Saturday, August 25, 2012

Telah Ku Adukan Perkara Ini Pada Tuhan

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Telah ku adukan perkara ini pada Tuhanku
Tentang kesedihan
Tentang air mata
Juga tentang hati yang tidak sengaja telah ku sakiti

Aku sadar
Jika aku bukanlah kekasih halalmu
Yang pantas merayu hatimu

Namun meskipun begitu
Kau sudah tahu akan kasih sayang yang ada dalam diriku untukmu
Meski terkadang aku belum yakin jika kau juga mempunyai rasa yang seperti itu untukku

Sungguh
Aku teramat malu menyaksikan diri
Yang sudah memberimu gelar zahratus shofi
Tapi aku sendiri malah menyakiti hati sang bunga suci

Ijinkan aku mengirim butiran airmata ini...

Melalui cakrawala alam yang sering kau sapa
Melalui setiap keindahan yang kau rasa
Melalui cekungan merah kelopak mata
Melalui bait-bait doa yang sering ku baca

Aku masih ingin mengatakan jika,

HATIKU SEPERTI HATIMU

Meski tulisan kerap kali mengatakan kata pisah
Namun hati selalu meyanggah

Aku menyayangimu karena Tuhanku
Bukan aku menyayangimu karena nafsuku

Perkenankan aku mengobati kelukaan hatimu
Yang terjadi karena kebodohanku memahamimu

Posted By Kang Santri7:38:00 PM

Saturday, August 18, 2012

Setelah Gagal Membakar Qur'an Pendeta Ini Masuk Islam

Filled under: ,

Murtakibudz Dzunub - Koran harian “Tartim” yang beredar di Nigeria dan merupakan koran terbesar dengan oplah paling banyak menyebarkan berita yang tidak akan dilupakan oleh penduduk Nigeria. 

Koran yang terbit setiap hari Rabu tersebut, dalam editorialnya telah menggoncangkan salah satu kota besar di Nigeria, kota Kajoula. Dalam berita tersebut dipaparkan bahwa seorang pimpinan pendeta Nasrani dengan sangat mengejutkan melempar mushaf Al-Qur’an ke tanah di depan para hadirin yang datang dalam majelisnya. Tidak hanya itu, ia kemudian menuangkan bensin dan berusaha membakar mushaf tersebut.

Namun yang sangat mengherankan, mushaf tersebut sama sekali tidak terbakar dan api tidak sampai menyentuhnya. Bahkan, tangan pendeta tersebut yang justru terbakar oleh kobaran api. Peristiwa ini terjadi pada saat umat Nasrani sedang melaksanakan kebaktian di gereja.

Setelah kejadian ini, Pendeta Froos seketika langsung menyatakan keislamannya dan diikuti oleh pemimpin gereja Ya’kub Musa, kemudian diikuti oleh para pendeta dan misionaris di sana, sehingga jumlah mereka mencapai 200 misionaris. Setelah jangka waktu satu tahun berikutnya, pendeta Ya’kub Musa mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekjen Organisasi Kependetaan di Kanjoula.

Di hari berikutnya, pemimpin redaksi koran “Ukazh”, Haji Ibrahim Sulaiman menulis berita tentang aktifitas Ya’kub Musa pasca mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekjen. la berdakwah menyebarkan agama Islam ke seluruh pelosok negeri Nigeria, Ibrahim Sulaiman juga menulis kisah-kisah Ya’kub Musa yag bisa dijadikan pelajaran bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia.

Subhanallah...

Sumber: Kisah Pastur & Pendeta Yang Masuk Islam, Syaikh al-Husaini al-Muiddi, Penerbit al Kautsar, Hal.268-267




Posted By Kang Santri11:52:00 AM

Tuesday, August 14, 2012

Belajar Dari Mereka Yang Di Anggap Tidak Penting

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Entah apa yang ada dalam pikirannya, masa lalu sudah ia anggap sebagai taburan debu yang dibiarkannya terbang. Sedang masa depan tak pernah ia pikirkan, "karena yang hanya ia pikirkan adalah hari ini, untuk besok kita lihat saja nanti..".

Ia tidaklah sebijak para tokoh di zaman dahulu, ia bukanlah pembuat rangkaian kata-kata yang indah yang bisa menjadi motivasi bagi pembacanya, tapi ia hanyalah manusia biasa tapi sudah berhasil mengendalikan sebagian besar hawa nafsunya.

Juga, ia bukanlah seorang cendekiawan cerdas yang ucapannya banyak didengar orang, melainkan ia hanyalah manusia yang teramat sederhana, hingga dari kesederhanaannya itu bagi orang yang terbuka mata hatinya akan banyak belajar hikmah hidup darinya.

Bahkan, ia tidak pernah tahu "devinisi bahagia itu seperti apa?", karena yang ia tahu sifat syukur diatas semua sendi kehidupan adalah perasaan yang selalu ia pegang.

Wajahnya polos, hingga tak jarang orang menaruh iba dan menganggap ia adalah salah satu element yang tidak penting hadir di tengah-tengah masyarakat. Karena banyak yang menganggap "adanya sama halnya dengan ketiadaannya".


***

Sahabat, kita sering terjebak dalam bungkus formalitas. Kita sering lena mencari nasihat hingga ahirnya jenuh dan bosan, karena ternyata ratusan kata bijak yang sudah kita hafal tidak membawa dampak apa-apa. Kita terkung-kung oleh idealis dengan sesuatu yang akan kita pilih "karena kata orang: kita harus begini dan harus begitu..". Hingga kita melupakan mengambil nilai pelajaran dari setiap cangkul yang diayun oleh petani, tentang anak kecil yang berlari tergesa sambil membawa rantang nasi dan sebotol air putih.

Bukankah kita bisa melihat, bahwa tiap ayunan cangkul yang ia lakukan padanya menyimpan harapan yang besar yang akan selalu diikuti kekecewaan di tiap hasil akhir. Meski dengan nafas terengah dan jengkal kaki yang sempit, kita bisa melihat anak itu nampak khawatir jika orang tuanya kehausan dan kelaparan karena terus asyik dengan pekerjaannya menggarap sawah. Inilah wujud dari kasih sayang dalam balut kekhawatiran, karena ia yakin meski hanya satu jengkal saja ia memberlambat lajunya maka semakin lama pula orang tuanya merasakan haus dan lapar ditengah pekerjaan beratnya.

Adakalanya, kita mengambil pelajaran hidup yang sangatlah berharga dari mereka-mereka yang kita anggap sebelumnya tidak penting dan mungkin sudah biasa kita remehkan.


Semarang, 14/08/2012

Posted By Kang Santri4:46:00 PM

Cara Mensucikan Diri Setelah Zina (Kisah Sahabat Rasulullah)

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Suatu hari, Rasulullah sedang duduk di dalam masjid bersama para sahabat. Tiba-tiba datanglah seorang wanita yang kemudian masuk ke dalam masjid. Dengan ketakutan, wanita tersebut mengaku kepada Rasulullah bahwa dia telah berzina. Mendengar hal itu, memerahlah wajah Rasulullah SAW seperti hampir meneteskan darah. Kemudian beliau bersabda kepadanya, Pergilah, hingga engkau melahirkan anakmu.

Sembilan bulan berlalu, wanita itu akhirnya melahirkan. Dihari pertama nifasnya, dia datang kembali membawa anaknya, dan berkata kepada Rasulullah SAW: Wahai Rasulullah, sucikanlah aku dari dosa zina
Rasulullah melihat kepada anak wanita tersebut, dan bersabda: Pulanglah, susuilah dia, maka jika engkau telah menyapihnya, kembalilah kepadaku.


Dengan sedih, wanita itu akhirnya kembali lagi kerumahnya.



Tiga tahun lebih berlalu, namun si wanita tetap tidak berubah pikiran. Dia datang kembali kepada Rasulullah untuk bertaubat. Dia berkata: Wahai Rasulullah, aku telah menyapihnya, maka sucikanlah aku!


Rasulullah SAW bersabda kembali kepada semua yang hadir disana, Siapa yang mengurusi anak ini, maka dia adalah temanku di surga


Sesaat kemudian beliau memerintahkan agar wanita tersebut dirajam. Setelah wanita tersebut meninggal, beliaupun menshalatinya.


Melihat hal tersebut, umar Bin Khatab merasa sangat heran sekali. Beliau berkata: Engkau menshalatinya wahai Nabi Allah, sungguh dia telah berzina!.


Rasulullah kembali bersabda: Sungguh dia telah bertaubat dengan satu taubat, yang seandainya taubatnya itu dibagikan kepada 70 orang dari penduduk Madinah, maka taubat itu akan mencukupinya. Apakah engkau mendapati sebuah taubat yang lebih utama dari pengorbanan dirinya untuk Allah? (HR. Ahmad)

Posted By Kang Santri10:21:00 AM

Monday, August 13, 2012

Yang di Rasakan Hati

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Yang di alami belum berhenti
Yang terjadi sangatlah berarti dalam diri
Masa lalu... padanya menyimpan hijab yang menuntut untuk segera di ungkap

Haruskah manis dan indahnya fatamorgana tentang cinta kembali meracuni hati?


Hijau daun sore telah menguning bersama menuanya waktu
Mengering
Terombang-ambing
Tersapu benturan benda halus yang tak serius


Yang dirasa
Membentuk peta kehidupan yang tak berskala
Hingga tak mampu diterjemah dalam bahasa tulis dan lisan


Yang dirayu juga yang merayu
Ibarat insan dungu tanpa induk semang
Melong-long tiada nada


Yang dirahasiakan hati
Berujung dilema jika sang permaisuri mengetahui


Yang ditakuti kini telah terjadi
Cerminan tentang pilihan ia atau tidak
Makin meraung garang dalam sarang
Hingga terkadang galau menjadi peranan utama dalam sandiwara hidup


Yang di ingini masih sebatas mimpi
Kelopak mata membengkak
Sampai cucuran air bah dari kelopak makin membuat hati tersendak

Dimana bisa kutemukan obat
Dari prahara hati yang tak bersahabat?
Biarlah bahagia dan sedih bersanding harmonis
Karena aku tak ingin lagi ada tangis

Di tulis di Al-Anwar Sarang - Rembang, 5 April 2005

Posted By Kang Santri5:04:00 PM

Thursday, August 9, 2012

Di Hakimi Waktu

Filled under:

Memahamimu ibarat menyusun bukit kabut

Kau begitu ringan dipelukan
Namun begitu mudah juga hatimu dicera-beraikan

Aku selalu dihakimi waktu 
Saat ku ucap pertama kali salam ta'aruf padamu

Aku mampu menerima kekuranganmu yang tujuh puluh
Dan aku bisa menerima kelebihanmu yang tiga puluh

Tapi
Mungkin itu dulu
Sebelum batas kesabaranku
Di hakimi oleh waktu

Aku yang terjajah oleh ego ku sendiri
Karena bertahan ingin memiliki

Sekarang
Ketukan palu ku, sudah menggambil keputusan

Ku ikhlaskan
Saat kau berkata "ingin pergi"

Ku relakan
Saat kau tulis kata "ku tak ingin bicara lagi"

Ku lapangkan
Jika perpisahan sudah menjadi suratan

Dan aku tidak akan menahanmu lagi

Posted By Kang Santri9:34:00 AM

Tuesday, August 7, 2012

Beberapa Faedah Dan Bahaya Nikah Bag.4

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Abdullah bin Amr ra. berkata, "Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Siapa saja wanita yang berwajah muram dihadapan suaminya, tidak ada lain kecuali Allah akan menghitamkan wajahnya dihari kiamat kelak, kecuali ia mahu bertaubat dan kembali taat kepada suaminya."

Abu Ubaidah bin Al-Jarrah berkata, "Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Siapa saja yang menyebabkan kemarahan suaminya, sedangkan dia itu dhalim (salah) atau marah terhadap suaminya, maka Allah ta'ala tidak akan menerima amal fardhunya atau amal sunahnya."

Abgullah bin Mas'ud ra. berkata, "Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Allah swt. melaknati perempuan-perempuan yang mengulur-ngulur waktu. Ditanyakan, 'siapakah perempuan yang mengulur-ngulur waktu itu wahai Rasulullah?'. Beliau menjawab, 'ia adalah perempuan yang diajak suaminya tidur ditempat tidur, kemudian dia mengulur-ngulur waktu untuk tidur bersamanya dan sibuk dengan urusan lain, sehingga suami tertidur.'"

Abu Hurairah ra. berkata, "Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: Wanita-wanita manapun yang memandang suaminya dan dia tidak tersenyum, maka sesungguhnya dia tidak akan melihat surga selamanya, kecuali dia bertaubat dan menyadarinya hingga suaminya meridhainya."

Salman Al-Farisi ra. berkata, "Saya mendengar Rasulullah bersabda: Wanita -wanita manapun menggunakan wangi-wangian dan berhias diri, kemudian keluar dari rumahnya, maka pasti dia keluar bersama murka Allah swt. dan kebencianNya, sehingga dia kembali kerumahnya."

Bilal bin Humamah ra. berkata, "Saya mendengar Rasulullah bersabda: Wanita manapun yang melakukan shalat dan puasa tanpa seijin suaminya, maka pahala shalat dan puasa itu bagi suami dan baginya dosa."

Sahabat Bilal berkata, "Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: Wanita manapun menjadikan suaminya marah, maka Allah swt. tidak akan menerima shalat dan puasanya, kecuali dia bertaubat dan menyadari kesalahan dari dirinya".

Abu Darda' berkata, "Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: Wanita manapun membuka rahasia suaminya, maka kelak pada hari kiamat Allah swt. akan menghinakannya didepan para mahluk, demikian pula ketika didunia, sebelum di akhirat."

Abbas bin Abdul Muththalib ra. berkata, "Saya mendengar Rasulullah bersabda: Saya diperlihatkan neraka, maka saya melihat kebanyakan penghuninya adalah wanita. Hal yang demikian itu tidak akan terjadi kecuali mereka (wanita) banyak berdosa terhadap suami-suaminya."

Posted By Kang Santri9:08:00 PM

Tak Selembut Sangka Ku (Cerbung Bag. 3)

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - [Hingga tak jarang aku pun merasa, "apakah selama ini dia yang aku cari?". Saya mempunyai prinsip salah satunya, 'aku tidak akan mempermasalahkan apakah calon istriku nanti orang yang pandai ilmu agama atau tidak, aku tidak akan mempermasalahkan apakah calon istriku nanti  sudah mengenakan jilbab atau belum, aku hanya akan menilai dari hati dan sifatnya. Lembut, penuh kasih sayang kepada sesama, dan yang terpenting adalah bukan seorang wanita yang materealistis terhadap dunia karena itu adalah sifat yang paling tidak aku sukai dari seorang wanita.]

***

Setelah kami cukup lama kenal, ahirnya aku tahu betul siapa sebenarnya Diana. Saat itu ia masih sering tinggal di Jakarta dirumah orang tua angkatnya, karena sejak kecil ia diadopsi oleh keluarga kaya yang pernah kehilangan puteri tercintanya dan sebagai gantinya mereka mengangkat Diana [yang katanya wajahnya sangat mirip dengan puterinya yg sudah meninggal] sebagai anak. 

Seperti biasanya, malam itu Diana menghubungiku melalui handphone. Aku sempat dibuatnya kaget saat dia mengatakan,

"sebenarnya perasaan kamu ke aku tuh gimana?",

"maksudya apa Diana.." tanyaku yang sebenarnya sudah tahu arah pembicaraan Diana,

"kamu gimana sih... jadi cowok gak peka banget, aku tu suka ama kamu As'ad..",

Malam itu aku benar-benar dibuatnya mati kutu oleh Diana yang sudah terang-terangan mengungkapkan isi hatinya.

"maafkan aku Diana... aku belum bisa menjawab pertanyaanmu sekarang, kasih aku waktu ya".

***

Malam selanjutnya akupun shalat istikharah dan membaca beberapa ijazah wirid yang pernah diajarkan Ustadzku saat masih dipesantren. Hingga aku pun mendapati sebuah firasat untuk menerima cinta Diana.

[Dua minggu setelah Diana mengungkapkan isi hatinya]

"Assalamu'alaikum Diana...",

"Wa'alaikumussalam... gimana kabarnya? lama kamu gak hubungin aku",

"Alhamdulillah baik, semoga kamu juga ya... emmm tawaran kamu masih berlaku gak?",

"tawaran apa..?" tanyanya,

"masih bisakah aku membalas cintamu?",

"apaaa..!?" terdengar suaranya rada kegirangan,

"Diana... aku juga suka ama kamu..".

***

Hubungan kami lalaui secara jarak jauh antara kota Semarang dan Jakarta, banyak ujian yang kami alami terutama setelah kedua orang tua angkatnya meninggal dalam sebuah kecelakaan. Terjadi konflik antara dirinya dengan keluarga angkatnya. Karena sebelum orang tua angkatnya meninggal mereka sudah mewasiatkan rumah, usahanya dan juga beberapa saham mereka pada Diana dan mereka pun sudah menunjuk pengacara untuk mengurus hak kepemilikan.

Namun ada salah satu tantenya yang tidak menyetujui sepenuhnya, Diana diperbolehkan memiliki semua harta yang sudah diwasiatkan atas namanya dengan satu syarat, bahwa ia harus tetap tinggal dijakarta dan tidak boleh kembali ke orang tua kandungnya di Semarang.

Dengan adanya masalah ini, hubungan kami pun diuji. Terutama bagi Diana, apakah dia akan tetap tinggal di Jakarta atau masih melanjutkan hubungan denganku.

Setelah melalui proses yang lama, ahirnya Diana mengambil keputusan yang sangat mengagetkanku. Ternyata dia memilih kembali ke kedua orang tuanya dan melanjutkan hubungan denganku. Sementara dia tidak mahu ambil pusing dengan yang di Jakarta, semua harta dari kedua orang tua angkatnya ia berikan kepada panti asuhan dan tidak mengambil bagian sepeserpun.

bersambung.....
___________


Posted By Kang Santri8:29:00 PM

Thursday, August 2, 2012

Saat Keinginan Tak Sesuai Harapan

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Saya terkesan dengan salah satu perjalanan hidup seorang sahabat, saat ia lahir kedunia Allah memberinya fisik yang tidak sempurna di salah satu bagian tangan kirinya.

Seiring berputarnya masa, ia tumbuh menjadi seorang pemuda yang hidupnya banyak didedikasikan mengajar anak-anak membaca qur'an dan ilmu-ilmu agama lainnya. Saya melihat dia sangat menikmati masa-masa itu. 

Hingga terjadilah sesuatu yang sangat tidak dia inginkan dan sempat frustasi dengan masalah yang menderanya. Waktu itu, ia harus dihadapkan pada kenyataan dimana tempat yang bisa dia gunakan mengajar anak-anak santri diperselisihkan oleh para tokoh masyarakat yang menginginkan terjadinya sususan kepengurusan di Madrasah yang sudah ia rintis dari nol bersama para sahabatnya.

Dengan mencoba berlapang dada, ahirnya ia dan sahabatnya menuruti keinginan sebagian tokoh masyarakat menyerahkan kepengurusan Madrasah kepada pihak yang telah dipilih.

***

Saat itu, ia datang padaku mengutarakan maksudnya yang ingin segera menikah. Hingga akhirnya saya pun gagal menemukan perempuan yang mahu menikah dengannya. Ya.. mungkin karena cacat fisiknya hingga dia sulit mendapatkan jodoh. Saat itu dia sudah ditinggal wafat oleh kedua orang tuanya, sedang yang dijadikannya tumpuan hanyalah para saudara kandungnya yang diharapkannya tahu akan keinginan hatinya untuk segera menikah.

"Masya Allah.." aku sempat heran dengan keluarganya, seolah mereka malu untuk mencarikannya jodoh karena fisiknya yang tidak sempurna. Sampai ada yang bilang "apa ada yang mahu sama dia..?".

Namun Alhamdulillah, selang beberapa tahun, dia dipertemukan oleh Allah kepada seorang wanita yang bersedia menerimananya apa adanya.

Setelah melalui proses yang amat rumit, ahirnya proses pernikahanpun berjalan dengan tanpa kendala yang berarti.

Mungkin sahabat saya ini membayangkan, setelah dia menikah kehidupannya lebih tentram dan bahagia. Tapi yang terjadi ternyata tidak sesuai dengan keinginan yang selama ini ia harapkan.

***

Hubungan dengan para saudaranya yang sebelum menikah bisa dikatakan baik-baik saja berubah menjadi pertikaian (pertikaian itu pun masih berlangsung sampai saat tulisan ini saya buat).

Harta warisan adalah ujung permasalahannya. Sebenarnya sebelum kedua orang tuanya meninggal, sudah diberi bagian-bagian tersendiri, namun sayangnya ada satu saudaranya yang memutar balikkan fakta, karena dia (saudaranya) ingin menguasai sebagian harta yang sudah menjadi haknya (sahabat saya).

Saat ini, saya masih menyaksikan kedukaan yang begitu mendalam. karena tergambar jelas dari raut mukanya, dia tidak mempunyai pekerjaan tetap yang bisa menopang rumah tangganya, sementara sang isteri sering sakit-sakitan oleh penyakitnya. Hingga diapun masih menitipkan isterinya pada orangtua kandungnya, karena ia tidak mampu membiayai pengobatan sang isteri.

Seperti yang dia sering katakan, dia sering menjerit dan menangis tiap malam. Dalam keadaan tidak berdaya ia malah dijauhi dan difitnah oleh saudaranya yang ingin merebut satu-satunya warisan yang ia miliki (sepetak tanah dan bangunan rumah sederhana yang berdiri diatasnya), padahal sebenarnya saudaranya itu bisa dikatakan orang yang hidup sangat berkecukupan.

Saya hanya bisa mengatakan, "kang.. njenengan yang sabar ya, inilah cara Allah untuk mengangkat tinggi derajatmu...".

***

Saat keinginan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, yakinlah bahwa Allah masih menyimpan anugerah yang akan diberikan sambil menunggu waktu yang benar-benar tapat untuk Allah memberikannya pada kita.

Kadang kita sering merasa bahwa hidup ini tidak adil, dan seolah kita tidak diperdulikan oleh Tuhan. Maka yakinlah bahwa perasaan seperti itu merupakan salah satu tipudaya Setan.

Semoga, Allah senantiasa menganugerahkan sifat sabar kepada saya, dia dan anda semua.... Amiin.

Posted By Kang Santri8:51:00 PM

Wednesday, August 1, 2012

Beberapa Faedah Dan Bahaya Nikah Bag.3

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Diceritakan, bahwasanya ada seorang laki-laki menghadap kepada para sahabat Rasulullah, ia menanyakan kepada mereka perihal yang terjadi atas isterinya. Maka berkatalah salah seorang diantara sahabat dan menanggapi pengaduan tersebut dengan memberikan penjelasan yang ia dengar dari Nabi. Lalu, (selang beberapa saat) sahabat mengirimkan keterangan-keterangan yang didapatinya dari Nabi saw. kepada isteri lelaki tersebut bersama Khudzaifah bin Al-Yaman ra.

Abu Bakar ra. berkata, "Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Jika saya memerintahkan agar seseorang bersujud kepada orang lain, maka niscaya saya perintahkan (seorang) perempuan (isteri) untuk bersujud kepada suaminya."

Umar ra. telah berkata, "Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Perempuan (isteri) manapun yang mengeraskan suaranya yang melebihi atas suara suaminya, maka setiap sesuatu yang (terkena) terkena sinar matahari akan melaknat kepadanya, kecuali ia mahu bertaubat dan kembali dengan baik."

Utsman bin Affan ra. berkata, "Aku telah mendengar Nabi Muhammad saw. bersabda: Seandainya seorang perempuan memiliki dunia ini seluruhnya, lalu ia nafkahkan kepada suaminya, kemudian ia mengumpat suaminya karena nafkah tersebut, kecuali Allah telah melebur amalnya dan akan digiring bersama Fir'aun."

Ali bin Abi Thalib ra. berkata, "Saya telah mendengar Nabi saw. bersabda: Seandainya seorang perempuan memasak kedua payudaranya, lalu keduanya diberikan kepada suaminya, maka yang demikian itu masih belum bisa menyempurnakan haknya sebagai isteri."

Muawiyah bin ABu Sufyan ra. berkata, "Saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Perempuan mana yang mengambil harta suaminya, maka tidak ada kecuali baginya dosa tujuh orang pencuri."

Abdullah bin Abbas ra. berkata, "Saya telah mendengar Nabi Muhammad saw. bersabda: Perempuan manaun yang memiliki harta, lali suaminya meminta harta itu dan dia menolaknya, maka Allah akan menolaknya kelak di hari kiamat apa yang ada pada suaminya."

Abdullah bin Mas'ud ra. berkata, "Perempuan manapun yang berhianat kepada suaminya dirumahnya atau tidak setia didalam tempat tidur suaminya, maka tidak ada lain kecuali Allah ta'ala akan memasukkan tujuh puluh ribu ekor ular dan kala jengkin didalam kuburnya yang akan menyengatnya hingga pada hari kiamat."

Amr bin 'Ash ra. berkata, "Perempuan manapun yang berhianat kepada suaminya (tidak setia) didalam tempat tidur suaminya, maka tidak ada lain kecuali Allah akan memasukkannya kedalam neraka dan dari mulutnya akan keluar nanah, darah dan nanah yang membusuk."

Anas ra. berkata, "Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Perempuan manapun yang berdiri bersama selain suaminya, sedangkan orang lain itu bukan mahramnya, maka tidak lain kecuali Allah ta'ala akan memberdirikannya ditepi neraka jahannam dan setiap kalimat yang diucapkan akan ditulis baginya seribu keburukan."

Abdullah bin Umar ra. berkata, "Aku telah mendengar Nabi Muhammad saw. bersabda: Perempuan  manapun yang keluar rumah suaminya (tanpa ijin),  maka niscaya setiap benda yang basah dan kering melaknatinya."

Thalhah bin Abdullah ra. berkata, "Aku telah mendengar Nabi saw. telah bersabda: Perempuan manapun yang berkata kepada suaminya, 'sama sekali aku tidak memperoleh kebaikan darimu", maka tidak ada lain kecuali Allah akan memutus RahmatNya dari padanya."

Zubair bin Al-'Awwam ra. berkata, "Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Wanita manapun yang terus-menerus menyakitkan hati suaminya, sehingga ia menolaknya, maka tetalah siksaan Allah swt. padanya."

Sa'ad bin Abi Waqash ra. berkata, "Rasulullah saw. bersabda: Perempuan mana saja yang meminta kepada suaminya sesuatu dan dia mengetahui, bahwa suaminya tidak bisa memberikannya, maka tidak ada lain kecuali Allah ta'ala kelak di hari kiamat akan menimpakan siksa yang lama."

(Baca juga artikel sebelumnya)



Posted By Kang Santri10:06:00 AM

Tuesday, July 31, 2012

Doa Menolak Kekuatan Sihir

Filled under:


بسم الله الرحمن الرحيم
دفع السحر

هاطحٍ باطحٍ كَسْلَفٍ طَهٍ اَهِيًا سَراهِياً بِمُستَتِرٍ بِراكيلٍ سَطَ هَطَ نَزَلَ غَضَبُ رَبِّ

وَأحْرَقَ مَرَدَةُ الْجِنِّ, وَأُكاسٍ وَرَبَاطٍ وَاَمْراضٍ وَضِحَى عَلَيَّ /له/لها...

قال موسى ماجِئْتُهُمْ بِهِ السِّحرُ إن الله سيبطلُه إن اللهَ لا يُصْلِحُ عَمَلَ 

الْمُفسدينَ, 

وقل جاء الحق وزهق الباطل إن الباطل كان زهوقا, ونُنَزِّلُ من القرأن ماهو 

شفاءٌ (اى هذه الحاجة) ورحمة للمؤمنينَ, ولا يزيد الظالمين إلا خسارًا.

لا يستخلفنَّهم, واذكُرَّبك اذا نَسِيْتَ, وقل عَسَى أن يهديَنِ رَبِّيْ لأَِقْرَبَ من 

هذا رشدًا.

Posted By Kang Santri8:07:00 PM

Sunday, July 29, 2012

Mempunyai Tapi Tidak Memiliki

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Sedu-sedan ku membayangkan masa itu
Menikmati sisa waktu
Tidak dengamu
Melainkan dengan pilihan Tuhanku

Wahai kau yang ku pilih
Namun tak bisa ku raih

Wahai kau yang ku damba
Tapi masa tak pernah mengijinkan kita bersua

Ingin ku berteriak lantang
Kepada Bani Adam

"Siapa pun dirimu, jangan pernah sekalipun kau lukai hatinya"

"Kau yang sudah di gariskan untuknya, bimbinglah ia mencapai keridlaan-Nya"

"Wahai kau yang terpilih menanamkan benih dirahimnya, jadilah tauladan bagi pendekar -pendekar kecilnya"

Kata ini ku buat
Hanya sebagai pengingat

Saat usia kita sama-sama senja
Sambil menimang cucu yang tengah asik bersenda

Ingatlah ini...
Bahwa kau pernah hadir dikehidupan seorang pemuda
Yang terkekang oleh realita
Hingga ia tak pernah mampu berucap kata CINTA


Oleh: ranting_patah

Posted By Kang Santri9:23:00 PM

Friday, July 27, 2012

Ukhti, Inilah Yang Kebanyakan Pemuda Pikirkan Tentangmu

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Demi Allah, tidaklah seorang pemuda melihat gadis kecuali gadis itu dibayangkannya dalam keadaan telanjang tanpa pakaian.

Demi Allah, begitulah... Yang kami bersumpah untuk kali keduanya padamu. Jangan kau percaya apa yang dikatakan lelaki, bahwa ia tidak akan melihat seorang gadis kecuali akhlak dan budi bahasanya. Ia akan berbicara sebagai seorang sahabat, ia akan mencintainya sebagai seorang kawan.

Demi Allah ia telah berbohong! bila engkau mendengar obrolan anak-anak muda ditengah kesepian mereka, maka engkau akan mendengarkan sesuatu yang mengerikan. Senyuman yang dia berikan padamu, kehalusan budi serta bahasa dan perhatiannya, semua itu tidak lain hanyalah perangkap rayuan untuk mencapai tujuannya atau paling tidak, pemuda itu merasa bahwa itu adalah rayuan untuk melunakkan hatimu [hingga kau terpesona.pen]

Kemudian setelah itu apa yang akan terjadi? Apa, wahai puteriku? Coba kau pikirkan!

Kalian berdua sesaat masuk dalam kenikmatan, kemudian engkau ditinggalkan, dan engkau selama-lamanya akan tetap merasakan penderitaan akibat kenikmatan sesaat itu.

Sedang pemuda tersebut akan terus mencari mangsa lain untuk diterkam kehormatannya, sedang engkau sendiri yang menanggung beban kehamilan dalam perutmu yang membuncit.

Jiwamu menangis, kening [kehormatanmu] tercoreng. Mungkin masyarakat yang dzalim dapat mengampuni pemuda itu, dengan mengatakan: "Ia hanyalah pemuda yang tersesat lalu bertaubat".

Tetai engkau, selama hidupmu tetap berkubang dalam kehinaan dan ke-aiban, karena masyarakat tidak akan mengampunimu selama-lamanya.

Namun, jika saat engkau bertemu pemuda kau busungkan dadamu, kau palingkan mukamu dan kau tunjukkan [luhurnya kepribadian seorang muslimah] lalu kau menghindar... Dan kalau pemuda yang mengganggumu itu belum mengindahkan, sampai berbuat lancang lewat erkataan atau tangannya yang usil, kau lepaskan sepatu dari kakimu lalu kau lemparkan kekepalanya, bila semua itu kau lakukan, maka semua orang dijalan akan membelamu.

Setelah itu, pemuda-pemuda nakal tak kan mengganggu gadis-gadis lagi. Dan tentu jika ia seorang pemuda yang shalih ia akan datang kepadamu untuk meminta maaf dan tidak akan mengulangi perbuatannya. Selanjutnya, ia akan mengharapkan hubungan yang halal dengan datang melamarmu.

(Kutipan artikel ini ditulis oleh beliau Syaikh Ali Tanthawi dalam bukunya yang berjudul "Yaa Binti". Semoga bermanfaat.)

Posted By Kang Santri7:12:00 PM

Monday, July 23, 2012

Aku Dan Ramadhan

Filled under:

Ramadhan Mulia
Murtakibudz Dzunub - Telah ku adukan pada Sang Pemilik Ramadhan
Betapa besar kerugianku tahun lalu
Menjadi budak keinginan tanpa bayaran

Tuhan...
Izinkan aku kembali datang bercumbu dengan Ramadhan
Membesarkan nama-Mu seraya mengkerdilkan jiwa dan kesombonganku

Guritan malam tadi begitu indah
Karena untuk pertama kalinya aku datang tengah malam dalam renung I'tikaf 
Setelah malam pertama ku habiskan di rumah

Ada kenikmatan
Ada kesenduan
Ada ketenteraman
Ada kehawatiran
Ada ketakutan yang ku balut dalam do'a dan harapan

Aku dan Ramadhan
Adalah manusia dan waktu
Manusia yang suka berjibaku dalam lumutan dosa itu
Dan waktu yang ada keberkahan untuk membersihkan tumpukan dosa lalu

Aku akan berdiri semampuku
Aku akan bangkit sebisaku
Menata kembali tulang keimanan yang makin berserakan tanpa aturan
Mengisi kembali lubang keropos pada dawai jiwaku yang munkaran

Aku sepenuhnya milik-Mu Tuhan
Begitu juga dengan Ramadhan
Bedanya hanya
Jika diantara bulan-bulan yang lain, ia yang paling kau utamakan
Namun diriku, seakan termasuk mahluk terendah dari sekian banyak mahluk-Mu



Posted By Kang Santri10:09:00 AM

Wednesday, July 18, 2012

Sampaikan, Meskipun Itu Pahit

Filled under:

Sampaikan, meski itu pahit

Murtakibudz Dzunub - Hak ilmu adalah untuk disampaikan, terlebih tentang hal yang menyangkut syari'at Islam bagi orang mukalaf. Kita tidak jarang menjumpai saudara Muslim, yang bisa dikatakan baru mengenal ataupun yang sedang ingin mendalami hukum syari'at Islam.

Mereka yang notabene-nya tidaklah terlahir dari keluarga atau lingkungan yang kuat ajaran syari'at agamanya. Pada awalnya, tergugah dan merasakan keindahan islam melalui berbagai ceramah atau artikel ke-agamaan. 

Satu hal yang terkadang atau bahkan sering terjadi adalah, jika pada tingkatan disiplin ilmu harus mempelajari ilmu Ushuliddin, Fiqih dan Tashawuf (syari'at, thariqat dan haqiqat), banyak yang langsung menuju ke Tashawuf (haqiqat) karena ketidak tahuannya akan pentingnya mempelajari Ushuliddin dan Fiqih. Sedangkan ketiga ilmu itu harus saling berkesinambungan saat kita melakukan amal ibadah. Artinya kita tidak mungkin melakukan sebuah ibadah sepertihalnya shalat sedang kita tidak mengetahui perkara yang mengesahkan dan membatalkan shalat, tapi langsung menuju 'mengharap ridho dari Allah'.

Sebagai perumpamaan contoh diatas, adalah Zaid bisa dikatakan dia sangatlah awam dengan ilmu agama, hingga pada suatu hari dia membaca artikel yang mampu mengetuk hatinya untuk mendalami agama hingga ahirnya yang dulunya dia jarang shalat menjadi rajin shalat. Dengan tekad yang kuat dan semangat yang membara tidak hanya shalat wajib saja melainkan shalat-shalat sunah semampunya ia kerjakan. Juga hatinya tergerak untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dia pun rajin baca Al-Qur'an.

Namun sayangnya ada satu hal yang belum dia ketahui, ternyata dia tidak tahu bahwa jika seorang mukalaf pernah meninggalkan shalat wajib maka dia diharuskan meng-qadhanya dahulu, juga kelalaiannya akan bacaan qur'an yang haruslah sesuai dengan kaidah tajwidnya.

Karena jika tidak hanya akan merubah makna dan itu termasuk hal yang diharamkan. Sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah ayat,

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلا
"Bacalah qur'an secara tartil",

Yang dimaksud dengan 'tartil' disini adalah membaca  Al-Qur'an yang sesuai dengan tajwidnya. Artinya memberikan hak kepada setiap makhorijul huruf bacaan mad-nya dan lain sebagainya. Sedang hal ini bisa menimbulkan kehawatiran "dari niat yang baik, berubah menjadi ibadah yang tidak baik".


Bagaimana menyikapi fenomena diatas?
Sampaikanlah ilmu yang hak, meskipun kita tahu akan konsekwensinya.  Sampaikan kepada Zaid akan tata cara ibadah yang sesuai syari'at dengan mengatakan, 

"Wahai sahabatku Zaid, sebelum kau asyik dengan shalat-shalat sunahmu qadhalah terlebih dahulu berepa kali shalat wajib yang kau tinggalkan dahulu..."

"Wahai sahabatku Zaid, setelah aku saksikan bacaan qur'anmu, ternyata bacaanmu tidak sesuai dengan kaidah ilmu tajwid, maka pelajarilah dahulu tentang cara membaca qur'an secara tartil, karena saya hawatir atas niatmu yang ingin beribadah dengan tilawatil qur'an berubah menjadi laknat karena kau salah dalam melafadzkannya."

"Carilah guru yang bisa membimbingmu, karena ilmu agama tidaklah cukup kita pelajari lewat membaca saja. Ingatlah, jika ada seseorang yang mendalami ilmu agama tanpa adanya seorang guru, maka gurunya adalah syaithan."

***

Inilah salah satu tantangan Amar ma'ruf yang tidaklah ringan, karena konsekwensinya bisa menimbulkan kesalah pahaman yang tidak kita inginkan. 

Seperti yang diwasiyatkan oleh Rasulullah kepada Abu Dzar,

 

وَ اَوْصَانِى اَنْ اَقُوْلَ اْلحَقَّ وَ اِنْ كَانَ مُرًّا


"Beliau mewashiyatkan kepadaku supaya aku mengatakan yang benar meskipun pahit (akibatnya)."
Memanglah, Amar Ma'ruf itu berat dan banyak fitnah namun, Nahi Munkar jauh lebih berat dan lebih banyak fitnah.

Posted By Kang Santri1:24:00 PM

Monday, July 16, 2012

Mengobati Sifat Ujub (Syaikh Abu Yazid Al-Busthami)

Filled under: ,

Murtakibudz Dzunub - Pernah ada seorang salik (orang yang sedang menempuh jalan Allah) bertanya pada Syaikh Abu Yazid Al-Busthami, 

"Syaikh, saya sudah beribadah 30 tahun lamanya, saya sholat sunnah setiap malam, berdzikir, dan sering sekali menjalankan puasa-puasa sunnah, tapi anehnya mengapa saya belum mengalami perjalanan rohani seperti yang diceritakan dan saya harapkan?"

"Mengapa saya tak pernah sekalipun menyaksikan dan mengalami apa pun seperti yang pernah Syaikh gambarkan?" Tanya salik itu.

Kemudian Syaikh Abu Yazid menjawab: "Seandainya kau beribadat 300 tahun pun, kau tak akan mencapai satu butirpun debu mukasyafah dalam hidup mu",
 
"Kau tidak akan pernah mencapai apa yang kau tuju, kalau kau masih menghitung-hitung dan memamerkan ibadah mu",

"Karena sifat Ujub yang ada dalam dirimu adalah hijab besar untuk menemukan dirimu, bagaimana kau mampu mengenal Tuhan mu?. Sombong itu jubah Allah" ,

"Kalau kau memakai Jubah-Nya sedangkan kau ingin menemui-Nya, berarti kau hamba kurang ajar, sadar lah",

Kemudian salik tadi memohon pada Syaikh Abu Yazid: "Syaikh, tolong obati aku agar hijab itu tersingkap"

Syaikh berkata: "Tapi kau tak akan mau melakukannya",

Salik menjawab: "Tentu saja akan kulakukan apapun itu."

Syaikh berkata: "Baiklah, lepaskan pakaian bagus mu, ganti dengan baju gembel yang lusuh, kemudian gantung di lehermu kantung berisi kacang. Bawalah beberapa kantung dan pergi ke pasar yg ramai anak kecil, kemudian suruh mereka menamparmu dan setiap anak yang menamparmu, berikan satu kantung kacang, lakukan sampai semua kantung kacang habis.  Kemudian kalau sudah habis, kembal kerumah dan ambil kantung kacang lebih banyak lagi, dan datangi tempat yang dimana banyak orang-orang memujimu sebagai ahli ibadah dan pemuka agama yang hebat. Lakukan hal yang sama, suruh orang-orang yang menghormati mu menamparmu, dan bagikan pada setiap yg menampar satu kantung kacang, lakukan smpai kantung habis"

Salik itu terkejut dan berkata: "Subhanallah, Masya Allah, Laailahailallah, kenapa harus seperti itu?"

Syaikh Abu Yazid berkata: "Jika kalimat-kalimat suci itu di ucapkan oleh seorang kafir, maka ia berubah menjadi mukmin. Tapi kalau kalimat itu di ucapkan orang sepertimu, maka kau berubah dari seorang mukmin menjadi lebih buruk dari kafir." 

Salik itu bertanya: "Kenapa kau menyebutku seperti itu Tuan Guru?"

Syaikh Abu Yazid menjawab: "Karena hanya kelihatannya saja kau sedang memuji Allah, padahal kau hanya sedang memuji dirimu sendiri"  

Lanjut Syaikh: "Ketika kau menyebut -Tuhan Maha Suci- seakan kau sedang mensuci-sucikan nama-Nya, padahal kau hanya sedang menonjolkan kesucian mu"

Salik: "Mohon ampun aku, kalau begitu berilah saya nasihat yang lain untuk mendekati Allah"

Syaikh Abu Yazid menjawab: "bukankah sudah aku beriikan nasihatnya tadi, dan kau tak akan mampu melakukannya. Lepaskan Jubah Ujub mu". 


Posted By Kang Santri4:40:00 PM

Jumlah Raka'at Qiyamul Lail

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Terjadi perbedaan pendapat dari para sahabat tentang jumlah rakaat Qiyamul Lail,


Diriwayatkan Dari Aisyah Radhiyallahu Anha, "Rasulullah mengerjakan shalat malam sebanyak tiga belas raka'at; itu sudah mencakup shalat witir dan dua raka'at shalat sunah sebelum subuh." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)


Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu, "Jumlah raka'at shalat malam Rasulullah ialah tiga belas raka'at." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)

Menanggapi kedua hadits diatas, Imam Bukhari menyebutkan hadits Aisyah tersebut, setelah hadits Aisyah lainnya yang juga menjelaskan jumlah raka'at shalat malam Rasulullah itu sebelas rakaat.

Sepertinya Imam Bukhari menguatkan pendapat shalat malam itu sebelas rakaat bukan tiga belas raka'at. Imam Bukhari juga menganggap dua raka'at terakhir Rasulullah adalah dua raka'at shalat sunah sebelum subuh, seperti yang dijelaskan oleh Aisyah kendati ada penjelasan tambahan dari riwayat Ibnu Abbas bahwa tiga belas raka'at tersebut belum termasuk dua raka'at shalat sunah subuh. [1]

Dalil lain yang menguatkan shalat malam Rasulullah itu sebelas raka'at adalah hadits dari Aisyah lainnya. Hadits tersebut menjelaskan bahwa Aisyah ditanya tentang tata cara shalat malam Rasulullah di bulan Ramadhan, lalu Aisyah menjawab, "Rasulullah shalat tidak lebih dari sebelas rakaat dibulan Ramaghan dan di bulan lainnya." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)

Sedangkan jumlah minimalnya qiyamul lail Rasulullah adalah tujuh raka'at, karena diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Aisyah bahwa ia (Aisyah) ditanya tentang shalat malam Rasulullah, lalu ia berkata,

"Tujuh, sembilan dan sebelas." (HR. Al-Bukhari) 



_______

[1]. Ibnu AL-Qayyim berkata didalam kitab "Zaad Al-Ma'ad jilid I, hal. 329, "Jika terjadi perbedaan pendapat antara Ibnu Abbas dengan Aisyah tentang qiyamul lail Rasulullah, maka pendapat yang benar ialah pendapat Aisyah."

Posted By Kang Santri11:31:00 AM

Thursday, July 12, 2012

Cinta Terpendam (Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra)

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Cinta sahabat Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra memang luar biasa indah, cinta  yang selalu terjaga kerahasiaannya dalam sikap, kata, maupun expresi. Hingga akhirnya Allah menyatukan mereka dalam sebuah ikatan suci pernikahan.

Konon karena saking teramat rahasianya setan saja tidak tahu urusan cinta diantara keduanya.

Sudah lama Ali terpesona dan jatuh hati pada Fatimah, ia pernah tertohok dua kali saat Abu Bakar dan Ummar melamar fatimah. Sementara dirinya  belum siap untuk melakukannya.

Namun kesabaran beliau berbuah manis, lamaran kedua orang sahabat yang sudah tidak diragukan lagi keshalihannya tersebut ternyata ditolak oleh Rasulullah.

Hingga akhirnya Ali memberanikan diri, dan ternyata lamarannya yang mesti hanya bermodal baju besi diterima oleh Rasulullah.

Di sisi lain, Fatimah ternyata juga sudah lama memendam cintanya kepada Ali. Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah keduanya menikah, Fatimah berkata kepada Ali,

"Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu, aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta kepada seorang pemuda dan aku ingin menikah dengannya",

Ali pun bertanya mengapa ia tak mahu menikah dengannya, dan  apakah Fatimah menyesal menikah dengannya.

Sambil tersenyum Fatimah menjawab, "Pemuda itu adalah dirimu".

***

Kisah lainnya......

[Kutub Tarajim membenarkan kisah ini.] "Suatu saat dia tidak makan berhari-hari karena nggak ada makanan, sehingga suaminya, Ali bin Abi Thalib, melihat mukanya pucat dan bertanya, "Mengapa engkau ini, wahai Fatimah, kok kelihatan pucat?"

Dia menjawab, "Saya sudah tiga hari belum makan, karena tidak ada makanan di rumah."

Ali menimpali, "Mengapa engkau tidak bilang kepadaku?"

Dia menjawab, "Ayahku, Rasulullah saw., menasehatiku di malam pengantin, jika Ali membawa makanan, maka makanlah. Bila tidak, maka kamu jangan meminta."

Subhanallah... Luar biasa bukan?



Posted By Kang Santri7:57:00 PM

Cinta Mereka Membawanya Ke Surga

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Al- Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja' bin Amr An-Nakhai' ia berkata,

"adalah di Kuffah, terdapat pemuda tampan, dia sangat rajin dan taat. Pada suatu waktu dia berkunjung ke kampung Bani An-Nakha'.

Disana dia melihat seorang gadis cantik dari kaum mereka hingga iapun jatuh hati. Dan ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.

Karena sudah saking cintanya, akhirnya pemuda itu mengutus seseorang untuk melamarkan gadis tersebut. Namun sayang dia sudah terlambat, gadis cantik tadi sedah dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan sepupunya sendiri.

Meskipun demikian, cinta keduanya tak bisa adam bahkan semakin berkobar.  Gadis tadi akhirnya mengirim pesan lewat seseorang untuk pemuda tadi,

"Aku telah tahu betapa besar cintamu padaku, dan betapa besar  pula aku diuji denganmu. Bila kamu setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku dirumahku".

Kemudian pemuda tadi membalas pesannya,

"Aku tidak setuju dengan dua alternatif yang kau tawarkan, sesungguhnya aku merasa takut bila aku berbuat maksiat kepada Rabbku akan adzab yang akan menimpaku pada hari yang besar nanti. Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobarannya".

Ketika pesan pemuda itu sampai pada si gadis, gadis itu pun berkata,

"Walau demikian, rupanya dia masih takut kepada Allah? Demi Allah, tak ada seseorang yang lebih berhak bertaqwa kepada Allah dari orang lain. Semua hamba sama-sama berhak untuk itu".

Kemudian gadis tadi meninggalkan urusan dunia dan menyingkirkan perbuatan-perbuatan buruknya serta mulai beribadah mendekatkan diri kepada Allah.

Akan tetapi, dia masih menyimpan perasaan cinta dan rindu kepada sang pemuda. Tubuhnya mulai kurus karena menahan kerinduannya, samai akhirnya ia pun meninggal dunia.

Sang pemudapun seringkali berziarah ke kuburnya, dia menangis dan mendoakannya.

Suatu waktu, dia tertidur diatas kubur. Sampai dia bermimpi berjumpa dengan kekasihnya dengan penampilan yang sangat baik. Dalam mimpi dia sempat bertanya,

"Bagaimana keadaanmu? Dan apa yang kau dapatkan setelah meninggal?"

Dia menjawab, "Sebaik-baik cinta wahai yang bertanya, adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat mengiring menuju kebaikan".

Pemuda itu bertanya, "Jika demikian, kemana kau menuju?"

Dia menjawab, "AKu sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan yang terakhir. Di surga kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah rusak".

Pemuda itu berkata, "Aku harap kau selalu ingat padaku disana, sebab aku disini  juga tidak melupakanmu".

Si gadis menjawab, "Demi Allah, aku juga tidak melupakanmu. Dan aku minta kepada Tuhanku dan Tuhanmu (Allah) agar kita nanti dikumpulkan di surga. Maka, bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu dalam beribadah".

Pemuda itu bertanya lagi, "Kapan aku bisa melihatmu?"

"Tidak lama lagi kau akan datang melihatku", jawab si gadis.

Tujuh hari setelah mimpi itu berlalu, si pemuda itu pun meninggal dunia.


Wallahu'alam, biarlah keshahihan kisah ini menjadi rahasia Allah.

Posted By Kang Santri4:15:00 PM

Larut Dalam Renungan

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Perlahan ku coba gerakkan kembali jemariku yang 
akhir-akhir ini mulai kaku
Bukan kalimah indah yang coba ku susun untuk menggugah
Bukan belaian kata lembut yang coba ku rangkum agar membuat takjub
Juga, bukan kedahsyatan kecerdasan otak dalam olah tulisan yang bisa 
menggetarkan hati saat ku baca kembali
Melainkan, bait tulis sanjungan yang teramat polos juga lugu dari insan dhoif sepertiku

“Apa yang akan kau lakukan andai Rasulullah ada dihadapanmu sekarang?”

Langsung seketika saat ada salah seorang sahabat mengajukan pertanyaan seperti ini, hatiku merinding bulu kuduk seakan berdiri seolah siap untuk berlari mencari jawaban terbaik dari hati
Tapi sayang tak mampu ku jawab
Hanya bisa berucap, 

“aku langsung ingin memeluk beliau…”
Ya Rasulallah…

Aku cemburu dengan bumi yang dulu pernah kau pijaki
Aku cemburu dengan udara yang kau hirup dalam setiap asa
Aku cemburu dengan air yang membasuh wudlumu sebagai permulaan 
berkumandangnya takbir
Aku cemburu dengan kain yang menghangatkan tubuhmu dari tusukan angin
Aku cemburu dengan sendal yang melindungi telapak kakimu dari kerikil yang menjegal
Aku cemburu dengan tempat dimana kau meletakan kening sujudmu dalam taat

Sebagai pelipur lara melatih menghadirkanmu dalam kerinduanku
Ku baca kembali tentang kisah detik-detik kepergianmu meninggalkan ummatmu
Namun aku sadar, aku bukanlah Abu Bakar yang begitu tegar mengiringi kepergianmu
Namun aku sadar, aku bukanlah Ummar yang begitu gempar mendengar kabar kepergianmu

Tapi aku hanyalah ummatmu yang berusaha menitikan air mata haru saat membaca kembali kisah kepulanganmu
Tapi aku hanyalah pembaca hadits tentang syariatmu juga kisah perjungan hidupmu
Tapi aku hanyalah ummatmu yang selalu berharap syafaatmu, meski sering kali malas membacakan shalawat untukmu.
Padahal aku tahu hanya amalan itu yang bisa sampai kehadirat Rabbmu meski ada riya saat lisan melafadzkan untukmu.

Ya Rasulallah…

Maaf, aku belum bisa menghadirkan sepenuhnya kerinduan itu
Maaf, aku belum bisa merasakan kehilanganmu, seperti halnya ketika aku kehilangan orang-orang disekitar ku
Maaf, aku belum bisa kalau sampai detik ini, ungkapan kecintaanku padamu hanya sebatas ungkapan semu

Malam itu benar-benar ku adukan kepadaNya yang telah mengutusmu
Tentang jalan hidup yang ku tempuh, tentang kedurjanaan jiwaku
Malam itu benar-benar ku ingin menjadi perayu handal buat sukmaku
Berharap supaya bisa tergerak menghadirkan namamu dalam kelembutan cinta kasihku

Ya Rasulallah…

Andai saat ini engkau berada didepanku
Ku ingin mengadukan kepayahanku dalam merawat keimananku
Andai saat ini engkau mendengarku
Ku ingin mencurahkan kepadamu bahwa fitnah dunia ini amatlah keji dan teramat susah untuk ku hindari
Andai saat ini engkau melihatku
Ku ingin engkau mendoakanku membersihkan bau anyir sifat munafiqku, juga membersihkan bau busuk dosa ku
Meski harus ku tanggung rasa malu karena raga dan hati yang bobrok ini tampil di pelupuk mata sucimu
Andai saat ini engkau dibelakangku sembari mengamati caraku menulis tentangmu
Remukkan jemari ini andai tidak engkau sukai

Ya Rasulallah…

Di padang mahsyar nanti
Akui aku sebagai ummatmu, meski kelakuanku belum pantas pendapat predikat itu
Akui aku sebagai ummatmu, meski aku yang terahir dari sekian banyak ummatmu

Astaghfirullahal’adzim…

Posted By Kang Santri3:06:00 PM