bernama Wadlah tidak pernah tampak. Ummul Banin tidak melihat ada kemarahan pada wajah suaminya, hingga kematian memisahkan mereka berdua. [Sumber: Wafyat Al-A'yan, Ibnu Khalkan]

********

Pertama kita membaca kisah ini, mungkin ada satu pertanyaan "hikmah apa yang bisa diambil dari kisah ini?". 

Salah satunya, ada sebuah nasihat dari masing-masing tokoh, kita bisa melihat bahwa pertama kali yang membawa kita pada kesengsaraan dan kebinasaan adalah nafsu (terjadinya perselingkuhan antara ummul banin dan sang penyair. 

Juga sosok seorang kholifah yang bijaksana, saat mendengar sebuah berita tentang perselingkuhan sang isteri, hanya sebuah tindakan tanpa berburuk sangka dan mengeluarkan suara amarah beliau   mampu menyelesaikan prahara yang terjadi dirumah tanggganya.

Posted By Kang Santri9:13:00 AM

Sunday, April 29, 2012

Teriakan Sampah

Filled under: ,


 Teriakannya bak sampah...

Congkak amis kemunafikan sudah mendarah daging disetiap nadi kehidupan
Berderet mata-mata liar tanpa komando siap meremuk 
mereka yang tercabik mencari makna keadilan

Tinta nurani kian kosong
Mata hati buta 
Kepedulian seolah menjadi gurauan konyol
Dalam balutan darah janji-janji busuk

Pengharapan mereka yang lemah
Hanya diberi bualan teriakan janji sampah
Entah sampai kapan para penguasa gerah
Oleh sikap mereka yang merasa sok gagah
Melindungi kaum-kaum lemah

Jangan sedetikpun terlepas dari dzikir
Meminta terbebas dari mereka yang kikir


Posted By Kang Santri9:00:00 PM

Saturday, April 28, 2012

Prahara Suara Ayumu

Filled under: ,

Kembali akal dan nafsuku berkelahi
Kala suara indah itu melenakan hati

Ya Allah.....
Sungguh indah nian suara mahlukMu itu

Tak bisa ku pungkiri kalau hatiku terpikat hebat 
Mendengar alun sajak sendu yang begitu hangat

Seolah bisa ku lihat diriku beridiri tanpa pijakan
Terbuai angan yang ingin menyentuh rembulan

Fitnah kah ini?
Tipudaya kah ini?
Karena suaramu begitu ayu buat ku

Astaghfirullah...
Tolong Engkau selamatkan dari prahara ini 

Mungkin ini yang dimaksud bahwa suara itu juga termasuk aurat
Hingga tergerus angan saat syair rohani berubah menjadi hayalan pekat

Masih mendayu terus suara merdu itu
Dalam suasana tabuh qalbu

Ingin ku tinggalkan namun nafsu berbisik 

"jangan sayang"

Ingin terus ku ikuti nuansa ini hingga ku dengar  hati berbisik 

"kamu haruslah hati-hati"


By. ranting_patah





Posted By Kang Santri4:35:00 PM

Mutiara Keimanan

Filled under: ,

Rasulullah Saw. bersabda:

Sepuluh macam orang dari ummatku mereka telah kafir namun merasa dirinya muslim. Ialah pembunuh muslim tanpa alasan. Ahli sihir, sebagaimana dikecam Al-Qur’an. Suami yang tak curiga terhadap istrinya. Orang yang enggan mengeluarkan zakat harta bendanya. Peminum minuman yang memabukkan. Orang yang telah wajib haji namun belum juga melaksanakannya. Penyebar fitnah dengan segala kebohongan. Penjual senjata pada pengacau keamanan. Menyetubuhi istri pada anusnya. Dan menikahi perempuan yang jelas
mahramnya.


Abu Bakar r.a. mengatakan:

Apabila seseorang telah dianugrahi sepuluh anugrah dari Ilahi sungguh ia telah dilindungi dari malapetaka yang menyelimuti. Dan termasuk hamba yang dekat dengan Ilahi serta memperoleh penghargaan “orang suci”,

Pertama, kejujuran abadi disertai ketulusan hati
Kedua, kesabaran sempurna disertai rasa syukur sepanjang masa
Ketiga, kondisi fakir disertai sikap zuhud yang selalu hadir
Keempat, tafakur tentang makhluk disertai lapar yang mengetuk
Kelima, kegelisahan jiwa disertai ketakwaan pada Sang Esa
Keenam, kesungguhan hati disertai sifat rendah hati
Ketujuh, ramah tamah disertai sayang dan penuh kasih
Kedelapan, cinta sejati disertai upaya mawas diri
Kesembilan, ilmu manfaat disertai kemauan untuk berbuat
Kesepuluh, iman yang teguh disertai akal yang kukuh


Umar bin Khaththab r.a. mengatakan:

Akal akan binasa, tanpa usaha menjauhi dosa
Pekerjaan akan sia-sia tanpa didasari ilmu yang berguna
Kekuasaan akan sirna bila keadilan tidak tercipta
Jabatan tiada gunanyatanpa pekerti yang mulia
Kebahagiaan tiada artinya tanpa adanya hati yang rela
Kekayaan akan binasa apabila tak pernah diderma
Kefakiran akan nestapa tanpa adanya jiwa lapang dada
Kejayaan takkan tercipta tanpa rendah diri hati sang penguasa.
Perjuangan takkan lama tanpa upaya terus membina
Dan keuntungan tak akan seberapa tanpa didukung iman dan takwa

Utsman bin Affan r.a. berkata:

Sungguh sia-sia Orang alim yang tidak dimanfaatkan Ilmu yang tidak disosialisasikan Pemikiran benar yang dikesampingkan Pedang yang tidak dipergunakan Dan umur panjang yang disia-
siakan


Ali bin Abi Thalib r.a. berkata:

Sebaik-baik warisan adalah ilmu yang berguna
Sebaik-baik tindakan adalah akhlak yang mulia
Sebaik-baik bekal adalah takwa
Sebaik-baik dagangan adalah taat beragama
Sebaik-baik sahabat adalah perilaku utama
Sebaik-baik pendamping adalah sikap bijaksana
Sebaik-baik kekayaan adalah jiwa lapang dada
Sebaik-baik pertolongan adalah petunjuk yang sebenarnya
Dan sebaik-baik guru adalah kematian yang akan tiba



Posted By Kang Santri11:11:00 AM

Thursday, April 26, 2012

Mengarahkan Pola Pikir Remaja

Murtakibudz Dzunub - Sejak peradaban ahlak manusia ditata oleh syari’at Rasulullah, saat ini bisa dibilang kita hidup dizaman terburuk setelah wafatnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam”. Hidup dizaman akhir yang  dimanjakan dengan kemolekan duniawi yang kian mempesona, kemaksiatan semakin mudah di akses hingga yang menjadi korban pertama adalah mereka generasi kita yang baru mencicipi usia aqil-baligh (remaja).

Rasa keingin tahuan yang tidak terbendung dan mencoba akan hal-hal yang baru, menjadi  pintu masuk kerusakan akhlaq. Ironis memang, di usia yang seharusnya begitu brilian untuk diterapkan tentang keutamaan ahlak dan juga falsafah hidup, banyak yang tergadai oleh arus pergaulan yang kemungkinan mereka sendiri kurang memahami dampak dari pergaulan yang sudah keluar dari koridor yang islami. Hingga tak jarang kita menjumpai berbagai kasus tentang kenakalan remaja, mulai mengenal dunia alcohol, Sex pra-nikah  dan lain sebagainya.

Kalau kita mau sedikit menganalisa, dimana letak kesalahan pendidikan mereka? Secara pengajaran formal mungkin tidak ada yang salah dalam hal ini, karena secara teori asupan ilmu yang mereka dapat tidaklah sedikit. Tapi satu hal yang sering terabaikan yakni pendidikan emosional secara individual. Karena pembentukan karakter akan terpatri kuat oleh metode ini.

Sebagai gambaran ringan, penulis pernah men-survei beberapa remaja  yang masih duduk  di bangku Madrasah Tsanawiyyah ternyata sebagian besar dari mereka tidak memahami untuk apa sebenarnya ilmu yang sedang mereka pelajari.  Kemudian menjadi tugas siapa untuk menerapkan metode pendidikan emosional secara individual? Jawabannya adalah kita (siapa saja)  yang merasa terpanggil melihat keprihatinan moral.

Mengenali beberapa pola pikir remaja
  1. Ingin diakui dan suka  mencari perhatian Hal ini karena mereka mulai memasuki masa-masa pubertas, dimana mereka selalu ingin terkesan menonjol  dilingkungannya.
  2. Suka berargumentasi Hingga ada seorang psikolog yang mengatakan “remaja adalah usia yang susah untuk diajak berkomunikasi.”
  3. Belum bisa membuat keputusan ketika mereka dihadapkan pada satu konflik dengan sebayanya, mereka cenderung bingung untuk mengambil keputusan. Hingga larinya kepada seseorang yang paling dekat dengannya.
  4. Mulai berfikir idealisme Hal ini sering menjadi kekuatan mereka untuk menentang sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan, karena jiwanya masih labil. Kebanyakan remaja berfikir, apa yang orang lain pikir  sama dengan apa yang dipikirkannya. Dari pola pikir ini akan membawa mereka pada pemikiran untuk memaksakan kehendak.
Setelah kita mengetahui  beberapa pola pikir  yang ada pada remaja, mari kita kondisikan dengan kenyataan yang ada.  Bahwa sebenarnya mereka membutuhkan pendekatan secara komunikasi yang variatif, seperti mengajak bicara dari hati ke hati,  mendengar keluhannya, dan membaca bahasa tubuh yang tidak mampu mereka katakana secara langsung keada kita. Kita bisa memberinya dorongan bahwa semua karakteristik yang dimiliki mereka merupakan hal yang istimewa. Sehingga kita yang berada disekitar mereka benar-benar bisa mengarahkan cara berfikir mereka sesuai ahlakul karimah yang sudah diajarkan Rasulullah.

Bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi pada generasi muslim kita kalau pola pikir mereka tidak pernah tersentuh dan mendapatkan pengarahan. Yang ada mereka akan larut dalam dunia imajinasi era globalisasi zaman yang kian memprihatinkan. [tanbihun.com ]

Posted By Kang Santri12:59:00 PM

Wednesday, April 25, 2012

Kehidupan Di Surga

Filled under: ,

Murtakibudz Dzunub - Dalam artikel sebelumnya telah di tulis tentang bagaimana kehidupan dineraka. Maka sekarang kami lanjutkan artikel tentang kehidupan di surga. Berdasarkan petunjuk Al-qur'an dan Hadits bahwa didalam syurga terdapat bermacam-macam keadaan antara lain:

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ أُكُلُهَا دَائِمٌ وَظِلُّهَا تِلْكَ عُقْبَى الَّذِينَ اتَّقَوْا وَعُقْبَى الْكَافِرِينَ النَّارُ
Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman). mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka. (Ar-Ra'd : 35)


- Perkebunan yang tanaman atau pohon-pohonnya antara lain berupa pohon pisang yang bersusun-susun buahnya, pohon kurma dan delima yang banyak sekali buahnya dan dekat-dekat serta tidak dilarang memetiknya.

- Gedung-gedung atau istana dan rumah yang bahan-bahan bangunannya terbuat dari emas, perak, mutiara, permata, yakut dan marjan.

> Dipan-dipan dan tempat tidur yang tinggi-tinggi berderet dengan dilengkapi kasur-kasur yang tebal dan empuk, bantal-bantal dan permadani yang dari padanya bertahtakan emas.

> Gelas-gelas, kendi-kendi, piring dan lain sebagainya terbuat dari emas dan perak untuk tempat segala  macam makanan dan minuman ahli surga.

> Didalamnya tidak ada perkataan yang sia-sia, kotor, keji, menimbulkan dosa, sesat, lagi pula tak pernah terdengar omong kosong.

> Terdapat bidadari-bidadari yang cantik jelita, bulat matanya, berkulit putih bersih yang sama sekali belum pernah tersentuh siapapun.

> Juga sungai-sungai yang mengalir terus menerus, mata airnya antara lain  berupa air yang sangat jernih, air susu, madu, khamr yang melezatkan bagi peminumnya.

> Terdapat pula sebuah pasar yang dikunjungi penghuninya setiap hari jum'at.

> Terdapat sebuah pohon ajaib, yang naungannya andai kata ditempuh orang yang berkendaraan kuda aling cepat tak akan habis seratus tahun, sebagai naungan ahli surga.

> Wajah-wajah ahli surga nampak bersinar dan bercahaya bagaikan bulan di malam purnamadan bagaikan pancaran bintang-bintang dilangit terang.

> Mereka dikenakan pakaian-pakaian yang bahannya dari sutera halus yang tebal dan berwarna hijau.

> Mereka serba dilengkape perhiasan-perhiasan berupa gelang emas dan mutiara.

> Juga disediakan segala macam makanan yang diinginkan berupa buah-buahan ataupun daging-daging yang diinginkan.

> Mereka bebas meminum minuman yang sangat lezat rasanya. Berupa air yang tidak pernah berubah bau dan rasanya, air susu yang lebih manis dan lebih putih, madu yang disaring, air yang dicampur dengan air kafuur, minuman yang campurannya dari jahe, air salsabil, khamr yang tidak memabukkan, air tasnim.

> Tak ketinggalan mereka memperoleh makanan dan minuman dengan pelayanan dari pelayan-pelayan surga.

> Mereka beristerikan bidadari dan bersuamikan wildan (bidadara) yang penuh kasih sayang dan setia.

> Mereka memperoleh penghormatan dari Allah dan para malaikat.

> Mereka senantiasa memperoleh rizki dan kesejahteraan yang melimpah tiada putus-putus.

> Kebahagiaan, kemuliaan, keselamatan dan kenikmatan benar-benar mereka rasakan.

> Mereka sedikitpun tak pernah merasa takut dan hawatir.

> Hati mereka menjadi satu, mereka bersaudara serta tak pernah merasa dendam dan iri.

> Hati mereka dalam keadaan tenang dan tenteram tak pernah bersengketa, tak perrnah berselisih apalagi bertengkar.

> Mereka juga makan dan minum tapi mereka tak pernah buang kotoran, tak pernah buang air seni, tak pernah meludah, tak pernah kentut dan sama sekali tidak pernah terserang penyakit.

> Mereka dapat melihat orang yang berada ditingkat atas mereka.

> Sisir mereka dari emas.

> Bau peluh mereka seperti minyak kasturi.

> Ukup-ukupan mereka dari kayu gahru yang sangat harum.

> Alnagkah paling nikmatnya mereka dapat melihat Dzat Allah swt. dan inilah merupakan puncak dari segala kenikmatan di surga.

> Demikian itu mereka terus-menerus kekal abadi untuk selama-lamanya yakni mereka tidak akan pernah mati dan tak akan kehabisan waktu.

Gambaran yang tepat keadaan surga ini seperti yang disabdakan Rasulullah:

ما لا عين رأت ولا اذن سمعت ولا خطر في قلب بشر - رواه مسلم

"surga itu ialah, tidak mata melihat dan tidak telinga mendengar dan tidak pula khotir-khotir yang terasa dalam hati seseorang". (HR. Muslim)

Posted By Kang Santri12:14:00 PM

Tuesday, April 24, 2012

Syair Duka

Filled under: ,


Syairku berduka...

Ku harap Engkau restuiku mengelus dan mencumbu derita
Sobek saja kemalangan ini menjadi kepingan luka
Supaya masa lalu dan masa depan terasa tiada

Aku menangis pilu dengan keadaan ini 
Hingga rasanya sedu-sedanku makin mencincang hati

Oh... aku tidak pernah tahu karena jika ku tanyakan aku malu
Aku malu pada Tuhan kalau ini ku anggap kedukaan karena sifatNya yang Maha Penyayang
Aku malu pada Tuhan yang Maha Kaya atas derita kemiskinan sang hati

Aku hanya bisa menghibur diri dengan mengajak berbincang hati
Biarlah aku larut dalam tangis sedih yang kian berkepanjangan
Aku akan belajar ikhlas menunggu sampai luka jiwaku terobati sendiri
Sembari bercumbu dengan letupan jantung yang semakin keras beralun

Andai ada yang tanya

Sakitkah....?
Periihkah...?
Pedihkah...?


Maka haya satu  kata jawabanku

Iya....!!!


Posted By Kang Santri4:19:00 PM

Monday, April 23, 2012

Tolong Jaga Dia (Fenomena Dunia Maya)

Murtakibudz Dzunub - Aku tidak tahu rahasia apa yang Tuhan simpan. Ia mempertemukan jalinan dengan caranya yang tidak biasa. Hanya hasrat yang kadang tersirat di dinding hati untuk memiliki cantiknya mutiara hati, karena bagiku mendapat bongkahan batu yang bersedia ku simpan dan ku tanam saja sudah cukup. Karena sudah menjadi tugasku untuk memolesnya menjadi batu akiq nan cantik yang bisa mempesonakan hati.

Aku mendapati adanya ikatan hati yang tak terlihat setelah mengenalnya, meski aku tidak peduli andai ia tidak merasakan hal yang seperti itu. Terkadang aku hanya menganggap "mungkin ini hanyalah sekedar fenomena dunia maya yang dengan sendirinya nanti akan hilang sendiri", hingga tiba masanya ku tahu isi hatinya pun begitu ia tahu isi hatiku.

Melaui ini, ingin ku sampaikan. 

Kaulah salah satu mutiara itu
Mesti mustahil ku pandang namun bisa kurasakan aura kemuliaamu

Kita sama-sama tahu
Susah payah rasanya pemahat batu sepertiku bisa menyentuh hatimu

Hanya salam ketulusan yang ingin ku sampaikan
Karena aku bukanlah yusuf yang bisa memejamkan pandangan dari suar kecantikan

Andai Tuhan ijinkan
Ingin ku lipat hamparan bumi supaya ragamu kian dekat

Hingga aku tersadar bahwa mimpiku hanyalah ketololan yang semu
Untuk bisa berjumpa denganmu

Ku biarkan jiwa terbang ke bukit tertinggi
Dengan hajat hati yang ku ingini

"Wahai engkau (ikhwan), yang sudah ditakdirkan menjadi pendamping hidupnya, tolong jaga dia, jangan pernah kau sakiti dia. Karena sudah ku titipkan separuh hatiku dalam kenangan sewaktu mengenalnyanya. Biarlah senyum kebahagiannya bersamamu terlebur didalam maya ku." 


#disarikan dari curahan hati seorang ikhwan


Posted By Kang Santri8:44:00 PM

Beberapa Faedah Dan Bahaya Nikah Bag.2

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Rasulullah saw. bersabda, "Tidak ada hari dimana seseorang hamba berpagi-pagi dalam hari itu, selain ada dua malaikat yang turun. Maka yang satu berdoa: 'Wahai Allah, Berilah ganti kepada oeang yang sudah mengeluarkan nafkahnya.' Dan malaikat yang lain berdoa: 'Wahai Allah, berilah ganti kerusakan pada orang yang mengekang nafkahnya.'"

Rasulullah saw. bersabda, "barang siapa yang memberi nafkah dua orang atau tiga orang perempuan dan dua orang saudara perempuan atau tiga sehingga antara ia didalamnya surga seperti ini, [beliau mengisarahkan dengan jari-jari beliau, yaitu jari telunjuk danjari didekatnya -jari tengah - dan ia memperoleh pahala seperti pahala orang yang berjuang untuk membela agama Allah dalam keadaan puasa sementara beribadah."

Seorang perempuan bertanya, "Jika perempuan itu hanya satu apakah juga sama wahai Rasulullah?". Beliau menjawab, "Ya, walaupun hanya seorang anak perempuan".

Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya pertolongan Allah ta'ala itu datang dari Allah ta'ala. Menurut kadar biaya nafkah yang dibutuhkan. Sesungguhnya sabar itu dari Allah menurut dari kadar bala' yang turun. Dan sesuatu yang ditaruh diatas timbangan (amal) hanya (Allah) pada hari kiamat, adalah nafkah seseorang kepada keluarganya."

Nabi saw. bersabda, "Apabila seorang hamba sudah banyak berbuat dosa, maka Allah akan mengujinya dengan kesulitan memberi nafkah keluarganya, supaya Allah memberi ampunan atas dosa-dosa itu kepadanya."

Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya Allah suka terhadap hamba yang menjaga keluarganya."

Dan Nabi saw, juga bersabda, "Barang siapa semalaman dalam keadaan kesulitan mencari keperluan hidup anak-anaknya, maka semalaman juga ia memperoleh ampunan dari Allah."

Nabi saw. bersabda, "Barang siapa mencari harta dunia dengan jalan halal (tapi dengan tujuan) untuk menumpuk-numuk harta, unggul-unggulan, dan pamer, maka kelak dihari kiamat ia akan berjumpa dengan Allah swt. dan Dia murka kepadanya."

Dari Anas ra. ia berkata, "Wahai Rasulullah,  apakah duduk-duduk (santai-santai) bersama keluarga itu lebih utama ataukah duduk-duduk dimasjid?", Beliau bersabda, "Duduk-duduk (santai-santai dan berbincang-bincang) bersama keluarga itu lebih aku sukai dari pada i'tikaf didalam masjid ini." Anas bertanya lagi, "Ya Rasulallah, apakah memberi nafkah keluarga itu lebih engkau sukai dari pada memberi nafkah untuk  membela agama Allah?". Beliau menjawab, "Satu keping dirham yang dinafkahkan orang kepada keluarganya itu lebih disukai dari pada seribu keping yang dinafkahkan untuk membela agama Allah."

Posted By Kang Santri9:23:00 AM

Saturday, April 21, 2012

Keteguhan Iman Muslimah Kecil (Kisah Nyata)

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Saat aku mengandung putriku, Afnan, ayahku melihat sebuah mimpi di dalam tidurnya. Ia melihat banyak buruk pipit yang terbang di angkasa. Di antara burung-burung tersebut terdapat seekor merpati putih yang sangat cantik, terbang jauh meninggi ke langit. Maka aku bertanya kepada ayah tentang tafsir dari mimpi tersebut. Maka ia mengabarkan kepadaku bahwa burung-burung pipit tersebut adalah anak-anakku, dan sesungguhnya aku akan melahirkan seorang gadis yang bertakwa. Ia tidak menyempurnakan tafsirnya, sementara akupun tidak meminta tafsir tentang takwil mimpi tersebut.

Setelah itu aku melahirkan putriku, Afnan. Ternyata dia benar-benar seorang gadis yang bertakwa. Aku melihatnya sebagai seorang wanita yang shalihah sejak kecil. Dia tidak pernah mau mengenakan celana, tidak juga mengenakan pakaian pendek, dia akan menolak dengan keras, padahal dia masih kecil. Jika aku mengenakan rok pendek padanya, maka ia mengenakan celana panjang di balik rok tersebut.

Afnan senantiasa menjauh dari segenap perkara yang membuat murka Allah. Setelah dia menduduki kelas 4 SD, dia semakin menjauh dari segenap perkara yang membuat murka Allah. Dia menolak pergi ke tempat-tempat permainan, atau ke pesta-pesta walimah. Dia adalah seorang gadis yang berpegang teguh dengan agamanya, sangat cemburu di atasnya, menjaga shalat-shalatnya, dan sunnah-sunnahnya. Tatkala dia sampai SMP mulailah dia berdakwah kepada agama Allah. Dia tidak pernah melihat sebuah kemungkaran kecuali dia mengingkarinya, dan memerintah kepada yang ma'ruf dan senantiasa menjaga hijabnya.

Permulaan dakwahnya kepada agama Allah adalah permulaan masuk Islamnya pembantu kami yang berkebangsaan Srilangka.

Tatkala aku mengandung putraku, Abdullah, aku terpaksa mempekerjakan seorang pembantu untuk merawatnya saat kepergianku, karena aku adalah seorang karyawan. Ia beragama Nashrani. Setelah Afnan mengetahui bahwa pembantu tersebut tidak muslimah, dia marah dan mendatangiku seraya berkata:

"Wahai ummi, bagaimana dia akan menyentuh pakaian-pakaian kita, mencuci piring-piring kita, dan merawat adikku, sementara dia adalah wanita kafir?! Aku siap meninggalkan sekolah, dan melayani kalian selama 24 jam, dan jangan menjadikan wanita kafir sebagai pembantu kita!!"

Aku tidak memperdulikannya, karena memang kebutuhanku terhadap pembantu tersebut amat mendesak. Hanya dua bulan setelah itu, pembantu tersebut mendatangiku dengan penuh kegembiraan seraya berkata: "Mama aku sekarang menjadi seorang muslimah, karena jasa Afnan yang terus mendakwahiku. Dia telah mengajarkan kepadaku tentang Islam." Maka akupun sangat bergembira mendengar kabar baik ini.

Saat Afnan duduk di kelas 3 SMP, pamannya memintanya hadir dalam pesta pernikahannya. Dia memaksa Afnan untuk hadir, jika tidak maka dia tidak akan ridha kepadanya sepanjang hidupnya. Akhirnya Afnan menyetujui permintaannya setelah ia mendesak dengan sangat, dan juga karena Afnan sangat mencintai pamannya tersebut.

Afnan bersiap untuk mendatangi pernikahan itu. Dia mengenakan sebuah gaun yang menutupi seluruh tubuhnya. Dia adalah seorang gadis yang sangat cantik.

Setiap orang yang melihatnya akan terkagum-kagum dengan kecantikannya. Semua orang kagum dan bertanya-tanya, siapa gadis ini? Mengapa engkau menyembunyikannya dari kami selama ini?

Setelah menghadiri pernikahan pamannya, Afnan terserang kanker tanpa kami ketahui. Dia merasakan sakit yang teramat sakit pada kakinya. Dia menyembunyikan rasa sakit tersebut dan berkata: "Sakit ringan di kakiku."

Sebulan setelah itu dia menjadi pincang, saat kami bertanya kepadanya, dia menjawab: "Sakit ringan, akan segera hilang insya Allah." Setelah itu dia tidak mampu lagi berjalan. Kamipun membawanya ke rumah sakit.

Selesailah pemeriksaan dan diagnosa yang sudah semestinya. Di dalam salah satu ruangan di rumah sakit tersebut, sang dokter berkebangsaan Turki mengumpulkanku, ayahnya, dan pamannya. Hadir pula pada saat itu seorang penerjemah, dan seorang perawat yang bukan muslim. Sementara Afnan berbaring di atas ranjang.

Dokter mengabarkan kepada kami bahwa Afnan terserang kanker di kakinya, dan dia akan memberikan 3 suntikan kimiawi yang akan merontokkan seluruh rambut dan alisnya. Akupun terkejut dengan kabar ini. Kami duduk menangis. Adapun Afnan, saat dia mengetahui kabar tersebut dia sangat bergembira dan berkata "Alhamdulillah... alhamdulillah... alhamdulillah." Akupun mendekatkan dia di dadaku sementara aku dalam keadaan menangis. Dia berkata: "Wahai ummi, alhamdulillah, musibah ini hanya menimpaku, bukan menimpa agamaku."Diapun bertahmid memuji Allah dengan suara keras, sementara semua orang melihat kepadanya dengan tercengang!!

Aku merasa diriku kecil, sementara aku melihat gadis kecilku ini dengan kekuatan imannya dan aku dengan kelemahan imanku. Setiap orang yang bersama kami sangat terkesan dengan kejadian ini dan kekuatan imannya. Adapun penerjemah dan para perawat, merekapun menyatakan keislamannya!!

Berikutnya adalah perjalanan dia untuk berobat dan berdakwah kepada Allah.Sebelum Afnan memulai pengobatan dengan bahan-bahan kimia, pamannya meminta akan menghadirkan gunting untuk memotong rambutnya sebelum rontok karena pengobatan. Diapun menolak dengan keras. Aku mencoba untuk memberinya pengertian agar memenuhi keinginan pamannya, akan tetapi dia menolak dan bersikukuh seraya berkata: "Aku tidak ingin terhalangi dari pahala bergugurannya setiap helai rambut dari kepalaku."

Kami (aku, suami dan Afnan) pergi untuk pertama kalinya ke Amerika dengan pesawat terbang. Saat kami sampai di sana, kami disambut oleh seorang dokter wanita Amerika yang sebelumnya pernah bekerja di Saudi selama 15 tahun. Dia bisa berbicara bahasa Arab. Saat Afnan melihatnya, dia bertanya kepadanya: "Apakah engkau seorang muslimah?" Dia menjawab: "Tidak."Afnanpun meminta kepadanya untuk mau pergi bersamanya menuju ke sebuah kamar kosong. Dokter wanita itupun membawanya ke salah satu ruangan.

Setelah itu dokter wanita itu kemudian mendatangiku sementara kedua matanya telah terpenuhi linangan air mata. Dia mengatakan bahwa sesungguhnya sejak 15 tahun dia di Saudi, tidak pernah seorangpun mengajaknya kepada Islam. dan di sini datang seorang gadis kecil yang mendakwahinya. Akhirnya dia masuk Islam melalui tangannya.

Di Amerika, mereka mengabarkan bahwa tidak ada obat baginya kecuali mengamputasi kakinya,karena dikhawatirkan kanker tersebut akan menyebar sampai ke paru-paru dan akan mematikannya akan tetapi Afnan sama sekali tidak takut terhadap amputasi, yang dia khawatirkan adalah perasaan kedua orangtuanya.

Pada suatu hari Afnan berbicara dengan salah satu temanku melalui Messenger. Afnan bertanya kepadanya: "Bagaimana menurut pendapatmu, apakah aku akan menyetujui mereka untuk mengamputasi kakiku?" Maka dia mencoba untuk menenangkannya, dan bahwa mungkin kaki palsu sebagai gantinya. Maka Afnan menjawab dengan satu kalimat: "Aku tidak memperdulikan kakiku, yang aku inginkan adalah mereka meletakkanku di dalam kuburku sementara aku dalam keadaan sempurna. " Temanku tersebut berkata: "Sesungguhnya setelah jawaban Afnan, aku merasa kecil di hadapan Afnan, Aku tidak memahami sesuatupun, seluruh pikiranku saat itu tertuju kepada bagaimana dia nanti akan hidup, sedangkan fikirannya lebih tinggi dari itu, yaitu bagaimana nanti dia akan mati."

Kamipun kembali ke Saudi setelah kami amputasi kaki Afnan, dan tiba-tiba kanker telah menyerang paru-paru!!

Keadaannya sungguh membuat putus asa, karena mereka meletakkannya di atas ranjang, dan disisinya terdapat sebuah tombol. Hanya dengan menekan tombol tersebut maka dia akan tersuntik dengan jarum bius dan jarum infus.

Di rumah sakit tidak terdengar suara adzan dan keadaannya seperti orang yang koma. Tetapi hanya dengan masuknya waktu shalat dia terbangun dari komanya, kemudian meminta air, kemudian wudhu dan shalat, tanpa ada seorangpun yang membangunkannya!!

Di hari-hari terakhir Afnan, para dokter mangabari kami bahwa tidak ada gunanya lagi ia di rumah sakit. Sehari atau dua hari lagi dia akan meninggal. Aku ingin dia menghabiskan hari-hari terakhirnya di rumah ibuku. Di rumah, dia tidur di sebuah kamar kecil. Aku duduk di sisinya dan berbicara dengannya.

Pada suatu hari, istri pamannya datang menjenguk. Aku katakan bahwa dia berada di dalam kamar sedang tidur. Ketika dia masuk ke dalam kamar, dia terkejut kemudian menutup pintu. Akupun terkejut dan khawatir terjadi sesuatu pada Afnan. Maka aku bertanya kepadanya, tetapi dia tidak menjawab. Maka aku tidak mampu lagi menguasai diri, akupun pergi kepadanya. Saat aku membuka kamar, apa yang kulihat membuatku tercengang.

Saat itu lampu dalam keadaan dimatikan, sementara wajah Afnan memancarkan cahaya di tengah kegelapan malam. Dia melihat kepadaku kemudian tersenyum.

Dia berkata: "Ummi kemarilah, aku mau menceritakan sebuah mimpi yang telah kulihat."

Ku katakan: "(Mimpi) yang baik Insya Allah. "

Dia berkata: "Aku melihat diriku sebagai pengantin di hari pernikahanku, aku mengenakan gaun berwarna putih yang lebar. Engkau dan keluargaku, kalian semua berada disekelilingku. Semuanya berbahagia dengan pernikahanku, kecuali engkau ummi."

Aku pun bertanya kepadanya: "Bagaimana menurutmu tentang tafsir mimpimu tersebut."

Dia menjawab: "Aku menyangka, bahwasanya aku akan meninggal, dan mereka semua akan melupakanku, dan hidup dalam kehidupan mereka dalam keadaan berbahagia kecuali engkau ummi. Engkau terus mengingatku, dan bersedih atas perpisahanku."

Benarlah apa yang dikatakan Afnan. Aku sekarang ini, saat aku menceritakan kisah ini, aku menahan sesuatu yang membakar dari dalam diriku, setiap kali aku mengingatnya, akupun bersedih atasnya.

Pada suatu hari, aku duduk dekat dengan Afnan, aku dan ibuku. Saat itu Afnan berbaring diatas ranjangnya kemudian dia terbangun. Dia berkata: "Ummi, mendekatlah kepadaku, aku ingin menciummu." Maka diapun menciumku.

Kemudian dia berkata: "Aku ingin mencium pipimu yang kedua ." Akupun mendekat kepadanya, dan dia menciumku, kemudian kembali berbaring di atas ranjangnya. Ibuku berkata kepadanya: "Afnan, ucapkanlah la ilaaha illallah."Kemudian dia menghadapkan wajah ke arah qiblat dan berkata: "Asyhadu allaa ilaaha illallaah." Dia mengucapkannya sebanyak 10 kali. Kemudian dia berkata: "Asyhadu allaa ilaaha illallahu wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah." Dan keluarlah rohnya.

Maka kamar tempat dia meninggal di dalamnya dipenuhi oleh aroma minyak kesturi selama 4 hari. Aku tidak mampu untuk tabah, kelurgaku takut akan terjadi sesuatu terhadap diriku. Maka merekapun meminyaki kamar tersebut dengan aroma lain sehingga aku tidak bisa lagi mencium aroma Afnan. Dan tidak ada yang aku katakan kecuali alhamdulillah rabbil 'aalamin.
 
Search: Kumpulan Kisah Hikmah


Posted By Kang Santri1:20:00 PM

Tuesday, April 17, 2012

Makna Sebuah Kecerdasan dan Kebijaksanaan

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Menjadi cerdas, tidak berarti mengetahui segala jawaban. Terkadang, jawaban paling cerdas yang anda dapat katakan adalah "Saya tidak tahu". Diperlukan rasa percaya diri dan kecerdasan extra untuk mengakui ketidaktahuan anda. Dan saat anda melakukannya, anda sedang dalam proses mempelajari jawaban sesungguhnya.

Seringkali. karena alasan kebanggaan dan mencegah rasa tidak aman, kita mengatakan tahu, padahal kita tidak tahu. Lewat cara ini, kita telah menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar lebih lanjut. Percayalah, tidak ada salahnya anda tidak mengetahui suatu hal.

Bagian penting dari kebijaksanaan adalah mengetahui batas pengetahuan anda. Mengetahui apa yang anda tahu dan apa yang anda tidak tahu. Orang yang benar-benar cerdas adalah orang yang tahu dan mengerti, bahwa tak semua pertanyaan dapat ia jawab. Orang yang benar-benar cerdas, adalah orang yang mau bertanya, mau belajar, mau bertumbuh.Gunakan pengetahuan yang anda miliki, dan miliki pengetahuan yang anda perlukan. Itu adalah jalan terbaik yang dapat anda tempuh.

Note: Sebuah kecerdasaan akan nampak begitu anggun bila kita balut dengan kebijaksanaan. Karena kecerdasaan sejatinya bukanlah hanya sekedar kepintaran otak yang briliant, melainkan sebuah reaksi dari sikap yang santun dan menghormati diri sendiri akan nilai sebuah kebijakan yang diucap ataupun dilakukan.

Judul Asli: "Saya Tidak Tahu"

Posted By Kang Santri4:55:00 PM

Thursday, April 12, 2012

Rasa Kesederhanaan Tidak Menuntut Kesempurnaan

Filled under: ,

Murtakibudz Dzunub - Seorang lelaki yang sangat tampan dan sempurna merasa bahwa Tuhan pasti menciptakan seorang perempuan yg sangat cantik dan sempurna pula untuk jodohnya. Karena itu ia pergi berkeliling untuk mencari jodohnya. 

Kemudian sampailah ia disebuah desa. Ia bertemu dengan seorang petani yg memiliki tiga anak perempuan dan semuanya sangat cantik. Lelaki tersebut menemui bapak petani dan mengatakan bahwa ia ingin mengawini salah satu anaknya tapi bingung mana yang paling sempurna.

Sang Petani menganjurkan untuk mengenal pribadi mereka satu persatu dan si Lelaki setuju. Hari pertama ia pergi berduaan dengan anak pertama. Ketika pulang, ia berkata kepada bapak Petani,

”Anak pertama bapak memiliki satu cacat kecil, yaitu jempol kaki kirinya lebih kecil dari jempol kanan.”

Hari berikutnya ia pergi dengan anak yang kedua dan ketika pulang dia berkata,

”Anak kedua bapak juga punya cacat yang sebenarnya sangat kecil yaitu agak juling.”

Akhirnya pergilah ia dengan anak yang ketiga. Begitu pulang ia dengan gembira mendatangi Petani dan berkata,

”inilah yang saya cari-cari. Ia benar-benar sempurna.”

Lalu menikahlah si Lelaki dengan anak ketiga Petani tersebut. Sembilan bulan kemudian si Istri melahirkan. Dengan penuh kebahagian, si Lelaki menyaksikan kelahiran anak pertamanya. 

Ketika si anak lahir, Ia begitu kaget dan kecewa karena anaknya sangatlah jelek. Ia menemui bapak Petani dan bertanya, 

“Kenapa bisa terjadi seperti ini Pak. Anak bapak cantik dan saya Tampan, Kenapa anak saya bisa sejelek itu..?”

Petani menjawab, 

”Ia mempunyai satu cacat kecil yang tidak kelihatan . Waktu itu Ia sudah hamil duluan…..”

Kadangkala saat kita mencari kesempurnaan, yang kita dapat kemudian kekecewaan. Tetapi kala kita siap dengan kekurangan, maka segala sesuatunya akan terasa istimewa.

Jadi hiduplah sebagaimana mestinya, bahwa tiada manusia yang sempurna. Jalanilah hidup dengan kesederhanaan dan apa adanya sesuai yang telah Allah takdirkan. Kesempurnaan hanya bisa dirasa oleh hati karena lapangnya rasa penerimaan. 

Semoga bermanfaat.

Posted By Kang Santri7:57:00 PM

Wednesday, April 11, 2012

Perjalanan Spiritual Anak Amerika Menemukan Islam (Kisah Nyata)

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Kisah spiritual anak amerika yang memeluk islam hanya karena dia baca mengenai buku Islam, setelah sebelumnya orang tuanya memberinya semua buku semua agama yang ada di dunia, Orang tua mutusin agar anaknya sendiri yang memilih agamanya.

Rasulullah saw bersabda: ”Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari)

Kisah bocah Amerika ini tidak lain adalah sebuah bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas. Alexander Pertz dilahirkan dari kedua orang tua Nasrani pada tahun 1990 M. Sejak awal ibunya telah memutuskan untuk membiarkannya memilih agamanya jauh dari pengaruh keluarga atau masyarakat.


Begitu dia bisa membaca dan menulis maka ibunya menghadirkan untuknya buku-buku agama dari seluruh agama, baik agama langit atau agama bumi. Setelah membaca dengan mendalam, Alexander memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Padahal ia tak pernah bertemu muslim seorangpun.

Dia sangat cinta dengan agama ini sampai pada tingkatan dia mempelajari sholat, dan mengerti banyak hukum-hukum syar’i, membaca sejarah Islam, mempelajari banyak kalimat bahasa Arab, menghafal sebagian surat, dan belajar adzan. Semua itu tanpa bertemu dengan seorang muslimpun.

Berdasarkan bacaan-bacaan tersebut dia memutuskan untuk mengganti namanya yaitu Muhammad ’Abdullah, dengan tujuan agar mendapatkan keberkahan Rasulullah saw yang dia cintai sejak masih kecil. Salah seorang wartawan muslim menemuinya dan bertanya pada bocah tersebut. Namun, sebelum wartawan tersebut bertanya kepadanya, bocah tersebut bertanya kepada wartawan itu,

”Apakah engkau seorang yang hafal Al Quran ?”

Wartawan itu berkata: ”Tidak”. Namun sang wartawan dapat merasakan kekecewaan anak itu atas jawabannya.

Bocah itu kembali berkata , ”Akan tetapi engkau adalah seorang muslim, dan mengerti bahasa Arab, bukankah demikian ?”. Dia menghujani wartawan itu dengan banyak pertanyaan.

”Apakah engkau telah menunaikan ibadah haji ? Apakah engkau telah menunaikan ’umrah ? Bagaimana engkau bisa mendapatkan pakaian ihram ? Apakah pakaian ihram tersebut mahal ? Apakah mungkin aku membelinya di sini, ataukah mereka hanya menjualnya di Arab Saudi saja ? Kesulitan apa sajakah yang engkau alami, dengan keberadaanmu sebagai seorang muslim di komunitas yang bukan Islami ?”

Setelah wartawan itu menjawab sebisanya, anak itu kembali berbicara dan menceritakan tentang beberapa hal berkenaan dengan kawan-kawannya, atau gurunya, sesuatu yang berkenaan dengan makan atau minumnya, peci putih yang dikenakannya, ghutrah (surban) yang dia lingkarkan di kepalanya dengan model Yaman, atau berdirinya di kebun umum untuk mengumandangkan adzan sebelum dia sholat.

Kemudian ia berkata dengan penuh penyesalan, ”Terkadang aku kehilangan sebagian sholat karena ketidaktahuanku tentang waktu-waktu sholat.”
Kemudian wartawan itu bertanya pada sang bocah, ”Apa yang membuatmu tertarik pada Islam ? Mengapa engkau memilih Islam, tidak yang lain saja ?” Dia diam sesaat kemudian menjawab.

”Aku tidak tahu, segala yang aku ketahui adalah dari yang aku baca tentangnya, dan setiap kali aku menambah bacaanku, maka semakin banyak kecintaanku”.

Wartawan bertanya kembali, ”Apakah engkau telah puasa Ramadhan ?” Muhammad tersenyum sambil menjawab, ”Ya, aku telah puasa Ramadhan yang lalu secara sempurna. Alhamdulillah, dan itu adalah pertama kalinya aku berpuasa di dalamnya. Dulunya sulit, terlebih pada hari-hari pertama”.

Kemudian dia meneruskan : ”Ayahku telah menakutiku bahwa aku tidak akan mampu berpuasa, akan tetapi aku berpuasa dan tidak mempercayai hal tersebut”.

”Apakah cita-citamu ?” tanya wartawan,

Dengan cepat Muhammad menjawab, ”Aku memiliki banyak cita-cita. Aku berkeinginan untuk pergi ke Makkah dan mencium Hajar Aswad”.

”Sungguh aku perhatikan bahwa keinginanmu untukmenunaikan ibadah haji adalah sangat besar. Adakah penyebab hal tersebut ?” tanya wartawan lagi.

Ibu Muhamad untuk pertama kalinya ikut angkat bicara, dia berkata : ”Sesungguhnya gambar Ka’bah telah memenuhi kamarnya, sebagian manusia menyangka bahwa apa yang dia lewati pada saat sekarang hanyalah semacam khayalan, semacam angan yang akan berhenti pada suatu hari. Akan tetapi mereka tidak mengetahui bahwa dia tidak hanya sekedar serius, melainkan mengimaninya dengan sangat dalam sampai pada tingkatan yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain”.

Tampaklah senyuman di wajah Muhammad ’Abdullah, dia melihat ibunya membelanya. Kemudian dia memberikan keterangan kepada ibunya tentang thawaf di sekitar Ka’bah, dan bagaimanakah haji sebagai sebuah lambang persamaan antar sesama manusia sebagaimana Tuhan telah menciptakan mereka tanpa memandang perbedaan warna kulit, bangsa, kaya, atau miskin.

Kemudian Muhammad meneruskan, ”Sesungguhnya aku berusaha mengumpulkan sisa dari uang sakuku setiap minggunya agar aku bisa pergi ke Makkah Al-Mukarramah pada suatu hari. Aku telah mendengar bahwa perjalanan ke sana membutuhkan biaya 4 ribu dollar, dan sekarang aku mempunyai 300 dollar.”

Ibunya menimpalinya seraya berkata untuk berusaha menghilangkan kesan keteledorannya, ”Aku sama sekali tidak keberatan dan menghalanginya pergi ke Makkah, akan tetapi kami tidak memiliki cukup uang untuk mengirimnya dalam waktu dekat ini.”

”Apakah cita-citamu yang lain ?” tanya wartawan.

“Aku bercita-cita agar Palestina kembali ke tangan kaum muslimin. Ini adalah bumi mereka yang dicuri oleh orang-orang Israel (Yahudi) dari mereka.” jawab Muhammad

Ibunya melihat kepadanya dengan penuh keheranan. Maka diapun memberikan isyarat bahwa sebelumnya telah terjadi perdebatan antara dia dengan ibunya sekitar tema ini.

Muhammad berkata, ”Ibu, engkau belum membaca sejarah, bacalah sejarah, sungguh benar-benar telah terjadi perampasan terhadap Palestina.”

”Apakah engkau mempunyai cita-cita lain ?” tanya wartawan lagi.

Muhammad menjawab, “Cita-citaku adalah aku ingin belajar bahasa Arab, dan menghafal Al Quran.”

“Apakah engkau berkeinginan belajar dinegeri Islam ?” tanya wartawan Maka dia menjawab dengan meyakinkan :

“Tentu”

”Apakah engkau mendapati kesulitan dalam masalah makanan ? Bagaimana engkau menghindari daging babi ?”

Muhammad menjawab, ”Babi adalah hewan yang sangat kotor dan menjijikkan. Aku sangat heran, bagaimanakah mereka memakan dagingnya. Keluargaku mengetahui bahwa aku tidak memakan daging babi, oleh karena itu mereka tidak menghidangkannya untukku. Dan jika kami pergi ke restoran, maka aku kabarkan kepada mereka bahwa aku tidak memakan daging babi.”

”Apakah engkau sholat di sekolahan ?”

”Ya, aku telah membuat sebuah tempat rahasia di perpustakaan yang aku shalat di sana setiap hari” jawab Muhammad.

Kemudian datanglah waktu shalat maghrib di tengah wawancara. Bocah itu langsung berkata kepada wartawan, ”Apakah engkau mengijinkanku untuk mengumandangkan adzan ?” 

Kemudian dia berdiri dan mengumandangkan adzan.


Dan     tanpa   terasa, air mata      mengalir di kedua    mata sang    wartawan ketika melihat dan mendengarkan bocah itu menyuarakan adzan. Suhanallah....(http://warax.mywapblog.com/)

Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah ini, salah satunya kembali kita menyadari bahwa semua apa yang mampu kita kerjakan dan amalkan juga pemahaman semua tidak lain karena Taufiq dan hidayah dari Allah.  Bukanlah dari kekuatan iman ataupun kecerdasan intelektual kita sendiri.

Posted By Kang Santri8:24:00 PM