Wednesday, March 7, 2012

Gadis Kecil Bernama Bar'ah (Kisah Haru)

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Ini  adalah  kisah  gadis  berumur  10  tahun  bernama Bar`ah,  yang  orangtuanya  dokter  dan telah pindah ke Arab Saudi untuk mencari kehidupan yang lebih baik.  

Pada usia ini, Bar `ah menghafal seluruh Al Qur’an dengan tajweed, dia sangat cerdas dan gurunya mengatakan bahwa dia sudah maju untuk anak seusianya. Keluarganya kecil dan  berkomitmen untuk  Islam dan ajaran-ajarannya. 

Hingga  suatu hari  ibunya mulai merasa sakit  perut  yang  parah  dan  setelah  beberapa  kali  diperiksakan  diketahuilah  ibu  bar’ah menderita kanker, dan kanker ini sudah dalam keadaan stadium akhir/kronis.

Ibu bar’ah berfikir untuk memberitahu putrinya, terutama jika ia terbangun suatu hari dan  tidak menemukan  ibunya  di  sampingnya. Dan  inilah  ucapan  ibu  bar’ah  kepadanya  

“Bar`ah  aku  akan  pergi  ke  surga  di  depan Anda,  tapi  aku  ingin  kamu  selalu membaca Al-Quran dan menghafalkannya setiap hari karena Ia akan menjadi pelindungmu kelak.. “

Gadis  kecil  itu  tidak  benar-benar mengerti  apa  yang  ibunya  berusaha  beritahukan. Tapi dia mulai merasakan perubahan keadaan  ibunya,  terutama ketika  ia mulai dipindahkan ke  rumah  sakit  untuk  waktu  yang  lama.  Gadis  kecil  ini  menggunakan  waktu  sepulang  sekolahnya  untuk  menjenguk  ibunya  ke  rumah  sakit  dan  membaca  Quran  untuk  ibunya  sampai  malam  sampai  ayahnya  datang  dan  membawanya  pulang.

Suatu  hari  pihak  rumah  sakit memberitahu  ayah  bar’ah  bahwa  kondisi  istrinya  itu  sangat  buruk dan ia perlu datang secepat dia bisa melalui telepon, sehingga ayah bar’ah menjemput  Bar `ah dari sekolah dan menuju ke rumah sakit. Ketika mereka tiba di depan rumah sakit ia  memintanya untuk  tinggal di mobil …  sehingga  ia  tidak akan  shock  jika  ibunya meninggal  dunia.

Ayah keluar dari mobilnya, dengan penuh air mata di matanya, ia menyeberang jalan untuk masuk rumah sakit,  tapi  tiba-tiba datang sebuah mobil melaju kencang dan menabrak ayah bar’ah dan ia meninggal seketika di depan putrinya itu…tak terbayangkan ..tangis gadis  kecil ini pada saat itu…!

Tragedi  Bar  `ah  belum  selesai  sampai  di  sini…  berita  kematian  ayahnya  yang  disembunyikan dari  ibu bar’ah yang masih opname di rumah sakit, namun setelah  lima hari  semenjak kematian suaminya akhirnya ibu bar’ah meninggal dunia juga. Dan kini gadis kecil  ini  sendirian  tanpa  kedua  orangtuanya  ,  dan  oleh  orangtua  teman-teman  sekolah  bar’ah  memutuskan untuk mencarikan kerabatnya di Mesir, sehingga kerabatnya bisa merawatnya.

Tak  berapa  lama  tinggal  di mesir  gadis  kecil Bar  `ah mulai mengalami  nyeri mirip dengan  ibunya dan oleh keluarganya  ia  lalu diperiksakan  , dan  setelah  beberapa kali  tes di dapati  bar’ah  juga  mengidap  kanker …  tapi  sungguh  mencengangkan  kala  ia  di  beritahu kalau ia menderita kanker. 

Inilah perkataan bar’ah kala itu: “Alhamdulillah, sekarang aku  akan bertemu dengan kedua orang tua saya.” 

Semua  teman-teman  dan  keluarga  terkejut.  Gadis  kecil  ini  sedang  menghadapi musibah yang bertubi-tubi dan dia  tetap sabar dan  ikhlas dengan apa yang ditetapkan Allah untuknya!…..Subhanallah 

Orang-orang mulai mendengar tentang Bar `ah dan ceritanya, dan Saudi memutuskan untuk mengurusnya … ia mengirimnya ke Inggris untuk pengobatan penyakit ini.

Salah  satu  saluran  TV  Islam  (Al Hafiz  –  The  pelindung) mendapat  kontak  dengan gadis kecil  ini dan memintanya untuk membaca Quran … dan  ini  adalah  suara  yang  indah  yang di lantunkan oleh bar’ah …

http://www.youtube.com/watch?v=NnNS9ID9Ecw
Link Bar’ah recited

Mereka  menghubungi  lagi  Bar’ah  sebelum  ia  pergi  ke  Coma(nama  kota)  dan  dia berdoa untuk kedua orangtuanya dan menyanyikan Nasheed …
http://www.youtube.com/watch?v=yD5S-jtxFls
Link Bar’ah Nasheed

Hari-hari  terlewati  dan  kanker  mulai  menyebar  di  seluruh  tubuhnya,  para  dokter memutuskan untuk mengamputasi kakinya, dan ia telah bersabar dengan apa yang ditetapkan  Allah  baginya  …  tapi  beberapa  hari  setelah  operasi  amputasi  kakinya  kanker  sekarang  menyebar  ke  otaknya,  lalu  oleh  dokter memutuskan  untuk melakukan  operasi  otak …  dan  sekarang bar’ah berada di sebuah rumah sakit di Inggris menjalani perawatan.

Silakan berdoa untuk Bar’ah, dan bagi saudara-saudara kita di seluruh dunia.

Video bar’ah lainnya .. .
http://www.youtube.com/watch?v=gkIO02s6Ywg
Link Bar’ah recited

"Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang
Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu" [Al Baqarah:45]  








 











Notes :
Translated and edited by Me
Notes ini aslinya sourcenya masih berbahasa inggris jadi saya minta maaf jika ada kata-kata
atau kalimat yang gak jelas dan salah. 


Posted By Kang Santri8:22:00 PM

Suatu Saat Nanti Kau Akan Kembali (Insya Allah)

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - 
Teruntuk jiwa tiada yang gerah menjaga ketulusan
Teruntuk hati yang ihlas saat disinggahi

Berkali-kali ku yakinkan pada dirimu
"bahwa tak ada yang bisa mengalahkan ketulusan"


Sejauh mana hati itu pergi
Sedalam mana kebencian hinggap dihati
Sepedih apa saat sanubari terasa disakiti

Jangan kau anggap sakitmu adalah kesengsaraan
Jangan pernah berfikir bahwa hatimu nyaman dengan kebencian
Jangan pernah tersirat bahwa semua rasa sakit itu adalah kemalangan
Karena itulah salah satu cara Tuhan menyatukan dua hati yang saling berseberangan

Lembutkan hatimu saat bara amarah menghampiri
Santunkan perasaanmu dengan tidak menutup sebuah kemungkinan yang bisa terjadi
Jernihkan hatimu  saat badai dihatimu mulai memporak-porandakan kenangan

Sungguh Sebuah kenistaan saat engkau berfikir bahwa
"rasa sakit ini tak kan mampu terobati"
Istirahat kan sejenak kepayahanmu akan kekecewaan
Manjakan ingatanmu dengan indah kenangan
Karena itu sudah menjadi bagian dari laju kehidupan

Aku yakin suatu saat nanti kau akan kembali menyampaikan salam keberkahan
Menikmati kembali prahara hatimu dengan sunyum ketulusan
Disini aku tidak akan melupakan setiap gurit dalam kenangan

Aku akan mengingatmu saat kau marah
Aku akan mengenangmu saat kau tidak memperdulikanku
Karena ketulusan ini tidak akan bisa dibeli oleh perpisahan
Mesti ratusan kata pisah harus ku ucap atau kau ucap

Karena hanya satu keyakinanku
"Suatu saat nanti kau akan kembali.."
Meski tidak setulus dan sesempurna dulu, itu sudah cukup bagiku.....
Karena itulah salah satu kewajibanku untuk membuatmu sempurna dimataku
Begitu juga denganmu

Untuk itu, ijinkan ku duduk setia seraya menunggu diatas bangku kosong
kenangan dan penantian


[dalam kenangan] 


Posted By Kang Santri12:59:00 PM

Tuesday, March 6, 2012

Puteri Kecil Itu

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Assalamu'alaikum, puteri kecil... Ada aura yang begitu lembut diwajahmu. Sorot matamu nampak bening dan indah. Senyummu membuat siapapun yang melihat akan jatuh hati akan kesucianmu. Belum tercoreng noktah dusta dan dosa di hati dan pikiranmu

Apa saja yang sudah kamu ketahui tentang kehidupan ini? Apakah kamu prihatin menyaksikan cara hidup kami  'orang dewasa'?

Apakah hatimu terluka melihat pertikaian hati kami dengan dunia? Apakah kamu rela melihat teman sebayamu tumbuh besar dalam didikan orang tua yang belum faham akan cinta dan kasih sayang?

Hingga kalian yang dulunya begitu anggun, perlahan aura kesucian dan  kebeningan hatimu mulai memudar dan redup saat usia remaja menghampirimu.

Mungkin kamu bertanya pada kami 'orang dewasa'  "kenapa bisa begitu..?"

Wahai puteri kecil, maafkan kami...  itu karena kesalahan kami yang tidak pandai merawatmu.  Kami terlalu sibuk dengan dunia orang dewasa, hingga jarang memperhatikan perkembangan ahlakmu.

Kami sering acuh saat engkau meminta kami bermain dengan mainan barumu, hingga ahirnya tanpa kami sadari sifat itu terpatri dalam hatimu. Mungkin itulah untuk saat pertama kali dirimu merasakan kekecewaan.

Sekali lagi maafkan kami 'orang dewasa' yang belum bisa mengarahkanmu dengan baik sesuai tuntunan Rasulmu.

Puteri kecil... 

Alhamdulillah, mungkin masih ada sedikit waktu buat kami untuk menebus semua kesalahan itu. Ijinkan kami mengajarimu tentang kesederhanan, ijinkan kami mengajarimu tentang makna penerimaan, ijinkan kami mengajarimu tentang kemandirian, ijinkan kami mengajarimu makna sabar, ijinkan kami mengajarimu bagaimana caramu mencintai Tuhanmu, karena itulah hal yang terpenting buatmu kelak kalau sudah seusia kami.

Puteri kecil...

Suatu saat nanti, kami ingin melihatmu menjadi sosok peremuan shalihah nan tangguh dalam menjaga keimananmu. Melihatmu tersenyum manis dalam badai cobaan, melihatmu masih bisa berkata "Ilahi anta maqsuudi, waridloka mathluubi..." saat fitnah dunia mulai memalingkanmu dari cintamu kepada Tuhanmu.

Puteri kecil...

Jangan berhenti mempelajari hikmah kehidupan, karena disitu akan selalu ada obat  untuk pelipur laramu dari tipu daya jin dan manusia. 

Untuk yang terahir, wahai puteri kecil nan cantik...

Ambillah kebajikan yang pernah kami berikan
Buanglah keburukan yang pernah kamu saksikan
Berjalanlah lurus melewati dunia remajamu
Berjalanlah dengan tegak menghadapi dunia dewasamu nanti

Saat kau tersesat dan tidak tahu arah
Menengoklah kebelakang, ingatlah rumah kenangan hikmah dihatimu
Kemudian tataplah kedepan kembali, karena pada hakikatnya kehidupan adalah sama
Seperti jarum jam yang akan kembali pada tempat permulaannya memulai perjalanan

Sampai kan kabar ini keteman sepermainanmu
Dan jadilah seorang ratu diatas mahligai ketaatan dan ketabahan

Salam sayang penuh santun dari kami 'orang dewasa'





Posted By Kang Santri4:15:00 PM

Penjelasan dan Tata Cara Sujud Sahwi, Sujud Tilawah dan Sujud Syukur

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Pada kesempatan kali ini saya akan menguraikan sedikit tentang penjelasan dan tata cara melakukan sujud sahwi, sujud tilawah dan sujud syukur. Dengan harapan semoga bisa membawa kemanfaatan, agar supaya kita (muslim) dalam melakukan suatu ibadah memang benar-benar tahu akan ilmunya, tentu saja dengan penuh pengharapan dan keihlasan bisa diterima disisi Allah sebagai amal baik.

Sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan ketika musholli (orang yang melakukan shalat) lupa mengerjakan tahiyyat/tasyahud awal atau qunut dan yang lainnya saat kita lupa atau ragu sudah meninggalkan salah satu rukun shalat. Sedang hukumnya adalah sunat mu'akad.

Tata Cara Sujud Sahwi

Dikerjakan setelah tahiyat akhir sebelum salam dengan dua kali sujud yang diantara keduanya dilakukan duduk (duduk diantara dua sujud).

Niat Sujud Sahwi

نويت سجود السهو لله تعلى
(Nawaitu Sujuudassahwi Lillaahi Ta'alaa)

Bacaan Sujud Sahwi

سبحان من لا ينام ولا يسهو
(Subhaana man laa yanaamu wa laa yashu)


Sujud Tilawah dilakukan ketika kita sedang membaca ataupun mendengar ayat 'sajdah' (seperti ayat  واسجد وقترب ), maka kita disunatkan (sunat mu'akad) melakukan sujud tilawah.

Caranya ada dua macam:

1. Ketika kita berada dalam shalat.
Begitu selesai membaca ayat sajdah, maka langsung melakukan sujud. Dan setelah selesai melakukan sujud tilawah diteruskan melakukan shalat.

2. Ketika diluar shalat.
Begitu selesai membaca atau mendengar ayat sajdah, maka langsung menghadap qiblat dan niat melakukan sujud tilawah. Bertakbir  (seperti takbirotul ihrom) kemudian langsung sujud, setelah itu bertakbir untuk duduk kemudian salam (seperti dalam shalat biasa).

Niat Sujud Tilawah

نويت سجود التلاوة لله تعلى
(Nawaitu Sujuudattilaawati Lillaahi Ta'alaa)

Bacaan Sujud Tilawah

سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، فَتَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِيْن



Sujud syukur adalah sujud yang dilakukan ketika seorang muslim mendapat nikmat yang berlebih atau selamat dari musibah. 

Niat Sujud Syukur

نويت سجود الشكر لله تعلى
(Nawaitu Sujuudasysyukri Lillaahi Ta'alaa)

Bacaan Sujud Syukur


سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ اَنْتَ رَبِّي حَقَّا حَقَّا، سَجَدْتُ لَكَ يَارَبِّ تَعَبُّدًا وَرِقًّا. اَللَّهُمَّ اِنَّ عَمَلِي ضَعِيْفٌ فَضَاعِفْ لِي , اَللَّهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تُبْعَثُ عِبَادُكَ وَتُبْ عَلَيَّ اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

"Subhânakallâhumma Anta Rabbî haq-qan haqqâ, sajadtu laka yâ Rabbî ta-’abbudan wa riqqâ. Allâhumma inna ‘amalî dha’îfun fadha’i lî. Allâhumma qinî ‘adzâbaka yawma tub’atsu ‘ibâduka wa tub ‘alayya innaka Antat tawwâbur Rahîm."

Artinya:
"Maha Suci Engkau. Ya Allah, Engkaulah Tuhaku yang sebenarnya, aku sujud kepada-Mu ya Rabbi sebagai pengabdian dan penghambaan. Ya Allah, sungguh amalku lemah, maka lipat gandakan pahalanya bagiku. Ya Allah, selamatkan aku dari siksa-Mu pada hari hamba-hamba-Mu dibangkitkan, terimalah taubatku, sesunguhnya Engkau Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang."

Catatan: Pada waktu melakukan sujud syukur disyaratkan harus menghadap qiblat dan suci dari hadats dan najis.


Posted By Kang Santri10:21:00 AM

Monday, March 5, 2012

Tata Cara Shalat Tasbih (Versi Lengkap)

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Shalat tasbih termasuk salah satu shalat sunat yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Kalau bisa dilakukan tiap malam, seminggu sekali, sebulan sekali, setahun sekali atau seumur hidup sekali.

Shalat sunat tasbih dilakukan dengan empat rokaat. Bila disiang hari, maka dilakukan dengan satu kali salam sedang di malam hari dilakukan dengan dua kali salam.


Hadits dari Ibnu ‘Abbas

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهْ أَلاَ أُعْطِيْكَ أَلاَ أُمْنِحُكَ أَلاَ أُحِبُّوْكَ أَلاَ أَفْعَلُ بِكَ عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ قَدِيْمَهُ وَحَدِيْثَهُ خَطْأَهُ وَعَمْدَهُ صَغِيْرَهُ وَكَبِيْرَهُ سِرَّهُ وَعَلاَنِيَّتَهُ عَشَرَ خِصَالٍ أَنْ تُصَلِّيَ أَرْبَعَ رَكْعَاتٍ تَقْرَأُ فِيْ كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وِسُوْرَةً فَإِذَا فَرَغْتَ مِنْ الْقُرْاءَةِ فِيْ أَوَّلِ رَكْعَةٍ وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ خَمْسَ عَشَرَةَ مَرَّةً ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُوْلُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشَرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ الرُّكُوْعِ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا ثُمَّ تّهْوِيْ سَاجِدًا فَتَقُوْلُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَالسُّجُوْدِ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُوْنَ فِيْ كُلِّ رَكْعَةٍ تَفْعَلُ ذَلِكَ فِيْ أَرْبَعِ رَكْعَاتٍ إِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيَهَا فِيْ كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِيْ كُلِّ جُمْعَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لََمْ تَفْعَلْ فَفِيْ كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُ فَفِيْ كُلِّ سَنَةِ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِيْ عُمْرِكَ مَرَّةً
“Dari Ibnu ‘Abbâs, bahwasanya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada ‘Abbâs bin ‘Abdul Muththalib, ‘Wahai ‘Abbas, wahai pamanku, maukah saya berikan padamu? maukah saya anugerahkan padamu? maukah saya berikan padamu? saya akan tunjukkan suatu perbuatan yang mengandung 10 keutamaan, yang jika kamu melakukannya maka diampuni dosamu, yaitu dari awalnya hingga akhirnya, yang lama maupun yang baru, yang tidak disengaja maupun yang disengaja, yang kecil maupun yang besar, yang tersembunyi maupun yang nampak. 

Semuanya 10 macam. Kamu shalat 4 rakaat. Setiap rakaat kamu membaca Al-Fatihah dan satu surah. Jika telah selesai, maka bacalah Subhanallâhi wal hamdulillâhi wa lâ ilâha illallâh wallahu akbar sebelum ruku’ sebanyak 15 kali, kemudian kamu ruku’ lalu bacalah kalimat itu di dalamnya sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari ruku’ baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian sujud baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari sujud baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian sujud lagi dan baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari sujud sebelum berdiri baca lagi sebanyak 10 kali, maka semuanya sebanyak 75 kali setiap rakaat. Lakukan yang demikian itu dalam empat rakaat. Lakukanlah setiap hari, kalau tidak mampu lakukan setiap pekan, kalau tidak mampu setiap bulan, kalau tidak mampu setiap tahun dan jika tidak mampu maka lakukanlah sekali dalam seumur hidupmu."


أصلى سنة التسبيح ركعتين لله تعالى

Niat tersebut untuk shalat tasbih yang dilakukan dengan dua kali salam, sedang untuk yang satu kali salam sebagai berikut:

أصلى سنة التسبيح اربع ركعات لله تعالى


Pada rokaat pertama setelah membaca surat al-fatihah dan surat-surat pendek, membaca tasbih 15 kali, kemudian ketika ruku' (setelah membaca do'a ruku') membaca tasbih 10 kali. Kemudian bangun dari ruku' (setelah membaca do'anya) membaca tasbih 10 kali. Ketika sujud pertama (setelah membaca do'a sujud) membaca tasbih 10 kali. Ketika duduk diantara dua sujud (setelah membaca do'anya) membaca tasbih 10 kali. Ketika sujud kedua (setelah membaca do'anya) membaca tasbih 10 kali. Ketika akan berdiri untuk rokaat yang kedua duduk dulu (duduk istirahat) membaca tasbih 10 kali, baru berdiri untuk rokaat yang kedua yang bacaannya sama dengan rokaat yang pertama.

Begitu seterusnya hingga salam (setelah tasyahud, baik tasyahud awal maupun akhir, membaca tasbih 10 kali kecuali setelah membaca surat al-fatihah yakni 15 kali).


Catatan: Disunahkan pada rokaat pertama membaca surat At-Takatsur, rokaat kedua membaca surat Al-'Ashr, rokaat ketiga membaca surat Al-Kafirun dan pada rokaat ke empat membaca surat Al-Ihlash.


سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ


اللّهُمَّ اِنِّى اَسْئَلُكَ تَوْفِيْقَ اَهْلِ اْلهُدَى وَاَعْمَالَ اَهْلِ اْليَقِيْن وَمُنَاصَحَةَ اَهْلِ التَّوْبَةِ 

وَعَزَمَ اَهْلِ الصَّبْرِ وَجَدَّ اَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ اَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُّدَ اَهْلِ الْوَرَعِ 

وَعِرْفَانَ اَهْلِ اْلعِلْمِ حَتىَّ اَخَافَكَ . اللّهُمَّ اِنِّى اَسْئَلُكَ مَخَافَةً تُحْجِزُنِى عَنْ 

مَعَاصِيْكَ حَتَّى اَعْمَلَ بِطَعَاتِكَ عَمَلاً اَسْتَحِقُ بِهِ رِضَاكَ وَحَتَّى اُنَاصِحَكَ فِى

التَّوْبَةِ خَوْفًا مِنْكَ وَحَتَّى اُخْلِصَ لَكَ النَّصِيْحَةَ حُبًّالَكَ وَحَتَّى اَتَوَكَّلَ عَلَيْكَ  فى 

اْلأُمُوْرِ كُلِّهَا وَاُحْسِنَ الظَّنَّ بِكَ . سُبْحَانَ خَالِقِ النُّوْرِ رَبَّنَا اَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا

وَغْفِرْلَنَا اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن .


Posted By Kang Santri8:36:00 PM

Niat dan Do'a Shalat Hajat

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Apabila seorang muslim mempunyai hajat/keinginan yang baik, dan berharap supaya Allah mengabulkan do'anya maka, di sunahkan untuk melakukan shalat hajat dua roka'at. Adapun caranya sama dengan shalat istikhoroh, hanya beda niat dan do'anya saja.


وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلا عَلَى الْخَاشِعِينَ
Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. (QS Al-Baqarah : 45)

Hajat secara harfiah artinya kebutuhan. Jika kita memiliki kebutuhan atau keinginan, Rasulullah menganjurkan kita untuk shalat yakni shalat hajat.

“Barangsiapa yang memunyai kebutuhan (hajat) kepada Allah atau salah seorang manusia dari anak-cucu adam, maka wudhulah dengan sebaik-baik wudhu. Kemudian shalat dua rakaat (shalat hajat), lalu memuji kepada Allah, mengucapkan salawat kepada Nabi saw Setelah itu, mengucapkan “Laa illah illallohul haliimul kariimu, subhaanallohi robbil ‘arsyil ‘azhiim… (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

“Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat (shalat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat.” (HR. Ahmad)

Diriwayatkan dari Abu Sirah an-Nakh’iy, dia berkata, “Seorang laki-laki menempuh perjalanan dari Yaman. Di tengah perjalan keledainya mati, lalu dia mengambil wudhu kemudian shalat dua rakaat, setelah itu berdoa. Dia mengucapkan, “Ya Allah, sesungguhnya saya datang dari negeri yang sangat jauh guna berjuang di jalan-Mu dan mencari ridha-Mu. Saya bersaksi bahwasanya Engkau menghidupkan makhluk yang mati dan membangkitkan manusia dari kuburnya, janganlah Engkau jadikan saya berhutang budi terhadap seseorang pada hari ini. Pada hari ini saya memohon kepada Engkau supaya membangkitkan keledaiku yang telah mati ini.” Maka, keledai itu bangun seketika, lalu mengibaskan kedua telinganya.” (HR. Baihaqi)



أصلى سنة لقضاء الحاجة ركعتين لله تعالى
  


Artinya: “Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Lembut dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara Arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Paling Pengasih dan Penyayang.”

Kita juga bisa menambahi dengan membaca do'a berikut ini:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنَجِّيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الأَهْوَالِ وَالأَفَاتِ وَتَقْضِي لَنَا مِنْ جَمِيْعِ الْحَاجَات وَتُطَهِّرُنَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِيْ الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ وَعَلَى آلِهِ وَص َحْبِهِ وَسَلَّم.
اللَّهُمَّ يَا جَامِعَ الشَّتَّاتِ وَيَا مُخْرِجَ النَّبَاتِ وَيَامُحْيِىَ العِظَامِ الرُّفَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ وَيَا مُجِيْبَ الدَّعَوَاتِ وَيَا مُفَرِّجَ الكُرَبَاتِ وَيَا سَامِعَ الأَصْوَاتِ مِنْ فَوْقِ سَبْعِ سَمَوَاتِ وَيَا فَاتِحَ خَزَائِنَ الْكَرَمَاتِ وَيَا مَنْ مَلأَ َنُوْرِهِ الأَرْضَ وَالسَّمَوَاتِ وَيَا مَنْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا وَأَحْصَى كُلَّ شَيْءٍ عَدَدًا وَعَالِمًا بِمَا مَضَى وَمَا هُوَ آتٍ. نَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ بِقُدْرَتِكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَبِاسْتِغْنَائِكَ عَنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ وَبِحَمْدِكَ وَمَجْدِكَ يَا إِلَهَ كُلِّ شَيْءٍ أَنْْ تَجُوْدَ عَلَيْنَا بِقَضَاءِ حَاجَاتِنَا ….

وَأَنْ تَتَقَبَّلَ مِنَّا مَا بِهِ دَعَوْنَاكَ وَأَنْ تُعْطِيَنَا مَا سَأَلْنَاكَ بِحَقِّ سُوْرَةِ يس وَبِحَقِّ قَلْبِ القُرْآنِ وَبِحُرْمَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم . اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ عَيْبًا إِلاَّ سَتَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ عَزْبًا إِلاَّ زَوَّجْتَهُ وَلاَ كَرْبًا إِلاَّ كَشَفْتَهُ وَلاَ دَيْنًا إِلاَّ قَضَيْتَهُ وَلاَ ضَالاً إِلاَّ هَدَيْتَهُ وَلاَ عَائِلاً إِلاَّ أَغْنَيْتَهُ وَلاَ عَدْوًا إِلاَّ خَذَلْتَهُ وَكَفَيْتَهُ وَلاَ صَدِيْقًا إِلاَّ رَحِمْتَهُ وَكَافَيْتَهُ وَلاَّ فَسَادًا إِلاَّ أَصْلَحْتَهُ وَلاَ مَرِيْضًا إِلاَّ عَافَيْتَهُ وَلاَ غَائِبًا إِلاَّ رَدَدْتَهُ وَلاَ حَاجَةً مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا وَالأَخِرَةِ لَكَ فِيْهَا رِضَا وَلَنَا فِيْه  ا صَلاَحٌ إِلاَّ قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن .

 وَاكْتُبِ اللَّهُمَّ السَّلاَمَةَ وَالصِّحَةَ وَالْعَافِيَةَ عَلَيْنَا وَعَلَيْهِمْ وَعَلَى عَبِيْدِكَ الْحُجَّاجِ وَالْغُزَّاةِ وَالزُّوَّارِ وَالْمُسَافِرِيْنَ وَالْمُقِيْمِيْنَ فِيْ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَالْجَوِّ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَقِنَا شَرَّ الظَّالِمِيْنَ وَانْصُرْنَا عَلَى اْلقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ وَاخْتِمْ لَنَا يَارَبَّنَا مِنْكَ بِخَيْرٍ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ . اللًّهُمَّ اكْشِفْ عَنَّا وَعَنِ الْمُسْلِمِيْنَ الغَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالْبَلاَءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالمِحَنَ مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ .

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ . رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ . وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن .


Posted By Kang Santri7:40:00 PM

Tata Cara Shalat dan Do'a Istikhoroh

Filled under:


Murtakibudz Dzunub - Apabila kita menghadapi masalah yang hukumnya mubah (melakukan boleh, tidak juga tidak berdosa), seperti menikah sedang kita sendiri masih ragu (lebih baik dikerjakan atau tidak), maka kita disunatkan untuk melakukan shalat sunnat dua rokaat yang lazim disebut dengan shalat istikhoroh.

Dengan harapan kita dipilihkan oleh Allah pada pilihan yang terbaik, untuk dunia maupun akhirat.

Tata caranya adalah seperti lazimnya shalat, namun untuk rokaat yang pertama setelah membaca surat al-fatihah disunatkan membaca surat al-kaafirun. Sedang untuk rokaat yang kedua membaca surat al-ihlash.


أصلى سنة الاستخارة ركعتين لله تعالى


Jabir bin Abdillah berkata: Adalah Rasulullah mengajari kami shalat Istikharah untuk memutuskan segala sesuatu, sebagaimana mengajari surah Al-Qur-an. Beliau bersabda: 
“Apabila seseorang di antara kamu mempunyai rencana untuk mengerjakan sesuatu, hendaknya melakukan shalat sunah (Istikharah) dua rakaat, kemudian bacalah doa ini:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ.

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepadaMu dengan ilmu pengetahuanMu dan aku mohon kekuasaanMu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaanMu. Aku mohon kepadaMu sesuatu dari anugerahMu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebut persoalannya) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku atau Nabi bersabda: …di dunia atau akhirat sukseskanlah untuk ku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, perekonomian dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untuk ku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaanMu kepadaku.”  (HR. Bukhori)


Posted By Kang Santri4:34:00 PM

Sunday, March 4, 2012

Jiwa-Jiwa Yang Kalut

Filled under:


Ketika jiwamu kalut
Kebahagiaan  tak bisa dirasa
Kesedihan  tak bisa dilukis
Keresahan  tak terungkap
Kegalauan tak terfikir

Kegundahan  tak terukir
Ketakutan  tak ber-ngeri
Kesenduan tak terjamah
Lantas.. apa yang sedang terjadi ketika kekosongan 
sudah tak butuh lagi dengan ruang?

Bila pahit dan getir sedang terasa
Meski  tak menetes bau amis darah bisa tercium
Hingga ratusan bunga bangkai dirasa menjadi permaisuri

Kita lihat kumel dan pucatnya batu itu, yang selalu berdoa semoga bisa menjadi emas
Dan bukit yang sedang cemburu dengan dataran bumi
Juga laut yang menatap iri dengan luas sabana

Semuanya hanyalah muntahan dari ketololan sebuah ambisi
Sampai-sampai bintang tsuroyya pun ingin di beli

Coba lihat manusia itu…
Emosi tertahan
Hingga nafsu pun bungkam
Dan berhasil dijinakkan

“apa yang harus dilakukan…?”
Sementara hati kian lama menyanyikan riuh tangis yang tak pernah terdengar

Benang yang kusut mungkin masih bisa di urai
Tapi, ketika hati yang kalut siapa yang bisa melerai…?

Posted By Kang Santri3:37:00 PM

Mengetuk Nurani (Keadilan untuk nenek pencuri singkong)

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Seorang nenek mencuri singkong karena kelaparan, hakim pun menangis saat menjatuhkan vonis.

Diruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk termenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yg dituduh mencuri singkong, nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar, namun manajer PT A**** K**** (BAK** grup) tetap pada tuntutannya, agar menjadi contoh bagi warga lainnya.

Hakim Marzuki menghela nafas, dia memutus diluar tuntutan jaksa PU, 

"maafkan saya". katanya sambil memandang nenek itu, 

"saya tak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. saya mendenda anda 1jt rupiah dan jika anda tidak mampu bayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU".


Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, sementara hakim Marzuki mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang 1jt rupiah ke topi toganya serta berkata kepad hadirin.


"Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepad tiap orang yg hadir diruang sidang ini sebesar 50rb rupiah, sebab menetap dikota ini, yang membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya, saudara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kpd terdakwa". 


Sampai palu diketuk dan hakim marzuki meninggaikan ruang sidang, nenek itupun pergi dengan mengantongi uang 3,5jt rupiah, termasuk uang 50rb yg dibayarkan oleh manajer PT . A**** K**** yg tersipu malu krn telah menuntutnya.


Sungguh sayang kisahnya luput dari pers. Kisah ini sungguh menarik sekiranya ada teman yang bisa mendapatkan dokumentasi kisah ini bisa di share di media tuk jadi contoh kepada aparat penegak hukum lain utk bekerja menggunakan hati nurani dan mencontoh hakim Marzuki. 


Catatan: Pertama kali saya membaca kisah ini memang sangat tersentuh, tapi apa mahu dikata ternyata kisah ini hanya rekayasa belaka. Seperti yang saya baca diartikel sebelah

http://genenetto.blogspot.com/2012/02/cerita-rekayasa-tentang-hakim-dan.html

https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10150575281881598&id=321218826597

http://finance.groups.yahoo.com/group/TheProfec/message/54674

Terlepas dari semua itu, entah apapun motivnya paling tidak kisah ini bisa menjadi sebuah pembelajaran untuk bangsa ini.

Bagi sahabat yang mempunyai pandangan sendiri menanggapi kisah ini, dipersilahkan untuk berbagi disini. Wallahu'alam

Posted By Kang Santri10:32:00 AM

When Death Pick Me Up Later

Filled under:

Friends.... When the death pick me up later, I hope there is a reflection of the good deeds that are willing to accompany.

When death grabbed me later, I want to lean on the color of the curtains that covered by twilight silk  from sincere mind with faith in  the heart as a provision that would bring me later.

When the angel of death visited  my body in bed , I look forward of  your guidance to lead me with a beautiful  tayyibah lafadz.

Friend, when predestined hour of death come to me, though no time, actually there's something that I want to convey to you. Will soon be gone all earthly delights, a few more seconds you do not find a smile, joke, even the tears on your dirty's face.

Wishing the bond we've create with  the foundation of love and hate just because of God, can bring us in Paradise later. Do not grieve over this tempest, remove your tears. I'll wait for, surely one day you'll catch me.

Take a kindness from these ties so that I could still get its benefits, and I hope you didn’t tell the people the sin I have done in my life.

I look forward to get intercede from you, when my guardian angels of hell shatter and burn my slight skin, so I can feel the scent Paradise with you.

When my body on the stretcher in the coffin were wrapped in fragrants  and jasmine, pray for me.

Hopefully after you bury it , with the grace and pity, I can answer the questions of the angels. To get roomy grave, so I've had no narrowing of the grave that would crush the bones of the rib cage.

My greeting well being for you, you still have time to improve yourselves and do such  good deeds.

Now, my time is running out, I'll miss when we dissolve into tears of remembering.
Friend, I'm waiting ....  Wa'alikumussalam WarohmatullahiWabarokatuh.


Translite By. Leea Aneelia



Posted By Kang Santri9:50:00 AM

Saturday, March 3, 2012

Enjoy Your Life

Murtakibudz Dzunub - Why did we forget yesterday,  that we’re still can breathe the fresh air? And  why we also forgot that we have  a pair of  eyeballs that were  still can use to see! And worse, why we could be forget  that today we are still have a soul in our body? 

So, what do we remember? 
Did  worldly that already busied us?

Not! But we're who is busy with the world.

Let's concenrate of our minds and our hearing carefully.
What did we find? The hubbub? Gossip and backbite each other?
The people with hp who are struggling with the noise?.

Relax, let us muse for a while.

Ahh .. we were not give an attention, that there are humming prayer of small birds, and  the begging of orphans who gaze wistfully . It is a pleasure when we approached and gently stroking her hair, isn’t it?  then  whispered " ya  Allah … how lucky I am when compared with this child".

Now try to make a step of our feet and we breathe deeply, what we find?

There is a sickening smell? Wait, let us breathe again. Concentrate!.

we feel the fragrant scent of the flowers that were growing , isnt it?

Let us feel the sense of existing in the skin. wet? The air which make us weary?  Do it again!.  Do not we ever feel the freshness that makes us comfortable?. Feel the coolness of the cold air.
Feel the warmth  as well as the air we breathe now.

Friends, There  always “a beauty” in every movement of us, but  its very pity because we are frequently forget it.

Translite By: Leea Aneelia
(Versi Indonesia "Nikmati Saja Hidup Ini")

Posted By Kang Santri5:29:00 PM

Friday, March 2, 2012

Nasehat Berharga Mencari Rezeki

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Fadlan datang kepada seorang kyai di kampungnya. Ia merasa bingung. Sudah banyak cara telah ia tempuh, namun rezeki masih tetap sulit ia cari.

Kata  orang,  rezeki  itu  bisa  datang  sendiri,  apalagi  kalau  sudah menikah. Buktinya, sudah 3 tahun ia menikah dan dikarunia dua orang anak, ia masih tetap hidup luntang-lantung tak menentu.

Benar,  keluarganya  tidak  pernah  kelaparan  sebab  tidak  ada  makanan.   Namun kalau        terus-terusan hidup kepepet dan tidak    punya pekerjaan, rasanya tidak ada kebanggaan diri. Ia pun datang kepada Kyai Ahmad  untuk minta sumbang saran. Kalau boleh sekaligus minta do’a dan pekerjaan darinya. 

Terus terang, ia sendiri kagum dengan sosok Kyai Ahmad yang amat bersahaja. Tidak banyak yang ia kerjakan, namun dengan anak 9 orang, sepertinya mustahil bila  ia  tidak pusing memikirkan nafkah keluarga. Tapi nyatanya,  sampai  sekarang Kyai Ahmad  tetap  sumringah  di mata  Fadlan. 

Tidak  pernah  ia  lihat Kyai Ahmad  bermuka
muram seperti dirinya. Makanya hari itu, Fadlan datang untuk meminta nasehat kyai tersebut.

“Hidup  ini  adalah  adegan.  Kita  hanya  wayang,  sementara  dalangnya  adalah  Gusti Allah!  Jadi, manusia  itu  hidup  karena  disuruh  ‘manggung’  oleh Dalangnya!” Kyai Ahmad membuka penjelasan dengan sebuah ilustrasi ringan.

“Gak  mungkin…  kalau  wayang  itu  manggung  sendiri.  Pasti,  ia  dimainkan  oleh Dalang. Sementara selama di panggung, pasti Dalang akan memperhatikan nasib wayang itu! Begitu  juga  manusia…  gak  mungkin  dia  hidup  di  dunia,  tanpa  diperhatikan  segala kebutuhannya  oleh  Gusti  Allah!  Sudah  paham  belum  kamu,  Fadhlan?!”  Kyai  Ahmad mengakhiri penjelasannya dengan sebuah pertanyaan.

“Tapi  pak  kyai…,  kalau  Gusti  Allah  benar menjamin  hidup  hamba-Nya…  kenapa hidup  saya  seperti  sia-sia begini ya… nyari nafkah  saja kok  susah!” Fadlan menyampaikan keluhnya.

“Oh… itu karena kamu belum datang kepada Gusti Allah. Kalau kamu datang kepada Gusti Allah, hidupmu gak bakal sia-sia!” Kyai Ahmad menambahkan.

Fadhlan  belum  mengerti  betul  apa  maksud  sebenarnya  dari  kata  ‘datang  kepada Allah’, ia pun menanyakan gambaran kongkrit tentang hal itu kepada Kyai Ahmad. Dengan  santai  Kyai  Ahmad  menjelaskan, 

 “Fadlan…,  semua  masalah  di  dunia  ini bakal  selesai  asal  kita  datang  kepada  Allah.  Banyak  di  dunia  ini  orang  yang  bermasalah, punya  hutang  segunung,  rezeki  sulit,  ditimpa  berbagai  macam  penyakit,  kemiskinan, kelaparan  dan  lain-lain…  Itu  disebabkan  karena mereka  tidak  datang  kepada Allah. Kalau saja mereka datang kepada Allah, maka segala masalah mereka terselesaikan!”

“Apakah hanya sesederhana itu, pak Kyai?” Fadlan bertanya dengan nada penasaran.

“Ya, hanya sesederhana itu!” Pak kyai menegaskan. 

Pak Kyai  bercerita,  “Pernah  terjadi  di Rusia  di  sebuah  negeri  yang  terkenal  atheis, seorang pria pergi ke tukang cukur. Saat rambutnya dicukur, ia terserang kantuk. Kepalanya mulai  mengangguk-angguk  karena  kantuk.  Tukang  cukur  merasa  kesal,  namun  untuk membangunkan pelanggannya, si tukang cukur mulai bicara:

‘Pak, apakah bapak termasuk orang yang percaya tentang adanya Tuhan?’

Pelanggan menjawab, ‘Ya, saya percaya adanya Tuhan!’

Agar pembicaraan tak terhenti, si tukang cukur menimpali,

‘Saya termasuk orang yang tidak percaya kepada Tuhan!’

‘Apa alasanmu?’ pelanggan melempar tanya.

‘Kalau benar di dunia ini ada Tuhan, dan sifat-Nya adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, menurut  saya  tidak mungkin  di  dunia  ada  orang  yang  punya  banyak masalah, terlilit  hutang,  terserang  penyakit,  kelaparan,  kemiskinan  dan  lain-lain.  Ini  khan  bukti sederhana  bahwa  di  dunia  ini  tidak  ada  Tuhan!’  tukang  cukur  berbicara  dengan  cukup lantang.

Si pelanggan terdiam. Dalam hati, ia berpikir keras mencari jawaban. Namun sayang, sampai  cukuran  selesai  pun  ia  tetap  tidak  menemukan  jawaban.  Maka  pembicaraan  pun terhenti.  Sementara  si  tukang  cukur  tersenyum  sinis,  seolah  ia  telah  memenangkan perdebatan.

Akhirnya,  saat  cukuran  itu  selesai,  si  pelanggan  bangkit  dari  kursi  dan  ia  berikan ongkos  yang  cukup  atas  jasa  cukuran.  Tak  lupa,  ia  berterima  kasih  dan  pamit  untuk meninggalkan  tempat.  Namun  dalam  langkahnya,  ia  masih  tetap  mencari  jawaban  atas perdebatan kecil yang baru ia jalani.

Saat  berdiri  di  depan  pintu  barber  shop,  ia  tarik  tungkai  pintu  kemudian  hendak melangkahkan kakinya keluar…. saat itu Allah Swt mengirimkan jawaban padanya.

Matanya  tertumbuk  pada  seorang  pria  gila  yang  berparas  awut-awutan.  Rambut
panjang tak terurus, janggut lebat berantakan.

Demi melihat hal sedemikian, pintu barber shop yang tadi telah ia buka maka ditutup kembali. Ia pun datang lagi kepada tukang cukur dan berkata, ‘Pak, menurut saya yang tidak ada  di  dunia  ini  adalah  TUKANG  CUKUR!’ Merasa  aneh  dengan  pernyataan  itu,  tukang cukur  balik  bertanya,  ‘Bagaimana  bisa  Anda  berkata  demikian.  Padahal  baru  saja  rambut  Anda saya pangkas!’

‘Begini pak, di  jalan  saya dapati ada orang yang kurang waras. Rambutnya panjang tak  terurus,  janggutnya  pun  lebat  berantakan.  Kalau  benar  di  dunia  ini  ada  tukang  cukur, rasanya tidak mungkin ada pria yang berperawakan seperti itu!’ si pelanggan menyampaikan penjelasannya.

Tukang cukur  tersenyum, sejenak kemudian dengan enteng  ia berkata, ‘Pak… bukan Tukang Cukur yang  tidak ada di dunia  ini. Masalah sebenarnya adalah pria gila yang Anda ceritakan  tidak  mau  hadir  dan  datang  ke  sini,  ke  tempat  saya…  Andai  dia  datang,  maka rambut dan janggutnya akan saya rapihkan sehingga ia tidak berperawakan sedemikian!’

Tiba-tiba  si  pelanggan  meledakkan  suara,  ‘Naaaahhhh….  itu  dia  jawabannya. Rupanya Anda  juga  telah menemukan  jawaban dari pertanyaan yang Anda  lontarkan!’

‘Apa maksudmu?’ si tukang cukur tidak mengerti dengan pernyataan pelanggannya.

‘Anda khan bilang bahwa di dunia  ini banyak manusia  yang punya masalah. Kalau saja mereka datang kepada Tuhan, pastilah masalah mereka akan  terselesaikan. Persis sama kejadiannya bila pria gila tadi datang kemari dan mencukurkan rambutnya kepada Anda!’”

Kyai Ahmad mengakhiri kisah yang ia sampaikan. Terlihat Fadlan menganggukkan kepala tanda mengerti.

“Jadi…, kamu hanya tinggal memohon saja apa yang kamu inginkan kepada Allah Swt., pasti Allah bakal berikan apa yang kamu pinta!” Kyai Ahmad berkata memberi garansi.

Fadlan sudah mulai yakin, tapi ia masih mengejar dengan satu pertanyaan, “Pak Kyai, saya sudah niat untuk datang dan semakin mengakrabkan diri kepada Allah. Tapi bagaimana caranya ya pak Kyai agar saya bisa memohon nafkah yang cukup kepada Allah?”

Kemudian Pak Kyai membacakan ayat dalam Al Qur’an:

“Katakanlah:  “Wahai  Tuhan  yang  mempunyai  kerajaan,  Engkau  berikan  kerajaan kepada  orang  yang  Engkau  kehendaki  dan  Engkau  cabut  kerajaan  dari  orang  yang Engkau  kehendaki.  Engkau  muliakan  orang  yang  Engkau  kehendaki  dan  Engkau hinakan  orang  yang  Engkau  kehendaki.  di  tangan  Engkaulah  segala  kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam  siang  dan Engkau masukkan  siang  ke  dalam malam. Engkau  keluarkan  yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup, dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)”. QS. Ali Imran : 26-27

“Bacalah ayat  itu  sesering mungkin dan perbanyak doa memohon nafkah  serta  rezeki  yang halal dari Allah Swt. Yakinlah bahwa Allah Swt akan senantiasa menjamin penghidupanmu dan keluarga!” Kyai Ahmad mengakhiri pembicaraan dengan memberi pesan.

Usai pembicaraan dengan Kyai Ahmad, Fadlan merasa yakin bila dirinya hendak mencari nafkah, maka cara termudah yang dapat ia kerjakan hanyalah dengan ‘Datang dan Memohon kepada Pemilik Nafkah!’

Fadlan telah meyakini hal ini.

Bagaimana dengan Anda? 


By. Cahaya Langit: Bobby Herwibowo

Posted By Kang Santri5:32:00 PM

Thursday, March 1, 2012

Do'a Setelah Shalat Taubat





Setelah salam, lalu membaca istighfar 100 kali

اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمِ

Kemudian baca do'a dibawah ini

اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ تَوْ فِيْقَ اَهْلِ الْهُدَى وَاَعْمَالَ اَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ اَهْلِ الصَّبْرِ وَجِدَّ اَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ اَهْلِ الرَّ غْبَةِ وَتَعَبُّدَ اَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ اَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى اَخَافَكَ . اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ مَخَا فَةً تَحْجُزُ نِى عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى اَعْمَلَ بِطَا عَتِكَ عَمَلاً اَسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاكَ حَتَّى اُنَا صِحَكَ فِىالتَّوْ بَةِ خَوْ فًا مِنْكَ وَحَتَّى اَخْلِصَ لَكَ النَّصِيْحَةَ حُبًّا لَكَ وَحَتَّى اَتَوَ كَّلَ عَلَيْكَ فاْلاُمُوْرِ كُلِّهَاوَحُسْنَ ظَنٍّ بِكَ . سُبْحَانَ خَالِقِ نُوْرٍ.

Artinya: "Ya Alloh sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu Taufiq(pertolongan)nya orang-orang yang mendapatkan petunjuk(hidayah),dan perbuatannya orang-orang yang bertaubat, dan cita-cita orang-orang yang sabar, dan kesungguhan orang-orang yang takut, dan pencariannya orang-orang yang cinta, dan ibadahnya orang-orang yang menjauhkan diri dari dosa (wara’), dan ma’rifatnya orang-orang berilmu sehingga hamba takut kepada-Mu. Ya Alloh sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu rasa takut yang membentengi hamba dari durhaka kepada-Mu, sehingga hamba menunaikan keta’atan kepada-Mu yang berhak mendapatkan ridho-Mu sehingga hamba tulus kepada-Mu dalam bertaubat karena takut pada-Mu, dan sehingga hamba mengikhlaskan ketulusan untuk-Mu karena cinta kepada-Mu, dan sehingga hamba berserah diri kepada-Mu dalam semua urusan, dan hamba memohon baik sangka kepada-Mu. Maha suci Dzat Yang Menciptakan Cahaya.”


Posted By Kang Santri8:50:00 PM

Hari Ini "HIKMAH" Apa Yang Kita Pelajari

Murtakibudz Dzunub - Di bawah terik matahari yang sangat menyengat kulit. Siang itu ku pacu sepeda motor dengan kecepatanan tertinggi. Terasa ada yang membangun kan lamunanku yang dari tadi hanya  tertuju pada pemikiran kosong. 

Tampak dari kejauhan ada yang membuyarkan lamunanku, dikejauhan seorang kakek sedang berjalan tertatih membawa keranjang bambu dagangannya yang belum laku.

Terlihat kelelahan yang begitu sangat mendera karena kedua kakinya nampak gemetar, seakan tidak beliau hiraukan kepulan  hitam asap kenalpot bus yang lalu lalang.

Dalam hati "masya allah kek, kenapa tidak pakai sendal..?"

"apa yang sekarang kakek rasakan, kenapa sudah serenta ini masih melakukan pekerjaan yang  begitu berat?"
"dimana anak-anak kakek?"
"tidak adakah salah satu dari mereka yang bisa dimintai bantuan menjual keranjang?"
"apakah kakek tidak lelah?"
"apakah kakek mengharapkan kehidupan seperti saat ini waktu masih muda dulu?"
"bukan kah seharusnya di usia kakek yang sekarang ini kakek tinggal menikmati masa tua, duduk diatas kursi goyang sambil menikmati secangkir kopi menunggu anak-cucu berkunjung  kemudian memberikan wejangan-wejangan tentang kehidupan.......?"

Berjubel pertanyaan menyerangku. Sembari menghentikan laju kendaraan, dengan helm yang masih menutup kepala, ku amati orang tua itu, yang ku anggap beliaulah salah satu pendekar kehidupan.

Hingga akhirnya aku sadar, kalau hari ini ada satu pelajaran hidup yang amat berharga buatku.

Memang hidup layaknya putaran roda pedati, ada masanya diatas juga ada waktunya ia harus berada dibawah. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi selepas bangun tidur malam nanti, karena agenda harian yang biasa kita rencanakan hanyalah sebatas acuan yang 99,9% belum tentu bisa terwujud. Keseharian kita masih terpaku merencanakan masa depan ingin ini dan ingin itu, hingga kita lupa bahwa hidup itu adalah hari ini, bukan esok atau nanti karena datangnya maut kita tidak pernah mengetahui.

Mungkin sering kita bertanya, kebaikan apa saja yang sudah kita perbuat selama hidup untuk orang lain. Hingga kita sendiri pun malu untuk menjawabnya karena kalau pun ada itu amatlah sedikit dibanding dengan kerakusan nafsu yang sering mementingkan  kepuasan diri sendiri.

Tak jarang kita merasa terdholimi oleh lingkungan, saat kita menghadapi keruwetan hidup seolah tak ada yang memperdulikan. Karena saat itu kita ingin menjadi orang yang paling dimengerti oleh keluarga sahabat dan orang sekitar.

Inilah kefatalan berfikir yang bisa menyiksa diri, kita lupa saat kita sedang berjaya lebih-lebih saat berbahagia.

Coba kita lihat sosok orang tua yang begitu perkasa diatas, bagi kita pemuda muslim yang mudah mengeluh dan berputus asa dengan problematika hidup yang belum seberapa, kiranya malu melihat kegigihan sang kakek, kita tidak pernah tahu masa lalu beliau seperti apa kalau umpama dimasa muda beliau bergelimangan harta kemudian masa tua nya harus mengalami kondisi seperti sekarang ini. "bagaimana perasaan si kakek saat ini..?"

Umpama masa lalu beliau memang sudah terlahir serba kekurangan, alangkah hebatnya perjuangan beliau menyempurnakan ikhtiar.

Mempelajari hikmah, seperti inilah salah satu contohnya. Saat mata melihat kejadian yang menyentuh dan mengharukan maka hati kita yang akan menerjemahkan. Hingga tanpa sadar dengan sendirinya kita akan santun menghadapi ujian yang sudah Allah siapkan.

Kamis, 1 Maret 2012



Posted By Kang Santri4:59:00 PM