Tuesday, April 17, 2012

Makna Sebuah Kecerdasan dan Kebijaksanaan

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Menjadi cerdas, tidak berarti mengetahui segala jawaban. Terkadang, jawaban paling cerdas yang anda dapat katakan adalah "Saya tidak tahu". Diperlukan rasa percaya diri dan kecerdasan extra untuk mengakui ketidaktahuan anda. Dan saat anda melakukannya, anda sedang dalam proses mempelajari jawaban sesungguhnya.

Seringkali. karena alasan kebanggaan dan mencegah rasa tidak aman, kita mengatakan tahu, padahal kita tidak tahu. Lewat cara ini, kita telah menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar lebih lanjut. Percayalah, tidak ada salahnya anda tidak mengetahui suatu hal.

Bagian penting dari kebijaksanaan adalah mengetahui batas pengetahuan anda. Mengetahui apa yang anda tahu dan apa yang anda tidak tahu. Orang yang benar-benar cerdas adalah orang yang tahu dan mengerti, bahwa tak semua pertanyaan dapat ia jawab. Orang yang benar-benar cerdas, adalah orang yang mau bertanya, mau belajar, mau bertumbuh.Gunakan pengetahuan yang anda miliki, dan miliki pengetahuan yang anda perlukan. Itu adalah jalan terbaik yang dapat anda tempuh.

Note: Sebuah kecerdasaan akan nampak begitu anggun bila kita balut dengan kebijaksanaan. Karena kecerdasaan sejatinya bukanlah hanya sekedar kepintaran otak yang briliant, melainkan sebuah reaksi dari sikap yang santun dan menghormati diri sendiri akan nilai sebuah kebijakan yang diucap ataupun dilakukan.

Judul Asli: "Saya Tidak Tahu"

Posted By Kang Santri4:55:00 PM

Thursday, April 12, 2012

Rasa Kesederhanaan Tidak Menuntut Kesempurnaan

Filled under: ,

Murtakibudz Dzunub - Seorang lelaki yang sangat tampan dan sempurna merasa bahwa Tuhan pasti menciptakan seorang perempuan yg sangat cantik dan sempurna pula untuk jodohnya. Karena itu ia pergi berkeliling untuk mencari jodohnya. 

Kemudian sampailah ia disebuah desa. Ia bertemu dengan seorang petani yg memiliki tiga anak perempuan dan semuanya sangat cantik. Lelaki tersebut menemui bapak petani dan mengatakan bahwa ia ingin mengawini salah satu anaknya tapi bingung mana yang paling sempurna.

Sang Petani menganjurkan untuk mengenal pribadi mereka satu persatu dan si Lelaki setuju. Hari pertama ia pergi berduaan dengan anak pertama. Ketika pulang, ia berkata kepada bapak Petani,

”Anak pertama bapak memiliki satu cacat kecil, yaitu jempol kaki kirinya lebih kecil dari jempol kanan.”

Hari berikutnya ia pergi dengan anak yang kedua dan ketika pulang dia berkata,

”Anak kedua bapak juga punya cacat yang sebenarnya sangat kecil yaitu agak juling.”

Akhirnya pergilah ia dengan anak yang ketiga. Begitu pulang ia dengan gembira mendatangi Petani dan berkata,

”inilah yang saya cari-cari. Ia benar-benar sempurna.”

Lalu menikahlah si Lelaki dengan anak ketiga Petani tersebut. Sembilan bulan kemudian si Istri melahirkan. Dengan penuh kebahagian, si Lelaki menyaksikan kelahiran anak pertamanya. 

Ketika si anak lahir, Ia begitu kaget dan kecewa karena anaknya sangatlah jelek. Ia menemui bapak Petani dan bertanya, 

“Kenapa bisa terjadi seperti ini Pak. Anak bapak cantik dan saya Tampan, Kenapa anak saya bisa sejelek itu..?”

Petani menjawab, 

”Ia mempunyai satu cacat kecil yang tidak kelihatan . Waktu itu Ia sudah hamil duluan…..”

Kadangkala saat kita mencari kesempurnaan, yang kita dapat kemudian kekecewaan. Tetapi kala kita siap dengan kekurangan, maka segala sesuatunya akan terasa istimewa.

Jadi hiduplah sebagaimana mestinya, bahwa tiada manusia yang sempurna. Jalanilah hidup dengan kesederhanaan dan apa adanya sesuai yang telah Allah takdirkan. Kesempurnaan hanya bisa dirasa oleh hati karena lapangnya rasa penerimaan. 

Semoga bermanfaat.

Posted By Kang Santri7:57:00 PM

Wednesday, April 11, 2012

Perjalanan Spiritual Anak Amerika Menemukan Islam (Kisah Nyata)

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Kisah spiritual anak amerika yang memeluk islam hanya karena dia baca mengenai buku Islam, setelah sebelumnya orang tuanya memberinya semua buku semua agama yang ada di dunia, Orang tua mutusin agar anaknya sendiri yang memilih agamanya.

Rasulullah saw bersabda: ”Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari)

Kisah bocah Amerika ini tidak lain adalah sebuah bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas. Alexander Pertz dilahirkan dari kedua orang tua Nasrani pada tahun 1990 M. Sejak awal ibunya telah memutuskan untuk membiarkannya memilih agamanya jauh dari pengaruh keluarga atau masyarakat.


Begitu dia bisa membaca dan menulis maka ibunya menghadirkan untuknya buku-buku agama dari seluruh agama, baik agama langit atau agama bumi. Setelah membaca dengan mendalam, Alexander memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Padahal ia tak pernah bertemu muslim seorangpun.

Dia sangat cinta dengan agama ini sampai pada tingkatan dia mempelajari sholat, dan mengerti banyak hukum-hukum syar’i, membaca sejarah Islam, mempelajari banyak kalimat bahasa Arab, menghafal sebagian surat, dan belajar adzan. Semua itu tanpa bertemu dengan seorang muslimpun.

Berdasarkan bacaan-bacaan tersebut dia memutuskan untuk mengganti namanya yaitu Muhammad ’Abdullah, dengan tujuan agar mendapatkan keberkahan Rasulullah saw yang dia cintai sejak masih kecil. Salah seorang wartawan muslim menemuinya dan bertanya pada bocah tersebut. Namun, sebelum wartawan tersebut bertanya kepadanya, bocah tersebut bertanya kepada wartawan itu,

”Apakah engkau seorang yang hafal Al Quran ?”

Wartawan itu berkata: ”Tidak”. Namun sang wartawan dapat merasakan kekecewaan anak itu atas jawabannya.

Bocah itu kembali berkata , ”Akan tetapi engkau adalah seorang muslim, dan mengerti bahasa Arab, bukankah demikian ?”. Dia menghujani wartawan itu dengan banyak pertanyaan.

”Apakah engkau telah menunaikan ibadah haji ? Apakah engkau telah menunaikan ’umrah ? Bagaimana engkau bisa mendapatkan pakaian ihram ? Apakah pakaian ihram tersebut mahal ? Apakah mungkin aku membelinya di sini, ataukah mereka hanya menjualnya di Arab Saudi saja ? Kesulitan apa sajakah yang engkau alami, dengan keberadaanmu sebagai seorang muslim di komunitas yang bukan Islami ?”

Setelah wartawan itu menjawab sebisanya, anak itu kembali berbicara dan menceritakan tentang beberapa hal berkenaan dengan kawan-kawannya, atau gurunya, sesuatu yang berkenaan dengan makan atau minumnya, peci putih yang dikenakannya, ghutrah (surban) yang dia lingkarkan di kepalanya dengan model Yaman, atau berdirinya di kebun umum untuk mengumandangkan adzan sebelum dia sholat.

Kemudian ia berkata dengan penuh penyesalan, ”Terkadang aku kehilangan sebagian sholat karena ketidaktahuanku tentang waktu-waktu sholat.”
Kemudian wartawan itu bertanya pada sang bocah, ”Apa yang membuatmu tertarik pada Islam ? Mengapa engkau memilih Islam, tidak yang lain saja ?” Dia diam sesaat kemudian menjawab.

”Aku tidak tahu, segala yang aku ketahui adalah dari yang aku baca tentangnya, dan setiap kali aku menambah bacaanku, maka semakin banyak kecintaanku”.

Wartawan bertanya kembali, ”Apakah engkau telah puasa Ramadhan ?” Muhammad tersenyum sambil menjawab, ”Ya, aku telah puasa Ramadhan yang lalu secara sempurna. Alhamdulillah, dan itu adalah pertama kalinya aku berpuasa di dalamnya. Dulunya sulit, terlebih pada hari-hari pertama”.

Kemudian dia meneruskan : ”Ayahku telah menakutiku bahwa aku tidak akan mampu berpuasa, akan tetapi aku berpuasa dan tidak mempercayai hal tersebut”.

”Apakah cita-citamu ?” tanya wartawan,

Dengan cepat Muhammad menjawab, ”Aku memiliki banyak cita-cita. Aku berkeinginan untuk pergi ke Makkah dan mencium Hajar Aswad”.

”Sungguh aku perhatikan bahwa keinginanmu untukmenunaikan ibadah haji adalah sangat besar. Adakah penyebab hal tersebut ?” tanya wartawan lagi.

Ibu Muhamad untuk pertama kalinya ikut angkat bicara, dia berkata : ”Sesungguhnya gambar Ka’bah telah memenuhi kamarnya, sebagian manusia menyangka bahwa apa yang dia lewati pada saat sekarang hanyalah semacam khayalan, semacam angan yang akan berhenti pada suatu hari. Akan tetapi mereka tidak mengetahui bahwa dia tidak hanya sekedar serius, melainkan mengimaninya dengan sangat dalam sampai pada tingkatan yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain”.

Tampaklah senyuman di wajah Muhammad ’Abdullah, dia melihat ibunya membelanya. Kemudian dia memberikan keterangan kepada ibunya tentang thawaf di sekitar Ka’bah, dan bagaimanakah haji sebagai sebuah lambang persamaan antar sesama manusia sebagaimana Tuhan telah menciptakan mereka tanpa memandang perbedaan warna kulit, bangsa, kaya, atau miskin.

Kemudian Muhammad meneruskan, ”Sesungguhnya aku berusaha mengumpulkan sisa dari uang sakuku setiap minggunya agar aku bisa pergi ke Makkah Al-Mukarramah pada suatu hari. Aku telah mendengar bahwa perjalanan ke sana membutuhkan biaya 4 ribu dollar, dan sekarang aku mempunyai 300 dollar.”

Ibunya menimpalinya seraya berkata untuk berusaha menghilangkan kesan keteledorannya, ”Aku sama sekali tidak keberatan dan menghalanginya pergi ke Makkah, akan tetapi kami tidak memiliki cukup uang untuk mengirimnya dalam waktu dekat ini.”

”Apakah cita-citamu yang lain ?” tanya wartawan.

“Aku bercita-cita agar Palestina kembali ke tangan kaum muslimin. Ini adalah bumi mereka yang dicuri oleh orang-orang Israel (Yahudi) dari mereka.” jawab Muhammad

Ibunya melihat kepadanya dengan penuh keheranan. Maka diapun memberikan isyarat bahwa sebelumnya telah terjadi perdebatan antara dia dengan ibunya sekitar tema ini.

Muhammad berkata, ”Ibu, engkau belum membaca sejarah, bacalah sejarah, sungguh benar-benar telah terjadi perampasan terhadap Palestina.”

”Apakah engkau mempunyai cita-cita lain ?” tanya wartawan lagi.

Muhammad menjawab, “Cita-citaku adalah aku ingin belajar bahasa Arab, dan menghafal Al Quran.”

“Apakah engkau berkeinginan belajar dinegeri Islam ?” tanya wartawan Maka dia menjawab dengan meyakinkan :

“Tentu”

”Apakah engkau mendapati kesulitan dalam masalah makanan ? Bagaimana engkau menghindari daging babi ?”

Muhammad menjawab, ”Babi adalah hewan yang sangat kotor dan menjijikkan. Aku sangat heran, bagaimanakah mereka memakan dagingnya. Keluargaku mengetahui bahwa aku tidak memakan daging babi, oleh karena itu mereka tidak menghidangkannya untukku. Dan jika kami pergi ke restoran, maka aku kabarkan kepada mereka bahwa aku tidak memakan daging babi.”

”Apakah engkau sholat di sekolahan ?”

”Ya, aku telah membuat sebuah tempat rahasia di perpustakaan yang aku shalat di sana setiap hari” jawab Muhammad.

Kemudian datanglah waktu shalat maghrib di tengah wawancara. Bocah itu langsung berkata kepada wartawan, ”Apakah engkau mengijinkanku untuk mengumandangkan adzan ?” 

Kemudian dia berdiri dan mengumandangkan adzan.


Dan     tanpa   terasa, air mata      mengalir di kedua    mata sang    wartawan ketika melihat dan mendengarkan bocah itu menyuarakan adzan. Suhanallah....(http://warax.mywapblog.com/)

Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah ini, salah satunya kembali kita menyadari bahwa semua apa yang mampu kita kerjakan dan amalkan juga pemahaman semua tidak lain karena Taufiq dan hidayah dari Allah.  Bukanlah dari kekuatan iman ataupun kecerdasan intelektual kita sendiri.

Posted By Kang Santri8:24:00 PM

Sunday, April 8, 2012

Jangan Takut Ukhti

Murtakibudz Dzunub - Kembali teringat cerita masa lalu, ada seorang ikhwan yang jatuh cinta kepada salah satu sahabat perempuannya. Rupanya ia termakan oleh prasangka dari rasa 'terlalu pede' kalau akhwat sahabatnya itu juga memiliki rasa yang sama.

Hingga pada suatu hari sang ikhwan memberanikan diri untuk mengungkapkan isi hatinya, namun sayang sang akhwat hanya menganggapnya sebagai sahabat.

Selang waktu yang terus berganti, akhirnya ikhwan tadi mulai menepikan perasaannya dan belajar untuk menerima kalau rasa cintanya bertepuk sebelah tangan. Memang sedikit ada rasa kecewa, "tapi ya sudahlah.. mungkin dia bukan jodohku..". (baca: Ikhtiar dan Pasrah Perihal Jodoh)

Satu tahun kemudian ternyata Allah membuat cerita lain, sekarang giliran sang akhwat yang dihinggapi perasaan yang sama seperti yang pernah dirasakan sang ikhwan.

Namun sang akhwat tadi sadar, tak mungkin rasanya ia menanyakan secara langsung 'apakah perasaan sang ikhwan masih tetap sama seperti dulu'.

Lama ia pendam rasa kekaguman, seakan menjadi sebuah prahara yang sulit dihadapi oleh hatinya.  Memendam rasa cinta dan sayang yang dia sendiri tak mampu untuk mengungkapkan. Dua tahun sudah ia menjalani hari dalam kegamangan fikiran, higga akhirnya ia memberanikan diri menemui salah seorang akhwat sahabatnya tentang perasaannya kepada sang ikhwan  yang selama ini ia pendam.

Ahirnya akhwat sahabatnya tadi menyarankan supaya ia mahu jujur tentang perasaannya. Kemudian dia menghubungi sang ikhwan dan menjelaskan tentang perasaan sang akhwat. Namun sayang sang ikhwan saat itu tidak lagi mempunyai perasaan yang sama seperti dua tahun yang lalu.

Setelah mendengar kabar tadi, sang akhwat hanya tertunduk lesu sembari menyesali keputusannya dulu. Sahabatnya pun tidak tega melihat kondisi kejiwaan sang akhwat. Ahirnya ia menemui sang ikhwan untuk yang kedua kali. "mohon buka lagi hatimu untuknya..", sang ikhwan hanya tersenyum rupanya dia juga tidak tega melihat akhwat yang dulu pernah dicintainya menderita karenanya. Kalau dilihat sinyal yang ia sampaikan sepertinya sang ikhwan mulai membuka kembali hatinya untuk sang akhwat.

Diaturlah pertemuan, namun sayang terjadi kesalah pahaman. Disaat sang akhwat sabar menunggu ternyata sang ikhwan tidak tahu karena memang saat itu ia tengah menyiapkan beberapa program dakwah bersama sahabatnya. Timbullah kesalah pahaman yang yang tidak pernah bisa diluruskan, karena sang akhwat menganggap, 'demi dia ia rela seharian menunggu tapi yang ditunggu didak bersedia datang'.

Setelah mengetahui kejadian itu, betapa merasa bersalahnya sang ikhwan. Karena tiap ia berpapasan dengan sang akhwat, akhwat itu selalu menghindar bahkan menutup muka dan lari menjauh.

Satu tahun kemudian, nampak sang ikhwan masih dihinggapi perasaan bersalah. Hingga ia memberanikan diri untuk silaturrahim kerumahnya. Namun semua sia-sia karena sang akhwat sudah meneruskan study qur'annya keluar negeri.

Ia hanya bisa berkata dalam hati,

Ukhti... Kenapa engkau dulu seolah takut saat berjumpa denganku. Hingga tidak pernah memberi kesempatan buatku untuk meluruskan kesalah pahaman itu? Mungkin selamanya rasa bersalah ini akan terus ada, sebelum bisa ku jelaskan padamu.

Ukhti... Mestinya kamu jangan takut dengan perasaan prasangkamu, karena tidak selamanya apa yang kamu fikirkan sesuai dengan kenyataan.

Ukhti... Andai masih ada kesempatan buatku bisa berjumpa denganmu, kata ini yang ingin pertama kali ku sampaikan padamu "saudariku... jangan takut kecewa jika kita sudah mencintai seseorang, jangan takut andai rasa yang ada pada kita tidak terbalas, jangan takut oleh rasa malu yang mengelabuimu karena tanpa kamu sadari itu hanya akan menyakiti hatimu. Biarkan rasa itu mengalir apa adanya tanpa harus tertutupi rasa malu, minder, kecewa, takut, dan lain sebagainya. Allah sudah mengetahui kemauan hatimu biarkan Dia yang menuntunmu mendapati setiap jawaban dari pertanyaan hatimu."

[inspirasi dari kisah nyata]



Posted By Kang Santri9:54:00 PM

Belajar Menjadi Ayah Yang Baik

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Seorang Muslim sudah semestinya memikirkan masa depan dengan melakukan invesment -bukan dengan stock portofolio, 401K, rumah ataupun saving account, tetapi dengan shodaqoh jariyah, menyebarkan ilmu yang bermanfaat, dan membina anak yang sholeh/-ah. Ketiga aktivitas ini ternyata tercakup dalam proses pendidikan anak dan apalagi Alhamdulillah banyak diantara kita yang telah dikaruniai anak, sehingga saya tergerak untuk merangkum 6 karakteristik kepribadian seorang ayah idaman.


1. Keteladanan

Suatu pagi, saya terperanjat ketika melihat cara putriku memakai sepatunya. Ia langsung memasukkan kakinya ke dalam sepatu tanpa melepas talinya. Rupanya selama ini ia memperhatikan bagaimana cara saya memakai sepatu. Karena malas membuka simpul tali sepatu, sering kali saya langsung memakainya tanpa membuka dan mengikat simpul tali sepatu. Saya berusaha melarangnya dengan memberikan penjelasan bhw cara memakai sepatu seperti itu bisa mengakibatkan sepatu cepat rusak. Namun hasilnya nihil.


Ini merupakan satu contoh nyata bahwa anak, terutama pada usia dini, mudah sekali mencontoh orangtuanya. Tidak perduli apakah itu benar atau salah. Nasehat kita tidak ada manfaatnya, jika kita tetap melakukan apa yang kita larang.


Apakah kita sudah memberikan teladan yang terbaik kepada anak-anak kita? Apakah kita lebih sering nonton TV dibandingkan membaca Al-Quran atau buku lain yang bermanfaat? Apakah kita lebih sering makan sambil jalan dan berdiri dibandingkan sambil duduk dengan membaca Basmallah? Apakah kita sholat terlambat dengan tergesa-gesa dibandingkan sholat tepat waktu? Apakah bacaan surat kita itu-itu saja?


Allah SWT berfirman dalam surat ash-shaff 61:2-3:
"Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. "


Allah SWT juga mengingatkan untuk tidak bertingkah laku seperti Bani Israil dalam firmanNya dalam surat Al-Baqoroh 2:44 "Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?"



2. Kasih Sayang dan Cinta

Kehangatan, kelembutan, dan kasih sayang yang tulus merupakan dasar penting bagi pendidikan anak. Anak-anak usia dini tidak tahu apa namanya, tapi dengan fitrahnya mereka bisa merasakannya. Lihatnya bagaimana riangnya sorot mata dan gerakan tangan serta kaki seorang bayi ketika ibunya akan mendekap dan menyusuinya dengan penuh kasih sayang. Bayi kecilpun sudah mampu menangkap raut wajah yang selalu memberikan kehangatan, kelembutan, dan kasih sayang dengan tulus, apalagi mereka yang sudah lebih besar.


Rasulullah SAW pada banyak hadith digambarkan sebagai sosok ayah, paman, atau kakek yang menyayangi dan mengungkapkan kasih sayangnya yang tulus ikhlas kepada anak-anak. Sebuah kisah yang menarik yang diceritakan oleh al-Haitsami dalam Majma'uz Zawa'id dari Abu Laila.


Dia berkata: "Aku sedang berada di dekat Rasulullah SAW. Pada saat itu aku melihat al-Hasan dan al-Husein sedang digendong beliau. Salah seorang diantara keduanya kencing di dada dan perut beliau. Air kencingnya mengucur, lalu aku mendekati beliau. Rasulullah SAW bersabda, 'Biarkan kedua anakku, jangan kau ganggu mereka sampai ia selesai melepaskan hajatnya.' Kemudian Rasulullah SAW membawakan air." Dalam riwayat lain dikatakan, 'Jangan membuatnya tergesa-gesa melepaskan hajatnya.' Bagaimana dengan kita? Sudahkan kita ungkapkan kecintaan kita yang tulus kepada anak-anak kita hari ini?



3. Adil

Siapa yang belum pernah dengar kata sibling rivalry dan favoritism? Jika belum dengar, maka ketahuilah! Siapa tahu kita termasuk orang yang telah melakukannya. Seringkali kita terjebak oleh perasaan kita sehingga kita tidak berlaku adil, misalnya karena anak kita yang satu lebih penurut dibandingkan anak yang lain atau karena kita lebih suka anak perempuan daripada anak laki-laki dll. Rasulullah SAW bersabda: "Berlaku adillah kamu di antara anak-anakmu dalam pemberian." (HR Bukhari)


Masalah keadilan ini dikedepankan untuk mencegah timbulnya kedengkian diantara saudara. Para ahli peneliti pendidikan anak berkesimpulan bahwa faktor paling dominan yang menimbulkan rasa hasad/ dengki dalam diri anak adalah adanya pengutamaan saudara yang satu di antara saudara yang lainnya.


Anak sangat peka terhadap perubahan perilaku terhadap dirinya. Jika kita lepas kontrol, sesegera mungkin untuk memperbaiki, karena anak yang diperlakukan tidak adil bisa menempuh jalan permusuhan dengan saudaranya atau mengasingkan diri (menutup diri dan rendah diri).


4. Pergaulan dan Komunikasi

Seringkali kita berada dalam satu ruangan dengan anak-anak, tapi kita tidak bergaul dan berkomunikasi dengan mereka. Kita asyiik membaca koran, mereka asyiik main video game, atau nonton TV.


Banyak hadits yang menggambarkan bagaimana kedekatan pergaulan Rasulullah SAW dengan anak-anak dan remaja. Beliau bercanda dan bermain dengan mereka.

Bagaimana dengan kita yang sudah sibuk kuliah sambil bekerja plus 'ngurusin' IMSA (**smile**)? Mana ada waktu untuk bercengkrama dengan anak-anak? Sebenarnya ada waktu, jika kita mengetahui strateginya.


Misalnya, sewaktu menemani anak bermain CD pendidikan di komputer, kita bisa menjelaskan cara mengerjakan/bermainnya, lalu memberi contoh sebentar, lantas bisa kita tinggalkan. Begitu pula dengan buku bacaan dan permainan lainnya. Repotnya ada sebagian ayah yang tidak mau berkumpul dengan anak-anak, terutama yang menjelang dewasa karena takut kehilangan wibawa atau kharismanya. Ini pandangan yang keliru. Yang lebih tepat adalah kita jaga keseimbangan, artinya kita tidak boleh terlalu kaku dalam memegang kekuasaan dan kharisma, tetapi juga tidak boleh terlalu longgar.



5. Bijaksana Dalam Membimbing

Rasulullah SAW bersabda: "... Binasalah orang-orang yang berlebihan ..." (HR Muslim). Jadi metoda yang paling bijaksana dalam mendidik dan mengarahkan anak adalah yang konsisten dan pertengahan - seimbang, yakni tidak membebaskan anak sebebas-bebasnya dan tidak mengekangnya; jangan terlalu sering menyanjung, namun juga jangan terlalu sering mencelanya.


Bila ayah memerintahkan sesuatu kepada anaknya, hendaknya ayah melakukannya dengan hikmah, penuh kasih sayang, dan tidak lupa membumbuinya dengan canda seperlunya. Jelaskan hikmah dan manfaatnya, sehingga anak termotivasi untuk melakukannya. Jangan lupa juga untuk memperhatikan kondisi anak dalam melaksanakan perintah atau aturan tersebut.


Imam Ibnu al-Jauzi mengatakan bahwa melatih pribadi perlu kelembutan, tahapan dari kondisi yang satu ke kondisi yang lain, tidak menerapkan kekerasan, dan berpegang pada prinsip pencampuran antara rayuan dan ancaman.


6. Berdoa

Para nabi selalu berdoa dan memohon pertolongan Allah untuk kebaikan keturunannya. "Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala." (Ibrahim:35)


"Segala puji bagi Allah yang telah menganugrahkan kepadaku di hari tua(ku)Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan sholat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah do'aku." (Ibrahim:39-40)



(diambil dari Milis Muslim. Judul Asli '6 karakteristik ayah idaman')
 

Posted By Kang Santri7:08:00 PM

Saturday, April 7, 2012

Kehidupan di Neraka

Filled under: ,

Murtakibudz Dzunub - Berdasarkan penjelasan dari Al-Qur'anul Karim, bentuk kehidupan atau siksaan dineraka dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Dikenakan pakaian dari neraka, kemudian kepalanya dituangi air yang mendidih sehingga hancurlah perutnya dan kulit-kulit mereka.

Setelah itu mereka dicambuk-cambuk dari besi. Apabila mereka ingin keluar dari neraka maka mereka dicamakkan kembali kedalamnya, dan dikatakan kepada mereka "Rasakanlah siksa yang membakar ini". Seperti yang telah diterangkan dalam [QS. Al Hajj : 19-22].

2. Ada bentuk lain yakni dahi, lambung, dan punggungnya dipanggang dari api neraka. [QS. At Taubah : 35]. Dan ada pula lehernya di ikat dengan rantai dan sontan diseret dengan sekeras-kerasnya dan dilemparkan kedalam lautan api yang sedang mendidih kemudian dibakar kedalam api yang bergejolak dan menyala-nyala. [QS. Al Mukmin : 71-72]

3. Bahkan ada yang lebih mengerikan lagi yaitu dipegang jambulnya lalu diseret-seret ke tengah neraka. Kemudian kealanya diguyur air yang mendidih. [QS. Ad Dukhan : 47 dan 49].

Ada pula tangannya yang diikat dan dibelenggu kelehernya lantas dimasukkan kedalam api yang menyala-nyala serta dibelit dengan rantai yang panjangnya 70 hasta. [QS. Al Baqarah :30-32].

4. Pakaian ahli neraka adalah pakaian-pakaian dari api neraka. [QS. Al Hajj :19].

5. Makanannya dari pohon yang berduri yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar [QS. Al Ghasyiyah : 6-7]. Ada yang berupa zaqqum (kotoran yang berminyak yang mendidih dalam perut). Ada makanan yang menyumbat kerongkongan dan ada pula terdiri dari darah dan nanah.

6. Minumnya terdiri dari air yang diperoleh dari sumber yang sangat panas [QS. Al Ghasyiyah : 6-7]. Ada dari nanah bahkan ada yang seperti besi yang mendidih yang kalau diminum akan menghanguskan muka [QS. Al Kahfi :29].

7. Tikar tidur dan selimutnya semuanya terdiri dari neraka [QS. Al A'raf].

Na'udzubillah min dzaalika...

Untuk menambah rasa kehambaan dan membangkitkan semangat dalam ibadah silahkan baca tentang Kehidupan Di Surga

Semoga bisa membawa manfaat.


Posted By Kang Santri9:26:00 PM

Friday, April 6, 2012

Kabarkan Hatimu

Filled under:


Aku payah membaca hatimu
Karena memang aku tiada mampu

Namun dalam diam mu
Kau nampak begitu anggun menyapaku

Sudah ku persiapkan dari jauh hari
Membangun benteng terkokoh dari kadar kekuatan hati

Jika rasa kita tak semusim
Semoga tak salah ku tanam hatimu di jiwa yang tak alim

Biar ku nikmati asa hati yang kian membusuk
Layaknya penyayang sedang mabuk

Ku ajak bicara bumi
Karena setahu ku itu yang kau pijaki

Ku sapa rembulan yang purnama
Semoga kita bisa beradu mata

Ku naiki angin dari lembah sulim
Meski kau tak ingin, ia akan tetap ku kirim

Andai hati rasa, hati kita sama
Tolong kabarkan dalam istikharah penentram sukma

Andai hati rasa, hati kita berbeda
Tolong juga kabarkan diatas bekasan sujudmu supaya bisa ku rasa

Aku hanya mencoba menikmati diam mu yang seribu
Mungkinkah juga kau seperti itu?

Tak bisa ku baca sajak diary hati mu
Apakah kau juga seperti itu?

Andai kita sama-sama tak mampu
Biarlah rasa ini menjadi rahasiaku dan rahasiamu

Karena Allah lebih tahu
Sirr yang terselubung dalam kalbu 

Posted By Kang Santri9:47:00 PM

Ikhtiar Menutup Celah Fitnah

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - "Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar". Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Abu.

Bila berkaca dari hadits diatas, terasa manusia itu memiliki misteri yang rada aneh. Kenapa saya katakan demikian? hampir seluruh sisa tenaga yang diberikan oleh kehidupan yang diingini manusia cuma satu yakni 'ingin bahagia'. Saat Allah ingin menunjukkan jalan kebahagiaan (dengan cara menjauhkan kita dari fitnah nafsu dan dunia) manusia malah membuka peluang terbukanya pintu fitnah itu sendiri.

Coba kita telaah lagi tentang keseharian ucap dan perilaku, sering kita tidak menyadari dengan apa yang kita ucapkan hingga menyulut orang lain mempunyai perasangka yang tidak-tidak hingga menimbulkan sebuah kesalah pahaman yang tentu saja efek negatifnya kembali ke kita sendiri. Itu artinya kita sendiri yang telah membuka celah fitnah buat diri sendiri. Sementara bahagia ialah mereka yang dijauhkan dari fitnah.

Salah satu cara yang sudah terang dan gamblang sudah beliau Rasul ajarkan tentang kiat-kiat menghindari terbukanya pintu fitnah, seperti dalam hadits yang kita semua sudah mafhum "...FAL YAQUL KHOIRON AULIYASMUT" berbicara lah yang baik atau diam. Mungkin hadits ini yang menginspirasi pepatah bahwa diam adalah emas.

Rasulullah saw. biasa berdoa: Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, menyia-nyiakan usia dan dari sifat kikir. Aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan dari fitnah kehidupan serta kematian. (Shahih Muslim)

Posted By Kang Santri7:41:00 PM

Thursday, April 5, 2012

Beberapa Faedah dan Bahaya Nikah Bag.1

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Artikel ini saya nukil dari kitab "QURROTUL'UYUUN" yang menerangkan tentang beberapa faidah (manfaat) dan madharat (bahaya) dalam sebuah pernikahan. Dan sengaja artikel ini kami susun menjadi beberapa bagian. Semoga bisa istiqamah.

Dalam susunan baitnya Mushanif (pengarang kitab) memberikan penjelasan:

"Faidah nikah adalah menyelamatkan pandangan (dari kecerobohan).  Memelihara farji dan mengharap keturunan yang baik.  Hati ini agar menjadi bersih dan kuat untuk beribadah, demikian pula istirahat.  Dari mengatur rumah tangga, sampai usaha keras untuk melatih diri, agar hidup merasa puas. Kaya harta orang menjadi suka beramal, memandang sesuatu menuju surga yang kekal. Bahaya nikah, orang lemah mencari yang halal,  lemah juga dari mendatangkan hak isteri dalam setiap masalah".

Ibnu Abbas Al-Munsyarini di dalam risalah ringkasan buah pena beliau yang berjudul 'Nawazili Barzali' berkata: "Nash yang ada didalamnya antara lain; Syaikh As-Shalih dan Abu Bakar Al-Waraqi berkata; bahwa setiap syahwat itu bisa membekukan hati, selain syahwat senggama. Sebab syahwat untuk melakukan bersenggama ini bisa membersihkan hati oleh sebab itu para Nabi melakukan senggama".

Sebagaimana tersebut dalam arti-arti hadits berikut ini:

"Aku senang (pada nikmat dunia) dari dunia kalian hanya dalam tiga perkara; perempuan, harum-haruman dan hatiku (merasa) tenang dalam melakukan shalat."

Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya termasuk dari dosa-dosa yang tidak bisa dihapus dengan shalat, puasa, jihad, selain memberi usaha nafkah pada keluarga. Atau seperti apa yang beliau sabdakan." Dan Rasulullah bersabda, "Barang siapa punya anak tiga perempuan, lalu memberi nafkah dan berbuat baik pada mereka, sehingga Allah swt. mencukupkan kepada mereka dan tidak lagi membutuhkan bantuan, maka Allah swtmewajibkan ia masuk surga dengan pasti, selain ia berbuat sesuatu yang ada ampunanbaginya."

Setelah mendengar hadits ini, beliau Ibnu Abbas berkata, "Demi Allah, hadits ini adalah termasuk golongan hadits yang gharib dan mutiara yang indah."

Rasulullah bersabda, "Dinar (harta) yang lebih utama adalah dinar yang dinafkahkan oleh seseorang untuk keperluan keluarganya, dinar yang dinafkahkan untuk hewan ternak dan dinar yang dinafkahkan untuk keperluan kawan-kawannya hanya semata karena membela agama Allah."

Imam ABu Qilabah berkata, "Dahulukanlah nafkah keluarga yang menjadi tanggunganmu, karena orang yang besar pahalanya ialah orang yang memberi nafkah keluarganya yang masih kecil-kecil dan memeliharanya dengan baik. Atau karena nafkah tersebut Allah 'Azza wa Jalla memberikan manfaat kepadanya dan mencukupinya." 

Rasulullah bersabda, "Jika salah seorang diantara kalian semalaman suntuk dalam keadaan gelisah dan prihatin disebabkan memikirkan keluarganya (sebab kesulitan dalam urusan rizki),  maka hal tersebuat adalah lebih utama disisi Allah dari pada seribu kali babatan pedang peperangan untuk membela agama Allah."

Masih dalam hadits beliau, "Jika seseorang memberi nafkah kepada keluarganya dengan sesuatu nafkah yang dia kerjakan hanya semata-mata mengharap ridlo Allah, maka nafkah tersebut adalah sebagai nafkah baginya."

"Tangan yang diatas itu lebih utama dari pada tangan yang dibawah, dan sebaiknya dahulukanlah orang yang termasuk keluargamu yakni, ibumu, bapakmu, saudara lelakimu, dan orang terdekat denganmu."

"Apa yang telah dinafkahkan oleh seseorang  untuk dirinya sendiri, ahlinya, anak-anaknya, famili-familinya dan kerabat-kerabatnya, maka nafkah itu menjadi sedekah baginya. Dan suatu biaya yang dikeluarkan oleh seseorang untuk mempertahankan harga dirinya, maka akan diruliskan baginya nilai sedekah. Dan demikian juga suatu nafkah yang diberikan oleh seorang mukmin, maka sesungguhnya Allah swt. akan menggantinya. Dan Allah yang menanggung segala bentuk nafkah, selain barang-barang yang dipergunakan untuk bangunan atau kemaksiatan." 

Lanjut ke:

Beberapa Faedah dan Bahaya Nikah Bag.2
Beberapa Faedah dan Bahaya Nikah Bag.3

Posted By Kang Santri8:03:00 PM

Wednesday, April 4, 2012

Tentang Cinta dan Kasih Sayang

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - 
> Ingin ku tulis tentang kesedihan, tapi sayang otakku tak bisa diajak berfikir

> Ingin ku tulis tentang kehampaan, tapi sayang itu tak bisa kusuguhkan

> Ingin ku tulis tentang kepiluan, tapi sayang sebelum jadi mungkin aku sudah nangis duluan

> Ingin ku tulis tentang kedurjanaan, tapi sayang aku terlalu hawatir jika orang lain tahu sifat bobrokku

> Ingin ku tulis tentang kesepian, tapi nyatanya aku tak bisa

> Ingin ku tulis tentang kesenduan, tapi sayang aku takut jika kedua mataku kembali lembab

> Ingin ku tulis tentang persahabatan, tapi sayang hanya tiga paragraf saja yang bisa kulakukan

> Ingin ku tulis tentang kekecewaan,tapi sayang malah hati ku yang mendidih

> Ingin ku tulis tentang penghianatan, tapi sayang hal itu terlalu menyakitkan

> Ingin ku tulis tentang kebahagiaan, tapi sayang tak bisa kuwujudkan

> Ingin ku tulis tentang keindahan, tapi sayang aku hawatir akan mengurangi haknya jika ku tuang dalam sajakku yang hitam


Ahirnya aku putuskan, untuk menulis cinta dan kasih sayang

Karena suatu saat nanti
Cinta yang akan menemani kesedihanku
Kasih sayang yang akan mengobati ketumpulan otakku

Karena aku juga percaya
Cinta yang akan menemani kehampaanku
Kasih sayang yang akan mengisi jiwa kosongku

Karena aku yakin
Cinta yang akan mengobati kepiluanku
Kasih sayang yang akan menghapus air mataku

Sekali lagi
Cinta yang akan membasuh sifat durjanaku
Kasih sayang yang akan menolongku

Berbicara tentang kesepian
Cinta yang akan mengisi sekeping hatiku
Kasih sayang yang akan merayuku

Aku coba memahami bahwa
Cinta kadangkala dihias sendu
Kasih sayang sebagai pelipur laraku

Sedang, persahabatan, kekecewaan, penghianatan, kebahagiaan, serta keindahan mereka akan sempurna jika bersanding dengan CINTA dan KASIH SAYANG

Posted By Kang Santri8:23:00 PM

Antara Tidur Dan Kematian

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Namaku Arthur Alison, seorang profesor yang menjabat Kepala  Jurusan Teknik Elektro Universitas London. Sebagai orang eksak, bagiku semua hal bisa dikatakan benar jika masuk akal dan sesuai rasio. Karena itulah, pada awalnya agama bagiku tak lebih dari objek studi. 

Sampai akhirnya aku menemukan bahwa Al Quran, mampu menjangkau pemikiran manusia. Bahkan lebih dari itu. Maka aku pun memeluk Islam.  Itu bermula saat aku diminta tampil untuk berbicara tentang metode kedokteran spiritual. 

Undangan itu sampai kepadaku karena  selama beberapa tahun, aku mengetuai Kelompok Spiritual dan Psikologis Inggris. Saat itu, aku sebenarnya telah mengenal Islam melalui studi tentang agama-agama.  

Pada September 1985 itulah, aku diundang untuk mengikuti Konferensi Islam Internasional tentang 'Keaslian Metode Pengobatan dalam Al Quran'di Kairo. Pada acara itu, aku makalah tentang 'Terapi dengan Metode Spiritual dan Psikologis dalam Al Quran'.  

Makalah itu merupakan pembanding atas makalah lain tentang 'Tidur dan Kematian', yang bisa dibilang tafsir medis atas Quran surat Az Zumar ayat 42 yang disampaikan ilmuwan Mesir, Dr. Mohammed Yahya Sharafi.  

Fakta-fakta yang dikemukakan Sharafi atas ayat yang artinya, "Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir," telah membukakan mata hatiku terhadap Islam. 

Secara parapsikologis, seperti dijelaskan Al Quran, orang tidur dan orang mati adalah dua fenomena yang sama. Yaitu dimana ruh terpisah dari jasad. Bedanya, pada orang tidur, ruh dengan kekuasaan Allah bisa kembali kepada jasad saat orang itu terjaga. Sedangkan pada orang mati, tidak.  

Ayat itu merupakan penjelasan, mengapa setiap orang yang bermimpi sadar dan ingat bahwa ia telah bermimpi. Ia bisa mengingat mimpinya, padahal saat bermimpi ia sedang tidur.  Al Quran surat Az Zumar ayat 42 ini juga menjadi penjelasan atas orang yang mengalami koma.

Secara fisik, orang yang koma tak ada bedanya dengan orang mati. Tapi ia tak dapat dinyatakan mati, karena secara psikis ada suatu kesadaran yang masih hidup.  

"Bagaimana Al Quran yang diturunkan 15 abad silam, bisa menjelaskan sebuah fenomena yang oleh teori parapsikologis baru bisa dikonsepsikan pada abad ini?" Jawaban atas pertanyaan inilah yang akhirnya meyakinkan aku untuk memeluk Islam. 

Selepas sesi pemaparan kesimpulan dalam konferensi itu, disaksikan oleh Syekh Jad Al-Haq, Dr. Mohammed Ahmady dan Dr. Mohammed Yahya Sharafi, akupun menyatakan dengan tegas bahwa Islam adalah agama yang nyata benarnya. 

Terbukti, isi Al Quran yang merupakan firman Allah pencipta manusia, sesuai dengan fakta-fakta ilmiah. Kemudian dengan yakin, aku melafadzkan dua kalimat syahadat yang sudah sangat fasih kubacakan. Sejak itu aku pun menjadi seorang Muslim dan mengganti namaku menjadi Abdullah Alison.  

Sebagai Ketua Kelompok Studi Spiritual dan Psikologi Inggris, aku telah mengenal banyak agama melalui sejumlah studi yang dilakukan. Aku mempelajari Hindu, Budha dan agama serta kepercayaan lainnya. Entah kenapa, ketika aku mempelajari Islam, aku juga terdorong untuk melakukan studi perbandingan dengan agama lainnya. 

Walaupun baru pada saat konferensi di Mesir, aku yakin benar bahwa  Islam sebuah agama besar yang nyata perbedaannya dengan agama lain. Agama yang paling baik diantara agama-agama lain adalah Islam. Ia cocok dengan hukum alam tentang proses kejadian manusia. Maka hanya Islam-lah yang pantas mengarahkan jalan hidup manusia.  

Aku merasakan benar, ada sesuatu yang mengontrol alam ini.  Dia itulah Sang Kreator, Allah Swt. Dari pengalaman bagaimana aku mengenal dan masuk Islam, aku pikir pendekatan ilmiah Al Quran bisa menjadi sarana efektif untuk mendakwahkan Islam di Barat yang sangat rasional itu.  

Kamis, 5 Safar 1423/ 18 April 2002 
Pesantren.net

Posted By Kang Santri8:02:00 PM

Tuesday, April 3, 2012

Kala Pecinta Patah Hati

Murtakibudz Dzunub - Ikhwan itu tertunduk lesu setelah membaca secarik kertas yang terbungkus rapi dalam amplop putih. Batinnya bergolak hebat tidak percaya dengan apa yang barusan ia baca. Mungkin sakit, pedih, perih, bak di sayat sembilu beracun yang sedang ia rasakan. 

Kenangan indah yang beterbangan di alam pikiran, semakin menghancurkan cita dan harapan. Namun ia tidak ingin menyalahkan keadaan dan asbab dari prahara hatinya.

"inilah takdir Allah.." begitu dalam bisik hatinya, sembari memejamkan mata.

Dulu aku mencintaimu karena hatiku memang menginginkan itu
Dulu aku menyayangimu karena aku menganggap kaulah yang dipilihkan Allah untukku

Sungguh tak tersirat dalam benakku untuk menyalahkanmu yang memilih meninggalkanku
Sungguh tak pernah terlintas dihatiku bahwa kau telah mendzalimiku

Karena aku sadar kala hatiku mencintaimu, Allah yang menggerakkan perasaan itu
Begitu juga saat kau meninggalkanku, karena Allah juga menginginkan hal itu

Namun yang harus kau tahu
Tak ada pecinta yang meninggalkan bekas dendam dihati
Tak ada pecinta yang menjadi budak oleh ego nafsu sendiri

Aku bukan patah hati karena kau mencampakkan ku
Aku bukan patah hati karena tidak bisa memilikimu

Tapi aku patah hati sebab aku cemburu melihatmu 
Karena kau telah berhasil menempatkan cintamu sepenuhnya untuk Tuhanmu
Sedangkan aku sendiri belum mampu 

Hatiku pilu, karena belum bisa sepertimu
Hatiku sakit, dengan cintaku yang berhasil membodohiku

"aku meninggalkanmu karena aku sayang padamu, kalau kau memang takdirku... aku akan setia menunggumu tanpa batasan waktu. Ijinkan saat ini aku meninggalkanmu, supaya aku tidak menduakan cintaku kepada Tuhanku karena besarnya cintaku padamu... (maaf)"

Itulah baris terahir dari suratmu yang menghantam hebat hati dan keimananku.

Posted By Kang Santri10:28:00 AM

Monday, April 2, 2012

Rumus Fuqoha' Bag. I

Filled under:

Murtakibudz Dzunub - Bismillahirrahmanirrahim. Mungkin masih banyak diantara kita yang kurang memahami (belum tahu) tentang istilah-istilah dalam kitab fiqih. Karena sering munculnya pertanyaan seperti: Ukuran kullatain itu berapa meter?, satu sho'? itu berapa gram?, satu mud itu berapa?. Karena dirasa rumus ini sangat penting untuk diketahui sebagai pegangan kita dalam mengamalkan syari'at Islam.


>> Satu QIROTH menurut imam Tsalasah [0,215 Gr]

>> Satu DIRHAM menurut imam Tsalasah [2,715 Gr]

>> Satu MITSKOL menurut imam Tsalasah [3,879 Gr]

>> Satu DANIQ menurut imam Tsalasah [0,430 Gr]

>> Satu DZIRO Al-Mu’tadil menurut Aktsarin-Nas [48 Cm]

- Menurut Al Makmun  : 41,666625 Cm
- Menurut An-Nawawi  : 44,720 Cm
- Menurut Ar-Rofi’i : 44,820 Cm

>> Satu MUD Menurut Imam Tsalatsah [9,22 Cm (P x L x T ) = 0,766 Ltr]

>> Satu SHO' Menurut Imam Tsalatsah [14,65 Cm (P x L x T ) = 3,145 Ltr]


>> Satu WASAQ Menurut Imam Tsalatsah [57,32 Cm  (P x L x T ) = 188,712 Ltr]

>> Satu SHO’ Gandum (Hinthoh) Menurut Imam An-Nawawi [1.862,18 Gr]

>> Satu MUD Gandum (Hinthoh) Menurut Imam An-Nawawi [ 456,54 Grm]

>> Satu SHO’ Beras putih [2.719,19 Grm]

>> Satu Mud Beras putih [679,79Grm]

>> Air DUA KULAH menurut An-Nawawi  [55,9 Cm (P x L x T ) = 174,580 Ltr]

- Menurut Ar-Rofi’iy [56,1 Cm (P x L x T ) = 176,245 Ltr]
- Menurut Ahli Iraq  [63,4 Cm (P x L x T ) = 245,325 Ltr]
- Menurut Aksarin-Nas [60 Cm (P x L x T ) = 187,385 Ltr]

>> Zakat Fitrah adalah satu SHO’  [2.719,19 Grm = 2,71919 Kg]

>> Jarak QOSHOR Sholat menurut:      

- Kitab Tanwirul Qulub  [80,640 Km]
- Al-Ma'Mun  [89,999992 Km]
- Ahmad Husain  [94,500 Km]
- Aksarul Fuqha [119,99988 Km]

>> Satu RITL BAGDAD menurut:            
- An-Nawawi [349,16 Grm]
- Ar-Rofi’i [353,49 Grm]

>> NISHOB SARIQOH emas menurut Imam Tsalasah  [0,97 Grm]

>> Satu UQIYAH  [12 Dirham]
>> Satu DIRHAM  [2 Gram]



Posted By Kang Santri4:07:00 PM

Saturday, March 31, 2012

Share Nasyid

(Edcoustic - Nantikanku dibatas waktu)

Dikedalaman hatiku tersembunyi harapan yang suci
Tak perlu engkau menyangsikan
Lewat kesalihanmu yang terukir menghiasi dirimu
Tak perlu dengan kata-kata

Sungguh walau kukelu tuk mengungkapkan perasaanku
Namun penantianmu pada diriku jangan salahkan

Reff :
Kalau memang kau pilihkan aku
Tunggu sampai aku datang nanti
Kubawa kau pergi kesyurga abadi

Kini belumlah saatnya aku membalas cintamu
Nantikanku dibatas waktu
 


(Edcoustic - Muhasabah Cinta)

Wahai... Pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dariMu
Kupasrahkan semua padaMu

Tuhan... Baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini kuharapkan cintaMu

Reff. :
Kata-kata cinta terucap indah
Mengalun berzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya ilahi....
Muhasabah cintaku...

Tuhan... Kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku denganMu



(In-Team - Bisikan Nurani)
 
Lautan kematian ombak
Tenang pantai tiada terusik
Begitulah tasik hatiku
Sejak kehadiranmu

Betapa aku hargai
Anugerah syurga di dunia
Doa kudus aku panjatkan
Semoga dirahmati

Telahpun ku syukuri
Di dalam hidup ini
Cinta suci kurniaan Ilahi

Kejernihan wajahmu
Sempurna pada pandanganku
Kau kirana
Keturunan terpilih
Disanjung serta dihormati
Kau permata
Kesederhanaanmu
Mengecap kekayaan dunia
Kau mestika
Ketaqwaan dirimu
Itu yang merantai jiwaku

Bukan aku memuji
Apalagi memuja
Salahkahku kagumi… perhiasan duniawi

Bisikan nuraniku
Engkaulah pilihanku
Akanku pertahankan
Amanah suci ini



(Saujana - Jalan Sehala)

Tuhanku Maha Pengasih
Tuhanku Maha Penyayang
sebelum pun sempat tangisku
jatuh ke bumi
rahmatNya menyambut[segera]

membisik bujukan penawar bersakti
apa lagi nak ku gusar
cinta Nya tak pernah gagal
hadir di kala ku sepi di kala ku bersedih

aku hanya berpegang janji
janji Nya kesungguhan yang pasti
pintu kemenangan
lorong bercahaya
langkah untuk ku pulang
jalan sehala

aduhai ibuku yang satu
janganlah ada barang ragu
biarpun seberkas dalam
andaiku terkorban nanti
sedang meniti kasih 

>>> Download .mp3


(Hawari - Belahan Jiwa)

Pandanglah wajah istrimu yang tercinta
Bayangkanlah penat lelah yang dirasakan
Namun tak pernah istrimu berkeluh kesah
Mengabdikan jiwa raganya kepadamu

Jangan kau siakan pengorbanannya
Jangan kau sakiti permaisurimu
Jangan biarkan dia bersedih
Menitikkan air mata

Sebelum detak jantung istrimu berhenti
Kasihi Istrimu dengan sepenuh hati
Sebelum istrimu kembali pada Tuhan
Sayangi istrimu janganlah kau sakiti
Bahgiakan bidadarimu
Belailah permaisurimu

Istriku sayang belahan jiwaku
Janganlah engkau bersedih hati
Istriku sayang permaisuriku
Bidadariku dunia akhirat

>>> Download .mp3

Posted By Kang Santri7:10:00 PM